Monthly Archives: Januari 2016

Semoga Menjadi Kesibukan yang Barakah

Standar

Malam ini di penghujung bulan Januari, rasanya nyaman sekali berbaring melepas letih setelah seharian beraktifitas…

Alhamdulillah, satu demi satu tugas dan kegiatan mulai teselesaikan..

Dari recruitmen dan training guru baru untuk Rumah Belajar Cirebon,  mengadakan seminar olimpiade matematika, menjalin kerjasama dengan Cahaya Bintang, mengurus sarana promosi di percetakan, mendampingi anak dalam lomba selama 2 pekan, membuka stand di CSB Mall di acara Talk Show Smart Auladi,  berpartisipasi di acara Maulid Nabi MT Sabar, pembuatan surat dan proposal untuk  Seminar Parenting oleh bu Elly Risman di SMP Islam Al Azhar 5  Cirebon,  mempersiapkan olimpiade matematika di Rumah Belajar Cirebon, hingga menyelesaikan honor guru dan staf hari ini..

Sibuk dan cape itu pasti…tapi ada rasa puas dan bahagia di saat semua tugas bisa terselesaikan.. Walau masih ada beberapa target dan harapan yg blm tercapai.. namun semua proses menuju pencapaian itu memang berkesan karena sungguh terasa pahit dan manisnya..

Lusa sudah masuk bulan baru.. bulan Februari… Dan padatnya agenda kegiatan masih menghadang hingga bulan Maret nanti… Lalu sesudahnya mungkin sedikit lebih leluasa..

Semoga kami semua tetap sehat, semangat dan sukses… aamiin…

Biarlah kerikil dan batu sesekali menghalangi bahkan menjatuhkan kami… tapi kami akan tetap melangkah. Dan sepeda akan tetap kami kayuh kembali tuk lanjutkan perjalanan sehingga tercapai semua harapan dan cita-cita kami.. aamiin..

#OneDayOnePost
#Hariketiga

image

Bagaimana Mempersiapkan Masa Tua yang Indah

Standar

Mengikuti Tausiyah Ummi Tari tadi pagi di Mushala Al Hidayah yang bertema “Bagaimana Mempersiapkan Masa Tua dengan Indah” membuat kami, khususnya diriku serasa tersadarkan akan usia yang semakin bertambah.

Memang menjadi tua itu pasti, dan menjadi dewasa itu pilihan..

Kadang kita melihat orang-orang yang semakin tua kok malah menjadi semakin ‘tidak dewasa’

Dalam artian menjadi semakin rewel, kasar dalam bersikap atau berucap, bertingkah yang aneh-aneh dll..

Tentunya kita tidak ingin kelak kita akan menjadi seorang nenek atau kakek yang merepotkan, menjengkelkan dan  menyusahkan anak-anak atau saudara-saudara kita..

Na’udzu billahi min dzalik..

Secara garis besarnya ada 5 hal yang harus dipersiapkan agar kita terhindar dari masalah tersebut:

1.  Ajarkan baiti jannati (rumahku surgaku). Dimana seorang istri hendaklah hormat dan taat kepada suami dan suami harus hormat dan taat kepada ibunya sendiri dan mertuanya sepanjang tidak menyimpang dari aqidah dan akhlak. Maka sebagai orangtua kita harus belajar menciptakan  kenyamanan pada diri sendiri sehingga ketika anak kita sudah menikah, kita tetap bisa menikmati kehidupan kita sendiri dan  tidak sampai mengganggu privasi rumah tangga anak kita selama masih pada jalur yang benar.

2. Menjaga kesehatan sedari sekarang agar tetap bugar dan fit di masa tua sehingga terhindarkan dari berbagai macam penyakit yang tidak hanya menyusahkan diri kita tapi juga keluarga kita. Yaitu dengan menjaga makanan dan gaya hidup.

