Monthly Archives: April 2015

‘3U’? No Way!

Standar

Air mataku masih mengalir deras saat kudengar suara ayahku memanggilku dari ruang keluarga. Tapi aku masih duduk tak bergeming di sudut ruang tamu yang lampunya sengaja kupadamkan. Malam itu kesedihan dan kekecewaanku serasa bertumpuk. Aku merasa menjadi anak bodoh yang jelek dan tak berguna. Hari ini seakan menjadi puncak dari semua masalah yang sudah sejak lama membuatku risau.

 Aku adalah adalah anak pertama dari tiga bersaudara di keluarga. Secara fisik, aku tidak secantik adik perempuanku. Kulitku lebih gelap, gigiku tidak rapi dan mataku lebih sipit. Dalam hal kemampuan akademik, aku jauh tertinggal pula. Khususnya di pelajaran matematika.Bahkan aku pernah tidak naik kelas saat aku duduk di bangku kelas 4 SD.

Dalam hal ketrampilan membantu tugas orang tuapun aku tak sebaik adikku. Adikku yang kebetulan memang mempunyai minat dalam berdagang sangat dipercaya oleh ibuku karena kemampuannya dalam mencari pelanggan baru di kiosnya. Sedangkan aku hanya menjadi penjaga toko yang pasif.

Kerisauanku semakin bertambah ketika di usiaku yang sudah mulai merangkak ke kepala tiga ini, aku masih belum juga menemukan seorang laki-laki yang bisa aku kenalkan kepada orang tuaku untuk menjadi calon pendampingku nanti. Sementara adikku sudah mempunyai kekasih yang hubungannya sudah terjalin hampir 6 tahun lamanya.   

Dan tadi siang saat aku melayani pembeli di kios ibuku, ada seorang pembeli yang tiba-tiba  menyeletuk, dengan kata-kata yang membuatku malu, sedih dan semakin minder. Intinya dia menganggap aku kok kalah dengan adikku dalam kemampuan dagangnya? Dan kata-kata itu juga seolah melengkapi keminderanku setelah beberapa waktu yang lalu ada salah seorang pegawai ibuku yang mengatakan bahwa adikku pasti yang akan terlebih dahulu menikah daripada diriku.

Saat aku perlahan mengusap air mataku yang masih belum berhenti mengalir juga itulah ayahku datang dan mencoba menghiburku.  Ayahku tahu persis bagaimana perasaanku dan apa yang selama ini selalu membuatku  risau. Karena selain kepada Allah SWT tentu saja, seluruh uneg-unegku ini biasanya aku tumpahkan di buku harianku dan aku ceritakan pada ayahku.

Menurut ayahku, masalah utamanya adalah karena kurangnya rasa percaya diriku, Dan hal itu membuatku menjadi ‘wagu’ (canggung), ‘kaku’ (kikuk) dan ‘malu’.  Ayahku menyingkatnya menjadi ‘3U’. Memang betul, aku mempunyai sifat minder yang sudah akut saat itu.

Bahkan cenderung menjadi paranoid karena aku sering merasa gelisah ketika berada di tengah kerumunan orang. Aku merasa semua orang melihat ke arahku dengan pandangan yang aneh. Pernah juga ketika ada orang yang lewat di depanku lalu kebetulan meludah karena mungkin  sedang batuk atau tidak enak mulutnya, aku merasa orang itu meludah karena jijik melihatku.

Maka ayahku selalu menyemangatiku agar aku bisa mengatasi sifat ‘3U’ku itu sedikit demi sedikit dengan cara membangkitkan rasa percaya diriku. Berbagai cara yang ayahku coba lakukan untuk memotivasiku, dan aku juga mencoba mengikuti sarannya. Di antaranya :

 – Membelikanku buku-buku motivasi,  kisah-kisah yang menginspirasi agar aku bisa mengambil hikmah darinya.

