Monthly Archives: April 2017

Bidadariku yang Perkasa

Standar

Siapapun wanita yang normal pasti ingin segera hamil dan melahirkan anaknya setelah menikah. Begitu juga diriku. Tapi entah kenapa aku justru tak kunjung hamil? Ikhtiar dan doa selalu kami lakukan demi terkabulnya harapan tersebut.

Beberapa dokter kandungan terkenal yang ada di kotaku maupun di kota lain seperti di Bandung dan Magelang sudah kudatangi untuk konsultasi. Pemeriksaan kandungan dengan USG, HSG sampai periksa darah juga sudah kulakoni. Hasilnya, tidak ada masalah apa-apa. Hanyasaja, ternyata ada virus Toksoplasma yang bercokol di tubuhku.

Setelah diterapi dengan obat seperti Spiradan dan lain-lain, alhamdulillah virus tersebut tak aktif lagi. Namun mengapa aku masih belum kunjung hamil juga ya? Pengobatan alternatif sesuai saran salah seorang teman dengan cara pijat di Mak Taronah juga kucoba.

Akhirnya, pada tahun ketiga dari pernikahanku, ikhtiar dan doa kami dikabulkan oleh Allah Swt. Ketika kulihat bahwa hasil tes urinku positif dan menurut hasil pemeriksaan oleh dokter kandungan, aku benar-benar telah hamil. Alhamdulillah.. Terima kasih ya Allah Yang Maha Penyayang..

Sejak bulan pertama hingga saatnya melahirkan, kehamilanku sangat kujaga. Susu khusus ibu hamil dan vitamin rutin kukonsumsi Hingga alhamdulillah, pada tanggal 16 November 2000, tengah malam..lahirlah putriku yang kuberi nama Salma Fedora. Artinya, pemberian Tuhan yang diberi keselamatan dalam Islam. Kuanggap putriku ini sebagai kado dari Allah Swt. karena lahir pada tanggal yang sama dengan tanggal akad nikahku.. 🙂

Dan sejak itulah, hari-hari yang kulalui bersama bidadari kecilku terasa begitu menyenangkan, seru dan penuh kejutan. Dari menyiapkan beberapa rim kertas buram demi menyalurkan hobby menggambarnya sampai nekat belajar mengemudikan mobil ketika putriku mulai masuk sekolah supaya bisa mengantar dan menjemputnya ke sekolah dengan lebih aman dan sehat. Ya, aku hanya ingin melindungi putriku dari hembusan asap rokok penumpang yang bandel di di angkot. Hikmahnya.., aku yang penakut ini akhirnya jadi mahir mengemudikan mobil 😀

Di hari pertama masuk Taman Bermain, sebetulnya aku sempat merasa iri ketika melihat ibu-ibu yang dielu-elukan oleh putra putrinya karena ingin ditemani di dalam kelas. Sedangkan Salma malah memintaku menunggu di luar kelas. Sehingga aku hanya bisa mengintipnya dari balik jendela. Salma terlihat mandiri dan sangat antusias dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Dari menggambar sampai menempel kertas. Saking semangatnya, Salma minta tugas lagi ke gurunya.Tapi terpaksa tidak diberikannya karena tugas yang ada itu sudah dipersiapkannya untuk besok pagi. 😀

Ketika Salma masuk SD, ia mulai suka menulis surat dan catatan harian. Terutama kalau habis kena marah atau ada kejadian yang berkesan bagi dirinya. Biasanya bila merasa bersalah, Salma menulis surat yang isinya permintaan maaf, lalu diam-diam diselipkan di pintu kamar atau di atas mejaku. Surat dan catatan hariannya menjadi menarik karena selalu diberi tambahan gambarnya yang menceritakan kejadian atau perasaan yang diceritakannya. Karenanya aku senang mengoleksinya dan masih tersimpan rapi sampai sekarang.

Masa SD, SMP dan SMA bagi Salma adalah masa belajar bersosialisasi dengan teman-teman dan guru-guru di lingkungan sekolahnya. Lingkungan sekolah itu serupa contoh kecil dari kehidupan masyarakat yang nyata dengan berbagai watak dan karakter yang ada pada teman dan gurunya. Ada yang baik dan patut dicontoh. Tapi tak sedikit juga yang buruk dan harus dihindari. Salmapun harus siap dengan berbagai komentar dari teman maupun gurunya bila ada yang cenderung rasialis karena memang ‘beda’ sendiri.

Aku berpesan agar Salma selalu berpegang teguh pada prinsip kejujuran dan kebenaran yang bersumber dari ajaran Allah Swt. Karena banyak godaan dan bujukan yang menggiurkan di sekolah. Baik itu dari teman bahkan guru yang bisa meruntuhkan idealisme seorang siswa. Seperti bujukan untuk kasih sontekan ke teman, godaan menyontek, menyuap guru biar diberi nilai yang bagus, sampai mencari bocoran soal dan jawabannya.

Alhamdulillah Salma tidak tergoda dan terbujuk dengan itu semua. Malah kemarin ia kesal ketika ada temannya yang keceplosan cerita ada grup khusus yang membahas bocoran soal USBN kemarin. Lalu ia berpendapat bahwa sistem pendidikan di Indonesia ternyata bisa menciptakan budaya korupsi.

Sebagai seorang remaja, tentu Salma juga pernah berkeinginan untuk merasakan yang namanya pacaran. Tapi setelah mencobanya, ternyata tak bertahan lama.

“Ternyata cape ma kalau orang pacaran tuh. Ada cemburu yang nggak jelas, ada berantemnya, dan yang pasti ada dosanya.. Makanya saya udah nggak mau pacaran lagi,” katanya.

Alhamdulillah, hingga kini Salma tetap bertahan dalam status “jomblo elegannya” demi menghindari dosa pacaran dan aneka masalahnya tadi. Malah ia sering menjadi tempat curhat dan konsultasi teman-temannya yang sedang patah hati.. 😀 Semoga nanti pada saat yang terbaik putriku diberi jodoh terbaiknya oleh Allah Swt. Aamiin..

Pelajaran berharga lain yang Salma bisa ambil di masa sekolahnya adalah ketika ia berjuang untuk meraih prestasinya, baik akademik maupun non akademik. Di mana ada kisah senang dan bangga ketika meraih kemenangan dan keberhasilan. Tapi ada kalanya harus siap mental, legowo dan mau berjuang lagi ketika mengalami kegagalan.

Sebagai seorang ibu yang selalu mendampinginya, akupun banyak belajar dari setiap proses dan perkembangan yang dilalui putriku. Belajar bagaimana mengelola stress dan menanggulangi kekecewaan ketika sebuah harapan belum tercapai. Kuperhatikan malah putriku lebih tangguh mentalnya daripada diriku.

Seperti kemarin ketika menerima kenyataan bahwa SNMPTN-nya (seleksi masuk PTN dari jalur tanpa tes) belum lulus. Wajar selama beberapa saat Salma terkejut dan kecewa. Tapi sore harinya ia sudah ceria dan mengerjakan hobbynya seperti biasa. Lah aku malah mewek… Duh, bidadariku ini memang perkasa.. (y)

Hari ini Salma sudah mulai semangat belajar lagi untuk mempersiapkan diri mengikuti tes SBMPTN tanggal 16 Mei nanti. Semoga perjuanganmu tidak sia-sia ya nak… Semoga Salma diterima di PTN/ prodi yang diharapkan dan yang terbaik menurut-Nya untuk masa depan Salma, dunia dan akhirat.. Aamiin..

