Monthly Archives: Juni 2018

Memahami Kerinduan Sang Ibunda

Standar

Hingga menjelang deadline hari ini, sebetulnya aku masih bingung…, momen Ramadan/Lebaran apa ya yang paling berkesan dan pantas kuceritakan pada kuis menulis bulan Mei – Juni 2018 kali ini? Sebab hingga kini entah mengapa perasaanku kok masih campur aduk tak keruan.

Untuk bulan Ramadan sendiri, tentunya sudah diyakini sebagai bulan yang istimewa bagi seluruh umat Islam. Karena selain merupakan bulan diwajibkannya melaksanakan puasa selama sebulan penuh, juga bulan di mana Al Qur’an diturunkan.

Begitu pun Hari Raya Idulfitri dan momen Lebarannya pasti merupakan momen istimewa umat Islam. Sebab menjadi hari dirayakannya rasa syukur seluruh umat Islam setelah melewati proses masa pelatihan melawan hawa nafsu selama satu bulan penuh. Selain itu merupakan saat yang paling tepat untuk saling bersilaturahmi dan bermaafan antar keluarga dan sahabat.

Sebagaimana kehadiran Ibu, adik lelakiku dan kedua anak kembarnya dari Magelang serta kedatangan adik perempuan dan ketiga anaknya dari Lampung ke rumah kami di Cirebon pada hari ketiga Lebaran tahun ini.

Mungkin suasana silaturahmi pada keluarga kami ini bisa kukatakan sebagai momen Lebaran yang paling berkesan di tahun ini. Sebab belum tentu setiap tahunnya kami bisa berkumpul seperti ini. Meskipun kesan yang kami rasakan tak hanya yang menyenangkan, tapi juga ada yang mengecewakan, sekaligus mengandung hikmah positif.

Beberapa minggu sebelum kehadiran mereka, suamiku telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan rapi dan terperinci sebagai bentuk rasa hormat dan perhatiannya terhadap keluargaku. Dari mempersiapkan kamar tidur yang nyaman, menghubungi agen tour untuk rencana wisata alam hingga mengatur rencana wisata kuliner. Terima kasih suamiku tersayang… πŸ’—

Hingga ketika mereka hadir, semua yang telah kami persiapkan dapat berjalan dengan baik dan lancar. Rencana destinasi wisata keluarga kami kali ini ke daerah Majalengka dan Kuningan. Melihat perkembangan pesat anak-anak kami, baik dalam hal fisik, mental dan spiritual serta kemampuan akademis mereka semuanya juga sangat menggembirakan hati kami sekeluarga.

Lia, Kevin dan Laura berhasil masuk ke kampus dan sekolah yang mereka inginkan. Bima dan Faiz hafalan Al Qur’annya sudah mencapai juz 10. Sedangkan Salma sudah berhasil melewati masa krisis di tahun pertama kuliahnya dan kini siap melanjutkan ke semester tiga di jurusan yang sesuai pilihannya. Alhamdulillah… 😊

Belum puas kami saling melepas kangen, pada malam ketiga kunjungannya di rumah kami, tiba-tiba Ibu memutuskan untuk pulang ke Magelang bersama kedua adikku dan anak-anaknya besok paginya. Tentu saja aku dan suamiku kecewa, karena perkiraan kami mereka akan menginap di rumah kami selama lima malam. Selain itu sebetulnya masih ada sejumlah rencana untuk menyambut mereka yang semuanya belum terpenuhi.

Akibatnya kami jadi berprasangka negatif terhadap Ibu. Kami berpikir Ibu tidak betah di rumah kami atau ada yang salah dengan sambutan kami. Apalagi ketika mereka seolah meninggalkan kami begitu saja dengan berjalan-jalan ke Solo (rumah adik laki-lakiku) dan ke Lampung (rumah adik perempuanku) dengan jangka waktu yang lebih lama dari waktu kunjungan ke rumah kami.

Sedangkan pada saat-saat itu aku, suamiku dan Salma terpaksa tidak bisa ikut berjalan-jalan bersama mereka karena situasi dan kondisinya memang sedang tidak mengizinkan. Sebab di saat mereka akan pulang ke Magelang, mendadak aku terserang sakit flu berat, lalu suamiku sedang ada keperluan penting yang berhubungan dengan pekerjaannya dan Salma sedang persiapan akan mengikuti Osjur di Bandung.

