Monthly Archives: Februari 2018

Momen Bahagia dalam Hidup

Standar

Ada tiga peristiwa dalam hidupku yang pernah membuatku merasa kesepian, putus asa dan malu. Yaitu tatkala jodoh tak kunjung datang, buah hati tak kunjung hadir dan diriku yang tak kunjung mampu berperan dalam membahagiakan keluarga serta masyarakat.

πŸ˜”πŸ˜₯πŸ˜”πŸ˜₯πŸ˜”

Lamanya masa penantian, bertubinya pertanyaan yang menyesakkan hati, harapan ingin mencintai dan dicintai serta dorongan tuk segera mampu berkiprah dalam keluarga dan masyarakat terasa begitu menyiksa batin dan pikiranku.

Maka tatkala Allah Swt. mengirimiku seorang lelaki shalih yang kini telah menjadi suami dan jodoh terbaik untukku…😍

Begitu pun ketika Allah Swt. mengaruniakanku seorang putri shalihah nan cerdas sebagai buah cintaku bersama suami…😍

Dan saat Allah Swt. memberkahiku dengan ilmu dan kesempatan, hingga dengan izin-Nya mampu kutebarkan manfaatnya kepada keluarga dan masyarakat sesuai potensiku… 😍

Itulah MOMEN paling BAHAGIA dalam Hidupku… 🌺

Bersama mereka semua kesulitan dan masalah yang datang menghadang mampu kuhadapi dengan gigih dan tegar…

Bersama mereka hari-hari terasa indah dan penuh warna…

Dan hanya dengan sedikit ilmu serta peran yang sanggup kuberikan untuk keluarga dan masyarakat sesuai kemampuanku saja sudah dapat menciptakan kebahagiaan tersendiri dalam batinku.

πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—

Sehingga akhirnya aku makin memahami bahwa di antara bunga-bunga kebahagiaan yang telah ditebarkan Allah Swt. di muka bumi ini, MOMEN TERBAHAGIA dalam hidup seseorang adalah…

πŸ’• ketika telah memiliki seseorang yang ia cintai dan mencintainya.

πŸ’• saat ia mampu membahagiakan keluarga dan masyarakatnya dengan ilmu, peran dan potensi yang dimilikinya.

🌷🌷🌷🌷🌷

Semoga Allah Swt. selalu melimpahkan kebahagiaan kepada kita semua, di dunia hingga nanti di akhirat. Aamiin…

πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

#ALUMNI_SEKOLAHPEREMPUAN #sekolahperempuan

50 Rumus Jitu Solusi Hidup Bahagia (Review Buku “Jalani Nikmati Syukuri” – Dwi Suwiknyo)

Standar

Buku yang berjudul “Jalani Nikmati Syukuri” ini hadir ketika cuaca sedang mendung dan langit dengan awan berwarna kelabu tengah menghamburkan jutaan butir air hujan di atas kota Cirebon. Cuaca yang mewakili suasana hatiku saat itu.

β˜”β˜”β˜”β˜”β˜”β˜”β˜”β˜”β˜”β˜”β˜”β˜”β˜”

Sejak penulisnya (Dwi Suwiknyo) open PO buku ini di Facebook, buku berwarna merah terang ini memang sudah menggodaku. Dari segi kualitasnya, isi buku ini sudah terjamin. Karena ditulis oleh seorang penulis buku best seller “Ubah Lelah Jadi Lillah” yang sudah berpengalaman di dunia literasi.

Selain itu baru membaca judul bukunya saja, sudah timbul efek yang menenangkan hati. Apalagi isi bukunya… Karenanya aku langsung memesan buku tersebut hingga kini sudah berada di tanganku.

Perlahan mulai kubuka halaman awal si Merah ini. Aku tersentak ketika membaca kalimat yang tertera di bagian Prolog.