Keistimewaan Shalat 5 Waktu

Standar

Tanggal 27 Rajab diperingati oleh seluruh umat Islam sebagai hari Isra’ Mi’raj, yaitu hari di mana Rasulullah Saw. melakukan perjalanan di malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha (Isra’). Lalu dilanjutkan dengan perjalanan dari Masjidil Aqsha menuju ke langit yang ke tujuh/Sidratul Muntaha untuk bertemu Allah Swt. dan menerima perintah shalat 5 waktu dalam sehari.

Allah SWT berfirman:

سُبْحٰنَ الَّذِىٓ أَسْرٰى بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَا الَّذِى بٰرَكْنَا حَوْلَهُ ۥ لِنُرِيَهُ ۥ مِنْ ءَايٰتِنَآ ۚ إِنَّهُ ۥ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”
(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 1)

* Via Al-Qur’an Indonesia http://quran-id.com

Dalam Shahih Muslim, Kitab Iman, Bab Isra’ Rasulullah ke langit, hadits nomor 234 juga diceritakan tentang perjalanan Mi’raj-nya Rasulullah Saw. :

…dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku telah didatangi Buraq. Yaitu seekor binatang yang berwarna putih, lebih besar dari keledai tetapi lebih kecil dari bighal. Ia merendahkan tubuhnya sehingga perut buraq tersebut mencapai ujungnya.” Dia bersabda lagi: “Maka aku segera menungganginya sehingga sampai ke Baitul Maqdis.” Dia bersabda lagi: “Kemudian aku mengikatnya pada tiang masjid sebagaimana yang biasa dilakukan oleh para nabi. Sejurus kemudian aku masuk ke dalam masjid dan mendirikan salat sebanyak dua rakaat. Setelah selesai aku terus keluar, tiba-tiba aku didatangi oleh Jibril dengan membawa semangkuk arak dan semangkuk susu, dan aku pun memilih susu. Lalu Jibril berkata, ‘Kamu telah memilih fitrah’. Lalu Jibril membawaku naik ke langit. Ketika Jibril meminta agar dibukakan pintu, maka ditanyakan, ‘Siapakah kamu? ‘ Jibril menjawab, ‘Jibril’. Ditanyakan lagi, ‘Siapa yang bersamamu?’ Jibril menjawab, ‘Muhammad.’ Jibril ditanya lagi, ‘Apakah dia telah diutus? ‘ Jibril menjawab, ‘Ya, dia telah diutus.’ Maka dibukalah pintu untuk kami. Tiba-tiba aku bertemu dengan Nabi Adam, dia menyambutku serta mendoakanku dengan kebaikan. Lalu aku dibawa naik ke langit kedua. Jibril lalu minta supaya dibukakan pintu. Lalu ditanyakan lagi, ‘Siapakah kamu? ‘ Jibril menjawab, ‘Jibril’. Jibril ditanya lagi, ‘Siapa yang bersamamu? ‘ Jibril menjawab, ‘Muhammad.’ Jibril ditanya lagi, ‘Apakah dia telah diutuskan? ‘ Jibril menjawab, ‘Ya, dia telah diutuskan’. Pintu pun dibukakan kepada kami. Tiba-tiba aku bertemu dengan Isa bin Maryam dan Yahya bin Zakaria, mereka berdua menyambutku dan mendoakan aku dengan kebaikan. Aku dibawa lagi naik langit ketiga. Jibril pun meminta supaya dibukakan pintu. Lalu ditanyakan, ‘Siapakah kamu? ‘ Jibril menjawab, ‘Jibril’. Jibril ditanya lagi, ‘Siapakah bersamamu? ‘ Jibril menjawab, ‘Muhammad’. Jibril ditanya lagi, ‘Apakah dia telah diutuskan? ‘ Jibril menjawab, ‘Ya, dia telah diutuskan’. Pintu pun dibukakan kepada kami. Tiba-tiba aku bertemu dengan Nabi Yusuf Alaihis Salam, ternyata dia telah dikaruniakan dengan kedudukan yang sangat tinggi. Dia terus menyambut aku dan mendoakan aku dengan kebaikan. Aku dibawa lagi naik ke langit keempat. Jibril pun meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi, ‘Siapakah kamu? ‘ Jibril menjawab, ‘Jibril’. Jibril ditanya lagi, ‘Siapakah bersamamu? ‘ Jibril menjawab, ‘Muhammad’. Jibril ditanya lagi, ‘Apakah dia telah diutuskan? ‘ Jibril menjawab, ‘Ya, dia telah diutuskan’. Pintu pun dibukakan kepada kami. Tiba-tiba aku bertemu dengan Nabi Idris Alaihis Salam, dia terus menyambutku dan mendoakan aku dengan kebaikan. Allah berfirman: ‘(…dan kami telah mengangkat ke tempat yang tinggi darjatnya) ‘. Aku dibawa lagi naik ke langit kelima. Jibril lalu meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi, ‘Siapakah kamu? ‘ Jibril menjawab, ‘Jibril’. Jibril ditanya lagi, ‘Siapakah bersamamu? ‘ Jibril menjawab, ‘Muhammad’. Jibril ditanya lagi, ‘Apakah dia telah diutuskan? ‘ Jibril menjawab, ‘Ya, dia telah diutuskan’. Pintu pun dibukakan kepada kami. Tiba-tiba aku bertemu dengan Nabi Harun Alaihissalam, dia terus menyambutku dan mendoakan aku dengan kebaikan. Aku dibawa lagi naik ke langit keenam. Jibril lalu meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi, ‘Siapakah kamu? ‘ Jibril menjawab, ‘Jibril’. Jibril ditanya lagi, ‘Siapakah bersamamu? ‘ Jibril menjawab, ‘Muhammad’. Jibril ditanya lagi, ‘Apakah dia telah diutuskan? ‘ Jibril menjawab, ‘Ya, dia telah diutuskan’. Pintu pun dibukakan kepada kami. Tiba-tiba aku bertemu dengan Nabi Musa, dia terus menyambutku dan mendoakan aku dengan kebaikan. Aku dibawa lagi naik ke langit ketujuh. Jibril meminta supaya dibukakan. Kedengaran suara bertanya lagi, ‘Siapakah kamu? ‘ Jibril menjawabnya, ‘Jibril’. Jibril ditanya lagi, ‘Siapakah bersamamu? ‘ Jibril menjawab, ‘Muhammad’. Jibril ditanya lagi, ‘Apakah dia telah diutuskan? ‘ Jibril menjawab, ‘Ya, dia telah diutuskan’. Pintu pun dibukakan kepada kami. Tiba-tiba aku bertemu dengan Nabi Ibrahim Alaihissalam, dia sedang berada dalam keadaan menyandar di Baitul Makmur. Keluasannya setiap hari bisa memasukkan tujuh puluh ribu malaikat. Setelah keluar, mereka tidak kembali lagi kepadanya (Baitul Makmur). Kemudian aku dibawa ke Sidratul Muntaha. Daun-daunnya besar seperti telinga gajah dan ternyata buahnya sebesar tempayan.” Dia bersabda: “Ketika dia menaikinya dengan perintah Allah, maka sidrah muntaha berubah. Tidak seorang pun dari makhluk Allah yang mampu menggambarkan keindahannya karena indahnya. Lalu Allah memberikan wahyu kepada dia dengan mewajibkan salat lima puluh waktu sehari semalam. Lalu aku turun dan bertemu Nabi Musa Alaihissalam, dia bertanya, ‘Apakah yang telah difardukan oleh Tuhanmu kepada umatmu? ‘ Dia bersabda: “Salat lima puluh waktu’. Nabi Musa berkata, ‘Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan karena umatmu tidak akan mampu melaksanakannya. Aku pernah mencoba Bani Israel dan menguji mereka’. Dia bersabda: “Aku kembali kepada Tuhan seraya berkata, ‘Wahai Tuhanku, berilah keringanan kepada umatku’. Lalu Allah subhanahu wata’ala. mengurangkan lima waktu salat dari dia’. Lalu aku kembali kepada Nabi Musa dan berkata, ‘Allah telah mengurangkan lima waktu salat dariku’. Nabi Musa berkata, ‘Umatmu tidak akan mampu melaksanakannya. Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan lagi’. Dia bersabda: “Aku masih saja bolak-balik antara Tuhanku dan Nabi Musa, sehingga Allah berfirman: ‘Wahai Muhammad! Sesungguhnya aku fardukan lima waktu sehari semalam. Setiap salat fardu dilipatgandakan dengan sepuluh kali lipat. Maka itulah lima puluh salat fardu. Begitu juga barangsiapa yang berniat, untuk melakukan kebaikan tetapi tidak melakukanya, niscaya akan dicatat baginya satu kebaikan. Jika dia melaksanakannya, maka dicatat sepuluh kebaikan baginya. Sebaliknya barangsiapa yang berniat ingin melakukan kejahatan, tetapi tidak melakukannya, niscaya tidak dicatat baginya sesuatu pun. Lalu jika dia mengerjakannya, maka dicatat sebagai satu kejahatan baginya’. Aku turun hingga sampai kepada Nabi Musa, lalu aku memberitahu kepadanya. Dia masih saja berkata, ‘Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan’. Aku menjawab, ‘Aku terlalu banyak berulang-ulang kembali kepada Tuhanku, sehingga menyebabkanku malu kepada-Nya’.”