Ya sudahlah, akhirnya kami mencoba mengambil hikmah positif di balik itu semua agar bisa menepis kekecewaan dan tak berprasangka buruk terhadap Ibu. Kami juga tidak boleh egois.

– Mungkin Ibu hanya ingin agar adik perempuanku yang memang sudah sejak tiga tahun yang lalu belum pernah pulang ke Magelang bisa lebih lama menemaninya di rumah.
– Mungkin Ibu hanya ingin lebih lama dan leluasa melepas kangennya dengan adik perempuanku di rumahnya.
– Mungkin Ibu hanya ingin lebih banyak diperhatikan oleh adik perempuanku yang selama ini sulit ditemuinya karena tinggal di Lampung.
– Mungkin Ibu merasa tak perlu berlama-lama di rumah kami karena kunjungan ke rumah kami kan bisa kapan saja mengingat lebih dekatnya jarak rumah kami dibandingkan dengan jarak ke rumah adik perempuan kami yang di Lampung. Lagipula kami kan bisa lebih sering berkunjung ke rumah Ibu di Magelang.

Setelah merenungkan semua itu, kami jadi lebih bisa memahami, mengapa ibu tiba-tiba mempersingkat waktu kunjungannya ke rumah kami. Selain itu, satu hal penting yang menyadarkan kami, bahwa betapa bernilainya sebuah hubungan kekeluargaan, kebersamaan dalam keluarga serta kasih sayang seorang ibu. Sehingga ketika terpisah oleh jarak dan waktu, sebuah pertemuan meskipun singkat menjadi sangat berarti. Karena…kerinduan seorang ibu pada anaknya takkan pernah habis ditelan masa…

Maafkan kekhilafan kami, Ibu… πŸ˜₯πŸ™

#ALUMNI_SEKOLAHPEREMPUAN #sekolahperempuan

Sumber gambar: m.brilio.net

Osjur HMIF 2017 ITB (1)

Standar

Bila mengambil kuliah di ITB, semua mahasiswa/i-nya harus mengikuti dua kali masa Ospek (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus). Yaitu Ospek ketika pertama kali menjadi mahasiswa/i baru, yang dikenal dengan OSKM (Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa), lalu berikutnya Osjur (Ospek Jurusan).

Setelah satu tahun menempuh TPB (Tahun Persiapan Bersama), di tahun berikutnya semua mahasiwa/i sudah bisa memilih jurusannya sesuai minat dan kemampuannya, serta berdasarkan kuota dari tiap jurusan yang tersedia. Karena putriku kuliah di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB, ada dua pilihan jurusan di bidang Informatikanya, yaitu:

1. Teknik Informatika (IF)
2. Sistem dan Teknologi Informasi (STI)

Putriku akhirnya memilih STI setelah melalui berbagai pertimbangan. Barangkali ada yang ingin mengenal jurusan STI, silakan membaca artikel sekilas tentang jurusan tersebut yang ditulis oleh seorang mahasiswi alumni STI ITB: πŸ˜‰

https://dindatc.wordpress.com/2015/03/23/jurusan-sistem-dan-teknologi-informasi-itb/

Pagi ini sejak jam 09.00 putriku bersama teman-teman kuliahnya yang tergabung dalam satu HMIF (Himpunan Mahasiswa Informatika) mengikuti Osjur hari pertamanya. Di sela masa liburan kuliahnya yang sebetulnya masih berlangsung hingga bulan Agustus, putriku dan teman-teman kuliahnya harus siap mengikuti Osjur dengan waktu yang tak ditentukan secara pasti. Rencana liburan ke Jawa Tengah dan Lampung bersama keluarga pun mau tak mau harus ditunda.

Menjadi seorang mahasiswa/i memang jauh berbeda dengan ketika masih menjadi pelajar SMA. Karena benar-benar dituntut untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri, tidak cengeng, rela mengorbankan masa liburan, siap jauh dari orangtua dan harus pandai mengatur waktunya.