– Apa artinya kesibukan kalau tidak bisa kita nikmati?
– β€ŽApa artinya pekerjaan bergengsi tapi bikin kita mudah stress?
– β€ŽApa artinya kesuksesan kalau akhirnya membuat kita terkapar di rumah sakit?
– β€ŽSepertinya ada yang tidak beres dan harus kita obrolkan di buku ini.

Sebagian dari pertanyaan itu kurasa tengah ditujukan untukku yang suka sibuk sendiri, tapi kadang malah berujung dengan kegalauan. Kegiatanku sehari-hari selain sebagai ibu rumah tangga juga mengelola Rumah Belajar Cirebon. Menulis adalah kegiatan lain yang kini tengah kutekuni. Awalnya semua kegiatan itu sangat kunikmati. Tapi lama kelamaan ketika obsesiku mulai bercampur dengan ambisi, kegiatan ini malah terasa menjadi beban bagiku. Aku selalu berambisi dapat mencapai semua obsesi dan harapan.

Ternyata untuk mencapai semua obsesi dan harapan memang tak mudah. Karena manusia mempunyai keterbatasan. Saat salah satu harapan dapat sukses tercapai, harapan yang lainnya masih jalan di tempat atau malah gagal. Begitulah… Selalu ada yang harus diprioritaskan, dan di sisi lain ada yang harus ditunda dulu pencapaiannya atau bahkan dikorbankan.

Aku melanjutkan membaca buku ini karena makin penasaran. Apa lagi sih yang salah dengan diriku ini? Kok belakangan hatiku sering merasa tidak tenang? Baru beberapa lembar halaman si Merah ini kubaca, tiba-tiba aku merasa ingin berseru seperti Archimedes ketika menemukan rumus volume benda yang bentuknya tidak baku, “Eureka…! Eureka! ”

Tapi yang sekarang kutemukan tentu bukan rumus fisika, melainkan Rumus Jitu Solusi Hidup Bahagia. Semua masalah yang selama ini kutemui, sering mengganjal di hati dan membuatku galau ternyata solusinya kutemukan di buku ini!

Ada 50 rumus jitu dengan kata kunci #EnjoyYourDay, “Learn to enjoy every minute of your life” dan “Be Happy Now” tuk “Jalani Nikmati Syukuri” hidup ini yang terangkai di sini.

Apa saja sih? Penasaran kan? Yuk, cekidot:

1. Jangan Lupa Bahagia.
Terkadang saat mengalami cobaan hidup, kita hanya bisa mengeluh dan merasa pesimis. Padahal Allah Swt. sudah menawarkan solusinya. Maka jangan lupa bahagia, karena kebahagiaan itu pasti akan diselipkan oleh-Nya di setiap cobaan yang sedang kita hadapi.

2. Yang Penting Yakin.
Saat kita memiliki keyakinan kepada Allah Swt. dengan senantiasa bersyukur, berzikir, berdoa dan beristighfar kepada-Nya, maka selalu ada jalan keluar yang terbaik dari-Nya atas semua masalah yang sedang dihadapi. Karena itu janji Allah Swt. kepada siapapun yang meyakini-Nya.

3. Belajar Menerima.
Ketika harapan belum tercapai, wajar bila timbul rasa kecewa. Namun jangan terus menerus berkeluh kesah. Apalagi sampai protes, berprasangka buruk hingga durhaka terhadap Allah Swt. dan ketentuan-Nya. Karena selalu ada hikmah yang positif dari setiap kegagalan. Jadi kita harus berlapang dada menerima kehendak-Nya.

4. Belajar Melepaskan.
Boleh kok kalau kita optimis setelah melakukan doa dan ikhtiar. Tapi jangan terlalu memastikan bahwa setiap harapan tentu akan tercapai. Karena pada kenyataannya tak selalu demikian. Sehingga kita harus belajar melepaskan diri dari tadbir dengan cara bertawakkal dan pasrah pada kehendak Allah Swt. agar siap dengan kemungkinan yang terpahit. Tapi bisa jadi ‘pil pahit’ yang harus kita telan itu justru menjadi obat bagi masalah kehidupan kita.

