Monthly Archives: Februari 2016

Kisah Bunga Mawar dan Bunga Matahari

Standar

Pak Halim adalah seorang pemilik sebuah kebun tanaman bunga yang cukup luas. Setiap hari ia selalu menyiram dan merawat tanaman bunganya dengan rajin. Ada berbagai jenis tanaman bunga di kebunnya. Diantaranya terdapat tanaman bunga mawar dan bunga matahari.

Keduanya merupakan tanaman bunga kesayangannya karena kelopak bunganya yang sangat indah dan menawan hati. Apalagi di saat bunga-bunga itu sedang bermekaran. Perpaduan warna kuning menyala dari bunga matahari dan variasi warna pink, merah dan putih dari bunga mawar tampak bagaikan karpet yang cantik dan penuh warna.

“Hai bunga matahari, kelopak bungamu memang besar dan indah. Warnanya kuning menyala. Tapi sayang aromamu tidak seharum aroma kami. Warna kelopak kami juga lebih bervariasi,” celetuk bunga mawar tiba-tiba.

“Tidak apa-apa bunga mawar yang harum. Kami sudah sangat bersyukur dengan segala keadaan kami ini. Kita memang sama-sama mempunyai kelebihan dan kekurangan.Tapi toh kita semua tetap dirawat dan disayang oleh pak Halim kan?” ujar bunga matahari sambil tersenyum.

“Iya sih.., tapi kami lebih pantas menjadi penghias rumah daripada kalian. Karena warna kami lebih banyak dan indah.. aroma kami juga harum… ,” kata bunga mawar tidak mau kalah.. Bunga matahari hanya diam mendengarkan celotehan keangkuhannya.

Suatu hari pak Halim memetik semua bunga mawar di kebunnya karena ia mendapatkan pesanan dari seorang Event Organizer yang bertugas mengatur dekorasi ruangan di beberapa acara pernikahan selama satu bulan ke depan ini. Ada pernikahan seorang artis, anak seorang pejabat hingga pernikahan seorang pengusaha kaya raya. Pasti suasana pesta pernikahan akan tampak lebih indah dan romantis dengan hiasan rangkaian bunga mawar yang segar dan harum itu.

“Nah, betul kan apa kata kami… Orang-orang lebih memilih kami sebagai penghias ruangan.. Bahkan kami akan dirangkai dalam suatu acara pernikahan yang besar. Jadi memang kami yang lebih menarik hati daripada kalian..” bunga mawar kembali mempertegas perkataannya

Sejak awal mulai bermekaran memang bunga mawarlah yang lebih banyak dicari orang daripada bunga matahari. Ada yang mencarinya sekedar untuk menghias ruangan. Namun ada juga yang mencarinya untuk mengungkapkan rasa cinta kepada orang yang disayanginya.

Semua kenyataan itu ditambah dengan kata-kata bunga mawar yang sombong tadi terkadang membuat bunga matahari menjadi tidak percaya diri. Mereka semakin minder saat melihat bunga, batang dan daun mereka semakin lama semakin kering kecoklatan dan layu.

Mereka menjadi semakin bertambah sedih ketika suatu hari pak Halim mencabut semua bunga matahari yang sudah layu tersebut hingga ke akar-akarnya. Mereka berpikir pak Halim sudah tidak menyukai dan membutuhkannya lagi sehingga pasti akan membuang mereka ke tempat pembuangan sampah.

Ternyata dugaan mereka salah. Pak Halim hanya membuang tangkai, batang dan daunnya saja. Tapi bunganya dijual ke pabrik untuk diambil biji-bijinya sehingga bisa diolah menjadi kuaci bunga matahari. Dan sebagian lagi diolah menjadi minyak goreng non kholesterol.

Disaat biji bunga matahari telah menjadi salah satu makanan cemilan favorit orang-orang dan minyaknya telah banyak dimanfaatkan oleh sebagian penderita kholesterol.., bunga-bunga mawar yang dulu pernah menyombongkan dirinya kini tampak tergeletak hampir membusuk di tempat sampah.

“Sungguh.. kami sangat menyesali kesombongan kami… Maafkan kami ya bunga matahari… Meskipun tak seharum kami, namun ternyata kalian mempunyai lebih banyak manfaat daripada kami ..bahkan disaat kalian telah layu.” Bunga mawar berbisik lirih sambil menangis.

“Iya sahabat..Kita bisa menjadikan semua pengalaman kita ini sebagai pelajaran yang berharga bagi semua bunga penerus kita. Bahwa apapun dan bagaimanapun kekurangan yang ada pada diri kita, pasti akan tetap ada suatu kelebihan kita yang bisa bermanfaat bagi orang-orang.Hanya soal waktu dan kesempatanlah yang akan Allah SWT berikan kepada kita secara silih berganti.” kata biji bunga matahari dengan bijaksana.

Kini bunga mawar dan bunga matahari yang baru telah tumbuh bersemi kembali di kebun pak Halim. Tapi tidak ada lagi keangkuhan pada bunga mawar. Juga tidak ada lagi keminderan pada bunga matahari. Semuanya tampak saling bersahabat dan saling tumbuh mekar dengan indahnya menghiasi kebun pak Halim.

Mereka dengan sabar dan optimis menanti tugas-tugas baru mereka yang tak hanya akan menjadi suatu pengalaman hidup yang berharga namun juga akan memberi manfaat positif bagi semua orang.

#OneDayOnePost

#MenulisSetiapHari

Kata-katamu adalah Nasibmu

Standar

Tadi pagi saat mengecek BBM, seperti biasa aku juga menyempatkan diri untuk melihat-lihat Recent Update yang merupakan perkembangan status dan kabar dari semua kontak BBMku.

“B*****t..!! A****g…!!! Dasar si*lan!! M*ti lu!” Astaghfirullah… tak sengaja aku membaca sebuah status di BBM. Sebaris kata-kata umpatan yang kasar itu tiba-tiba mengganggu pandangan mataku dan terasa mengotori beranda umpan di BBM-ku ini.

“Haduuhh.., siapa sih ini??” Aku sampai penasaran terhadap pemilik kontak BBM ini. Kalau kuperhatikan dari foto yang dipasang di DPnya sih, seorang gadis remaja. Tapi kok ngomongnya…, subhanallah! Aku sampai geleng-geleng kepala saking ‘takjubnya’.

Rasanya aku tak mengenal gadis yang di DP itu.Tapi kok bisa jadi kontak BBM-ku ya?? Apa mungkin salah seorang teman BBM-ku sudah menjual Blackberry-nya atau memberikannya ke gadis ini?

Sebetulnya jika kuperhatikan wajah gadis pada foto yang sering dipajang selfie di DP-nya itu, hmm… cantik juga kok. Cuma sayang ya, kata-katanya itu lho… Nggak sesuai dengan kecantikan fisiknya. Kayaknya gadis itu sering banget galau kalau kubaca dari status-statusnya di PM-nya.

Ckckck…, anak remaja jaman sekarang apa memang begini ya? Kalau sedang galau sukanya curhat melow di media sosial.

Kalau lagi kesal, segala macam nama binatang dan kata-kata umpatan keluar dari mulutnya atau tulisannya. Bahkan ketika sedang bercanda pun kata-katanya tidak terkontrol. Kalau diingatkan, malah bilang…, “Ah, itu mah sudah biasa! Namanya juga anak muda. Gaul dong… ”

Eh, tapi jangan sembarangan ya! Kata-kata yang terlontar dari mulut atau terketik melalui tulisan di media sosial itu bisa berbalik ke diri sendiri. Bahkan kata-kata itu bisa menjadi doa yang akan berpengaruh pada nasib dan perjalanan hidup. Kalau kata-katanya baik, aman deh. Tapi kalau buruk? Ngeri, kan?

Bayangkan saja, ketika kita mengumpat dengan nama-nama binatang, lalu perilaku kita jadi menyerupai binatang yang kita umpatkan itu bagaimana coba? Ada juga yang dengan enaknya mengucapkan atau menulis kata-kata yang jorok seperti “t*i” Apakah kita rela bila disebut dengan sesuatu benda yang kotor dan berbau itu?

Atau ketika kita marah-marah atau bahkan ketika sedang bercanda sambil mengucap kata, “M*ti lu!!” Si*lan!” Kalau kata-kata itu tiba-tiba berbalik ke diri kita dan langsung dikabulkan oleh Allah SWT gimana?? Na’udzu billahi min dzalik…

Pasti kita kan nggak mau mati konyol akibat kata-kata kita sendiri kan? Kita pasti juga nggak mau kan kalau sepanjang hidup kita dipenuhi dengan kesialan demi kesialan hanya karena gara-gara kata-kata kita sendiri?

Karena sudah banyak bukti, bahwa ternyata perjalanan hidup dan nasib seseorang itu bisa jadi terbawa/terpengaruh dari kata-kata yang pernah diucapkan atau dituliskannya sendiri.

Seperti contoh… kita sering mendengar ada beberapa orang yang bekerja di dunia hiburan mati muda. Kalau kita pikir seharusnya mereka awet muda karena sering bercanda dan menghibur orang. Tapi kenapa yang terjadi sebaliknya? Memang masalah kematian hanya Allah Yang Maha Tahu. Tapi bukankah lebih baik kita menjaga berbagai faktor resikonya. Termasuk menjaga kata-kata, baik secara lisan maupun tertulis.

Coba kita perhatikan saja di televisi atau media sosial. Bagaimana kata-kata yang sering mereka ucapkan? Rata-rata yang sering diucapkan, “M*ti gua”, “M*mpus lu” Akibatnya apa yang sudah diucapkan tersebut bisa jadi menjadi kenyataan. Wallahu a’lam bishshawab.

Ada juga beberapa orang yang suka mengeluarkan kata-kata, “Si*lan..” atau ” Dasar b*go”. Atau punya kebiasaan mengumpat, menghina, menjuluki dengan panggilan yang tak pantas, menjelekkkan hingga mengumbar aib orang lain.

Gara-gara kata-kata kasar yang sering diucapkan atau dituliskan itu tadi, akibatnya malah berbalik pada dirinya sehingga dalam kesehariannya sering mengalami kesialan dan masalah dalam kehidupannya.

Nah, mulai sekarang yuk, hentikan menggunakan kata-kata kasar dan negatif itu. Walaupun hanya sekedar bercanda juga. Bukannya mau sok alim atau sok sopan ya… Tapi demi keselamatan dan kesuksesan hidup kita sendiri, juga lho…

Apalagi kalau yang dalam perjalanan hidupnya sering mengalami masalah-masalah, cobalah mulai sekarang ucapkan dan tuliskan kata-kata yang baik, positif, ngademin. Hindarkan kata-kata/ kalimat yang buruk dan kasar tadi. Juga jangan menghina, menjelekkan atau mengumbar aib orang lain. Karena belum tentu diri kita lebih baik darinya.

Tunggulah dengan sabar dan rasakan… Insya Allah, tidak lama lagi masalah anda akan berubah menjadi anugerah. Tentunya harus diiringi dengan pembiasaan ibadah dan akhlak yang baik dan benar juga yaa.. 🙂 aamiin…

image

#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#HariKeduapuluh

Bumerang Kebaikan

Standar

“Mbak…, ayo saya anterin..Pakai payung saja mbak.. Masih hujan lho mbak… ”
Mbak Nur, tetanggaku yang rumahnya ada di samping rumahku itu segera mengambil payungnya dan mengantarku hingga ke depan rumahku.

Kemarin guru dan stafku dari  Rumah Belajar Cirebon juga telah banyak membantu anakku dalam belajar untuk mempersiapkan UKKnya.

Ketika menjelang UKK Bahasa Sunda, bu Evi guruku yang lulusan Sastra Sunda membantu anakku dengan belajar melalui Whatsapp dan Voice Note nya.

Dan ketika menjelang UKK Ekonomi Akuntansi, Yusi staf administrasiku yang lulusan SMK jurusan Akuntansi memberikan kursus kilat kepada anakku sepulang dari kantor.

Sehingga beberapa materi pelajaran yang sempat tertinggal saat anakku mengikuti kegiatan lomba menjadi bisa dikejar dan dipahaminya kembali.

Alhamdulillah, aku merasa sangat bersyukur karena hingga saat ini.. aku tinggal di lingkungan yang baik  bersama orang-orang yang baik.

Aku selalu teringat akan nasehat ayahku agar aku selalu bersikap baik dan tulus membantu  orang lain. Dan.. memang benarlah bila dikatakan bahwa siapa yang menanam kebaikan, maka dia akan menuai kebaikan juga.

Bila kita dengan tulus hati mau  menolong/membantu teman dan saudara kita yang sedang membutuhkan bantuan, maka Alllah SWT akan memudahkan segala urusan kita. Aamiin..

Ibaratnya bila kita melemparkan sebuah bumerang kebaikan. Maka puluhan, bahkan mungkin ratusan atau ribuan  kebaikan akan berbalik kepada kita.

#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#HariKesembilanbelas

image

Underdog

Standar

OSK sudah berlalu hampir seminggu. Namun pengumuman resmi dari Dinas Pendidikan kota Cirebon tentang siapa saja yang lolos sampai tadi pagi belum juga ada.

Tidak hanya para pelajar yang penasaran dengan hasil  seleksi OSKnya… namun para orang tua dan guru juga sibuk mencari informasi  tentang hal tersebut. Baik dengan cara saling mencari informasi di antara mereka,  browsing di internet atau langsung menanyakannya ke kantor Disdik

Aku juga termasuk di dalamnya. Tapi aku hanya mencoba browsing internet dan menanyakan ke beberapa guru sekolah dan guru les matematikanya anakku. Dan hasilnya memang sama…. :  belum ada pengumuman.