(Sumber: https://googleweblight.com/?lite_url=https://id.m.wikipedia.org/wiki/Isra_Mikraj)

Dari kisah Isra’ Mi’raj yang digambarkan dalam Al Qur’an dan Hadits tersebut, kita bisa merenungkan bahwa kejadian yang dialami oleh Rasulullah Saw. itu sangat luar biasa. Dan kita bisa melihat betapa istimewanya perintah shalat 5 waktu yang telah diterima oleh Rasulullah Saw.  karena langsung dari Allah Swt.

Semula, perintah yang diterima oleh Rasulullah Saw. adalah shalat 50 waktu sehari semalam. Tapi Nabi Musa meminta Rasulullah Saw. agar memohon kepada Allah Swt. untuk mengurangi jumlahnya karena pasti akan sangat berat bagi umat-Nya untuk melaksanakannya.

Namun ternyata yang dimaksud 50 waktu shalat oleh Allah Swt. di sini adalah bahwa setiap kali shalat wajib dilaksanakan, maka akan dilipatgandakan 10 kali. Sehingga ketika melaksanakan shalat wajib 5 kali, tentu saja bila dilipatgandakan akan menjadi 50 nilainya. Hal itu menunjukkan sebegitu besar nilai shalat 5 waktu di mata Allah Swt.

Dengan demikian kita menjadi semakin paham mengapa shalat wajib 5 waktu sehari semalam merupakan rukun Islam kedua dan menjadi ibadah istimewa yang diwajibkan oleh Allah Swt.

Bahkan shalat ini merupakan pembeda antara orang muslim dengan orang kafir. Artinya batas seseorang dikatakan kafir atau tidaknya itu dengan melihat shalatnya. Bila seorang muslim meninggalkan shalat tanpa sebab apapun yang jelas, maka patut dipertanyakan keimanannya.

Riyadh al-Shalihin 1079

وَعَنْ بُرَيْدَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ النَبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قََالَ :

العَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلَاةُ، فَمَنْ تََرَكَهَا فََقَدْ كََفََرَ .

رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ

Dari Buraidah ra. dari Nabi saw. yang bersabda:

“Ikatan janji di antara kami (umat islam) dengan mereka (orang-orang kafir) adalah shalat. Maka barang siapa yang meninggalkan shalat, berarti dia telah menjadi kafir.”

(HR al-Tirmizi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan sahih)

Hadis hasan, diriwayatkan oleh al-Tirmizi, hadis no. 2545; dan Ibn Majah, hadis no. 1069.

(Sumber: http://masuksurga.pusatkajianhadis.com/index.php/kajian/temadetail/430/shalat-sebagai-pembeda-mumin-dengan-kafir#)

Selain itu amalan yang pertama kali diperiksa pada hari Kiamat adalah shalatnya sebelum amalan yang lainnya. Maka sebagai muslim dan muslimah hendaknya kita selalu menjaga dan menyempurnakan shalat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمْ الصَّلَاةُ قَالَ يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلَائِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ انْظُرُوا فِي صَلَاةِ عَبْدِي أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَتِمُّوا لِعَبْدِي فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ ثُمَّ تُؤْخَذُ الْأَعْمَالُ عَلَى ذَاكُمْ

“Sesungguhnya yang pertama kali akan dihisab dari amal perbuatan manusia pada hari kiamat adalah shalatnya. Rabb kita Jalla wa ‘Azza berfirman kepada para malaikat-Nya -padahal Dia lebih mengetahui, “Periksalah shalat hamba-Ku, sempurnakah atau justru kurang?” Sekiranya sempurna, maka akan dituliskan baginya dengan sempurna, dan jika terdapat kekurangan maka Allah berfirman, “Periksalah lagi, apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnah?” Jikalau terdapat shalat sunnahnya, Allah berfirman, “Sempurnakanlah kekurangan yang ada pada shalat wajib hamba-Ku itu dengan shalat sunnahnya.” Selanjutnya semua amal manusia akan dihisab dengan cara demikian.”

HR. Abu Daud no. 964, At-Tirmizi no. 413 dishahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 2571

Bagi kaum pria muslim, diwajibkan untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid karena telah diperintahkan oleh Allah Swt. sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an sebagai berikut:

وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” (Al-Baqarah: 43)

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata,

، فلا بد لقوله { مع الراكعين } من فائدة أخرى وليست إلا فعلها مع جماعة المصلين والمعية تفيد ذلك

“makna firman Allah “ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’, faidahnya yaitu tidaklah dilakukan kecuali bersama jamaah yang shalat dan bersama-sama.”