5. Kembali Belajar Melepaskan.
Ada dua hal yang harus kita latih, yaitu belajar melepaskan dari sesuatu yang buruk demi sebuah kebaikan dan belajar melepaskan satu kebaikan demi kebaikan yang lebih besar.

6. Belajar Bahagia.
Ternyata untuk bisa merasakan bahagia, harus belajar juga. Karena terkadang kita terlalu muluk-muluk dalam mengartikan sebuah kebahagiaan. Padahal bahagia itu sederhana. Bahagia bisa kita rasakan saat:
– kita mampu melewati kesedihan dan masalah.
– β€Žkita mampu mengendalikan uang berapapun yang kita miliki.
– β€Žkita mampu menikmati apapun yang kita miliki.
– β€Žkita telah memiliki segala hal yang sesuai standar kebutuhan dan kenyamanan kita sendiri.
– β€Žkita bisa mengubah persepsi kita sehingga mempunyai keyakinan yang positif akan hidup.
– β€Žkita memiliki keyakinan bahwa Allah Maha Baik, Maha Menolong, Maha Adil dan Maha Kaya.
– β€Žkita sudah menjalani peran kita masing-masing, menikmati kewajiban kita dan mensyukuri amanah dari Allah Swt.

7. Kejutan dari Allah.
Ketika kita tak lelah dalam berdoa dan berikhtiar dengan menjalankan perintah Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya, seringkali pertolongan dan kejutan yang menyenangkan dari-Nya akan datang tiba-tiba dari jalan yang tak kita sangka.

8. Nilai Diri Kita.
Baik atau tidaknya karakter seseorang tak bisa dinilai dengan hanya melihat penampilan, baju, atau ucapannya yang manis dan agamis. Tapi nilailah dari perilaku, kejujuran, tanggung jawab serta integritasnya.

9. Insentif Cari Muka.
Jangan bekerja, belajar atau melakukan kebaikan hanya supaya dilihat, dipuji atau dihargai orang. Karena itu akan meletihkan. Ketika tak mendapat semua yang diharapkan tersebut, kecewa dan patah semangatlah yang tersisa. Lebih baik istiqamah melakukan yang terbaik meski tak ada yang melihat, memuji atau menghargai sekalipun. Meski ada yang iri/dengki juga.

10. Kontes Kesengsaraan.
Sebuah kesengsaraan, kesedihan dan kenyaman bila diambil dari sudut pandang yang positif justru mampu membuat seseorang makin dekat kepada Allah Swt. dan menambah keimanannya.

11. Upaya Memberi Nilai.
Sekecil apapun yang kita lakukan nilailah apakah hanya bermanfaat untuk diri sendiri? Tetapi upayakan agar dapat bermanfaat untuk orang lain dengan cara memberi pelayanan yang tak dapat diukur dengan uang, yaitu dengan ketulusan dan integritas.

12. Kaya Belum Tentu Enak.
Kaya yang tidak enak itu kalau pura-pura kaya, kaya tapi banyak utang dan kaya yang orientasinya hanya duniawi. Maka contohlah konsep berharta ala Rasulullah Saw. Yaitu harta itu adalah apa yang telah kita makan/gunakan untuk dimanfaatkan secara pribadi di dunia dan harta yang kita tabung untuk manfaat di akhirat dengan cara disedekahkan.

13. Hidup Modal Dendam.
Boleh dendam atau marah bila dijadikan energi positif untuk meraih prestasi dan kesuksesan. Tapi jangan gunakan kesuksesan/prestasi yang telah kita raih itu untuk mempermalukan orang yang dulu pernah menghina/ meremehkan kita (saat kondisinya di bawah kita). Karena dendam yang demikian itu adalah penyakit hati. Memaafkannya adalah lebih baik.