Sebelumnya memang sempat tersiar beberapa kabar yang tidak resmi bahwa anakku lolos. Namun selang sehari kemudian.. tersiar kabar lagi bahwa anakku terancam tidak lolos karena adanya pembatasan kuota.

Gara-gara beredarnya info-info yang belum resmi tersebut… membuat aku dan anakku sempat menjadi galau dan makin penasaran. Namun akhirnya kami hanya bisa berdoa dan pasrah saja sambi menunggu pengumuman sesungguhnya yang sudah resmi.

Ketika hari semakin siang tiba-tiba ada BBM masuk dari salah seorang temanku. Kulihat sekilas ada gambar yang dikirim. Aku menduga temanku itu mengirim foto pengumuman hasil seleksi OSK.

Sebelum membukanya aku sempat menahan nafas sejenak karena tegang. Dan… ketika kubuka..ya..memang betul..! Ada kiriman tentang surat resmi dari Kepala Disdik kota Cirebon dan  data anak-anak yang lolos seleksi OSK kemarin. Aku langsung mencari yang bidang Matematika. Dan… alhamdulillah.. ada nama anakku tercantum disitu.. ! 🙂

image

image

Terima kasih ya Allah… Engkau telah mengabulkan doa dan harapan kami.. alhamdulillah…

Aku semula bermaksud ingin memberitahukan kabar gembira ini kepada anakku. Tapi ternyata anakku beberapa saat kemudian yang memberitahukan kabar tersebut padaku melalui BBM.

“Maa, alhamdulillah saya lolos..” Aku mengucapkan syukur kepada Allah SWT dan menyampaikan selamat kepada anakku atas kelolosannya. Akhirnya… tercapai juga harapannya untuk bisa lolos di pintu gerbang pertama “Road to OSN” ini..

Ya Allah, berilah kemudahan, kelancaran dan kesuksesan pada anakku untuk seleksi tahap berikutnya di tingkat Propinsi dan Nasional hingga berhasil membawa pulang medali. Aamiin…

Saat sore hari, anakku menceritakan tentang beberapa kejadian di sekolahnya tadi. Topik utama pembicaraannya adalah tentang salah seorang temannya, sebut saja namanya Raka.

Raka juga termasuk temannya yang lolos di OSK tapi pada bidang Fisika. Sebelumnya Raka pernah tidak lolos di bidang Biologi saat seleksi di sekolah. Lalu Raka memohon ijin ke gurunya untuk pindah ke bidang Fisika saja karena dia sangat berkeinginan untuk bisa mengikuti OSK walaupun harus memulai bidang yang baru lagi.

Setelah diijinkan, Raka langsung belajar untuk persiapan OSK Fisika dari nol dengan rajin. Sedikit demi sedikit materi yang baru diambilnya itu dipelajarinya dengan penuh kesungguhan. Hingga akhirnya Raka berhasil lolos di OSK Fisika.

Ini benar-benar merupakan sebuah kejutan yang sangat menggembirakan baik bagi dirinya, bagi orang tuanya maupun bagi gurunya. Teman-temannya pun merasa heran karena tidak mengira malah Raka yang bisa lolos di OSK Fisika.. Anakku juga sampai merasa  salut dan kagum kepada Raka atas kegigihan usahanya.

Sebelumnya padahal yang diperkirakan lolos di bidang Fisika bukan Raka, tapi ada 2 anak lain yang dianggap sudah menguasai materi olimpiade Fisikanya.

Sehingga bahkan ketika guru sekolahnya menanyakan ke kantor Disdik pada saat pengumuman kelolosan belum diterima, apakah ada nama 2 anak andalannya tersebut di data anak yang lolos di OSK Fisika, malah dijawab yang lolos adalah anak lain, yaitu Raka..

Dalam hal ini Raka bagai seorang ‘underdog’. Yaitu seseorang yang tidak diperhitungkan karena dianggap kurang mampu dibandingkan 2 anak lainnya. Namun pada akhirnya justru dia mampu membuktikan bahwa dialah yang berhasil lolos daripada 2 anak lain yang dijagokan tadi.

Aku jadi teringat ayahku dulu ketika ada turnamen sepak bola yang memperebutkan piala dunia. Ayahku justru lebih suka mendukung team sepak bola yang ‘underdog’ dibanding team unggulan lain yang kebanyakan dijagokan oleh pendukung lainnya.

Memang ada suatu hal yang mengesankan dari seseorang atau team yang ‘underdog’. Yaitu keuletan, kesungguhan dan keberanian mereka untuk tetap bertanding walaupun mereka hanya dipandang sebelah mata serta diremehkan. Sikap mereka yang pantang menyerah itulah yang akhirnya membuat lawan-lawan mereka yang lebih dijagokan menjadi tumbang satu persatu.

Maka sebaiknya kita belajar dari sebuah filosofi dari sebuah pion di permainan catur berikut ini:  “Meskipun dia kecil dan jalannya pelan, tapi dia tidak pernah mundur”

#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#HariKedelapanbelas

image

Pengalaman adalah Guru yang Terbaik

Standar

Tak terasa, sebentar lagi usiaku sudah memasuki setengah abad. Berarti ibaratnya sudah setengah perjalanan yang telah kulalui dalam kehidupan ini.

Tentu ada suka duka dan pahit manisnya pengalaman dalam perjalanan hidupku yang dapat kuambil hikmahnya. Dari sejak aku masih tinggal bersama orang tuaku, bersekolah, nyantri, kuliah, kerja, hingga menikah dan mempunyai seorang putri. Termasuk bertemu serta berkomunikasi dengan orang-orang yang mempunyai berbagai karakter dan sifat di sepanjang perjalanan hingga kini.

Ketika aku memberanikan diri untuk membuka usaha Rumah Belajar Cirebon sebagai suatu tempat bimbingan belajar anak  sejak November 2006, aku banyak mendapat pengalaman baru dan bisa berkenalan dengan lebih banyak teman, rekan kerja dan relasi yang baru. Seperti pihak Pusat, staf, guru, orang tua siswa hingga anak-anak yang menjadi siswa di Rumah Belajar Cirebon.

Semua itu semakin memperkaya pengalaman dan menambah semangat hidupku. Aku yang dulu sangat  pemalu, minder dan tidak percaya diri…kini  ‘dipaksa’ harus bisa menjadi lebih berani dan survive.

Karena sebagai owner sekaligus pimpinan di Rumah Belajar Cirebon,  aku harus bisa memanage staf dan guru-guru beserta seluruh tugas mereka. Aku juga harus berani menjalin hubungan dengan guru-guru di sekolah-sekolah dan instansi lain dalam rangka bekerjasama dan saling mempromosikan. Alhamdulillah, aku bisa belajar dari pengalamanku  ketika nyantri di Solo dan kuliah di Yogyakarta.

Aku juga harus bisa membuat sistem kerja sehingga semua dapat berjalan dengan baik dari mulai promosi, pengadaan barang les,  administrasi hingga bagi hasil untuk guru-guru dan staf. Pengalamanku saat aku membantu orang tua berdagang, saat aku bekerja di suatu lembaga pendidikan di Yogyakarta, dan saat bekerja di sebuah perusahaan di Jakarta banyak memberiku ilmu dan pelajaran yang sangat bermanfaat dalam hal ini.

Bila kurenungkan… rasanya semua itu adalah hal yang sungguh mustahil bisa kulakukan karena dulu selain aku adalah seorang gadis yang sangat  minder, bahkan lemah di pelajaran matematika sehingga pernah tidak naik kelas, aku juga kurang pandai bergaul.

Dengan belajar dari pengalaman dari waktu ke waktu, dukungan suami, modal ‘nekat’… dan berkat rejeki dari Allah SWT..alhamdulillah… hingga kini Rumah Belajar Cirebon masih berjalan serta beraktivitas dengan baik dan lancar. Walau tentunya dalam perjalanannya ada pasang surutnya.. tapi tetap masih bisa bertahan.

Harapanku… semoga melalui Rumah Belajar Cirebon ini… aku bisa membantu suami..setidaknya dalam hal kebutuhan untuk uang jajanku dan anakku. Selain itu semoga juga bisa menjadi ladang amalku dengan cara memberikan sarana yang membantu anak-anak dalam belajar dan memberikan penghasilan untuk staf dan guru-guruku demi tambahan nafkahnya. Sehingga usahaku ini diberkahi Allah SWT…

Begitupun ketika aku mencoba pengalaman baru dengan bergabung dan belajar menulis di komunitas-komunitas penulis seperti One Day One Post ini. Meskipun aku masih sering posting tulisanku di last minute dan kadang terlambat.. tapi aku masih tetap ingin terus mencoba. Supaya aku menjadi lebih terlatih dan berani dalam menulis serta mempublikasikannya sekalipun masih sangat sederhana.

Harapanku… dengan aku mulai membiasakan menulis ini.. aku bisa mempersiapkan masa tuaku nanti dengan hal-hal yang tidak sia-sia. Karena aku ingin bisa menuliskan semua pengalaman hidupku serta hal-hal lain yang bermanfaat yang bisa menginspirasi siapapun yang membacanya.

Kedua kegiatan yang hingga sekarang ini masih kulakukan, yaitu mengelola Rumah Belajar Cirebon dan menulis..semoga menjadi penguat langkahku dalam melanjutkan setengah perjalanan hidupku berikutnya…hingga kelak bisa mengantarku ke surgaNya… aamiin…

#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#HariKetujuhbelas

image

Mental Baja

Standar

Malam ini kupandangi wajah anak perempuanku semata wayang yang sudah tertidur pulas disampingku.  Sesekali kuelus kepalanya dan kucium pipinya. Lalu kupeluk dengan penuh kasih sayang.

Disampingnya bertebaran beberapa buku pelajaran yang tadi dibacanya. Sejak hari Kamis yang lalu hingga hari Jum’at nanti  memang sedang berlangsung Ujian Kenaikan Kelas (UKK).

Mulai bulan Maret berarti anakku sudah naik ke kelas 11 SMA. Dan diperkirakan di bulan November sudah naik ke kelas 12. Karena 1 semester di kelas akselerasi lamanya hanya 4 bulan. Berbeda dengan kelas reguler yang berlangsung selama  6 bulan.

Semenjak awal mula anakku memilih kelas akselerasi di SMA selepas SMP hingga saat ini, setiap hari waktunya dipenuhi dengan kegiatan belajar. Karena dengan singkatnya periode belajarnya, membuat materi pelajaran menjadi banyak karena dipadatkan.

Ketika awal mula belajarnya, anakku sempat kebingungan dalam mengatur waktunya karena dalam seminggu kadang bisa mendapat 12 macam  tugas sekolah. Belum lagi kalau ada PR dan ulangan harian. Anakku bisa tidur sampai larut malam.

Atau anakku  tidur dulu lalu tengah malam bangun hingga dini hari untuk belajar dan menyelesaikan tugasnya. Sehingga waktu 24 jam dalam sehari itu terkadang berasa kurang.

Aku sering tidak tega melihat anakku yang sebegitu kerasnya dalam belajar. Aku takut anakku sakit karena kecapaian. Namun di tengah kepadatan waktu belajarnya itu,  anakku masih bersemangat untuk mengikuti berbagai lomba yang sesuai dengan minat dan bakatnya.

Alhamdulillah, dalam beberapa lomba yang diikutinya sejak masuk SMA, anakku berhasil meraih prestasinya. Diantaranya.. juara 1 di Lomba Desain Poster Pasopati, juara 1 di Lomba Catur Standar POPKOTA dan juara 2 Lomba Piano Yamaha.

Kesemua prestasinya itu diharapkan bisa membantunya ketika nanti menempuh jalur SNMPTN tahun depan setelah lulus SMA. Dan untuk beberapa lomba lain yang belum dan nyaris menang..hal itu merupakan suatu latihan mental tersendiri bagi anakku.

Sejak  TK, SD hingga SMP, anakku sudah banyak merasakan pahit manisnya pengalaman. Dari dibully oleh teman sekelasnya, dituduh mencuri dompet temannya, buku hariannya disobek-sobek dan dibuang ke tempat sampah, hingga dikucilkan.

Dari dikhianati sahabatnya, dihina, diremehkan kemampuannya hingga  dipisahkan dari kelompok team unggulan saat lomba cerdas tangkas matematika. Lalu beberapa kali hanya nyaris menang dalam lomba matematika disaat teman-temannya terpilih sebagai juaranya.

Namun alhamdulillah  ketika lulus SMP anakku berhasil menjadi lulusan terbaik putri sehingga mendapat penghargaan dari sekolahnya. Disamping itu beberapa prestasi di luar sekolahnya mulai berhasil dicapainya.

Dan kini setelah SMA, anakku tentu harus ekstra bekerja keras bila ingin mencapai kembali prestasi yang diharapkannya. Karena beban belajar yang jauh lebih berat daripada ketika masih di SMP.

Semua pengalaman demi pengalaman yang dilalui anakku tadi pada akhirnya bisa membentuk mentalnya yang kuat sekuat baja. Sehingga ketika anakku harus menghadapi berbagai masalah atau kegagalan, walau harus terjatuh sesaat, namun bisa segera bangkit kembali dengan tegar.

Sebagaimana tadi pagi ketika anakku mendengar berita tentang belum pastinya anakku lolos di seleksi OSK karena adanya pembatasan kuota setelah sebelumnya mendapat kabar akan kelolosannya.

Hati siapapun pasti akan kecewa dan terpukul bila mengalami situasi seperti itu. Mental serasa diangkat dan dibanting dengan keras. Alhamdulillah, anakku sudah bermental baja..