Dari kitab Ash-Shalatu wa hukmu tarikiha hal. 139-141)

Dan penekanan untuk shalat berjamaah di dalam masjid telah disampaikan oleh Rasulullah Saw. dalam hadits berikut ini:

مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِهِ فَلَا صَلَاةَ لَهُ إِلَّا مِنْ عُذْرٍ

“Barangsiapa yang mendengar azan lalu tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya, kecuali bila ada uzur.”

HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Misykat al-Mashabih: 1077 dan Irwa’ al-Ghalil no. 551

Oleh karena itu shalat berjamaah di masjid mempunyai beberapa keutamaan. Di antaranya:

1. Lebih utama 27 derajat daripada shalat sendirian.

Rasulullah Saw bersabda:

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

“Shalat berjamaah itu lebih utama daripada shalat sendirian dengan 27 derajat.” (HR. Bukhari)

2. Bila shalat Isya’ berjamaah, pahalanya seperti shalat setengah malam. Sedangkan bila shalat Isya’ dan Subuh berjamaah, maka pahalanya seperti shalat sepanjang malam.

Rasulullah Saw. bersabda:

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ

“Barang siapa shalat isya dengan berjamaah, pahalanya seperti shalat setengah malam. Barang siapa shalat isya dan subuh dengan berjamaah, pahalanya seperti shalat semalam penuh.” (Fathul Bari 2/154—157)

(Sumber: https://muslimafiyah.com/10-alasan-kenapa-laki-laki-harus-shalat-berjamaah-di-masjid.html)

Bagi kaum wanita muslimah, shalat 5 waktu juga mempunyai keistimewaan. Karena merupakan salah satu syarat di antara 3 syarat lain yang akan mempermudah seorang wanita muslimah dalam meraih surga-Nya dari pintu manapun yang ia kehendaki, ketika sudah menjadi seorang istri.

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang wanita (istri) itu telah melakukan shalat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, menjaga harga dirinya dan mentaati perintah suaminya, maka ia diundang di akhirat supaya masuk surga berdasarkan pintunya mana yang ia suka (sesuai pilihannya),” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Thabrani).

(Sumber: http://www.ummi-online.com/4-syarat-wanita-masuk-surga.html)

Semoga kita bersama keluarga termasuk hamba-Nya yang selalu menjalankan shalat.

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim: 40)

Dan semoga kita menjadi hamba-Nya yang senantiasa mengingat-Nya, bersyukur kepada-Nya dan memperbaiki ibadah kita kepada-Nya.

Sebagaimana sabda Rasulullah Saw. kepada Mu’adz, “Demi Allah, aku sungguh mencintaimu. Aku wasiatkan padamu, janganlah engkau lupa untuk mengucapkan pada akhir shalat (sebelum salam):

اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Ya Allah, tolonglah aku agar selalu berdzikir/mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu.” (HR. Abu Daud dan Ahmad, shahih)

(Sumber: https://googleweblight.com/?lite_url=https://rumaysho.com/627-dzikir-dan-syukur-yang-sebenarnya.)

Aamiin ya rabbal’aalamiin…


Sumber gambar: https://irmafang11.files.wordpress.com/2017/04/54147-istiqomahsholat.jpg

12 dan 21 April

Standar

Di bulan April ini ada 2 tanggal penting bagiku yang mengandung dua unsur angka yang sama, yaitu angka 1 dan 2. Dua tanggal penting itu adalah tanggal 12 April, yang merupakan tanggal lahir ibuku dan tanggal 21 April yang merupakan tanggal lahir Raden Ajeng Kartini. Tapi ini bukan cocoklogi lho ya.. 😀

2 wanita itu mempunyai 1 kesamaan, yaitu sama-sama berasal dari Jawa Tengah. Ibuku lahir di Majenang dan RA Kartini lahir di Jepara. Mereka adalah 2 wanita yang mempunyai 1 karakter yang serupa, yaitu..keuletan.. dalam memperjuangkan harapan dan cita-cita.

Ibuku ulet dalam perjuangannya membantu ayah dalam menegakkan ekonomi keluarga. Sedangkan RA Kartini ulet dalam memperjuangkan emansipasi wanita dalam pendidikan.

Meski dalam menempuh perjalanan hidup harus merintis dan berjuang dari 1 tahap ke tahap berikutnya serta berbenturan dengan berbagai tantangan,  2 wanita itu tetap tegar, karena mereka adalah wanita yang pantang menyerah.

Sebagai putrinya..tentu saja aku sangat bangga dan berterima kasih terhadap ibu, karena berkat perjuangannya, aku dan adik-adik dapat menyelesaikan kuliah. Selain itu aku banyak belajar berwiraswasta dengan membantunya berdagang di kios hingga kini memiliki usaha di Rumah Belajar Cirebon..

Dan sebagai seorang wanita.., RA Kartini adalah sosok wanita yang menginspirasi. Karena meski terbelenggu dalam adat Jawa yang mengharuskannnya dipingit setelah menginjak usia 12 tahun, namun semangatnya untuk memperjuangkan kesetaraan wanita dalam pendidikan mampu mendobrak tradisi saat itu. Hingga beliau berhasil membuka sekolah khusus wanita.

Kegemaran RA Kartini dalam menulis dan membaca juga memotivasiku untuk terus belajar menulis dan lebih aktif membaca. Hingga beberapa buku antologi dan sebuah buku soloku berhasil diterbitkan. Semoga segera menyusul buku karyaku berikutnya.. 🙂 Aamiin..

Selamat ulang tahun Mami (panggilan untuk ibuku).. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, hidayah dan berkah dalam hidup Mami.. Aamiin..

Selamat hari Kartini.. Semoga perjuanganmu selalu menginspirasi kami..kaum wanita Indonesia agar di sela kesibukan kami sebagai pelajar, mahasiswi, istri atau ibu..apapun profesinya..selalu dapat meluangkan waktu untuk belajar, menambah wawasan, membaca dan menulis. Agar kami tak hanya cantik secara fisik, namun juga cantik karena indahnya pribadi dan luasnya wawasan kami.. 🙂

Sumber gambar: https://irmafang11.files.wordpress.com/2017/04/6eb54-biografi2br-a2bkartini.jpg

Nasehat Ayah kepada Putrinya

Standar

Putriku terkasih..,
Saat baru saja kau lahir
Dari rahim ibumu..
Suara adzan..
pertama kali kuperdengarkan
di telinga mungilmu
Agar kalimat Ilahi
menjadi kalimat pertama
yang kaudengar dalam hidupmu..
Hingga selalu kauingat
Kau jadikan pedoman
dalam setiap langkahmu

Putriku tersayang..,
Saat kau mulai
Asyik bermain dan sibuk belajar..
Saat itulah kau mulai mengenali
aneka sifat, karakter, kepribadian
Dari teman sepermainan,
teman sekolah..
Hingga guru dan dosen
Yang membuatmu makin paham
siapakah sahabat sejatimu
Dan makin mendewasa
tuk tentukan sikap terbaikmu

Putriku tercinta..,
Saat kau mulai berkiprah
di masyarakat..
Tantangan makin menghadang
Godaan kian menyilaukan
Dari itulah..
Ayah selalu berharap
Agar kalimat Ilahi Rabbi
Yang pernah ayah tanamkan
Sejak kau lahir
telah terpatri dalam hatimu
Dan selalu awali setiap niatmu

Agar tak salah jalan
Tak salah tujuan
Tak tersesat masa depanmu
Hingga Allah Swt pun ridhaimu
curahkan kebahagiaan
dan kesuksesan
tuk dunia dan akhiratmu
Aamiin ya rabbal’aalamiin..