14. 7 Tanda Kebahagiaan.
Menurut Ibnu Abbas, seseorang dikatakan bahagia bila memiliki:
Qalbun syakirun (hati yang selalu bersyukur).
– β€ŽAl-azwaj ash-shalihah (pasangan hidup yang shalih/shalihah).
– β€ŽAl-aulad al-abrar (anak-anak yang baik).
– β€ŽAl-bi’ah ash-shalihah (lingkungan yang baik).
– β€ŽAl-mal al-halal (harta yang halal).
– β€ŽTafaqquh fi ad-din (semangat mempelajari agama).
– Umur yang berkah.

15. Kesengsaraan itu Hanya Ilusi.
Kesedihan bisa makin terasa menyengsarakan kalau kita terlalu meratapinya. Jadi sebetulnya kesedihan bisa dikelola dengan mengakuinya (tidak gengsi), lalu menerimanya dengan lapang dada dan selalu mengingat Allah Swt. Sehingga tidak berlarut-larut menjadi kesengsaraan.

16. Tiga Kata Ajaib
Apa yang kita kerjakan sangat dipengaruhi oleh apa yang kita pikirkan, dan apa yang kita pikirkan sangat dipengaruhi oleh kata-kata yang tertanam dalam pikiran. Sebagaimana berdzikir dengan kalimat thoyyibah, maka pikiran dan kata-kata yang positif yang diulang-ulang dapat menghasilkan efek yang positif terhadap apa yang nanti kita kerjakan/hadapi.

17. Jangan Gampang Protes.
Saat kita menemukan kondisi yang tidak beres jangan buru-buru protes. Tapi cari informasi dulu apa penyebabnya. Jangan sampai malah terjadi kesalahpahaman dan perselisihan. Renungkan nasihat dari Ego is The Enemy di bawah ini:

18. Tersakiti Saat Berbagi?
Ketidaknyamanan saat berbagi harus siap kita terima dengan ikhlas. Karena sesuatu yang seharusnya utuh kita miliki, demi membantu orang lain yang sedang membutuhkan, maka harus rela kita bagikan sebagiannya.

19. Selalu Ada Pilihan.
Janganlah berputus asa ketika sebuah harapan tidak tercapai. Karena hidup menawarkan banyak pilihan dan kesempatan. Tinggal kita pilih mana yang terbaik dan diridhai Allah Swt. Saat bingung menentukan pilihan, selain shalat istikharah kita bisa minta pencerahan dari orang yang memiliki ilmu agama yang dalam, pengetahuan yang luas dan kaya pengalaman hidupnya.

20. Diskusi Bukan Debat.
Boleh berdiskusi karena dengan cara ini kita dapat saling memberi saran dan menghasilkan solusi atas suatu permasalahan. Tapi jangan berdebat karena dalam debat orang hanya mempertahankan ego, menguras energi, hasilnya tidak produktif dan dapat menimbulkan permusuhan.

21. Kebencian itu Mematikan.
Api kebencian itu bermula dari kekecewaan terhadap seseorang hingga menimbulkan rasa tidak suka padanya. Bila tak segera dipadamkan akan membesar menjadi dendam yang membahayakan. Maka solusinya batasi rasa benci itu hanya pada perilakunya, bukan pada pelakunya. Memang sulit. Tapi kita bisa berusaha berdamai dengan diri sendiri dengan tidak membesar-besarkan masalah, lalu berdamai dengan orang yang kita benci itu dan berdoa seperti doanya Nabi Ayyub di Al Quran Surat Al-Anbiya (21:83).

22. Ketika Semua Serba Salah.
Sebagai manusia memang kita tidak luput dari kesalahan. Ada 3 macam salah:
– Salah jadi susah (karena suka berbohong).
– β€ŽSalah jadi musibah (karena sombong).
– β€ŽSalah jadi berkah (karena sadar diri dan rendah hati).

