Monthly Archives: Januari 2018

Belajar Menulis di Sekolah Perempuan

Standar

Menulis bagi saya, awalnya hanyalah sebagai salah satu cara untuk mengungkapkan perasaan dan impian-impian yang terpendam.

Menulis juga menjadi sarana untuk menceritakan imajinasi dan pengalaman hidup saya.

Sisa kertas pembungkus kado dan buku harian adalah media pertama saya untuk menuliskan semua itu.

Tapi ketika menulis menjadi suatu kegiatan yang harus dilakukan dengan lebih serius, baik dalam mengolah kata hingga membentuk untaian kalimat yang lebih menarik, saya harus berlatih dan mencari kelas-kelas menulis.

Sehingga saya bergabung dalam kelas-kelas menulis online di WA, Telegram, Webinar dan FB. Alhamdulillah saya bisa menimba ilmu kepenulisan dari para mentor keren yang notabene sebagiannya adalah para penulis best seller.

Di antara kelas menulis yang saya ikuti adalah Sekolah Perempuan. Saya masuk di Angkatan 18. Sesuai dengan namanya, sekolah menulis ini memang khusus untuk kaum perempuan. Baik untuk yang masih gadis maupun yang sudah emak-emak.

Tapi jangan meremehkan mereka ya… Lihat saja dari para mentornya yang keren-keren… Ada teh Indari Mastuti (founder Sekolah Perempuan dan direktur Indscript.creative). Ada bu Anna Farida (kepala Sekolah Perempuan) yang punya kelas Menyulap Skripsi Jadi Buku Populer, kelas Membuat Alur Cerpen Anak, kelas Mengubah Status Curhat Jadi Inspiratif dan kelas Memulai Karir sebagai Ghostwriter. 😍

Ada bu Ida Fauziah (penulis buku Puzzle Jodoh dan Puzzle Cinta serta pembimbing di Kelas UC News). Juga ada bu Artha Julie Nava yang punya kelas Menulis Novel bagi Pemula, kelas Benah-benah Medsos for Moms dan kelas Branding for Writers. 😍

Dan para pesertanya…, meskipun sudah emak-emak sekalipun, masya Allah… mereka punya energi menulis yang luar biasa serta ide cemerlang yang mengalir terus kayak nggak ada habisnya. Beneran lho ini… Sampai saya minder sekaligus kagum menyaksikan kecerdasan dan keaktifan mereka. 😅

Tapi efek positifnya, rasa percaya diri saya untuk menulis dan mengirimkan tulisan ke penerbit mulai tumbuh. Meski beberapa kali pernah kecewa karena ditolak penerbit mayor, saya tidak putus asa. Karena toh masih banyak pintu untuk mencapai harapan dan cita-cita.

Hingga akhirnya kumpulan naskah dan picture book saya (bersama putri saya, Salma Fedora) berhasil dterbitkan sebagai buku solo di penerbit indie pada akhir tahun lalu. Dan beberapa naskah saya saat ini sedang dalam proses diterbitkan secara antologi di penerbit mayor pada awal tahun ini. Alhamdulillah… 🙏 Terima kasih untuk semua mentor Sekolah Perempuan atas bimbingannya. 😘

Selain itu, meski baru mampu menulis satu artikel seminggu sekali dan pernah dua kali diofflinekan, alhamdulillah kini peringkat saya di UC News step by step mulai naik ke peringkat perak dan sedang berproses ke peringkat emas. Terima kasih bu Ida Fauziah… 😊

Nah, buat teman-teman (khusus perempuan) yang ingin mengisi aktivitas sehari-hari dengan lebih bermakna, saya sarankan untuk bergabung di Sekolah Perempuan Angkatan 23 yang akan dimulai pada tanggal 1 Februari 2018 ini.

Daripada bikin status galau di medsos, atau ngerumpi nggak karuan yang ujung-ujungnya ngomongin orang, atau shopping nggak jelas yang akhirnya malah bikin dompet jebol, mendingan waktunya dipakai buat belajar nulis saja deh… 😉

Sembari antar jemput anak sekolah, masak atau beberes rumah pun, ide cerita bisa datang bermunculan.

So…, jangan ragu tuk bergabung di Sekolah Perempuan ya teman-teman… Buat yang sudah bergabung, saya ucapkan selamat datang dan selamat menikmati pengalaman baru yang menyenangkan. Nanti teman-teman bisa membuktikan sendiri bahwa Sekolah Perempuan itu sekolahnya para perempuan keren dan gudangnya para perempuan hebat. 👍

Semoga kita bisa mencapai kesuksesan bersama-sama. Aamiin… 🙏

#ALUMNI_SEKOLAHPEREMPUAN #sekolahperempuan