 – Mengajakku ke acara pengajian dan beberapa pertemuan agar aku terbiasa berada di tengah kerumunan orang.

– Memberiku kesempatan untuk berbicara di depan umum sebelum ayahku mengisi pengajian supaya aku tidak gugup ketika harus berbicara di depan orang-orang

 – Meyakinkanku bahwa kemampuan dagang bukan satu-satunya skill yang bisa membawa kita pada kesuksesan

Setelah itu aku mencoba  membedah satu demi satu kekuranganku yang selama ini membuatku minder, Lalu aku mencoba mencari solusinya secara bertahap.

1. Kekurangan fisik :

 Kulitku tampak gelap dan kusam. Sesuai dengan buku tentang kesehatan yang  pernah aku  baca, buah-buahan dan sayuran bagus untuk kesehatan dan keindahan kulit. Jadi walaupun sebelumnya aku kurang menyukai jenis makanan tersebut, kini aku paksakan untuk mengkonsumsinya. Aku juga mulai merawat kulitku.  Hasilnya, kulitku menjadi tampak lebih cerah, lebih sehat dan awet muda (kata anakku ketika melihat fotoku yang dulu dan sekarang, aku kelihatan lebih muda sekarang)

Lalu gigiku yang tidak rapi.. hmm, karena saat itu kondisi ekonomi yang masih belum memungkinkan untuk memasang behel, aku hanya berusaha dengan memasang kawat gigi dan lebih rajin mengontrolnya ke dokter gigi. Hasilnya gigiku tidak seberantakan sebelumnya..

Mataku yang sipit Wah, ternyata mata sipit juga memiliki nilai lebih, lho.. Dimana-mana orang sering mengiraku orang Jepang. Waktu aku pergi ke Jepang, temanku sampai memotretku dan menganggapku sebagai gadis Jepang. Jadi malah sekarang aku bersyukur mempunyai mata yang sipit..

2. Tidak trampil berdagang:

Aku mencoba terus belajar dari ibuku dan adikku bagaimana cara menawarkan barang, bagaimana cara kulakan, bagaimana agar tetap ulet dan tangguh ketika menghadapi pasang surutnya usaha, dan lain-lain Walaupun sebenarnya tidak terlalu berminat, aku tetap memaksakan diri agar bisa mengerti dan menikmati pekerjaan itu. Hingga akhirnya aku bisa mengambil manfaat dan efek positif dari semua itu, lalu aku sesuaikan dengan minatku, yaitu pendidikan.  Kini aku sudah mempunyai usaha kursus untuk anak-anak (Rumah Belajar) di kota Cirebon.

3. Masalah jodoh yang tak kunjung datang:

Ini adalah masalah yang paling mendasar dari semua masalah di atas, karena ini menyangkut harapan dan perjalanan hidupku nanti. Dan untuk mendapatkan jodoh yang sesuai harapan aku harus memantaskan diri terlebih dahulu. Tidak hanya dalam hal fisik, namun juga dalam hal karakter dan keimananku. Dulu aku berharap bahwa bisa mendapatkan jodoh sesama muslim keturunan Tionghoa, tapi yang Islamnya bukan Islam KTP. Dalam artian memang mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena aku ingin bisa melanjutkan misi ayahku yang ingin berdakwah dengan cara yang baik, khususnya ke kalangan warga keturunan Tionghoa yang sering salah paham terhadap ajaran Islam karena mereka belum mengenal akan ajaran sesungguhnya yang sangat menyejukkan. Dan mungkin juga karena akibat korban devide et impera dari jaman penjajahan Belanda yang lalu.

Waktu itu aku sempat  sangsi, bisakah aku mendapatkan jodoh sesuai harapan? Tapi aku mencoba untuk optimis, sambil terus memohon kepada Allah SWT, memperbaiki diri, dan masuk dalam komunitas pengajian Tionghoa Muslim di Yogyakarta dan Jakarta.  Akhirnya Allah SWT menjawab doaku. Tepat di penghujung usia 30 tahun aku bertemu dengan jodohku yang kriterianya benar-benar sesuai dengan yang kuharapkan. Alhamdulillah terima kasih ya Allah..