23. Seni Memaklumi.
Kadang kita berhadapan dengan orang-orang yang mungkin melakukan kesalahan atau hal yang kurang menyenangkan bagi kita. Tapi belajarlah memakluminya. Karena mungkin ia tidak sengaja atau belum paham atau belum tahu caranya.

24. Rumus 9 Barangkali.
Ini rumus bukan sembarang rumus. Karena rumus ini bisa mengubah prasangka negatif kita terhadap seseorang hingga menjadi berpikiran positif. Caranya dengan menuliskan 9 pikiran positif kita terhadap orang tersebut dimulai dengan kata barangkali… Yang terjadi sebelum kita selesai hingga barangkali…yang ke 9 kita sudah tak punya prasangka negatif terhadapnya.

25. Ketemu Jalan Buntu.
Dalam mengais rejeki atau berjuang meraih cita-cita, kadang kita menemui jalan buntu yang membuat kita harus berhenti di tengah jalan. Tapi anggap saja itu sebagai kesempatan kita untuk rehat sejenak, atur strategi baru, minta dukungan keluarga dan sahabat untuk memulai langkah baru yang lebih fresh.

26. Ketika Kita Difitnah.
Fitnah memang kejam. Tapi jangan panik. Bersabarlah, lalu introspeksi diri mengapa kita sampai difitnah. Dan segera perbaiki bila ada sikap/sifat kita yang dapat menimbulkan fitnah.

27. Kesuksesan yang Tertukar?
Orang hidup memang sawang sinawang. Rumput tetangga selalu tampak lebih hijau. Sehingga kadang timbul rasa iri dan dengki ketika melihat kesuksesan orang lain. Lalu tidak puas dengan keadaan dirinya. Padahal kondisinya mungkin tengah diinginkan oleh orang lain juga. Solusinya ya kita harus nrimo ing pandum. Bersyukur dan menerima apa yang sudah diberikan oleh Allah Swt. sesuai dengan rejekinya masing-masing.

28. Kesuksesan Kita Berbeda.
Setiap orang punya target pencapaian kesuksesan yang berbeda-beda. Maka tidak bijaksana bila saling membandingkannya dengan standar yang sama. Lebih baik kita saling menghargai pencapaian kita masing-masing.

29. Ketika Hidup Terasa Menjenuhkan.
Orang yang takut berubah dan melangkah, akan menjadikan satu musibah meluas menjadi dua musibah. Dimulai dari timbulnya kejenuhan dalam hidupnya lalu melebar menjadi beragam masalah.

30. Apa Kamu Mudah Stress?
Adanya tuntutan situasi akan memicu stress. Cara mengatasinya, dengan belajar mengelola stress tersebut diiringi zikrullah agar hati menjadi tenang.

31. Jangan Terlalu Serius.
Guyonan yang berkelas bisa melepaskan ketegangan pikiran. Kemampuan mencairkan suasana dapat menjaga suasana hati supaya pikiran tetap jernih.

32. Tampil Lebih Kreatif.
Dalam hal ibadah kita harus mengikuti aturan sebagaimana yang diperintahkan/ dilarang Allah Swt. dan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw. Tapi dalam hal muamalah kita bisa leluasa berkreasi demi kenyamanan dan manfaat yang lebih besar darinya.

33. Hiduplah Hari Ini.
– Tak perlu meratapi masa lalu dan jangan mengkhawatirkan masa depan. Hiduplah hari ini.
– β€ŽJadikan masa lalu sebagai pengalaman, masa kini untuk dinikmati dan masa depan sebagai motivasi.

34. Berdamai dengan Diri Sendiri.
Saat hal yang ideal belum tercapai, kita harus realistis dengan mengukur kemampuan kita, agar tak terjadi kekecewaan yang mendalam.