Sehingga walau masih tampak rona kegelisahan di wajahnya, anakku dengan tegar berkata, “Nggak apa-apa deh maa..saya siap menerima apapun itu hasilnya. Karena mungkin itu yang terbaik bagi saya menurut Allah…” Lalu anakku kembali melanjutkan belajarnya untuk mempersiapkan UKK besok pagi.

Ya Allah, semoga kesuksesan dan keberuntungan selalu menyertai anakku… aamiin ya rabbal’aalamiin…

#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#HariKeenambelas

image

Hebohnya OSK

Standar

Hari Kamis, 18 Februari 2016…adalah hari yang sudah ditunggu-tunggu oleh para pelajar SMA di seluruh Indonesia… Karena hari ini adalah saatnya seleksi OSK, yaitu Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kota yang secara serentak dilaksanakan di seluruh kota di Indonesia.

Sejak pagi, seperti biasa aku  menyiapkan sarapan dan membereskan kamar. Saat aku akan mengambil gelas, tiba-tiba gelas yang sedang aku pindah posisinya di dalam rak bisa pecah sendiri pada bagian atasnya. Aku sempat terkejut karena yang kutahu sebelumnya gelas itu tidak retak.

Apa mungkin pembantuku tidak sengaja menjatuhkan gelas itu hingga retak tapi tidak menyampaikannya padaku ya? Ah sudahlah.. aku segera membereskannya dan melanjutkan kembali pekerjaanku.

Setelah mandi dan sarapan bersama suami dan anakku, aku langsung bersiap-siap mengantar anakku. Pas mau mengambil kerudung yang sudah kusiapkan sejak pagi.. aku kebingungan. Karena kerudung yang tadi pagi kutaruh di atas meja belajar anakku itu tiba-tiba tidak ada.

Lalu aku mencoba mencari di sekitar ruangan. Tapi masih belum ketemu juga. Hmm.. bener-bener heran… Kok bisa nggak ketemu ya?? Serasa hilang lenyap ditelan bumi. Sementara waktu terus berjalan. Karena khawatir nanti malah anakku jadi terlambat hanya karena gara-gara kelamaan mencari kerudung, akhirnya aku memakai kerudung lain dengan warna yang serupa.

Saat aku akan mengeluarkan dan memundurkan mobil.. eh.., tumben banget si Emeng kucing kami malah tiduran dan bermanja-manja di belakang mobilku. Sehingga anakku harus membujuk si Emeng ke samping rumah agar tidak terlindas saat mobil kumundurkan.

Pas kulihat waktu sudah menunjukkan jam 07.20.. sedangkan berdasar informasi dari guru sekolahnya,  jam 07.30 harus sudah sampai di tempat pelaksanaan seleksi OSK, yaitu di SMAN 4.

“Salma, yuk cepetan masuk mobil..! Kita berangkat sekarang..!”
“Oke maa, ” anakku bergegas masuk mobil dan kami langsung berangkat.

Karena lokasinya memang tidak jauh dari rumah kami, tak lama kemudian kami sudah tiba di tempat. Setelah memarkir mobil di halaman sekolah, kami langsung masuk ke gedung sekolahnya.

Suasana di dalam sudah tampak penuh dengan para pelajar dari berbagai SMA di kota Cirebon. Mereka mengerumuni 2 buah papan pengumuman yang diletakkan terpisah bagai semut yang sedang mengerumuni makanan. Rupanya mereka sedang melihat  denah sekolah dan keterangan pembagian ruangan yang ditempel disitu.

Sebagian ada yang langsung mencari ruangan lombanya. Sebagian lagi ada yang memanfaatkan waktunya untuk belajar. Sementara beberapa anak lain asyik mengobrol dengan teman-temannya dengan topik pembicaraan yang bervariasi.. Dari tema pelajaran dan lomba, curhat tentang pacarnya, artis favoritnya sampai membahas elgebete.

Sementara kulihat anakku tampak gelisah. Ternyata anakku salah kostum. Anakku baru saja mendapat informasi dari teman-teman satu sekolahnya yang masih di perjalanan bahwa yang dikenakan adalah seragam batik. Sedangkan anakku mengenakan seragam putih abu-abu. Laah… jadi gimana??

Aku dan anakku saling berpandangan mata karena sempat bingung harus melakukan apa? Karena waktu sudah menunjukkan pukul 07.30. Bila anakku ikut pulang lagi untuk ganti baju seragamnya, nanti kuatir terlambat mendapat informasi di acara pembukaannya.

Lalu aku mencoba menelpon suamiku barangkali nanti bisa mengantar seragam batiknya. Tapi nggak diangkat-angkat.. Mungkin suamiku sedang mandi ya?? Ya sudah.. akhirnya aku yang pulang saja untuk mengambil baju seragam batik anakku.

Aku segera masuk mobil dan tancap gas… Ngoengng…!!.Aku langsung ngebut kayak Rio Haryanto sang juara balap mobil.. Di tengah perjalanan anakku sempat telpon berulangkali dengan nada kecemasannya.. “Sudah sampai dimana maa?” Dalam keadaan sedikit panik tapi harus tetap konsentrasi berkendara aku jawab telpon dengan setenang mungkin.. “Sebentar lagi sampai Salma..”

Akhirnya begitu sampai,  baju seragam batik langsung kuberikan kepada anakku.  Hatiku rasanya ploong.. dan anakku tersenyum lega..apalagi ternyata acara pembukaan juga masih belum dimulai.

“Haduuh lain kali cari informasi dulu dong Salma sebelum berangkat…”  Aku menegur anakku supaya jangan sampai kejadian seperti itu lagi. Lalu aku langsung menyuruhnya tenang kembali  dan fokus ke persiapan seleksi OSK.

Tak lama kemudian semua pelajar dikumpulkan di aula sekolah untuk mengikuti acara pembukaan. Setelah sambutan dari panitia, acara langsung dibuka oleh bapak Wahyo selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon.

image

Begitu acara pembukaan usai, semua pelajar diarahkan untuk mulai memasuki ruangan lomba sesuai dengan pembagian ruangannya. Anakku menempati Ruang 1 bersama 19 anak lain yang mengambil bidang lomba Matematika.

image

Adapun jumlah peserta dari setiap bidangnya adalah sebagai berikut:  

1. Matematika : 55 anak
2. Fisika            : 50 anak
3. Kimia            : 55 anak
4. Biologi          : 49 anak
5. Komputer     : 33 anak
6. Astronomi    : 35 anak
7. Ekonomi       : 51 anak
8. Kebumian    : 36 anak
9. Geografi       : 46 anak
               ——————————
Total                  : 410 anak

image

Akhirnya bel berbunyi, tanda dimulainya waktu pengerjaan soal. Selama rata-rata 2 – 3 jam sebanyak 410 pelajar termasuk anakku berjuang mengerjakan soal-soal OSK demi memperebutkan kesempatan untuk bisa lolos ke OSP, yaitu Olimpiade Sains Nasional tingkat Propinsi. Bismillaahirrahmaanirrahiim… semoga sukses ya Salma…

Sejak kira-kira akhir Desember 2015 yang lalu,  semua pelajar tersebut sudah mengikuti tahap seleksi di sekolahnya, lalu diikuti dengan pembinaan demi pembinaan yang cukup melelahkan dan menyita waktu. Hingga mendapatkan dispensasi tidak mengikuti kegiatan belajar di sekolahnya demi mewujudkan harapan untuk bisa lolos di OSK, sebagai gerbang pertama OSN dan bisa membawa nama baik sekolahnya.

Setelah anakku masuk ke ruangan lomba, aku memang sudah berniat untuk pulang ke rumah dulu dan kembali lagi nanti ketika mau menjemput anakku. Tapi…. haah.. kunci mobilku mana ya?? Aku langsung mencarinya di dalam tasku. Yah…tidak ada..

Lalu aku cari di sekeliling jalan yang tadi kulalui. Juga nggak ketemu… Jadi dimana ya?? Aku mulai panik. Ya Allah…kok dari tadi pagi itu adaa saja masalah yaa… semoga bukan pertanda yang buruk… aamiin…

Aku lalu menyampaikan  ke guru piket sekolah tersebut bahwa aku kehilangan kunci mobilku dan mungkin jatuh di sekitar area sekolah. Barangkali nanti ada yang menemukan tolong disimpankan lalu menghubungiku. Aku meninggalkan nomer kontakku.

Lalu aku berusaha mencari lagi di sekitar jalan dan tempat yang tadi aku lewati dengan lebih teliti. Beberapa guru piket dan pak Satpampun sampai ikut membantuku mencarikannya. Seperti detektif yang mencari barang bukti. Hingga setengah jam dicari tapi belum ditemukan juga. Akhirnya aku menyerah.lalu menghubungi suamiku untuk membawakan kunci duplikatnya saja.

Tapi beberapa saat kemudian ada guru dari sekolah lain yang menyampaikan bahwa tadi ada panitia yang menemukan kunci mobil dan sekarang disimpan di ruang panitia. Alhamdulillah, itu pasti kunci mobilku..!

Aku langsung menghubungi suamiku bahwa kunci mobil sudah ditemukan sehingga kunci duplikatnya tak perlu diantarkan. Dari suaranya aku tahu suamiku sudah merasa lega walau tadi  sempat terkejut dan sedikit kerepotan karena harus balik ke rumah lagi untuk mencari kunci duplikat mobilku.. Padahal suamiku sedang ada pekerjaan di luar rumah. Aduh…maafkan keteledoranku tadi yaa suamiku…

Lalu aku segera menuju ke ruang panitia. Ketika kulihat sebuah kunci mobil dengan gantungan dompet coklatnya tergeletak di atas meja panitia, aku langsung hafal… yaa  betuul….itu kunci mobilku..!! Alhamdulillah… Saat panitia menyerahkan kunci tersebut,  aku langsung mengucapkan terima kasih kepadanya karena sudah menyimpankannya.

Sebelum aku pulang ke rumah, aku menyempatkan shalat dhuha sebentar di masjid yang letaknya berdekatan dengan ruang panitia. Aku bersyukur karena kunci mobil sudah ditemukan dan memohon kepada Allah SWT supaya anakku diberi kemudahan dalam mengerjakan soal-soal sehingga bisa lolos menuju ke OSP.

Aku juga memohon ampun atas segala kekhilafan kami dan memohon perlindungan kepadaNya agar kejadian demi kejadian yang sejak tadi pagi cukup membuatku kalang kabut bukanlah suatu pertanda yang buruk. Aamiin…

Lalu aku pulang ke rumah untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah dan kantorku. Kira-kira jam 11an  anakku telpon dan memintaku menjemputnya. Aku sempat menanyakan bagaimana dengan soal OSK tadi yang sudah dia kerjakan? Apakah bisa dikerjakan dengan mudah?

Anakku hanya menjawab  singkat dengan nada  suara yang tertekan, “Nggak.”
Deg!! Jantungku serasa dihantam palu godam. Sesaat badanku terasa lemas seperti boneka kain yang diambil kapasnya. Kepalaku  juga terasa pusing tujuh keliling seperti gasing yang berputar.

Tapi aku berusaha menenangkan hatiku. Karena kalau aku sendiri juga galau, bagaimana nanti aku akan bisa menenangkan hati anakku yang saat ini sedang galau juga? Kemudian aku segera berangkat menjemput anakku.

Begitu sampai, aku langsung mencari anakku. Aku sempat bertemu dengan salah seorang pelajar peserta OSK Matematika yang kukenal. Katanya dia hanya bisa mengerjakan 6 dari 20 soal yang ada. Wah… berarti soalnya memang super sulit ya??

Akhirnya aku menemukan anakku bersama teman-teman sekolahnya di ujung taman tidak jauh dari ruang lombanya. Mereka sedang membicarakan soal-soal OSK yang tadi mereka kerjakan. Begitu melihatku anakku langsung beringsut pamitan ke teman-temannya dan menghampiriku.

Sorot matanya yang biasanya cerah kini tampak redup seperti cahaya lampu yang sedang memudar. Aku masih menahan diri untuk tidak mengajaknya ngobrol hingga masuk ke dalam mobil.

Di dalam mobil dalam perjalanan pulang ke rumah, barulah anakku meluapkan perasaannya..
“Rasanya saya sia-sia belajar selama ini maa… Padahal saya sudah belajar dan berdoa dengan sungguh-sungguh. ”
Dengan wajah kusut bagai kertas yang terlipat-lipat, anakku mengungkapkan kekecewaannya..

Anakku tadi memang mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal-soal OSK.. Dari 20 soal isian yang ada,  anakku hanya mampu mengerjakan 8 soal dan itupun ada 2 soal yang ia masih ragu dengan jawabannya.

“Sabar Salma… Mama juga bisa  memahami semua keletihan dan kekecewaanmu. Tapi Salma jangan patah semangat yaa. Jangan berhenti untuk terus berusaha dan berdoa.. karena ibarat mengayuh sepeda, walau belum sampai-sampai, kalau tidak berhenti mengayuhnya.. nanti akan sampai juga ke tujuan yang diharapkan. Tapi bila seandainya harapan Salma belum terkabul, atau ibaratnya tiba-tiba sepeda harus berbelok ke arah lain… mama yakin Allah punya rencana lain yang lebih baik buat Salma”

Anakku hanya terdiam dan menyimak nasehatku. Tapi dari wajahnya masih tidak dapat disembunyikan kegalauan hatinya. Semula rencanaku seusai menjemput anakku, aku akan pergi lagi untuk hadir di acara arisan yang diadakan oleh teman-temanku setiap bulan.

Tapi melihat anakku masih tampak murung begitu…rasanya aku tidak tega meninggalkannya. Maka aku segera memberitahu temanku bahwa aku terpaksa tidak bisa hadir  di acara arisan siang ini karena sedang ada keperluan.