Kini aku telah memiliki suami yang shaleh yang mencintaiku apa adanya,  dan seorang anak perempuan yang cantik, cerdas dan shalehah. Dalam kehidupanku bersama keluarga, aku tetap terus berusaha meningkatkan rasa percaya diriku dan menularkannya pada anakku.

Satu demi satu  harapan dan mimpiku alhamdulillah bisa terwujud, dengan ijinNya dan atas support suamiku. Dari mulai bisa membawa mobil sendiri (padahal sebelumnya sangat gugup, sampai ibuku melarangku belajar setir mobil), bisa mengembangkan usaha pendidikan Rumah Belajar Cirebon, hingga mampu berwisata ke luar negeri.  

Saat malam hari menjelang tidur, terkadang masih terngiang kata-kata penuh motivasi dari ayahku, “Nggeguyu?? Tak Oyak..!! (Mentertawakanku?? Aku kejar kamu..!!). Jangan menangis bila dihina, lekas bangun bila jatuh”. Lalu dalam hati, aku berseru sekuatnya,  “3U.. ?? No way.. !!!”

 

image

Seminar “Di balik Keajaiban” oleh Ippho Santosa yg membuka hati dan pikiranku

Standar

Usai mengikuti Seminar “Di balik keajaiban” yg disampaikan oleh  Ippho Santosa pd tgl  9 April 2015 di Hotel Santika Cirebon kmrn, serasa mendptkan energi positif yg mencerahkan pikiran dan hati..

Oleh beliau dipaparkan bahwa kunci kelapangan rejeki dan panjangnya umur kita adalah dgn cara bersilaturahmi yg diaplikasikan dgn istilah BOSSSS, yaitu  Berani, Optimis, Senyum, Salam, Sapa dan Sentuhan Personal.

Sedangkan kunci sukses yg sesuai nilai-nilai Islam sebetulnya intinya ada 5, yaitu:

1. ITQAN :  teliti, hati2, sepenuh hati, bermutu tinggi
Dicontohkan bahwa negara yg mempunyai  Islamic Index yg tertinggi di dunia adalah negara New Zealand dimana dlm kehidupan masyarakatnya yg mayoritas non muslim justru bnyk ditemukan nilai2 Islami..seperti dlm hal kebersihan, keteraturan dll. Disana toilet tdk ada yg pesing, Harga makanan di restauran selalu terpampang (ada akad), dll

2. INDIBATH : Konsistensi (tepat pd tingkat mutu yg sama) dan  persistensi (terus menerus)

3. ITTIHAD : Persatuan dan kesatuan. Dalam hal ini jgn  hanya ukhuwah Islamiyah sj yg kita utamakan; namun jg solidaritas antar umat manusia di seluruh dunia tanpa memandang suku, agama, ras.. Sepanjang mempunyai visi yg sama dlm hal kepedulian thd sesama kita bisa bekerjasama. Tentunya dgn ttp memegang prinsip aqidah kita. Namun kepedulian kita thd sesama hrs bersifat universal..

4. IHSAN :  Merasa melihat dan  dilihat  Allah SWT. Sehingga tanpa diawasipun semua berjalan lancar dan jujur. Kalau pun ada pengontrolan itu jg utk mengecek agar tdk terjadi kesalahan dlm mencatat atau menghitung

5. IKRAM : Memuliakan org lain. Bila kita ingin mulia, maka muliakanlah org lain. Bila kita ingin ditambahkan ilmunya oleh Allah SWT, maka kita jg hrs berbagi ilmu kpd yg membutuhkan

Salah satu turunan ikram adalah sedekah. Sedekah itu bekerja dan dijanjikan berulang oleh Allah SWT Tdk ditunda, cuma kadang dikembalikan olehNya dlm bentuk dan keadaan yg lain.