35. Berani Ambil Risiko
Bila kita dihadapkan pada dua pilihan, antara meraih keuntungan duniawi atau ukhrowi, maka harus berani mengambil risiko kehilangan waktu sebentar di dunia demi kebaikan di akhirat. Karena investasi akhirat lebih utama.

36. Kemudahan Belum Tentu Baik.
Karena berisiko:
– menjerumuskan dalam kemaksiatan.
– β€Žmelalaikan.
– β€Žkurang survive dalam menjalani kehidupan
Maka saat ada kemudahan, jangan terlena. Dan saat menghadapi kesulitan, jadikan sebagai tantangan untuk pencapaian yang lebih baik.

37. Awas Budaya Instan
Terlalu cepat mencapai kesuksesan dan target yang diharapkan bila tanpa pondasi yang kuat biasanya akan cepat pula rapuhnya. Jadi lebih baik jalani saja prosesnya dengan sabar.

38. Bukan Untuk Dipamerkan.
Luruskan niat kita saat membagikan info atau cerita di medsos. Niatkan hanya untuk berbagi inspirasi, bukan untuk pamer.

39. Ternyata Aku Salah.
Dalam menjalani kehidupan ini, bisa jadi apa yang selama ini sudah kita anggap baik dan benar, pada kenyataannya demikian juga. Karena benar menurut pandangan kita hanya dinilai berdasarkan sudut pandang duniawi/hawa nafsu kita saja. Sedangkan kebenaran hakiki adalah yang disandarkan pada ajaran-Nya.

40. Tidak Perlu Minder.
Setiap orang punya standar kehidupan sesuai kemampuannya masing-masing. Jadi tak perlu minder ketika berhadapan dengan orang lain yang standar hidupnya tinggi. Lebih baik dan nyaman menjadi diri sendiri. Jangan memaksakan diri.

41. Ketika Salah Jadi Sumber Tawa.
Jangan terlalu bersedih saat kita melakukan kesalahan. Akui saja, istighfar, tanggung jawab, lalu tenangkan hati. Bila hati sudah terasa lega, tertawakanlah kesalahan dan kebodohan kita. Demikian ini merupakan salah satu cara untuk mendewasakan diri.

42. Jangan Gampang Baper.
Masalah bisa datang silih berganti. Tegarlah dalam menghadapinya. Kalau bisa menaklukkannya, kita bakalan ‘naik kelas’ dan mampu mencapai target yang diharapkan.

43. Manjakan Diri Sendiri.
Rutinitas sehari-hari ada kalanya menimbulkan keletihan dan kejenuhan. Agar tidak bertumpuk dan menjadi beban, selingilah dengan hal-hal yang menenangkan dan menyenangkan hati. Bisa berupa ibadah, melakukan kegiatan yang bervariasi dan sesuai passion, gathering bersama keluarga, atau merawat diri. Tapi yang paling utama, selalu bersyukur dan berpikir positif.

44. Haters itu Anugerah.
Haters itu penggemar yang mengungkap bahasa cinta dan kekaguman dengan cara berbeda. Maka sikapi dengan hati yang tenang dan jangan terpancing emosi.

45. Siapa Sebenarnya Teman Kita?
Teman sejati yang disebutkan dalam buku merah ini memiliki 10 kriteria. Tapi secara garis besar, teman sejati adalah sosok yang tulus mengajak kita dalam kebaikan dan mengingatkan kita di saat melakukan kesalahan.

46. Allah Selalu Punya Rahasia.
Kehidupan memang penuh teka teki. Banyak kejadian yang tak terduga. Tapi selalu ada hikmah positif di balik kejadian sepahit apapun. Itulah rahasia Allah.

47. Apa yang Sebenarnya Kita Miliki?
Rezeki tak sepenuhnya kita miliki karena sebagian untuk kita nikmati dan sebagian yang lain untuk kita sedekahkan kepada orang lain (sesuai sabda Rasulullah Saw.).