The Golden Twin

Standar

“Laura.. ! Dari tadi di belakang tuh lagi ngapain aja sih?!” suara teguran Emak (neneknya) mengagetkannya.

“Sebentar Mak..,“ jawab Laura sambil menggeser sebuah ember yang berukuran hampir sebesar tubuhnya dengan tergopoh-gopoh.. Tangan mungilnya tampak kewalahan menahan beratnya ember saat membuang air kotor bercampur sabun itu ke lubang pembuangan air.

Lalu diisinya sekali lagi ember itu dengan air dari keran untuk membilas keset yang baru saja dicucinya itu. Belum sempat ia menjemur keset itu, tiba-tiba Emak datang menghampirinya dengan wajah yang kesal.

“Aduh Laura, ngapain sih kesetnya dicuci segala?!”

“Emm.., biar bersih Mak.. Kan nanti  Emak jadi nggak usah nyuci lagi. Biar Emak nggak cape,” jawab Laura terbata-bata karena takut dimarahi.

Tapi kemarahan Emak akhirnya tak jadi meledak karena melihat kesungguhan Laura dalam membantunya..Sebetulnya sudah yang kesekian kalinya ini Laura diam-diam membantu pekerjaannya. Sudah beberapa kali juga Emak memarahi dan melarangnya. 

Sebab menurutnya Laura masih terlalu kecil untuk melakukan pekerjaan semacam  itu. Usia Laura masih belum genap 8 tahun. Postur badannya juga imut, Sehingga Emak tidak tega bila Laura melakukan pekerjaan rumah tangga meskipun untuk membantunya.
Suatu hari, seperti biasanya Emak berjualan di Kiosnya yang terletak di bagian depan rumahnya. Karena merasa haus, ia masuk ke dalam rumah untuk mengambil gelas minumnya. Tapi ada  sesuatu yang mengejutkannya di dapur.. Ia melihat piring-piring dan gelas-gelas  yang semula masih tergeletak kotor di wastafel, tiba-tiba sudah tampak bersih dan tersusun rapi dalam rak. Siapa lagi yang sudah melakukan ini semua kalau bukan Laura.

Karena penasaran, Emak diam-diam mengamati Laura ketika sedang mencuci piring. Emak ingin tahu bagaimana cara Laura melakukan itu semua mengingat tubuhnya yang masih terlalu kecil. Menurutnya Laura pasti merasa kesulitan ketika mencuci dan membilas piring maupun gelas yang kotor itu. Ternyata Laura cerdik. Ia mengambil kursi untuk naik ke atas meja dapur yang berada di dekat wastafel. Setelah itu ia duduk di situ sambil mencuci piring dan gelas kotor tadi. Emak sampai menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum haru melihat kecerdikan dan kerajinan cucunya itu.

Setiap kali kalau ditanya, apa cita-citanya nanti? Laura selalu menjawab ingin menjadi dokter yang pintar memasak supaya bisa membantu Emak. Wow, itu cita-cita yang mulia.. (y) Maka Laura paling suka mengamati dan membantu Emak ketika sedang memasak di dapur. Rupanya Laura sangat memahami akan kerepotan Emak setiap hari dalam mengurusi dirinya dan Kevin (saudara kembarnya) serta berbagai keperluan lain. Sementara di rumah sering tidak ada pembantu. Sehingga rasa empatinya timbul dan mendorongnya untuk membantu Emak. Apalagi Emak kini  sudah memasuki usia 70 tahunan. Tentu fisiknya sudah lemah dan mudah capai.

Sedangkan Kevin, saudara kembarnya yang jago matematika itu meskipun masih kolokan, tapi mempunyai rasa tanggung jawab yang besar dan suka membantu Emak dengan menjadi kasir di Kiosnya. Sementara Laura  biasanya yang membantu melayani pembeli. Dari membuat minuman yang diblender sampai menjual berbagai barang di Kios Emak… Setiap pagi Kevin juga membantu membukakan pintu gerbang rumah Emak sebelum berangkat ke sekolah, sehingga Emak tidak usah repot-repot lagi. Kevin mempunyai cita-cita ingin menjadi insinyur. Satu hal lain yang patut diacungi jempol dari karakter Kevin ialah tidak mau meninggalkan shalat Jum’at. Pernah suatu kali Kevin menangis karena hampir ketinggalan shalat Jum’atnya.

Kevin dan Laura juga selalu berebut ingin membantu dan menyenangkan Emak. Dari membantu menarikkan retsleting di bagian belakang baju Emak sampai menyiapkan sandal atau sepatu yang akan dipakai Emak ketika akan keluar rumah. Meskipun Emak sering marah dan cukup keras dalam melatih kedisiplinan, namun mereka tetap sayang dan menghormati Emak. Kemanapun Emak pergi, mereka selalu ingin mendampingi dan menjaganya. Terutama ketika ayahnya sedang tidak berada di rumah karena harus bekerja di luar kota. Bila Emak sedang bepergian ke luar rumah, mereka selalu menggandeng tangannya..

Seakan mereka ingin membalas budi karena Emak sudah merawat mereka sejak masih bayi. Semua ini bermula sejak kedua orangtuanya berpisah hingga mereka terpaksa  dititipkan pada bibi dan pamannya di kota Cirebon. Lalu beberapa bulan kemudian mereka diboyong ke rumah Emak dan Engkong di Magelang sampai sekarang

Saat Engkong masih hidup, Laura menjadi teman mengobrolnya yang paling setia. Bila ada pelajaran sekolah yang kurang dipahaminya, Laura selalu bertanya pada Engkong, lalu dijelaskannya dengan senang hati. Tapi sejak Engkong berpulang ke hadirat-Nya pada bulan Ramadhan tahun lalu, Laura kini harus berusaha untuk lebih mandiri dan berinisiatif dalam belajar. Saat Emak menangis karena sedang sedih teringat Engkong, mereka berdua selalu menghibur Emak.

Laura dan Kevin adalah sebuah contoh sepasang anak kembar yang berhati emas. Sekalipun mereka kekurangan kasih sayang dan perhatian khususnya dari ibunya, namun mereka tetap mampu menebar kasih sayang dan mempunyai rasa empati kepada Emak yang telah mengasuh mereka.. Mereka terus bertumbuh dalam kemandirian mereka hingga kini sebentar lagi naik kelas 6 di SD Mutual Muhammadiyah Magelang.

Semoga Allah Swt. selalu menjaga, melindungi dan mengabulkan semua harapan/cita-cita mereka. Aamiin ya rabbal’aalamiin..