Aku mendampingi anakku di kamarnya. Menghiburnya dan membesarkan hatinya hingga anakku tertidur sesudah shalat Dhuhur hingga waktu Asar tiba. Aku sangat memahami besarnya harapan anakku untuk bisa lolos di seleksi OSK ini dan seterusnya..karena ini adalah kesempatan pertama dan terakhirnya di SMA dalam mengikuti tahapan menuju ke OSN.

Selain itu anakku juga ingin membuktikan ke guru-guru dan teman-teman SMP nya dulu bahwa walau hanya dia yang memilih kelas akselerasi di sekolahnya yang sekarang ini, namun dia tetap mampu bersaing dengan teman-temannya yang memilih masuk ke SMAN favorit lain yang dianggap lebih hebat dalam pembinaan matematikanya.

Sambil menemani anakku, aku mencoba mencari informasi dari grup OSN di FB tentang soal OSK tadi. Ternyata memang kebanyakan para peserta OSK Matematika hanya mampu mengerjakan antara 5 -10 soal saja. Jadi wajarlah bila anakku juga hanya mampu mengerjakan 8 soal karena saking supernya soal-soal OSKnya.

Ketika bangun untuk mandi dan shalat Asar,  kulihat wajah anakku sudah lebih tenang. Alhamdulillah… aku juga ikut lega… 🙂

Kemungkinan hari Senin depan hasil seleksi OSK akan diumumkan. Namun kini anakku mulai bisa menerima dan lebih siap dengan apapun hasilnya nanti. Karena apapun hasilnya nanti, pasti masih banyak kesempatan emas lain yang menanti. Dan hingga pagi ini anakku sudah kembali berangkat sekolah dengan ceria..seceria mentari pagi… 🙂

#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#HariKelimabelas
#TantanganMingguKetiga

Saat Teknologi Informatika dalam Genggaman

Standar

Di era teknologi seperti sekarang ini, hampir semua orang memiliki handphone/ smartphone dan komputer/ laptop. Semua gadget tersebut bahkan bisa dikatakan menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari.

Karena dari situlah berbagai informasi penting bisa diperoleh.  Semua gadget itu juga bisa menjadi sarana berkomunikasi dengan orang tua, saudara dan teman melalui dunia maya. Istilahnya mendekatkan yang jauh..

Sebagaimana diriku yang akhirnya bisa mengenal komunitas One Day One Post ini melalui Facebook dan Whatsapp. Dan aku bisa menggunakan WordPress ini sebagai blog dan wadah tulisanku sehingga menjadi lebih rapi.

Begitu pula anakku tadi sore jadi terbantu belajarnya dalam mempersiapkan untuk ulangannya dengan menggunakan Whatsapp dan Voice Notenya untuk belajar bahasa Sunda jarak jauh dengan salah seorang guru kami.

Namun ternyata ada juga yang menyalahgunakannya untuk hal-hal yang tidak benar sehingga kita sering mendengar adanya penipuan, penculikan, perselingkuhan, bahkan prostitusi melalui media sosial.

Maka dalam menggunakan semua gadget dengan sarana media sosialnya tersebut, ada beberapa rambu-rambu yang harus kita perhatikan sekaligus panduan agar bermanfaat dan tidak merugikan sebagai berikut:

1. Hindari kata-kata, foto-foto atau gambar yang kasar, porno, jorok, menghasut dan memprovokasi untuk mencegah terjadinya kemaksiatan, kejahatan, kesalahpahaman, penipuan dan permusuhan.

2. Gunakan dengan bijaksana hanya pada saat kita sedang benar-benar membutuhkannya dan hanya untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat. Jangan sampai seluruh waktu/ tenaga kita tersita dan sia-sia dalam menggunakannya. Sehingga istilahnya jangan menjauhkan yang sudah dekat.. dalam artian jangan sampai merusak keharmonisan dan mengganggu komunikasi dalam keluarga.

3. Jadikan sebagai sarana untuk belajar, memperluas wawasan sekaligus berbagi ilmu dan informasi yang bermanfaat sehingga tidak hanya berguna untuk diri kita sendiri, namun juga untuk orang lain sehingga bisa kita jadikan sebagai ladang mencari pahala.

4. Manfaatkan sebagai sarana promosi untuk kepentingan usaha dan membantu bisnis kita sehingga kita bisa berjualan atau membeli barang secara on line.

5. Sebaiknya tidak menyimpan dan meletakkan handphone/smartphone di dekat tubuh kita terlalu lama, terutama saat kita sedang tidur untuk menghindari atau minimal mengurangi radiasinya yang bisa mengganggu kesehatan kita.

6. Jangan menggunakannya pada saat sedang mengemudikan kendaraan untuk menghindari terjadinya kecelakaan.

Dengan demikian semua gadget itu akhirnya akan menjadi sarana yang sangat berguna bagi kita baik dalam hal urusan duniawi hingga ukhrowi…

#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#HariKeempatbelas

image

Indahnya Persahabatan

Standar

Masa SMA adalah masa-masa yang paling indah. Begitu kata sebagian besar orang. Karena di masa itulah persahabatan, rasa mencintai terhadap lawan jenis dan rintisan cita-cita di masa depan mulai tumbuh bersemi.

Ada juga yang mengatakan keindahan masa SMA itu adalah ketika persahabatan dan percintaan terjalin di antara mereka, lalu mereka bisa hang out rame-rame, nonton bioskop bareng dan  makan-makan bersama.

Saat anakku memutuskan untuk melanjutkan sekolahnya ke SMAN 6 Cirebon dengan mengambil kelas akselerasi, baik aku maupun anakku sempat ragu. Apakah anakku juga bisa merasakan keindahan masa SMA itu disana?

Karena mengingat begitu padatnya pelajaran dan tugas sekolah. Belum lagi bila ada lomba-lomba. Maka mana ada waktu yang tersisa untuk menikmati indahnya masa-masa SMA tersebut?

Tapi ternyata sejak awal anakku mulai mengikuti MOS (Masa Orientasi Sekolah).. sejak saat itulah anakku malah bisa mulai merasakan keindahan masa SMAnya.

Dimulai dari perkenalannya dengan teman-teman sekelasnya yang hanya berjumlah 20 anak (termasuk anakku). Ternyata teman-temannya yang rata-rata ber IQ di atas 130 itu tidak seserius yang dibayangkan sebelumnya. Kata anakku justru teman-temannya seru, baik dan ‘gokil-gokil’  😀

Mereka berasal dari latar belakang keluarga yang sangat bervariasi. Baik dalam hal suku, agama, ras maupun status ekonominya. Berbeda dengan saat anakku dulu masih bersekolah di SMP Al Azhar Cirebon yang rata-rata mempunyai kesamaan latar belakang keluarganya dalam hal-hal tersebut.

Walaupun demikian, dalam perbedaan itu justru keakraban dan kekompakan bisa terjalin erat di antara mereka. Apalagi dengan jumlah siswa yang hanya 20 anak tadi membuat mereka serasa menjadi satu keluarga.

Seperti ketika sedang ada tugas sekolah, mereka bisa saling membantu dengan saling berbagi tugas baik dalam mencari barang-barang yang dibutuhkan hingga dalam mengerjakannya sehingga bisa cepat terselesaikan dengan baik.

Begitu juga ketika ada seleksi untuk mengikuti OSK di sekolahnya. Saat ada salah seorang  teman mereka yang tidak lolos padahal dalam proses pembinaannya sedang mengalami peningkatan, mereka ikut sedih dan bersimpati.

Hingga mereka mendoakan temannya yang tidak lolos tadi, serta berusaha menyampaikan ke gurunya agar bisa terjadi perubahan keputusan dari sekolah supaya bisa lolos.

Alhamdulillah doa dan usaha mereka ada hasilnya. Akhirnya saat pihak sekolah bisa meloloskan temannya itu, semua menyambutnya dengan gembira.

Saat ada tugas sekolah kadang mereka mengerjakannya di rumahku. Suatu kali anakku pernah menyampaikan padaku bahwa teman-temannya mau datang ke rumah untuk mengerjakan tugas sekolah bersama. Aku tentu mengijinkannya.

Tapi ketika teman-temannya mulai berdatangan, aku merasa heran.. kok teman-teman yang datang laki-laki semuanya? Aku langsung menanyakan ke anakku.  Tapi anakku bilang bahwa mereka adalah sahabat-sahabat baiknya.

Kata anakku aku tidak perlu merasa khawatir karena mereka tidak seperti kebanyakan anak laki-laki lain yang cenderung melakukan hal-hal yang tidak pantas terhadap teman perempuannya. Namun sebaliknya justru mereka malah bisa  menjaga dan membantu anakku. Apalagi anakku memang sudah bertekad tidak ingin pacaran.

Bahkan anakku bilang, ternyata mempunyai sahabat-sahabat seperti mereka malah senang karena bisa bersaing secara sehat sehingga memotivasi dalam belajar. Ternyata diantara mereka adalah anak-anak  yang masuk rangking 3 besar.di kelasnya. Dan mereka adalah anak-anak yang ‘gila’ belajar.

Dan satu hal lagi kata anakku, bila bersahabat dengan anak laki-laki enaknya mereka lebih logis dalam menghadapi segala sesuatunya. Jadi tidak seperti anak perempuan yang cenderung ‘baper’…sedikit-sedikit bawa perasaan.

Tapi kata anakku semua teman di kelasnya baik yang laki-laki maupun perempuan rata-rata adalah  tipe anak-anak yang mandiri, senang belajar dan berpikir logis. Sehingga anakku merasa nyaman bergaul dengan mereka.

Alhamdulillah… walaupun hanya anakku sendirian yang melanjutkan ke kelas akselerasi SMAN 6 sementara sebagian besar sahabat baiknya di SMP masuk ke SMAN favorit yang lain, akhirnya kini anakku sudah mendapatkan sahabat-sahabat baru lagi yang tidak kalah baiknya dengan sahabatnya sebelumnya.

Keindahan persahabatan yang telah tercipta  diantara mereka  bisa dikatakan sebagai keindahan masa SMA anakku bersama teman-teman sekelasnya… 🙂

#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#HariKetigabelas

image

Malaikat Kecil

Standar

Sejak masih kecil hingga sekarang saat aku sudah mempunyai seorang anak, segala hal yang berhubungan dengan dunia anak-anak selalu menarik perhatianku.

Baik itu yang berupa film, cerita, gambar, permainan, buku, hingga tempat belajar untuk anak-anak seperti yang hingga kini masih kukelola yaitu Rumah Belajar Cirebon.

Ketika aku masih SD, acara TV favoritku adalah film  “Little House on the Prairie”. Aku suka dengan karakter gadis kecil berkepang dua yang polos dan cerdas bernama Laura Ingalls Wilder yang menjadi tokoh utama dalam film itu.

Buku cerita berserinya juga ada. Buku itu ditulis oleh Laura Ingalls Wilder sendiri dan merupakan auto biografinya sebagai keluarga imigran Amerika.

Karena ayahku tahu bahwa aku sangat mengikuti kisahnya,  aku dibelikan semua seri bukunya. Sampai sekarang semua buku itu masih kusimpan dengan rapi di lemari bukuku. Sesekali aku juga masih suka membacanya.

Buku cerita “Heidi” karangan Johanna Spyri yang mengisahkan tentang seorang gadis kecil yang tinggal bersama kakeknya di lereng pegunungan Alpen yang indah di negara Swiss juga merupakan buku cerita favoritku.

Disitu diceritakan betapa Heidi sangat menyayangi kakeknya. Heidi juga sangat menyenangi alam pegunungan tempat tinggalnya dan semua kambing peliharaannya.

Sehingga ketika harus pindah ke kota untuk belajar dan bekerja di sebuah keluarga yang kaya raya, Heidi merasa sangat kehilangan semua yang disayangi dan disenanginya itu. Sampai Heidi berusaha mencari menara yang tertinggi di kota itu dengan harapan bisa melihat kakeknya dan gunung yang sangat dirindukannya. Cerita selanjutnya, silakan baca sendiri yaa.. Biar penasaran…. 😀

Kedua kisah tentang anak-anak itu bisa  mewakili betapa suci, polos, tidak pernah letih untuk mencapai harapannya dan penuh kasih sayangnya anak-anak itu..

Bahkan kita bisa banyak belajar dari anak-anak dalam hal kemurnian hati dan pikirannya. Seandainya kita semua yang sudah dewasa ini juga memiliki hati dan pikiran yang suci seperti mereka…niscaya kehidupan di dunia akan penuh dengan kegembiraan dan kedamaian. Karena tidak ada niat licik, pikiran jahat dan sikap yang menyakitkan hati.

Ketika kemarin aku mengadakan kegiatan olimpiade matematika, aku juga melihat seorang anak dari SD yang kepolosan sikapnya membuatku terharu tapi juga tersenyum geli..

Ketika jam istirahat, anak tadi memegang-megang piala yang kutaruh berderet di depan area lomba. Lalu dengan polosnya anak itu berkata, “Aku baru sekali ini megang piala lho.. karena aku belum pernah jadi juara ”

Pada saat  pengumuman pemenang, diluar dugaan ternyata anak yang polos tadi ternyata menjadi salah satu juaranya. Allah SWT mendengar suara hatinya dan mengabulkan harapannya.. 🙂

Ketika kemarin sore aku sedang membereskan kamar, dari balik jendela aku melihat seorang anak laki-laki yang berumur kira-kira 6 tahun sedang menggendong seekor kucing.

Anak itu tampak sangat menyayangi kucingnya. Sambil  menggendongnya, kucing itu dielus-elusnya dan sesekali diciumnya. Aku sampai terkejut. Karena khawatir barangkali bulunya kotor atau rontok dan terhirup anak itu. Saat kulihat lagi anak itu sedang tertawa ceria bercanda dengan kucingnya.

