Monthly Archives: November 2016

Terima Kasih, Guruku..

Standar

Saat seragam sekolah telah resmi menjadi baju wajib kami setiap hari dalam seminggu…

Saat gedung sekolah yang megah selalu menanti kedatangan kami setiap pagi..

Saat engkau menyambut kami dengan hangat di depan pintu gerbang sekolah…

Saat itulah awal mula kami mendengarkan suara merdumu..
Yang tak pernah lelah membimbing dan mendidik kami..

Saat itu pulalah, setiap goresan kapur dan spidol di papan tulis sekolah..
Menjadi saksi dalam benak kami..

Betapa banyak ilmu dan pelajaran..
Yang telah kau sampaikan pada kami..

Hingga kamipun tersadar..
Sungguh berat tugas dan tanggung jawabmu..

Bahkan orangtua kamipun telah mempercayakan padamu,  sepertiga dari waktu dalam sehari..
Tuk membimbing dan mendidik kami setiap hari..

Sejak TK, SMA hingga bangku kuliah..

Hingga kami memahami berbagai ilmu..
dan hingga kami yang masih labil dan sibuk mencari jati diri ini..
Tak menjadi terseok dan salah jalan..
Namun melangkah pasti mengejar cita-cita dan harapan kami..

Ketika kami kini makin mendewasa.
Saatnya bagi kami..
Tuk mulai amalkan semua ilmu yang telah kami peroleh..
Dengan berbekalkan budi pekerti yang telah kauajarkan kepada kami.

Tak hanya demi kesuksesan kami semata..
Juga demi gemilangnya anak, cucu, keturunan kami..
Serta demi kemajuan masyarakat di sekitar kami..

Maka takkan pernah kami lupakan..
Semua pesan, nasehat dan bimbinganmu….

Tahun demi tahun telah berlalu..
Tapi kesan dan pesanmu selalu melekat di benak kami..

Terima kasih semua guruku tercinta..
Atas bakti dan keihlasanmu
Dalam membimbing kami selama ini..

Maafkan kenakalan, kebandelan dan kekhilafan kami..
Selama kami menjadi murid-muridmu..

Semoga Allah SWT membalas kesabaran, jasa dan budi baikmu..
Semoga kesuksesan dan keberkahanNya selalu terlimpah untukmu.

Aamiin ya rabbal’aalamiin..

Cinta dan Bunga Lotus

Standar

Bunga Lotus warna merah muda tampak mekar dengan indahnya di taman Rumah Belajar Cirebon. Sebagian yang lain tampak tumbuh subur di halaman depan.

Setiap kali berada di sana, tanaman air yang bunganya berkelopak besar dan berdaun lebar itu selalu memikat hatiku. Sehingga membuat pandangan mataku terhenti di sana sekedar untuk menikmati keindahannya.

Keindahan bunga Lotus itu membuat ruangan dan halaman Rumah Belajar Cirebon tampak asri dan segar.

Tapi suatu hari aku tidak melihat bunga-bunga Lotus itu lagi.. Aku langsung mencari tukang kebun suamiku dan menanyakannya. Ternyata bunga-bunga yang indah itu telah dicabutnya lalu dibuang atas perintah suamiku..

Saat malam tiba, aku langsung menanyakannya pada suamiku.

“Koh, kenapa bunga-bunga Lotusnya dicabutin?”

“Ooh, yang ituu.. Terpaksa harus dicabutin Ir.. karena lumpurnya sudah terlalu banyak. Barangkali nanti malah berbahaya kalau anak-anak pada main di sekitar taman. Jadi saya terpikir mau diganti menjadi taman kering saja Ir..”

Suamiku menjelaskannya dengan wajah yang tampak seperti merasa bersalah.

“Tapi kan kita bisa minta tolong ke guru-guru untuk mengingatkan anak-anak agar tidak main di sekitar taman, koh…”

Aku masih belum bisa menerima alasan suamiku yang menyuruh tukang kebunnya mencabut bunga-bunga Lotus yang sedang bermekaran dengan indahnya tersebut.

“Sudahlah Ir.. Nanti saya kan bisa menanam lagi bunganya di halaman rumah kita.. Nanti saya carikan bibitnya lagi deh..”