IMG-20120701-00011

UN? Nikmati dan Jalani… ;)

Standar

Mulai hari Senin 10 April sampai Kamis 13 April 2017 semua siswa kelas 12 SMA/MA di seluruh Indonesia termasuk anakku secara serentak akan mengikuti UN (Ujian Nasional). Baik yang berbasis komputer (UNBK)  maupun yang masih menggunakan kertas LJK dan pensil 2B (UNKP)

Pada akhir tahun yang lalu memang sempat ada wacana moratorium UN oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan diganti menjadi USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional). Namun ternyata masih belum disetujui oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Sehingga tahun ini UN masih tetap berlangsung dengan sedikit penyesuaian, yaitu boleh memilih salah satu pelajaran dari 3 pelajaran di jurusan IPA/IPS. Dan ternyata USBN juga tetap dilaksanakan dengan pelajaran yang diujikannya sebagai berikut: Agama, PPKN, Sejarah dan 3 pelajaran sesuai jurusan (IPA/IPS).

Alhasil beban ujian siswa SMA/MA tahun ini makin berat karena harus menempuh 4 macam ujian di akhir sekolahnya, yaitu Ujian Praktek, US, USBN dan UN..  Yang kuat ya nak… :’)

Sejak diberlakukannya UN pada sekitar tahun 2003-2005 (UAN) hingga kini memang masih santer terdengar suara pro dan kontra untuk pelaksanaannya. Meskipun pada tahun 2015 sudah tidak dijadikan sebagai satu-satunya penentu kelulusan siswa.

Yang pro UN beberapa alasannya karena:
1. Sebagai tolok ukur penilaian pendidikan standar nasional dan memudahkan pemetaan kualitas pendidikan di setiap daerah.
2. Para siswa menjadi lebih giat belajar
3. Sebagai parameter keberhasilan mengajar para guru

Yang kontra UN karena:

1. Penilaian atas potensi akademik siswa selama beberapa tahun belajar di sekolah tidak bisa dilihat hanya berdasarkan 4 – 6 mata pelajaran yang diujikan pada saat UN selama beberapa hari.  Karena pada dasarnya setiap anak mempunyai potensi dan proses/perkembangan belajar yang berbeda-beda.

2. Sistem penilaian untuk menentukan kelulusan siswa sebaiknya dilihat berdasarkan proses dan perkembangan belajar siswa setiap semesternya selama bersekolah (dari rapor), potensi/ prestasi akademik dan non akademik yang dimiliki siswa, serta sikap/budi pekerti siswa. Dalam hal ini memang sangat dibutuhkan keterlibatan yang sepenuhnya dari guru-guru dalam memantau perkembangan para siswanya.

Terlepas dari pro dan kontranya UN, tidak bisa dipungkiri bahwa pelaksanaan UN ini memang menimbulkan ketegangan pada mayoritas siswa. Melihat dari beberapa judul buku pembahasan UN saja sudah mengindikasikan suasana tegang tersebut, seperti “Detik-Detik UN….”, “Saat-Saat Menjelang UN…” dan yang semacamnya 😀

Adanya upaya pemerintah dalam menjaga soal-soal UN dari kebocoran hingga membutuhkan pengawalan polisi menambah kesan betapa pelaksanaan UN ini cukup menguras energi semua pihak.

Karena ketakutan dan ketakpercayadirian beberapa siswa, terlebih yang kurang berpegang pada prinsip kejujuran dalam mengerjakan soal-soal UN membuat beberapa oknum yang tak bertanggungjawab memanfaatkannya untuk menawarkan aneka bentuk kecurangan di dalamnya. Yang menyedihkan lagi ketika beberapa tahun yang lalu pernah ada berita tentang beberapa siswa yang stress menjelang UN dan setelah mengalami kegagalan pada UN hingga melakukan bunuh diri. Na’udzu billaahi min dzaalik…

Namun…kita harus tetap yakin dan optimis bahwa pemerintah Indonesia tengah dan masih terus berupaya serta berproses dalam mencari bentuk yang terbaik dari sistem pendidikan pada setiap jenjang dan finalisasinya.

Maka.. pesanku buat semua siswa, khususnya siswa SMA/MA yang akan mengikuti UN :

1. Maksimalkan dalam belajar dan prioritaskan kegiatan yang mendukung keberhasilan UN.

2. Jaga kesehatan dengan cara makan yang teratur dan istirahat yang optimal di sela waktu belajarmu.

3. Jangan lupa untuk berdoa, mohon kepada Allah Swt. agar diberi kemudahan, kelancaran dan kesuksesan dalam menyelesaikan semua soal UN.

4. Mohon dukungan dan doa dari kedua orangtuamu, serta minta maaf bila selama ini kamu sering berbuat salah terhadap mereka. Agar doa mereka untukmu tidak terhalang oleh kesalahanmu.

5. Nikmati dan jalani UN dengan hati dan pikiran yang tenang dan senang 🙂

6. Jangan pernah tergoda untuk melakukan tindakan yang curang seperti menyontek, mencari bocoran soal dan lain-lain. Memang prestasi itu penting. Tapi kejujuran lebih utama agar kesuksesanmu tidak semu dan masa depanmu diberkahi Allah Swt.

6. Tawakkal kepada Allah Swt.

Selamat menempuh UN ya anak-anak tercinta.. 🙂 Semoga kesuksesan selalu menyertaimu.. Aamiin..

Sumber gambar: https://pbs.twimg.com/media/C8iFx0jW0AAeAzI.jpg

Sumber referensi: 

1. http://ilamasiaremanita.blogspot.co.id/2015/04/sejarah-ujian-nasional-dari-masa-ke-masa.html?m=1

2. http://www.kompasiana.com/amp/danielht/ujian-nasional-hanya-indonesia-yang-bisa-begini-tragis_54f74ca8a333117d2d8b4584

Rahasia Terkabulnya Sebuah Doa

Standar

Sebuah doa berisi permohonan, keinginan dan penantian penuh harap agar dikabulkan oleh Sang Maha Kuasa. Namun di luar itu, hakekatnya sebuah doa tak sekedar sebuah kebutuhan.. Tapi juga sebuah ungkapan bahwa kita adalah hamba-Nya sehingga tak layaklah bila kita menyombongkan diri atau terkesan tak membutuhkan pertolongan-Nya.

Allah SWT berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
“Dan Tuhanmu berfirman, Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk ke Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”
(QS. Ghafir 40: Ayat 60)

* Via Al-Qur’an Indonesia http://quran-id.com

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam berdoa agar Allah Swt lebih memperhatikan dan mengabulkan doa kita:

1. Berdoalah dengan penuh kesungguhan di hati.

Karena shalat itu sesungguhnya adalah doa, maka ketika shalat dan berdoa harus dengan khusyu’.

2. Lakukan pendekatan yang baik terhadap Sang Maha Pemberi.

Ibaratnya seorang anak yang ingin minta dibelikan mainan oleh ayahnya. Kalau cara memintanya sambil main kejar-kejaran dengan temannya dan tidak serius, ayahnya tentu juga tidak menanggapinya dengan serius.

3. Jangan suuzhan kepada Allah Swt. bila belum dikabulkan doanya karena mungkin hanya ditunda.

Maka iringi doa kita dengan niat yang kuat. Karena makna niat itu sendiri adalah suatu keinginan terhadap sesuatu hal tapi dibarengi dengan perbuatan yang mendukung keinginan tersebut.

Contoh penerapan niat dalam wudhu ialah saat membasuh muka (rukun wudhu yang pertama)

Sedangkan penerapan niat dalam shalat ialah ketika mulai Takbiratul Ihram.