Saat malam hari aku menemani suamiku menonton film Inspirasi kesukaan suamiku yang ada di You Tube, tak terasa air mataku menetes.

Karena aku sangat terharu ketika melihat kisah nyata seorang gadis kecil berumur 9 tahun di suatu desa di negara China yang sangat  sayang dan berbakti terhadap kedua orang tuanya.

Ibunya mengalami gangguan jiwa dan ayahnya hanya buruh kasar yang berpenghasilan minim. Setiap hari sejak matahari terbit hingga terbenam, ia membantu kedua orang tuanya. Dari memasak, mencuci baju, memotong kayu bakar, hingga merawat ibunya.

Walaupun ibunya mengalami kondisi demikian itu sehingga kadang diluar kesadarannya berbuat kasar terhadapnya, gadis kecil itu tetap menyayanginya dan berharap akan kesembuhan ibunya. Kisahnya bisa dilihat disini: https://www.youtube.com/watch?v=tWcgysVGEnI&feature=youtube_gdata_player

Semua anak-anak yang masih suci itu bagaikan malaikat-malaikat kecil yang selalu mengingatkan kita betapa ketulusan hatilah yang bisa membawa kebahagiaan dalam arti yang sesungguhnya…

#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#HariKeduabelas

image

Masih Banyak Bintang Cemerlang di Gelapnya Malam

Standar

“Ma, saya bisa sedih banget kalau sampai tidak lolos OSK. Karena saya sudah mengorbankan waktu dan tenaga saya untuk itu semua sampai beberapa tugas pelajaran serta ulangan harian sekolah saya terbengkalai”

Tadi pagi anakku curhat saat bersiap-siap mau berangkat ke sekolah. Hari Kamis nanti anakku akan mengikuti seleksi OSK di mata pelajaran Matematika, yaitu seleksi Olimpiade Siswa Nasional (OSN) yang di tingkat Kota.

Sedangkan OSN  adalah ajang lomba bergengsi yang diselenggarakan oleh pemerintah. Sehingga hampir semua pelajar di Indonesia mempunyai ambisi untuk bisa menjadi juara di ajang lomba ini termasuk anakku.

Sebelumnya anakku juga sempat ingin membatalkan keikutsertaannya dalam seleksi OSK karena merasa khawatir tidak bisa membagi waktu antara belajar utk persiapan olimpiade dan belajar untuk mata pelajaran sekolah. Sebab waktu pelaksanaan OSK nanti ternyata juga berbenturan dengan waktunya UKK (Ulangan Kenaikan Kelas).

Sejak duduk di bangku kelas 2 SD, anakku memang sudah beberapa kali mewakili sekolahnya untuk mengikuti lomba matematika. Aku juga tidak mengira kok akhirnya anakku malah jadi keterusan sering ikut lomba matematika. Padahal dulu aku paling lemah di pelajaran matematika.

Semua ini bermula sejak anakku belajar Jarimatika.  Anakku mengalami kemajuan yang pesat dalam pelajaran matematika, sehingga ketika suatu kali ada lomba matematika anakku mencoba mengikutinya. Alhamdulillah, anakku berhasil menjadi salah satu juaranya.

Sejak saat itu setiap kali ada lomba matematika, anakku sering diutus untuk ikut mewakili sekolahnya. Dan itu terus berlangsung hingga kini anakku masuk SMA. Alhamdulillah, beberapa kali anakku berhasil menjadi juara, baik itu di tingkat kota, propinsi hingga di tingkat nasional.

Dan itu semua tentu saja harus dilewati dengan segala upayanya yang tidak hanya harus mengorbankan waktu, tenaga namun juga biaya.

Bagiku untuk masalah biaya tidak menjadi masalah asalkan anakku senang dan demi meraih prestasinya yang bisa menjadi salah satu jalan  untuk memudahkannya dalam melanjutkan ke jenjang sekolah selanjutnya.

Untuk bisa meraih prestasinya itu tentu saja anakku harus melewati jalan yang tidak selalu mulus. Ada pasir, kerikil hingga batu yang besar yang menghadang namun tetap harus dilewatinya.

Ada keletihan saat pembinaan yang beruntun dan kekecewaan disaat kalah. Belum lagi harus siap untuk ketinggalan pelajaran di sekolahnya ketika harus mengikuti lomba yang berlangsung selama beberapa hari.

Karena anakku masuk di kelas akselerasi tentu saja usaha untuk meraih prestasi dalam lomba menjadi harus lebih keras lagi karena disatu sisi anakku harus berusaha agar tidak terlalu ketinggalan pelajaran. Karena di kelas akselerasi materi pelajaran sangat banyak dan padat melebihi kelas reguler.

Sementara disisi lain anakku harus berjuang untuk bisa masuk 3 besar untuk lolos di OSK yang merupakan gerbang awal untuk ke tingkat propinsi hingga nasional.

Sedangkan kesempatan untuk mengikuti OSN bagi anakku hanya 1 kali karena tahun depan anakku sudah naik ke kelas 12 dan sesuai peraturan sudah tidak diijinkan lagi.

Saat lulus SMP, anakku memang akhirnya memilih melanjutkan ke kelas akselerasi di SMA dengan alasan sederhana. Yaitu tidak ingin terlalu lama terikat dan terbebani dengan materi akademis yang banyak dan ingin cepat bisa leluasa berkreasi di luar sekolah.

Dan anakku juga sudah paham dan siap akan segala resikonya..yaitu materi pelajaran yang dipadatkan dan kesempatan mengikuti OSN yang hanya 1 kali.

Namun seleksi OSK tingkat SMA tahun ini memang cukup berat karena dari 3 besar yang nanti diambil ke tingkat Propinsi, diperkirakan yang 2 kesempatan sudah diambil siswa SMA lain yang pada tahun lalu sudah pernah lolos di tingkat Propinsi dan bahkan ada yang sudah mendapat medali perak di tingkat Nasional. Sehingga mau tak mau tinggal 1 kesempatan lagi yang harus diperebutkan.

Maka aku sungguh bisa memahami kegalauan hati anakku. Ketika aku menjemput anakku saat pulang sekolah tadi, aku masih melihat kemurungan di wajahnya.

Dalam perjalanan pulang aku mencoba menghibur anakku dan memberinya semangat. Aku mencoba ‘flashback’ dengan menceritakan keseluruhan proses sejak anakku masih belum punya prestasi apapun hingga anakku bisa meraih prestasi sebagai lulusan terbaik saat lulus SMP kemarin.

Ketika menempuh perjalanan menuju kesuksesan, kita memang harus sabar dalam setiap langkah dan proses belajarnya. Kusampaikan pada anakku agar selain berusaha keras, berdoa kepada Allah SWT untuk memohon kesuksesan, tentu juga harus tawakkal, tetap  menyiapkan mental untuk bisa menerima apapun hasilnya nanti.

Bila nanti lolos dan sukses, jangan takabur.. melainkan harus banyak bersyukur dan tetap belajar untuk mempersiapkan diri ke tahap selanjutnya. Bila masih belum lolos, meskipun aku tahu… itu pasti sangat mengecewakannya, namun harus bisa menerima dengan lapang dada dan mengambil hikmahnya.

Mungkin bisa jadi dengan tidak lolosnya di OSK itu, ternyata ada suatu kesempatan baik yang tengah menanti yang waktunya bersamaan dengan waktu seleksi tahap berikutnya, baik di OSP atau OSN.

Selain itu tentu masih banyak juga kesempatan emas dan peluang-peluang cemerlang lain meskipun sedang mengalami suatu kegagalan. Jadi…tetaplah bersemangat..! Jangan menyerah dengan keadaan dan jangan berputus asa..!

#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#HariKesebelas

.

image

Cinta Segitiga

Standar

Mendekati tanggal 14 Februari ini di toko-toko, terutama di dalam mall sudah mulai marak dengan hiasan gambar hati berwarna pink dan merah. Apalagi di toko pernak-pernik dan cindera mata,  nampak aneka souvenir yang berhiaskan hati dan bertuliskan “Love”

Ada apa di tanggal 14 Februari? Yang paling hafal biasanya anak-anak remaja.. Yup, hari Valentine, Hari Kasih Sayang.. Hari yang dikenal sebagai hari untuk saling menyatakan cinta dan kasih sayang. Baik antara anak dengan orang tua, antara suami dan istri, dan  terutama antara seseorang dengan kekasihnya.

Dan biasanya yang terakhir kusebutkan itulah yang terbanyak merayakannya. Terbukti dengan banyaknya pasangan remaja yang saling berbagi coklat atau mengirim bunga untuk mengungkapkan cintanya pada tanggal tersebut.

Memang yang namanya cinta itu sungguh indah didengar dan manis dirasa… 🙂 Demi cinta, lautan kan kuseberangi dan gunung kan kudaki. Demi cinta aku kan sehidup semati bersamamu… waah so sweet…. !

Memang tak ada yang salah dengan cinta karena itu adalah fitrah setiap manusia. Hanya saja bagaimana kita mengelola rasa cinta itu sehingga tidak sampai tercemari oleh nafsu. Karena batas diantara keduanya sangatlah tipis. Dan di kalangan remaja saling mengungkap rasa cinta itu biasanya berlanjut dengan pacaran.

Kalau melihat pasangan remaja yang  sedang berpacaran , bagi yang masih jomblo pasti rasanya iri banget deh.. Bagaimana tidak? Kemana-mana selalu berdua. Awalnya belajar bareng, lalu saling mencintai, saling perhatian, dan…. saling bermesraan…

Nah… yang itu tuh yang lama-lama bisa membahayakan.. Karena unsur nafsu sudah mulai masuk. Kalau melihat film atau sinetron tentang remaja yang berpacaran dengan romantis, memang kita bisa terbawa dalam kisah dan pengaruh gaya pergaulannya.

Aku sendiri dulu juga pernah merasa heran kenapa sih banyak yang bilang bahwa pacaran itu dilarang dalam ajaran Islam? Kalau hanya sebatas jalan bareng, belajar bareng dan saling memotivasi kan tidak masalah…

Bahkan aku juga pernah berpikir bahwa berpelukan atau berciuman pipi, dahi atau tangan juga tidak masalah karena itu kan sebagai ungkapan rasa sayang.  Hmm, jangan-jangan pengaruh film romantis yang sudah pernah kutonton itu sudah demikian mendalamnya sehingga aku sampai berpikiran seperti itu ya?

Tapi semakin lama aku belajar tentang ajaran Islam.. Semakin lama aku mengamati dampak negatif dari pacaran…aku menjadi semakin mengerti..Mengapa pacaran dilarang dalam ajaran Islam.

Karena ternyata lebih banyak efek negatif dari pacaran daripada positifnya. Diantaranya.. yang terutama adalah  terjebak dalam pengaruh hawa  nafsu.

Disebutkan dalam sebuah Hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Muslim, “Janganlah seorang pria berduaan dengan wanita yang bukan mahramnya, kecuali wanita itu disertai mahramnya, karena sesungguhnya yang ketiga adalah setan.”

Dari hadits tersebut kita bisa memahami mengapa pacaran dilarang dalam Islam. Karena yang namanya pacaran ya pasti maunya berduaan terus. Nah kalau sudah berduaan di tempat sepi, setan mulailah datang menggoda. Dan disitulah hawa nafsu mulai mendominasi.

Apalagi kalau hubungan sepasang remaja tadi sampai dirayakan dengan mengatasnamakan cinta di hari Valentine. Disitu akan semakin rancu.. mana itu cinta? Dan mana itu nafsu?

Maka untuk semua remaja yang ingin merayakan hari Valentine mungkin ada baiknya untuk meluangkan waktu sejenak untuk mencari tahu asal usul hari Valentine dengan membaca link berikut ini : https://rumaysho.com/772-6-kerusakan-hari-valentine.html

Supaya tidak malah jadi tersesat dalam makna cinta yang tidak jelas dan dirayakan di hari yang tidak jelas pula.

Lalu bagaimana dong kalau kita ingin mencintai dan dicintai? Wah jangan panik dulu… Karena sekali lagi…cinta itu fitrah manusia dan tidak ada yang melarang kok… sejauh kita bisa menyimpan cinta itu sejenak dalam doa yang selalu kita panjatkan pada Allah SWT.

Sehingga bila ada seseorang yang kita cintai, cukup kita sampaikan rasa cinta kita tadi itu kepada Allah SWT dan biarkan Allah SWT yang Maha Tahu yang akan memutuskan apakah dia yang terbaik untuk kita?

Karena Allah SWT akan mencintai siapapun yang juga cinta padaNya yang dibuktikan dengan taat dan rajin beribadah padaNya serta beramal shaleh. Sehingga Dia akan menumbuhkan rasa cinta pada seseorang yang menurutNya lebih tepat untuk diberikan kepada hambaNya yang cinta padaNya.. Itulah cinta segitiga antara kita, Allah SWT dan seseorang yang kita cintai.

Maka kita sebagai hambaNya tinggal menunggu saat yang tepat untuk menyatakan cinta dalam sebuah pernikahan yang resmi dan diridhaiNya dengan cara mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat dalam rangka memantaskan diri.

#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#HariKesepuluh
#TantanganMingguKedua

image

Mundur Selangkah Tuk Maju Beberapa Langkah

Standar

Dalam suatu ikhtiar dan perjuangan, baik itu ketika belajar atau sedang merintis usaha/ karir,  kita akan mengalami banyak pengalaman baik manis maupun pahit.

Disaat kita berhasil meraih kesuksesan, hati rasanya penuh suka cita dan rasa bangga. Terutama bila kesuksesan itu memang murni diperoleh dari hasil kerja keras kita.