48. Mencoba Tetap Bertahan.
Jangan mudah menyerah ketika mengalami situasi yang tidak enak. Yakinlah akan pertolongan Allah Swt. Tetap bertahanlah dengan terus berdoa dan berikhtiar.

49. Bersyukur Saat Diuji.
Ujian sesulit apapun yang sedang dihadapi bila kita senantiasa menerimanya dengan rasa syukur, maka Allah Swt. akan memberi pertolongan dan rezeki dari jalan yang tak disangka-sangka.

50. Allah Maha Baik.
Ketika cobaan datang bertubi, jaga pikiran, perkataan dan hati kita agar tak berprasangka buruk dan menyalahkan siapapun, termasuk diri sendiri. Karena Allah Maha Baik. Dia hanya ingin menguji kita sejauh mana kita ikhlas berdoa dan gigih dalam berikhtiar.

πŸ’‘πŸ’‘πŸ’‘πŸ’‘πŸ’‘πŸ’‘πŸ’‘πŸ’‘πŸ’‘πŸ’‘πŸ’‘πŸ’‘πŸ’‘

Di bagian akhir buku ini, sebuah Epilog kembali mengingatkanku…, JANGAN TUNDA KEBAHAGIAAN. Jadi…percayalah… ! Sesungguhnya kebahagiaan itu sederhana, maka mengapa harus ditunda?

Intinya…

😊 Tetaplah berusaha, tapi jangan ngoyo

😊 Nikmati prosesnya, tapi ojo kesusu

😊 Syukuri apapun hasilnya

😊 Kalau target belum tercapai ya legowo sajalah

😊 Jangan lupa selalu berkomunikasi dengan Gusti Allah.

YES…! Keep spirit, Irma…! Nada optimis kuletupkan di hatiku. Oke… Mulai saat ini secara berproses aku akan mulai memperbaiki sikap, cara berpikir dan pola hidupku! Agar aku bisa #JalaniNikmatiSyukuri hidup ini dan meraih kebahagiaan sejati.

50 Rumus Jitu Solusi Hidup Bahagia yang kuuraikan di atas tadi hanyalah merupakan garis besar dari isi buku ini saja. Karena masih banyak hal penting lain yang harus teman-teman baca bila ingin merasakan manfaat sepenuhnya dari buku ini.

Bagi yang sedang galau, membaca buku ini serasa sedang berkonsultasi dengan seorang psikolog muslim. Karena banyak persoalan hidup yang bisa dicari sumber dan jalan keluarnya di sini.

Pokoknya buku merah ini recommended banget deh… Dijamin kalian juga tidak akan bosan membacanya karena:

πŸ’—lay outnya cantik.

πŸ’—ada beberapa gambar komiknya yang menarik.

πŸ’—dilengkapi quotes yang jleb di hati.

πŸ’—ada true story yang bisa diambil hikmahnya.

πŸ’—diselingi jendela inspirasi.

πŸ’—interaktif, karena ada beberapa pertanyaan dan tugas yang harus kita jawab dan isi untuk evaluasi diri.

πŸ’—dilengkapi dengan ayat-ayat Al Qur’an dan kutipan Al Hadits yang memperkuat isi buku ini.

Dan berikut ini data spesifikasi Si Merah untuk memudahkan teman-teman mencarinya di toko buku:

πŸ“– Judul Buku: Jalani Nikmati Syukuri

πŸ“– Nama Penulis: Dwi Suwiknyo

πŸ“– Penerbit: Noktah (DIVA Press Group)

πŸ“– ISBN: 978-602-50754-5-2

πŸ“– Tebal: 260 halaman

πŸ“– Ukuran: 14 x 20 cm

Nah, demikianlah sekilas pengalaman berkesanku bersama Si Merah. Semoga teman-teman juga lekas memilikinya ya agar dapat ikut merasakan nikmatnya berteman dengannya πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