Sedekah itu dahsyat krn dampaknya vertikal dan horisontal…
Contoh dampak yg horisontal.. seseorg yg diberi sedekah mjd  terpenuhi kebutuhan hidupnya. Bisa bekerja. Dampaknya utk beratus org.
Kita bisa bersedekah dgn doa, uang, tenaga, dan waktu.

Lalu dampak vertikalnya, saat kita bersedekah sambil  berharap ridhaNya iringilah dgn  doa dan amal baik. Maka Allah akan memberikan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Mintalah kpd Allah SWT apa pun,  spesifik jg  boleh asal yg baik2.. Lalu setelah itu serahkan kpd Allah SWT, biar yg dikabulkan hanya yg Dia ridhai sj..

Utk membantu terkabulnya doa kita,  kita hrs memantaskn diri.
Kejar dg amal..amal  kita perbaiki.
Misal, blm punya anak,  bisa mengasuh anak yatim piatu. Dengan begitu bisa bljr utk memantaskan jd ayahnya/ ibunya.

Sedekahkan yg berat bagi kita adalah dgn menyedekahkan barang yg kita sukai..terutama saat kita sdg menderita sakit yg tdk putus, masalah dg suami/anak, dan masalah2 lain.
Pancinglah rejeki dg sedekah.
Sesuatu yg besar, akan mendapat yg besar.

Faktanya  sedekah itu ada yg Ikhlas, pamrih, terang2an, law of reciprocity, law of percentage.

Amal ada yg terang2an seperti : Adzan, Haji, Nikah, Kurban, Zakat.
Sedekah bisa mjd terang2an bila ditujukan utk mjd inspirasi bagi yg lain,  selama kita ttp bisa menjaga hati dr unsur riya..

Nafkahkan  sebagian- 30% 40 %
Mulailah dgn bljr merutinkan bersedekah dari 20% pendapatan kita.

Dampaknya akan terjadi perubahan yg baik dlm hidup kita, mencegah  kita dr terlalu cinta dunia shg  pd akhirnya malah harta yg akan mengejar kita..

Misteri sekaligus keajaiban kehidupan lain yg diungkap dlm seminar kmrn ialah bahwa seluruh amalan kita, apakah itu baik atau buruk pasti akan ada  balasannya. Tdk hanya di akhirat tp jg di dunia.

Ada suatu bagian dari tubuh kita yg bisa merekam seluruh amalan kita bak microchip yg tdk akan hancur oleh apapun, yaitu bagian relics. Maka ada istilah karma atau sunnatullah.

Ketika kita sdg marah atau bercanda sekalipun ttp hrs berhati-hati dlm berkata. Karena kata2 itu adalah doa.

Terlebih doa itu akan naik atau dikabulkan oleh Allah kalau ada kadar emosinya. Jadi ketika kita sedang marah atau bercanda tetap hrs bisa mengontrol kata2 kita.

Sesuatu yg berkah akan mjd lapang. Yg tdk berkah akan mjd  sempit.

Contohnya bila uang tdk berkah, walaupun bnyk tp tdk memberi kelapangan hati, kebahagiaan dan kedamaian dlm keluarga.

Begitu juga tempat.. Bila suatu tempat berkah maka akan terasa lapang. Seperti padang Arafah yg tetap terasa lapang  walaupun digunakan utk  Wukuf 3jt org pd wkt yg sama..

Sedangkan waktu bila tdk berkah seharian akan terasa sibuk terus menerus  tdk ada putus2 nya. Bila kita ingin dilapangkan waktunya, biasakanlah ketika kita bangun tidur di pagi hari utk mengingat Allah SWT dgn cara berdoa, berwudhu, shalat tahajud, shalat dhuha.

Mari kita luangkan waktu kita utk agama, keluarga dan sosial. Menolong sesama dgn ikhlas jg akan menyehatkan tubuh kita.
image