Pada saat kondisi kita di atas seperti itu.. kita harus banyak bersyukur kepada Allah SWT atas semua limpahan rejeki dan kemudahan dari Nya. Cara kita bersyukur bisa dengan meningkatkan amal ibadah dan amal shaleh kita.

Namun di tengah perjalanan, ada kalanya kita harus menghadapi perjalanan yang berliku dan menanjak. Dengan situasi yang sulit demikian, membuat kita menjadi terjatuh dan berhenti di tengah jalan.

Bagi sebagian orang yang mempunyai sifat mudah berputus asa, situasi yang sulit dianggap sebagai batu besar yang  menghalangi langkahnya.

Sehingga mereka lebih memilih untuk  berhenti dalam ikhtiarnya dan menyerah dengan keadaan.

Namun ada juga tipe orang yang pantang menyerah. Istilahnya dengan meminjam kata-kata Syahrini yang “Hempas, datang lagi..  hempas datang lagi.. ” Kini diganti menjadi “Gagal, coba lagi… Gagal, coba lagi  ”

Orang dengan tipe seperti ini menganggap kegagalan sebagai  pemicunya untuk lebih giat belajar dan berusaha.

Dan disaat harus  terhenti  karena kegagalannya, saat itulah dia memanfaatkan waktunya untuk evaluasi diri. Yaitu dengan cara  mempelajari dan menganalisa apa saja yang menjadi penyebab kegagalannya.

Dia rela mundur sejenak, mengalah dan memberi kesempatan pada yang lain. Namun diam-diam dia akan mempersiapkan diri untuk bersiap menekan gasnya dan melesat maju.

Semua ulasan singkatku diatas tadi semoga bisa menjadi penyemangat bagi siapapun, terutama diriku dan keluargaku yang mungkin pernah secara beruntun harus mengalami kegagalan demi kegagalan yang sangat menyesakkan hati dan menghancurkan  semangat.

Biarlah… habiskan saja jatah kegagalan kita..bahkan hingga seolah kita tak punya harapan lagi.. Tidak masalah bila kita harus mundur hingga tertinggal sejenak. Namun kalau kita mampu bertahan dan bangkit lagi maka kesuksesan akan dapat kita raih.

Ibarat anak panah yang harus ditarik mundur dulu untuk bisa melesat maju.Semakin ditarik mundur justru akan melesat makin jauh. Tinggal kita yang mengarahkan busur anak panah itu ke sasaran yang tepat. Yaitu dengan perencanaan yang matang dalam setiap langkah kita.

#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#HariKesembilan

image

Berlian Yang Telah Ditemukan

Standar

“Saya nggak bisa apa-apa, Salma..Nggak kayak kamu. Kamu mah serba bisa. Saya hanya seorang anak yang  menyusahkan dan memalukan orang tua. Hampir semua nilai pelajaran di sekolah saya jelek. Saya juga terancam tidak naik kelas.”

Hatiku tercekat ketika membaca baris demi baris kalimat yang merupakan curhatan salah seorang teman anakku di BBM nya.

Kata anakku, temannya itu (sebut saja si A) memang termasuk anak yang kurang dalam  hampir semua mata pelajaran di sekolahnya. A juga sering datang terlambat di sekolah. Maka tidak heran bila  A sering mendapat teguran dari beberapa guru.

Karena terdorong oleh rasa empatiku akan keadaan A, aku mencoba menanyakan langsung tentang kesehariannya di rumahnya  pada saat A sedang belajar bareng di rumah kami.

Dari hasil pembicaraanku dengan A, aku bisa memahami akan apa yang terjadi dan membuatnya menjadi seperti itu. Memang kulihat anaknya sangat pemalu dan pendiam.

Ternyata A adalah anak yang kurang mendapat perhatian dari kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya sering tidak berada di rumah pada saat jam-jam si A pulang sekolah karena tuntutan pekerjaannya.

Di masa-masa pubernya, si A tidak mendapatkan bimbingan yang sepenuhnya dari kedua orang tuanya sehingga gejolak pubernya tersalurkan pada hal yang tidak tepat, yaitu dengan bermain game seharian dan membuka situs-situs dewasa.

Akibatnya si A menjadi malas belajar, sering begadang hingga terlambat ke sekolah. Karena salah pergaulan dengan beberapa kawan di dunia mayanya pun berakibat sering bersikap dan berbicara kasar.

Padahal kalau aku melihat karakter dasarnya sebenarnya A adalah anak yang baik. Karena saat pernah kami ajak berenang bersama, A selalu menunjukkan sikap yang jujur dan apa adanya.

Contohnya, A tidak mau menggunakan pelampung yang tidak  kami sewa walau pelampung tersebut tidak ada yang menggunakan. A juga pernah menegur anakku ketika menggunakan barang yang ditemukan di halaman sekolah dan tidak tahu siapa pemiliknya, supaya tidak melakukan hal itu lagi.

Dalam hal kemampuan akademik, A paling lemah dalam pelajaran matematika. Tapi ketika kami  memanggil guru matematika di rumah dan A ikut belajar bareng, menurut guru kami sebetulnya A cukup mampu mengikuti. Cuma mungkin karena selama ini tidak pernah ada yang membimbingnya secara intens, maka A menjadi lemah dalam pelajaran tersebut.

Aku sempat bertanya kepada A, pelajaran apa yang diminatinya? Katanya pelajaran Bahasa Inggris dan Komputer. Kata anakku, memang A sering mendapat nilai yang bagus di dua pelajaran tersebut.

A juga pernah bilang bahwa dia tertarik belajar animasi dan hal-hal yang berhubungan dengan komputer. Aku lalu memberi motivasi pada si A, supaya dipelajari dengan serius saja semua bidang yang sesuai dengan minat dan bakatnya tersebut.

Walaupun A bukan anakku, tapi aku merasa sangat menyayangkan akan keadaannya tersebut. Maka aku sering menasehatinya agar dia punya tekad yang kuat untuk memperbaiki sikap dan cara bicaranya yang kasar sehingga menjadi lebih santun dan terkendali.

Meski sulit merubah sifat dan kebiasaan buruknya itu, aku berusaha untuk selalu membantu mengingatkannya, baik langsung atau melalui anakku.  Aku juga berusaha memotivasi agar A mau  mengasah minat dan bakatnya pada bidang yang disukainya.

Tujuanku supaya muncul kemampuan dan potensi dirinya sehingga menjadikannya lebih percaya diri dan tidak minder lagi. Sementara untuk pelajaran yang dia kurang mampu, khususnya pelajaran matematika nanti bisa belajar bersama anakku.

Melihat perhatianku terhadap A, suamiku sampai mengingatkanku supaya jangan terlalu ikut campur karena A kan anak orang lain. Tapi entah kenapa, aku merasa terpanggil untuk memberi perhatian kepadanya.

Aku hanya menyaayangkan bila karakter dasarnya yang sudah bagus itu makin tercemar oleh lingkungan pergaulannya yang buruk bila tidak sering diingatkan dan kurang mendapat bimbingan.

Apalagi sebenarnya A adalah anak yang cerdas karena walau jarang  belajar di rumahnya, namun hasilnya masih tidak jauh berbeda bahkan dengan teman-teman sekelasnya yang ikut bimbel. Maka A kunasehati agar lebih rajin belajar supaya bisa mendapat hasil yang lebih maksimal.

Ketika aku mendengar cerita dari anakku bahwa A mulai ada peningkatan dalam kemampuan akademik di sekolahnya, aku merasa ikut senang.

Terlebih ketika A sempat beberapa kali ditunjuk oleh gurunya untuk mewakili sekolahnya dalam kegiatan lomba yang berhubungan dengan mata pelajaran Bahasa Inggris dan Komputer. Walaupun masih belum menang, tapi bagiku itu adalah suatu peningkatan prestasinya yang patut dihargai.

Selain yang berhubungan dengan masalah akademik, aku juga membantu mengingatkan A supaya tidak meninggalkan shalat 5 waktu disamping mengajarkan beberapa etika seperti membiasakan mengucap terima kasih ketika diberi sesuatu atau diantar pulang ke rumahnya.

Memang untuk menjadikan A lebih baik dari sebelumnya memerlukan proses serta usaha dan tekad yang kuat dari si A sendiri juga. Tapi semoga A bisa beristiqamah dalam usahanya menuju perubahan yang lebih baik itu walau kini sudah berbeda sekolah dengan anakku hingga kami sudah jarang bertemu lagi.

Semoga berlian yang sempat hilang dan buram itu kini tak akan hilang lagi, namun justru makin cemerlang terasah oleh perjalanan dan pelajaran kehidupan yang dihadapinya. Aamiin…

#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#HariKedelapan

image

Komunikasi Kunci Utama

Standar

Waktu untuk persiapan menuju acara Olimpiade Matematika Berbasis Multiple Intelligence untuk anak TK dan SD sudah semakin singkat. Karena pelaksanaan acaranya sudah tinggal 5 hari lagi.

Lomba ini kami adakan untuk menumbuhkan semangat belajar dan rasa cinta anak-anak sejak usia dini pada pelajaran matematika karena menggunakan metode permainan.

Saat ini semua panitia juga sudah semakin sibuk. Dari semakin gencarnya dalam mempromosikan acara ini hingga dalam mempersiapkan berbagai hal yang berkaitan dengan perlengkapan lomba.

Besok siang aku juga sudah berencana akan membeli 3 set piala untuk juara 1, 2 dan 3 untuk 3 kategori serta mempersiapkan piagam lomba.

Tapi aku masih bingung untuk piagamnya. Karena sebelumnya sudah pernah ada pembicaraan untuk piagam tersebut dengan pihak Pusat. Dimana pihak Pusatlah yang nanti akan mempersiapkannya.

Maka aku mencoba menghubungi pihak Pusat. Aku tanyakan tentang kelanjutan rencana pembuatan piagam tersebut lewat WA. Tapi sejak kira-kira 4 hari yang lalu hingga hari ini belum juga ada responnya. Padahal beberapa chatku di WA sudah dibacanya. Tapi belum dibalas juga.

Aku lalu mencoba menghubungi lewat telepon dari 2 nomer yang ada. Nada dering masuk. Tapi tidak diangkat. Aku terus mencoba lagi dan lagi..tapi masih belum juga ada responnya.

Haduuuh, kenapa sih ini yaa?! Kok susah banget dihubunginya…?! Padahal waktu lomba sudah mepet begini… Aku mulai merasa kesal. Karena seharusnya pihak Pusat yang lebih aktif dalam berkoordinasi dengan kami.

Karena kami masih baru mengambil programnya pada pertengahan bulan Januari lalu. Sehingga masih membutuhkan petunjuk dan pengarahan dari Pusat demi kelancaran lomba nanti.

Gara-gara hal tersebut, sejak tadi pagi hingga malam ini aku menjadi bad mood. Rasanya nggak bersemangat dalam mengerjakan tugas-tugas lain.. Karena aku khawatir nanti terjadi masalah bila sampai sekarang belum ada kabar dan kepastian tentang piagam dari pihak Pusat.

Mungkin ini juga efek keletihan karena padatnya kegiatan secara berturut-turut sejak bulan Januari hingga bulan Maret nanti. Ditambah lagi menjelang tanggal pelaksanaan lomba malah kini terkendala dalam komunikasi dengan pihak Pusat setelah sebelumnya sempat mengalami hambatan dalam berkomunikasi dengan pihak sponsor.

Yah, begitulah suka duka dalam mengadakan event. Kunci utama kesuksesannya memang terletak pada kelancaran dalam berkomunikasi. Baik antar panitia dengan pihak Pusat, pihak sponsor dan masyarakat, serta yang paliiiing penting banget adalah lancarnya komunikasi kita dengan Allah SWT…

Karena bila terjadi hambatan dalam berkomunikasi di salah satunya… maka akan terhambat juga kelancaran event tersebut nantinya.

Hingga malam hari ini aku hanya bisa berharap semoga pihak Pusat segera merespon kami dan Allah SWT memberi kelancaran pada acara nanti sehingga dapat berjalan dengan sukses. Aamiin…

Saat menjelang tidur aku mencoba mengecek kembali WA ku. Alhamdulillah… sudah ada jawaban dari pihak Pusat… akhirnya mereka merespon.

Ternyata mereka sedang ada kesibukan dalam sebuah proyek di Jawa Timur dan mengalami kesulitan dalam menjawab WA dan teleponku karena HP mereka sempat error. Mengenai piagam, mereka akan mengirimkannya besok pagi.

Alhamdulillah… 🙂 Hatiku menjadi lebih tenang sekarang. Aku langsung menarik kembali selimutku dan melanjutkan perjalananku ke alam mimpi…

#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#HariKetujuh

image

Gong Xi Fa Cai

Standar

Aku masih ingat waktu dulu masih kecil, Tahun Baru Imlek adalah saat dimana aku bersama kedua adikku diajak oleh kedua orang tua berkunjung ke rumah saudara-saudara kami. Saat dimana kami berziarah ke makam kakek dan nenek kami.

Saat dimana ibuku memesan kue keranjang dan membagikan ke tetangga-tetangga. Saat dimana aku mendapat banyak angpao dari kedua orang tuaku, paman /bibiku dan kakek/nenekku.

Saat dimana rumah kami dan rumah saudara yang kami kunjungi penuh dengan aneka makanan. Saat dimana ibuku menyajikan kue keranjang yang digoreng dengan telur.

Dan kini….disaat aku telah menjadi seorang muslimah Tionghoapun, sebagian kebiasaan itu masih tetap berlanjut sampai sekarang. Hanya setelah aku dan kedua adikku menikah, kami belum tentu dapat berkumpul besama kekuarga besar seperti dulu lagi karena kami tinggal di kota yang berbeda.