Suamiku mulai menghiburku karena tak ingin masalah bunga Lotus ini menjadi makin berlarut-larut.

Dan benar, sejak itu suamiku sering mencari biji bunga Lotus. Baik itu di toko tanaman, minta ke temannya atau ke suatu rumah/hotel yang ada tanaman Lotusnya.

Suamiku berhasil mendapatkannya dan menanamnya. Tapi beberapa kali tanaman tersebut gagal tumbuh.. Tapi suamiku tidak berputus asa dan selalu mencoba mencari dan menanamnya lagi.

Hingga akhirnya suatu kali kulihat biji bunga Lotus yang disemaikan oleh suamiku di beberapa pot besar di halaman rumah kami, kini mulai bertunas.

Setiap pagi suamiku dengan telaten merawat tanaman-tanaman tersebut. Sesekali disebarkan pupuk di atasnya. Untuk mencegah lumpurnya mengering, suamiku juga rutin mengisi pot tersebut dengan air yang dialirkannya melalui selang air.

Usaha suamiku akhirnya membuahkan hasil. Suatu pagi yang cerah, kulihat sekuntum bunga Lotus berwarna putih sedang mekar dengan indahnya.

Dan beberapa minggu kemudian pada pot yang lainnya tampak sekuntum bunga Lotus berwarna merah muda yang mulai bermekaran juga.

Saat aku menikmati keindahan bunga-bunga Lotus itu di halaman rumah, beberapa saat kemudian aku baru tersadarkan bahwa suamiku tiba-tiba sudah berdiri di belakangku.

“Nah, sekarang bunga Lotusnya sudah ada lagi kan Ir.,” kata suamiku sambil tersenyum. 

“Iyaa, terima kasih ya koh.. Akhirnya saya bisa menikmati keindahan bunganya lagi,” jawabku dengan mata berbinar. 🙂

Begitulah cinta..

Cinta itu berproses..
Saling pengertian..
Saling memahami..
Ada pengorbanan..
Ada perjuangan..

Cinta itu saling merawat..
Saling menjaga..
Hingga cinta kan tumbuh mekar dengan indahnya..
Seiring dengan berjalannya waktu..

Terima kasih suamiku tercinta..
Telah kau rawat pernikahan ini hingga memasuki tahun yang ke 19

Semoga makin bersemi cinta dan kasih sayang di antara kami dalam naungan ridhaMu ya Allah..

Aamiin ya rabbal’aalamiin..

16 tahun

Standar

16 tahun yang lalu..

Tangisanmu telah meletupkan kegembiraan di hati mama papamu..
Hingga setiap detik, menit dan jam…

menjadi saat yang sangat berharga bagi kami

dalam membimbing, merawat dan mendidikmu..
Meski kadang keletihan menggelayuti kami..

Dan kesabaranpun menguji ketulusan hati

..
Sungguh semua itu tak kami pedulikan lagi..

Saat keajaiban demi keajaiban dalam setiap pertumbuhan dan perkembanganmu..

Menjadi bukti kasih sayang kami padamu..
Dari usia batita dan balita yang menggemaskan..

Hingga masa anak-anak dan remaja yang penuh dengan gejolak.
Kini 16 tahun kemudian..

Kau telah di penghujung masa SMA mu..

Yang sebentar lagi kau lepaskan..

Tuk raih harapan dan cita-citamu..
Jangan pernah letih berjuang anakku..

Jangan pernah menyerah terhadap rintangan yang menghadangmu…

Lekas bangkit kembali bila jatuh..

Namun tetap rendah hatilah saat kesuksesan menghampirimu..
Selalu berpegang teguhlah pada kebenaran dan keyakinanmu pada Ilahi Rabbi..

Agar setiap langkahmu mendapat ridhaNya..
Selamat ulang tahun anakku tersayang..

Barakallahu fii umrik Salma Fedora..
Hari ini mama dan papa hanya bisa mendoakan dan memotivasimu..

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesuksesan, kesehatan, keselamatan dan keridhaan-Nya.

Agar tercapai kebahagiaanmu dunia dan akhirat..
Aamiin ya rabbal’aalamiin..