Ada 4 macam terkabulnya doa:

1. Allah mengabulkan langsung apa yang diminta. Biasanya ini untuk orang-orang yang selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt.

2. Allah menunda dalam mengabulkan doa karena Dia Maha Tahu kapan waktu yang paling tepat dikabulkannya doa tersebut.

3. Allah mengabulkan doa dengan cara menggantinya dengan yang terbaik menurut-Nya.

4.Allah mengabulkannya dengan memberikan syurga di akhirat nanti

Allah SWT berfirman:

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسٰىٓ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسٰىٓ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 216)

* Via Al-Qur’an Indonesia http://quran-id.com

Maksud dari ayat tersebut adalah bahwa Allah Swt. Maha Tahu apa yang terbaik untuk kita dan masa depan kita. Meskipun kadang apa yang harus kita lakukan atau apa yang kita terima tidak sesuai dengan selera, keinginan dan harapan kita.

Ada sebuah kisah, 5 orang nenek yang suami mereka sudah meninggal dan hanya mengandalkan kehidupan mereka dari uang pensiunan. Mereka tinggal di rumah sederhana yang letaknya saling berdekatan. Mereka sangat rajin mengikuti pengajian-pengajian. Walau jauh jarak yang harus ditempuh dan harus naik angkot berulangkali.

Suatu hari mereka mempunyai keinginan untuk mempunyai mobil sendiri. Karena dengan makin bertambahnya usia dan keterbatasan fisik, mereka tidak ingin repot dan panas-panas menunggu angkot di jalan lagi. Sejak itu mereka rajin menabung dan berdoa dengan khusyu setiap hari.

Tapi hati mereka sempat kecewa, karena setelah berbulan-bulan berdoa tapi Allah Swt. belum juga mengabulkan keinginan mereka. Malahan tetangga mereka yang kaya raya dan sudah punya 2 mobillah yang kini mempunyai sebuah mobil baru lagi.

Di saat mereka hampir berputus asa terhadap doa mereka, di luar dugaan tetangga yang baru saja punya mobil baru tadi menawarkan dan mempersilakan 5 orang nenek tadi menggunakan mobil barunya dengan menyediakan supir dan uang bensinnya lagi.. 🙂

Wah… Tentu saja 5 orang nenek tadi merasa gembira dan sangat bersyukur karena sekarang mereka bisa berangkat pengajian dengan nyaman di dalam mobil baru yang ber-AC. Mereka juga tidak perlu pusing memikirkan supir, ongkos untuk supir dan biaya bensinnya.

Kalau Allah Swt. mengabulkan doa mereka dengan memberikan mobil kepada mereka, justru nanti akan menimbulkan masalah baru pada mereka. Karena mereka tidak memiliki garasi mobil, tidak memiliki cukup uang untuk menggaji supir, service mobil, bensin dan lain-lain.

Dari kisah tersebut, kita bisa mengambil pelajaran bahwa suatu doa bisa jadi dikabulkan oleh Allah Swt. tapi dalam bentuk lain yang lebih baik untuk kita. Itulah rahasia Allah Swt. terhadap masa depan kita. Dan memang benar-benar Allah Maha Tahu yang terbaik untuk kita.. 🙂

Sebagai hamba-Nya, kita hanya dituntut untuk menjalani kehidupan ini pada jalan yang lurus, baik dan benar sesuai tuntunan Allah Swt dan Nabi Muhammad Saw.

Karena kehidupan akhirat kita tergantung dari bagaimana akhir hayat kita.

Dan akhir hayat kita tergantung pada bagaimana amalan kita semasa hidup.

Jadi berhati-hatilah dalam setiap langkah kita di dunia ini. Termasuk dengan harta yang kita miliki.

Karena nanti setelah kita meninggalkan dunia akan ditanya oleh malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur:

1. Darimana asal harta yang kita miliki ini?

2. Semasa hidup harta kita digunakan untuk apa saja?

Bila Allah Swt memberikan harta dan kekayaan, lalu dimanfaatkan untuk kebaikan dan sebagian
digunakan untuk zakat, shadaqah dan infak, maka harta itu bisa disebut sebagai nikmat dari Allah Swt.

Tapi kalau sumbernya atau penggunaannya untuk hal yang tidak baik dan kemaksiatan, meskipun hartanya berlimpah, maka disebut sebagai istidraj. Contoh: harta yang diperoleh dari korupsi. Harta ini tidak boleh digunakan untuk zakat atau haji.

Wallahu a’lam bishshawab..

Sumber gambar: https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/564x/8e/13/c0/8e13c01a8b94cb27a306872bf4287e44.jpg

Hidup itu Pilihan

Standar

Yang ini biasa saja dan kuat
Yang itu menarik dan menggoda

Di sini sederhana dan bersahaja
Di sana mewah dan berkelas

Lewat sini lama dan harus bersabar
Lewat sana cepat tapi penuh resiko

Ambil ini sedikit tapi tenang
Ambil itu banyak tapi gelisah

Hidup penuh pilihan
Hingga buat bingung
Gundah gulana
Tuk tentukan
Mana yang terbaik

Tiap pilihan ada resiko
Bila salah pilih
Kerumitan yang dirasa
Beruntunglah bila tepat
Aman lancar di perjalanan

Tapi kadang.. ada kejutan
Ada jebakan..
Disangka salah pilih
Ternyata bahagia di ujung jalan

Yang bersorak gembira
Yakin pada pilihan
Malah jatuh terpuruk
Di akhir perjalanan

Memang tak mudah
Tuk tentukan pilihan
Karena masa depan
Tiada seorangpun yang tahu

Maka libatkan
Dia Sang Pencipta
Yang Maha Tahu
Mana yang terbaik

Shalat istikharah menjadi solusi
Selipkan pinta dalam doamu
Langkahkan kaki saat kau yakin
Semoga menjadi pilihan terbaik

Untuk kebahagiaan
Dunia dan akhiratmu
Aamiin

3 Bulan Mulia

Standar

Semua bulan dalam Islam adalah bulan yang baik. Tapi ada 3 bulan yang dimuliakan oleh Allah Swt. Apa saja? Yuk, kita simak satu persatu:

1. BULAN RAJAB (bulan ke 7 dari kalender Hijriyah)

Allah SWT berfirman:

سُبْحٰنَ الَّذِىٓ أَسْرٰى بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَا الَّذِى بٰرَكْنَا حَوْلَهُ ۥ لِنُرِيَهُ ۥ مِنْ ءَايٰتِنَآ ۚ إِنَّهُ ۥ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
“Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”
(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 1)

* Via Al-Qur’an Indonesia http://quran-id.com

Pada bulan ini terjadi peristiwa Isra’ Mi’raj. Yaitu perjalanan Nabi Muhammad Saw. di waktu malam dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha (disebut Isra’) dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha (disebut Mi’raj).

Peristiwa Isra’ Mi’raj ini adalah merupakan salah satu kemukjizatan selain Al Qur’an. Karena memang rasanya sangat tidak masuk akal bila membayangkan bagaimana Nabi Muhammad Saw. harus menempuh perjalanan yang jauhnya tiada terkira itu hanya dalam waktu kurang dari semalam.