Sehingga kami hanya bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi dari smartphone untuk bisa tetap saling berkomunikasi dan mengucapkan selamat dan salam.

Namun ketika mulai ada pro dan kontra tentang merayakan Tahun Baru Imlek dan mengucapkan “Gong Xi Fa Cai” , aku jadi lebih berhati-hati. Sebagian ada yang berpendapat itu haram, dan sebagian lagi mengatakan tidak masalah.

Aku sampai penasaran dan mencoba mencari tahu tentang sejarah Tahun Baru Imlek ini. Dari sebagian besar sumber informasi yang kuperoleh, disebutkan bahwa Tahun Baru Imlek ini sebenarnya untuk menyambut datangnya musim semi di Cina setelah melewati musim dingin yang cukup berat.

Dan sebenarnya ucapan Gong Xi Fa Cai itu bermakna “Selamat sejahtera ” Jadi bermakna yang baik dan saling mendoakan. Begitu pula dengan beberapa kalimat tambahan lain yang diucapkan saat menyambut Tahun Baru Imlek.

Apalagi bagi kami sebetulnya Tahun Baru Imlek hanyalah kesempatan yang tepat untuk bisa saling berkumpul untuk mempererat tali kekeluargaan yang mungkin sempat merenggang karena terpisah oleh jarak dan waktu.

Juga kesempatan bagi kami warga keturunan Tionghoa walaupun berbeda keyakinan namun tetap bisa saling membina kerukunan beragama dengan tetap menjaga keimanan kami masing-masing.

Bahkan di saat seperti ini bisa menjadi moment bersilaturahim antar warga lintas agama. Karena kemarin ada saudara kami di Magelang yang bercerita lewat telepon bahwa mereka baru saja menerima kunjungan dari tetangganya yang muslim. Ternyata itu merupakan kunjungan balasan setelah saudara kami berkunjung ke rumah tetangganya yang muslim pada saat Hari Raya Idul Fitri yang lalu.

Yang penting dalam suasana silaturahim tersebut, kita tetap bisa menjaga aqidah dan ibadah kita dengan tidak melakukan kegiatan ritual ibadah mereka dan tidak melalaikan shalat 5 waktu. Jadi tak masalah kan kalau hanya mengucapkan Gong Xi Fa Cai?

GONG XI FA CAI…KIONG HIE..KIONG HIE…

#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#HariKeenam

image

image

Hari Yang Penuh Warna

Standar

Hari Jum’at pagi… kulihat jam sudah menunjukkan pukul 04.45. Aduh..waktu subuhnya hampir terlewat nih… Aku segera bangun, mengambil air wudhu dan shalat..

Selanjutnya seperti biasa aku melakukan aktivitas pagi, dari menyiapkan sarapan, membereskan kamar, hingga mengoreksi laporan kas Rumah Belajar Cirebon.

Bulan-bulan ini adalah bulan yang sibuk menjelang dua event penting yaitu olimpiade matematika dan seminar parenting.

Saat HP mulai kunyalakan, pesan dan chat satu-persatu berdenting menyerbu masuk. Sesekali telpon juga berdering. Setelah semua SMS dan chat kubalas.. serta telpon kujawab.. aku harus segera bersiap-siap berangkat untuk menjemput anakku di sekolahnya.

Sebelum mengantar ke tempat les, aku temani sebentar anakku makan donat keju dan minum hot Chocolate di CSB Mall sambil ngobrol sekedar refreshing sebelum melanjutkan kegiatannya.

Aku senang ketika mendengar anakku bercerita bahwa ia tadi dipercaya oleh pembimbingnya untuk mengajar matematika di sekolahnya sebagai persiapan OSK.

Dan yang melegakan juga, brosur untuk acara seminar parenting juga sudah selesai didesign oleh anakku sehingga bisa segera dicetak dan disebarkan ke orang tua siswa SMP Al Azhar 5 Cirebon..

Aku bangga karena anakku sebagai alumninya masih dipercaya oleh pak Imam Ghozali selaku Kepala Sekolahnya untuk merancang brosur demi membantu acara Seminar Parenting yang diadakan oleh Jam’iyyah bekerjasama dengan SMP Islam Al Azhar 5 Cirebon.

Setelah mengantar anakku ke tempat les, aku langsung ke Rumah Belajar Cirebon untuk mempersiapkan kartu mainan edukasi dan beberapa formulir pendaftaran yang akan dibawa ke SD Al Azhar Cirebon esok hari.

Bapak Wakil Kepala Sekolahnya tadi pagi SMS, meminta kami supaya menjelaskan bagaimana teknik permainan matematika dengan kartu tersebut kepada para siswanya sebagai persiapan olimpiade matematika yang akan kami adakan pada pertengahan Februari ini.

Dari dalam aku mendengar suara rintik hujan yang semakin lama semakin deras. Beberapa bagian dari atap di Rumah Belajar Cirebon ada yang bocor sehingga Cleaning Service di tempat kami harus bolak balik mengepel genangan air di dekat tempat yang bocor tadi…

Hmm, memang sudah waktunya untuk segera direnovasi bangunan ini karena sudah berumur lebih dari 10 tahun sehingga beberapa bagian bangunan sudah mulai rusak dan bocor.

Tapi aku harus sedikit demi sedikit menabung dulu agar bisa menyisihkan tabungan untuk biaya renovasi bangunan Rumah Belajar Cirebon, disamping bantuan dana dari suamiku karena pasti memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Saat aku sedang fokus menyelesaikan ODOJ, tiba-tiba aku mendengar kabar duka bahwa bu Nani, salah seorang temanku yang biasanya berjualan jus buah di Al Azhar telah berpulang ke hadiratNya sore ini karena terkena serangan jantung.

Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun…. Semoga husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkannya diberi ketabahan.. aamin ya rabbal’aalamiin..

Jujur saja… berita duka ini cukup mengejutkanku sehingga aku hampir tak percaya. Karena aku kenal baik dengan almarhumah yang setiap aku ke Al Azhar selalu menawarkan jus buah buatannya.

Dulu saat anakku masih bersekolah di Al Azhar, aku termasuk salah satu pelanggan setianya. Anak bungsunya masih seangkatan dengan anakku.

Aku bisa membayangkan betapa sedihnya keluarganya karena almarhumah telah berpulang kehadiratNya di usianya yang masih termasuk muda. Semoga diampuni segala kesalahannya dan diterima semua amal baiknya.. aamiin..

Saat hari semakin sore aku segera bersiap-siap menjemput anakku. Namun hujan masih belum juga reda. Malah semakin deras, ditambah dengan suara geledek berdentuman dan kilatan petir yang menyambar. Tapi karena anakku sudah BBM memintaku menjemputnya, aku langsung berangkat menerjang derasnya hujan.

Di tengah jalan aku harus bersabar karena terjebak macet. Setelah kuperhatikan…oohh… pantesaan..Rupanya lampu lalu lintasnya mati. Sehingga terjadi kekacauan karena kendaraan saling berebut berjalan.

Setelah bersusah payah melewati kemacetan tadi dan tinggal melewati satu perempatan jalan lagi dengan lampu merahnya, aku terpaksa harus berhenti dan berbalik arah lagi karena ternyata jalan menuju ke arah tempat les anakku terendam banjir kira-kira tingginya selutut orang dewasa.

Aku tidak berani menerobos banjir karena ada seorang pemuda yang memperingatkanku agar tidak melakukannya karena banjir cukup tinggi dan mobilku beresiko mogok nantinya.

Ya sudahlah… terpaksa aku pulang lagi setelah aku memberi kabar tentang banjir yang menghalangi jalan sehingga anakku harus sabar menunggu jemputanku.

Akhirnya aku minta tolong suamiku dan sopirnya yang menjemput anakku dengan melewati jalan pintas lain yang lebih jauh. Terpaksa deh… daripada terhadang banjir…

Kira-kira jam 20.00an malam kami baru sampai di rumah. Rasanya hati ini lega sekali setelah sampai di rumah dengan selamat.. alhamdulillah… 🙂

Saat aku bersiap-siap untuk beristirahat, tiba-tiba ada pemberitahuan di Instagramku bahwa fotoku mendapat penghargaan dari Hotel Cottonwood BNB Bandung berupa voucher menginap gratis semalam di Hotel yang cantik tersebut.. alhamdulillah… 🙂

Aku malah sudah hampir lupa kalau pernah mencoba ikutan Photo Challenge yang diadakan Hotel itu. Aku mampir ke Hotel tersebut pada saat liburan Tahun Baru kemarin.

Awalnya aku ingin mengajak suami dan anakku menginap disana setelah aku mendapat informasinya di internet dan aku suka dengan penataan interior hotelnya yang unik dan cantik.

Tapi karena sedang musim liburan dan aku telat pesan ya tentu saja nggak kebagian kamar. Jadinya cuma foto-foto di beberapa sudut hotelnya yang cantik.

Lalu iseng-iseng aku kirim fotonya ke akunnya di Instagram karena sedang ada Photo Challenge dalam rangka memperingati HUT Hotel tersebut. Alhamdulillah.. ternyata aku bisa masuk dalam salah satu pemenangnya.. Rejeki memang takkan lari kemana.. 🙂

Dan disaat mata sudah semakin mengantuk… badan semakin letih.. yah..aku sudahi saja deh tulisan tentang catatan kisah hari ini yang penuh warna dan rasa..

Ada cerita tentang kesibukanku, berita duka, obrolan tentang kegiatan anakku yang membanggakanku, suasana ketegangan di tengah banjir, hingga kabar gembira dari Hotel…

Semua rasa dan warna kisah di hari ini ibaratnya seperti bahan untuk membuat sayur dengan aneka bumbunya. Tinggal bagaimana pandai-pandainya kita dalam mengolahnya sehingga menghasilkan masakan yang lezat..

Berbagai pengalaman dalam kehidupan ini, baik suka maupun dukanya sesungguhnya akan tetap bisa kita nikmati bila kita pandai mengelolanya dengan bumbu sabar dan syukur serta bisa mengambil hikmah positifnya… 🙂

#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#HariKelima
#TantanganMingguPertama

image

Dua Kata Ajaib

Standar

Karena sering mendampingi anakku dalam berbagai kegiatan, baik di dalam maupun di luar sekolah, aku jadi lebih mengenali beberapa sifat/sikap teman-temannyanya, baik dari TK hingga SMA.

Tentu saja setiap teman mempunyai berbagai sifat dan sikap yang berbeda satu sama lain..

Saat teman-temannya berkunjung ke rumah, untuk sekedar main atau mengerjakan tugas sekolah, beberapa kebiasaan dan sikap mereka semakin kukenali.

Seperti sore itu, saat mereka ingin dibantu untuk dibelikan suatu barang keperluan tugas sekolahnya. Sebagian dari mereka menyelipkan kata “tolong”, dan sebagian hanya asal meminta.

Begitu juga seusai mereka mengerjakan tugas sekolah lalu kuantar pulang karena waktu sudah hampir malam dan mobil angkutan umum sudah semakin jarang. Beberapa anak mengucapkan “terima kasih” dan sebagian yang lain hanya diam saja.

Aku sangat respek terhadap mereka yang selalu mengucapkan kata “terima kasih” ketika dibantu atau diberi sesuatu yang bermanfaat dan kata “tolong” ketika membutuhkan bantuan.

Begitupun terhadap seorang tukang parkir atau cleaning service yang pernah kutemui dan dengan santunnya mengucap “dua kata ajaib” tersebut.. Sungguh aku sangat menghargainya.

“Dua kata ajaib” tersebut saat ini bahkan sudah menjadi bagian dari kata-kata yang harus diucapkan oleh staf atau karyawan suatu kantor/ perusahaan terhadap tamunya sebagai suatu layanan yang baik.

Maka para pelajar yang terlalu cuek tadi seharusnya merasa malu terhadap orang-orang di sekelilingnya seperti tukang parkir dan cleaning service tadi, atau yang mungkin hanya lulusan SD dan yang tidak sempat mengenyam bangku sekolah. Namun ternyata mereka lebih sopan dan terbiasa mengucapkan “dua kata ajaib” tersebut.

Maka sudah seharusnyalah kita para orang tua dan guru untuk memberikan contoh yang baik dan mengajarkan etika/kesopanan dalam bermasyarakat.. Diantaranya dengan pembiasaan dalam mengucapkan “dua kata ajaib” tersebut.

Ketika kata-kata “terima kasih” dan “tolong” sudah menjadi kata-kata yang selalu digunakan oleh kita dalam komunikasi sehari-hari, … maka keindahan hubungan sosialpun akan tercipta.. 🙂

#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#HariKeempat

image

Dilema Perempuan di Masa Kini

Standar

“Ma, saya tadi malu banget…. masa perempuan tapi nggak pinter masak..”
Anakku mulai mengeluarkan uneg-uneg dan kegelisahannya.

Sejak sore tadi hingga malam anakku bersama kedua teman laki-laki sekelasnya sibuk di dapur membuat kue bolu untuk memenuhi tugas sekolahnya. Disitu baru terasa olehnya bahwa ternyata membuat kue bolu tidak semudah mengerjakan soal matematika.

Aku tahu anakku merasa minder terhadap kedua teman lelakinya yang tampak lebih aktif dan trampil dengan kegiatan di dapur tadi. Hmm…perasaan yang sama dan sesekali masih sering muncul pada diriku akibat dulu aku juga pernah tidak terbiasa memasak karena saat remaja waktuku lebih banyak tersita untuk bersekolah dan membantu orang tua berjualan di toko.