3. Bijaksana dalam mengelola harta kita. Yaitu 1/3 kita gunakan untuk kepentingan duniawi kita, 1/3 kita sedekahkan untuk bekal akhirat kita dan 1/3 kita tabung untuk anak kita

4. Mendidik anak-anak kita menjadi anak yang shaleh dan shalehah disamping cerdas sehingga doa mereka nanti akan menjadi amal jariyah yang akan terus mengalir untuk kita sekalipun kita telah berpulang padaNya. Namun tentu saja dengan tetap menjaga agar amalan kita juga tetap shaleh karena itulah yang akan membuka keridhaan dan keberkahan  Allah SWT terhadap perjalanan hidup kita.

5. Dalam hidup bermasyarakat, harus selalu bersyukur dengan tidak hanya melihat ke atas tapi juga ke bawah. Penuhilah hati kita dengan keikhlasan. Sehingga kita bisa dijauhkan dari sifat iri, curiga dan suka memfitnah.

Bila minimal 5 hal tersebut bisa kita terapkan, insya Allah masa tua kita akan terasa indah sehingga menjadi tua dengan elegan dan bijaksana.

Semoga Allah memampukan kita untuk demikian.. aamiin..

“Ilmu bisa kita peroleh melalui belajar.. Kelembutan dan keindahan budi pekerti akan kita peroleh melalui pengalaman, pembiasaan dan latihan..”

#OneDayOnePost

#HariKedua

image

Matematika Asyik bersama ‘My Little Teacher’ :D

Standar

Tadi sore habis ngobrol ngalor ngidul tentang kegiatan sekolahnya, tiba-tiba Salma memberikan soal matematika dari instagram yang ada gambar kelinci, kucing dan anjing,  di mana berat badan semua binatang itu harus dihitung totalnya..

“Ma, ini  soal matematika yang bisa dihitung pakai rumus aljabar sederhana lhoo.. mama masih ingat kan caranya?”

“Waduh… mama kan paling lemah di pelajaran matematika..”
Aku langsung menyerah. Tapi… penasaran juga sih..

“Gampang kok ma.. Saya juga nggak usah ngotret bisa langsung ketemu.. ”
Salma menyemangatiku..

Aku langsung minta kertas dan pulpen..Terus kucoba corat coret menghitung.

Anggap saja kelincinya x, terus kucingnya y dan anjingnya z.. jadi…

x + y = 10
x + z = 20
y + z = 24
x + y + z = ?

“Ya terus maa..tuh mama masih inget..” Salma tambah kasih semangat..

x = 10 – y
(10 – y ) + z = 20

“Hmm, terus diapain lagi yaa??”
Aku kok malah jadi bingung.

3 menit, 5 menit.. 10 menit…waktu berjalan terus..aku masih sibuk utak atik tapi masih belum terselesaikan juga.

Haduh.. serasa lagi ikut lomba matematika nih…

“Gimana maa? Bisa nggak ma?”

“Ah, sudahlah mama nyerah saja deh.. ”

Salma langsung mengajari cara penyelesaiannya…

“Berat badan binatang yang ada di setiap gambar ditotal saja, jadinya kan 10 + 20 + 24 = 54

Terus persamaan yang sudah mama tulis tadi tinggal dijumlahkan saja, jadinya:

2x + 2y + 2z  = 54
2 ( x + y + z ) = 54
x + y + z  = 54 : 2
x + y + z  = 27

Nah jadi total berat badan kelinci, kucing dan anjing adalah 27 kg. Gitu maa. Itu namanya cara penyelesaian persamaan linier 3 variabel.”

Waah, ternyata simpel ya cara penyelesaiannya.. lha kok aku tadi ngitungnya malah mutar muter nggak karuan yaa?? 😀

Hehe jadi malu deh.. masa ngitung kayak gitu saja nggak bisa ya?

Tp aku juga bersyukur… alhamdulillah.. anakku jauh lebih pinter daripada mamanya… 🙂

#OneDayOnePost
#Harikesatu

image