Karena jarak dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha itu kira-kira 1500 km. Dan perjalanan ke Sidratul Muntaha itu adalah perjalanan menembus langit hingga lapisan yang ke 7. Bahkan Nabi Muhammad Saw. memasuki suatu wilayah yang malaikatpun tak pernah memasukinya. Di sana beliau langsung bertemu dengan Allah Swt. dan menerima perintah shalat.

Hal ini menunjukkan betapa mulianya bila seorang muslim mau menjaga shalatnya. Karena perintah shalat ini satu-satunya yang Nabi Muhammad Saw. terima langsung dari Allah Swt. Sedangkan perintah yang lain melalui malaikat Jibril.

2. BULAN SYA’BAN (bulan ke 8 dari kalender Hijriyah)

Pada bulan ini turun ayat tentang perintah menghadap ke kiblat dan ayat tentang shalawat Nabi Muhammad Saw. :

* Ayat tentang perintah menghadap kiblat:

Allah SWT berfirman:

قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَآءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۥ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغٰفِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ
“Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 144)

* Via Al-Qur’an Indonesia http://quran-id.com

Yang dimaksud dengan kiblat yang disebutkan pada ayat di atas, ada 5 pendapat ulama:

1. Ka’bah
2. Bangunan Masjidil Haram.
Jadi kalau posisi kita sedang berada di luar Masjidil Haram, arah kiblatnya agak meleset dari Ka’bah tidak menjadi masalah. Asalkan masih terkena bagian dari Masjidil Haram.
3. Kota Mekkah
4. Tanah Haram
Haram adalah kata musytarak (satu kata punya beberapa arti)
Haram bisa berarti mulia/suci. Tapi haram juga berarti dilarang.

Jadi Masjidil Haram disini bisa diartikan sebagai sebuah masjid yang mulia dan suci dimana selain muslim dilarang memasukinya.

Dajjal tidak akan masuk di 2 kota pada Tanah Haram, yaitu kota Makkah dan Madinah.

Ketika menunaikan ibadah haji,  para jamaah hajipun tidak usah bingung, barangkali belum hafal dengan doa-doa berbahasa Arab. Karena diperkenankan untuk berdoa sesuai dengan bahasanya masing-masing 🙂

Bahasa Arab hanya digunakan ketika kita melaksanakan shalat, dan itupun yang wajib (sebagai Rukun Qauly) hanya ketika:

– Takbiratul Ihram
– Membaca Al Fatihah
– Membaca Tahiyat Akhir
– Shalawat di Tahiyat
– Membaca Salam

* Ayat tentang shalawat Nabi Muhammad Saw. :

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلٰٓئِكَتَهُ ۥ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِىِّ ۚ يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 56)

* Via Al-Qur’an Indonesia http://quran-id.com

Dan hingga kini, Allah Swt. dan para malaikat masih terus bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw. Maka kita sebagai umatnya, wajib untuk bershalawat juga kepada beliau.

Di antara keistimewaan Nabi Muhammad Saw. selain peristiwa Isra’ Mi’raj tadi.. :

Bidan yang membantu saat kelahiran Nabi Muhammad Saw. adalah bidan lintas waktu.

Yaitu Siti Asiyah (istri Fir’aun yg masih suci) dan Siti Maryam (ibunda Nabi Isa as.)

3. BULAN RAMADHAN (bulan ke 9 dari kalender Hijriyah)

Bulan dimana Al Qur’an sebagai kitab suci umat Islam diturunkan, yaitu pada tanggal 17 Ramadhan.

Allah SWT berfirman:

إِنَّآ أَنْزَلْنٰهُ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar.”
(QS. Al-Qadr 97: Ayat 1)

وَمَآ أَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
“Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?”
(QS. Al-Qadr 97: Ayat 2)

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”
(QS. Al-Qadr 97: Ayat 3)

تَنَزَّلُ الْمَلٰٓئِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِّنْ كُلِّ أَمْرٍ
“Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.”
(QS. Al-Qadr 97: Ayat 4)

سَلٰمٌ هِىَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
“Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.”
(QS. Al-Qadr 97: Ayat 5)

* Via Al-Qur’an Indonesia http://quran-id.com

Maka dikatakan ada 5 malam Lailatul Mubarakah (malam yang paling diberkahi oleh Allah Swt.) dalam setahun, yaitu:

1. Nisfu Sya’ban (tanggal 15 Sya’ban). Bisa dihidupkan dengan melakukan puasa sunnah selama bulan Sya’ban sebagaimana hadits Nabi Muhammad Saw. sebagai berikut:

Dari Usamah bin Zaid, beliau berkata, “Katakanlah wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa selama sebulan dari bulan-bulannya selain di bulan Sya’ban”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Bulan Sya’ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR. An Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, “Dalam hadits di atas terdapat dalil mengenai dianjurkannya melakukan amalan ketaatan di saat manusia lalai. Inilah amalan yang dicintai di sisi Allah.” (Lathoif Al Ma’arif, 235)

Sumber : https://rumaysho.com/384-banyak-berpuasa-di-bulan-syaban.html

Sumber gambar: https://myfitriblog.files.wordpress.com/2014/06/puasasyahban.jpg?w=450&h=450

2. Malam hari Raya Idul Adha.
3. Malam hari Raya Idul Fitri
4. Lailatul Qadar (malam diturunkannya Al Qur’an). Hidupkan dengan shalat malam dan membaca doa.

Di antara doa yang terbaik untuk dibaca pada Lailatul Qadar seperti yang Rasulullah Saw. pernah ajarkan kepada Aisyah radhiallahu’anha sebagaimana diriwayatkan oleh Tirmizi dan dia nyatakan shahih dari Aisyah radhiallahu’anha, dia berkata:

يا رسول الله ، أرأيت إن علمت أي ليلة القدر ما أقول فيها ؟ قال : قولي : اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

“Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat anda kalau saya mendapatkan Lailatul Qadar, apa yang saya ucapkan ketika itu? beliau menjawab: “Katakanlah, Allahumma innaka ‘afuwwun, tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Memafkan dan senang memaafkan, maka maafkanlah diriku).”

Sumber: https://islamqa.info/id/48965

Sumber gambar: https://c8.staticflickr.com/3/2909/14684438615_026d4f377d.jpg

5. Malam 27 Rajab (malam Isra’ Mi’raj)

Semoga kita bisa mengisi hidup kita dengan dengan amal shaleh yang telah diperintahkan Allah Swt. dan sunnah yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw.

Sumber gambar: http://3.bp.blogspot.com/-CBgBSZUnMG4/UZpO_vNvrFI/AAAAAAAAAcs/mNLq3NUvCo4/s1600/rejab+copy.jpg

Melalui 3 bulan mulia tadi, banyak hal yang bisa kita lakukan demi meraih ridha Allah Swt. Yaitu dengan menjadikan bulan Rajab sebagai bulan untuk menanam amal shaleh, bulan Sya’ban sebagai bulan untuk memupuk amalan kita tadi dan bulan Ramadhan sebagai bulan panen berkah dan keridhaan Allah Swt.  

Aamiin ya rabbal’aalamiin..