Selama ini anakku dan kebanyakan anak perempuan lain, terutama di masa kini memang lebih banyak ditekankan kemampuannya di kegiatan akademisnya ketimbang di kegiatan yang berhubungan dengan ketrampilan kewanitaan.

Adanya tuntutan prestasi sebagai persyaratan untuk bisa diterima dengan mudah di jenjang sekolah yang lebih tinggi dan demi memperoleh masa depan karir yang cemerlanglah yang menjadi penyebab utama hal tersebut.

Salah satu contoh, terbukti dengan sepinya les memasak dibanding dengan les lain yang berhubungan dengan pelajaran sekolah, seperti les matematika, bahasa Inggris dan bimbel yang lebih ramai di Rumah Belajar Cirebon yang aku kelola.

Aku tahu sebenarnya para orang tua termasuk diriku juga ingin mempunyai anak perempuan yang tidak hanya cerdas di akademis namun juga trampil dalam kewanitaan. Dan itu juga salah satu alasanku untuk membuka les memasak di Rumah Belajar Cirebon.

Tapi permasalahannya adalah karena waktu mereka sudah tersita oleh padatnya les dan kegiatan yang berhubungan dengan akademisnya sehingga sudah tidak sempat lagi belajar ketrampilan kewanitaan.

Dilematis…dan berat memang untuk bisa menjadi sosok wanita idaman di masa kini… Karena tidak cukup hanya cantik dan cerdas, tapi juga harus pinter memasak dan menjahit..serta shalehah tentunya…

Lalu bagaimana untuk mensiasati hal tersebut agar bisa tercapai atau minimal terpenuhi sebagian darinya? Salah satu caranya adalah dengan mulai membiasakan anak-anak perempuan  dengan membantu ibunya dalam kegiatan rumah tangga sejak dari bangun pagi hingga menjelang tidur malam.

Dan waktu yang paling tepat adalah saat liburan sekolah. Sehingga kita sebagai orang tua bisa membuat jadwal kegiatan sehari-hari yang harus dipenuhinya dengan berbagai kegiatan ketrampilan kewanitaan. Itu semua bisa membantu untuk mengejar ketertinggalannya selama hari-hari sibuknya ketika bersekolah.

Saat malam semakin larut, sebelum tidur aku kembali menyemangati anakku supaya jangan terbenam dalam keminderannya lagi sebab sebetulnya anakku bukannya sama sekali tidak bisa memasak atau menjahit.

Karena sejak masih di tingkat SMP, alhamdulillah anakku sudah beberapa kali kubiasakan untuk membantuku memasak dan mempraktekkan dasar-dasar penting dua ketrampilan tersebut di saat senggangnya.

Maka sekarang tinggal melancarkan dan menambah kemampuannya dalam mencoba variasi menu masakan dan pola menjahit yang baru.

Tadi masalahnya hanya karena anakku baru pertama kali membuat kue bolu tersebut. Sementara teman-temannya tadi ternyata sudah terbiasa membantu ibunya membuatnya.

Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi kan? 😉

Apalagi karena anakku mengambil kelas akselerasi yang mempunyai masa bersekolah yang hanya 2 tahun di SMA, sehingga keuntungannya anakku bisa mempunyai kesempatan berlatih ketrampilan kewanitaan dengan lebih banyak di antara persiapan kuliahnya.

Keep spirit girl… ! 🙂

#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#HariKetiga

image

Nikmatmu bukan Racunku

Standar

Salah satu acara yang paling mengasyikkan di sore hari bagiku adalah hang out bareng anakku. Beginilah enaknya kalau punya anak perempuan yang sudah remaja. Bisa jadi teman buat jalan bareng kemana-mana 🙂

Saat kujemput seusai pulang sekolah,  anakku kadang memintaku menemaninya berkeliling kota sejenak atau mampir makan/minum di resto favoritnya.

Begitupun sore ini. Karena capai dan lapar setelah seharian bersekolah dan mengikuti Try Out sampai jam 5 sore, anakku kuajak makan di sebuah resto  yang menjual makanan kesukaannya.

Ketika baru saja kami masuk ke dalam ruangan resto tersebut, aroma asap rokok langsung menyergap hidung kami. Aku pikir apakah ruangan ini tadi bekas digunakan oleh pengunjung yang merokok? Tapi aku hanya melihat beberapa anak remaja yang sedang asyik mengobrol. Lalu aku langsung memesan makanan.

Tapi saat kami sudah mendapatkan tempat duduk di tengah ruangan,  mataku langsung tertuju  pada kepulan asap rokok yang sedang  dihembuskan oleh seorang pemuda yang  duduk tidak jauh dari kami. Pemuda itu tampak menikmati rokoknya dengan cueknya.  Hih.. sebel aku !! Aku hanya bisa menahan rasa kesal di dalam hatiku.

Bagaimana tidak? Sudah tahu ini ruangan restonya ber AC.. kok ya seenaknya saja merokok ! Ya pasti asap rokoknya terperangkap dalam ruangan resto ini dan bisa meracuni pengunjung lainnya. Haduh, yang pengertian coba mas..

Aku langsung mengajak anakku untuk pindah ke tempat duduk lain yang agak jauh dari si perokok tadi.

Aku sempat mengusulkan kepada salah seorang karyawan resto tersebut agar diberlakukan larangan merokok bagi semua pengunjungnya dengan cara  menempelkan tulisan “No smoking” atau himbauan secara langsung supaya tidak mengganggu pengunjung lain.

“Susah bu..,” karyawan resto itu  menjawab dengan wajah yang seakan tak berdaya lagi. Hmm, sebegitu bandelnyakah  para perokok itu??? Dan benar juga…di sudut ruangan yang lain aku melihat serombongan bapak-bapak yang sedang mengobrol sambil menebar asap racun tersebut.

Aku dan anakku segera makan hidangan yang sudah tersedia dengan suasana yang tidak nyaman karena aroma asap rokok yang semakin menyesakkan nafas kami. Benar-benar mengganggu!

Sampai sempat terpikir, mestinya para perokok itu menggunakan penutup kepala khusus supaya asap rokok yang sudah mereka hembuskan terhirup oleh mereka kembali sehingga tidak meracuni orang lain.

Gara-gara asap rokok jugalah yang memberanikanku untuk belajar mengemudikan mobil karena ingin menghindarkan anakku dari paparan asap rokok di kendaraan umum.

Ketika kami sudah selesai makan, sambil menunggu pesanan makanan yang akan kubawa pulang untuk suamiku, aku menyuruh anakku untuk menunggu di mobil saja supaya tidak terlalu lama menjadi ‘perokok pasif’.

Setelah beres semuanya aku segera keluar ruangan dan bernafas lega.. Fiuuhh…. akhirnya terbebaskan juga nafasku…

Pesan kami buat semua yang masih punya ketergantungan dengan benda yang namanya rokok itu… mohon jangan egois yaa… Kalau memang hanya demi kenikmatan pribadi, ya jangan sampai merusak kesehatan orang lain yang tidak merokok..

Coba cari tempat merokok yang sepi dan jangan merokok di tempat umum apalagi di ruangan  ber AC. Jadi biarlah “Nikmatmu adalah Racunmu”… Jangan pernah menjadi  Racunku dan Racun kami..

Okeee???

#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#HariKedua

image

Pelajaran Berharga dari Sebuah Kompetisi

Standar

Akhirnya hari Minggu siang kemarin, sampai juga kami sekeluarga di SMP Cendekia Muda, Bandung… tempat diadakannya babak semifinal Kompetisi Matematika Nalaria Realistik ke 11..

Kami berangkat sejak jam 9 pagi  dari kota Cirebon. Tujuan kami kesana adalah mengantar anak kami mengikuti kompetisi matematika tersebut setelah lolos pada babak penyisihan di kota kami beberapa bulan lalu.

Kami sempat kebingungan mencari lokasi lombanya karena memang letaknya agak masuk ke dalam perumahan. Apalagi  GPS di mobil kami sempat mengalami gangguan sinyal sehingga beberapa kali hampir nyasar.. Mungkin ada beberapa rombongan keluarga dan sekolah yang juga kesulitan mencari lokasi sekolah tersebut. 

Tapi alhamdulillah…kami tiba di tempat dengan waktu yang tidak terlalu mepet dengan waktu dimulainya kompetisi matematika tersebut.. sehingga kami sempat melaksanakan shalat sejenak di mushala yang ada di sekolah tersebut dan anakku juga sempat makan cemilan secukupnya sebagai pengganjal perut.

Suasana di dalam sekolah tampak sudah dipenuhi dengan kerumunan orang tua, guru dan anak-anak. Kebanyakan dari mereka begitu sampai di tempat langsung mencari ruangan tempat lomba.

Ketika lomba sudah dimulai, para orang tua dan guru mulai berpencar dengan kesibukannya masing-masing. Namun tetap menunggu dengan setia di sekitar lingkungan sekolah tersebut.

Ada yang asyik ngobrol tentang topik seputar lomba. Ada yang mengisi waktu dengan memainkan gadgetnya. Ada yang mengantri membeli makanan dan minuman di bazaar yang dibuka di halaman sekolah.

Sebagian dari mereka ada yang lebih suka duduk di dekat ruangan lomba dengan wajah serius dan hati dag dig dug memikirkan anaknya yang sedang ikut lomba. Tapi tidak sedikit juga  yang memanfaatkan waktu untuk beristirahat di mushala.

Ketika waktu lomba telah berakhir dan satu persatu anak-anak keluar dari ruangan lomba.. Berbagai ekspresi tampak dari wajah anak-anak tersebut. Dari yang tampak lesu hingga yang ceria. Tapi beberapa tampak cuek. Dari situ bisa tergambar bagaimana  kemampuan mereka dalam mengerjakan soal-soal lomba tadi.

Sementara para orang tua dan guru kebanyakan penasaran sehingga menanyakan tentang bagaimana anak-anak dalam mengerjakan soal-soal yang tadi. Malah ada yang langsung membahas soalnya.

Begitulah suasana lomba dari waktu ke waktu.. Sejak anakku TK, dan pertama kali mengikuti lomba mewarnai hingga sekarang anakku saat sudah SMA.. tidak jauh berbeda..

Apalagi di saat menunggu pengumuman hasil lomba hingga saat diumumkannya para pemenang lombanya.. Biasanya akan ada berbagai adegan drama disitu.

Dari wajah yang tegang, harap-harap cemas di saat penantian hasil lomba.. lalu berubah menjadi senyum lebar, berseru gembira dan bangga ketika menang atau menjadi senyum masam dan wajah sedih bahkan menangis ketika kalah.

Yang lebih parah ketika sampai terjadi persaingan yang melibatkan orang tua atau gurunya. Karena ujung-ujungnya bisa berakhir dengan saling mendiamkan, saling curiga bahkan timbul permusuhan.

Wah..wah… kenapa bisa jadi begitu ya?? Setelah kurenungkan, sebetulnya ini semua bermula dari rasa sayangnya orang tua terhadap anaknya. Atau rasa loyalnya seorang guru terhadap instansi sekolahnya. Dan selebihnya adalah masalah ego saja. Lho.. kok bisa??

Yah..begitulah.. Ketika seorang anak sangat disayang oleh orang tuanya.. pasti akan diusahakan agar mampu di pelajaran sekolah atau berprestasi sesuai bakatnya. Sehingga dengan prestasinya itu diharapkan anaknya nanti akan mendapat berbagai kemudahan baik saat melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi atau saat dia merintis pekerjaan atau usahanya nanti.

Begitupun seorang guru akan berusaha agar anak didiknya bisa berprestasi karena dengan prestasinya itu akan membawa nama baik sekolah dan tentu dirinya juga.

Sebetulnya tidak ada yang salah dari semua upaya itu sejauh tidak sampai menimbulkan persaingan yang tidak sehat dan cara-cara yang tidak benar demi mencapai sebuah kemenangan dalam lomba.

Bahkan walaupun masih ada pro dan kontra seputar mengikutkan anak dalam lomba… kalau menurutku, berdasar pengalaman dari anakku..sebetulnya masih banyak efek positif dari ikut lomba/kompetisi. Diantaranya sebagai berikut:

1. Belajar membagi waktu antara kegiatan sekolah dengan kegiatan lomba
2. Berkesempatan untuk mendapat ilmu dan pengalaman beberapa langkah lebih maju daripada yang tidak pernah ikut lomba
3. Berlatih mengelola stress dan tekanan baik dari sejak saat awal persiapan mengikuti lomba hingga saat lomba dan menerima hasilnya
4. Belajar berhati lapang dan berjiwa besar pada saat kalah dengan tetap menjalin hubungan yang baik dengan para kompetitornya
5. Membiasakan untuk tetap rendah hati dalam kegembiraannya ketika menang
6. Belajar arti sebuah perjuangan, dimana ketika mengalami kegagalan, mau bangkit kembali, tegar dan tidak mudah berputus asa untuk kembali berusaha
7. Mendekatkan diri pada Allah SWT karena disaat memohon pertolonganNya demi kesuksesan dalam lombanya selalu mengiringkan setiap ikhtiarnya dengan do’a dan tawakkal akan hasilnya

Dan bagi semua orang tua maupun gurupun, semua kompetisi /lomba itu juga ada hikmah positifnya… yaitu melatih kesabaran terhadap anak/anak didiknya sejak dari membimbing, mendampingi dan mengantar lomba hingga menerima hasilnya. Sehingga akan terhindar perasaan sombong disaat menang dan marah-marah atau malah minder ketika kalah.

Dengan demikian insya Allah semua anak dan anak didik kita akan menjadi lebih percaya diri, makin rajin, sabar dan tekun dalam proses belajarnya serta siap bersaing di kancah internasional… aamiin..

image

#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#HariKeSatu