Melalui Osjur ini semoga putriku dan teman-teman kuliahnya bisa memperoleh gambaran yang jelas tentang HMIF, serta dapat melatih kedisiplinan, komitmen, solidaritas, kepedulian, dan tanggungjawabnya. Aamiin…

Buku Antologi Parenting Story-ku

Standar

Setelah menikah, lalu mengandung dan melahirkan, wajarlah bila kaum wanita masih ‘trial and error’ dalam merawat, mengasuh, serta membimbing anaknya. Sebab semua itu merupakan pengalaman baru dalam fase kehidupannya.

Saat seorang wanita telah berganti perannya menjadi seorang ibu, ia harus menghadapi berbagai tugas baru seputar buah hatinya. Baik dalam merawat fisiknya, menguatkan psikisnya, mengasah intelektualitasnya, membiasakannya bersosialisasi, maupun menanamkan moral dan keagamaannya di setiap tahap perkembangan usianya.

Tentu itu bukan hal yang mudah, meskipun ilmu parenting sudah dikuasainya. Karena realitanya, setiap anak memang memiliki karakter serta kepribadian yang unik dan berbeda satu sama lain dalam hal latar belakang keluarga/lingkungannya. Sehingga penanganan satu anak dengan anak yang lain pasti tidak sama.

Berdasarkan suka duka pengalaman dalam merawat, mengasuh dan membimbing anak-anak kami, maka terangkumlah aneka kisah nyata parenting yang menarik dan inspiratif dalam buku yang berjudul “My Parenting Stories” ini.

Terima kasih kepada Bu Anna Farida yang sudah membimbing kami dalam menuangkan pengalaman kami hingga tercipta buku ini. Pun kepada Mbak Ati selaku PJ di kelas menulis kisah parenting ini.

Buku yang memuat 272 halaman kisah parenting ini layak dimiliki dan dibaca oleh para orangtua, calon ayah/bunda, para pendidik dan pemerhati pendidikan. Karena setiap kisahnya insya Allah akan menjadi referensi yang bermanfaat dalam setiap proses membimbing dan mendidik anak hingga dewasa.

Harga buku ini Rp75,000,00 (belum termasuk ongkir). Bagi teman-teman yang berminat, silakan memesannya melalui inbox atau menghubungi saya di WA (085864306210), atau SMS (08122210110).

#bukubaru
#parentingstories
#sekolahperempuan

Persaudaraan (2)

Standar

Biarkan ragam kisah
dan pengalaman
warnai perjalanan kita

Tapi bersamamu,
hidup menjadi ceria
tak lagi sepi sendiri

Bersamamu,
kita saling menguatkan
dalam suka dan duka

Melalui takdir-Nya…
terjalinlah nasab
yang mempersatukan persaudaraan kita

(Salma dan Lia)

#paralandmajalengka
#irmafangquotes

Perjalanan Sebuah Reward

Standar

Ketika mengikuti acara Gramedia Writers and Readers Forum (GWRF) pada awal bulan April lalu di Perpustakaan Nasional Jakarta, alhamdulillah aku berkesempatan tiga kali mendapatkan doorprize dari Bank DKI Jakarta sebagai salah satu sponsor acara tersebut.

Tentu aku merasa senang karena selain seru bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari panitia penyelenggaranya dengan benar di antara peserta lain, juga mendapatkan tabungan dari Bank DKI lagi.

Berapapun nominalnya, bagiku itu merupakan rejeki yang patut kusyukuri karena setidaknya bisa membantu meringankan biaya transport Cirebon – Jakarta pp. Sedangkan biaya akomodasinya alhamdulillah sudah terbantu dari reward Google Local Guide.

Acara yang diselenggarakan oleh Gramedia dengan materi dan para pengisi materinya yang sekeren itu memang layak dihadiri, apalagi benar-benar 100 % free, plus ada tambahan doorprize buku-buku yang menarik dari Gramedia.

Pokoknya nggak nyesel deh ikut acara tersebut. Sudah mendapatkan ilmu, dapat buku dan tabungan, bisa ketemu/ konsultasi langsung dengan para editor maupun penulis best seller dan bisa sekalian daftar jadi member Perpustakaan Nasional.

Tapi ketika acara selesai, aku baru sadar… Ini kan tabungan Bank DKI ya? Waduh…sedangkan tempat tinggalku kan di Cirebon. Bank DKI kan belum buka cabang di Cirebon… Lalu setelah kusampaikan ke petugas Bank DKI yang membuka stand di acara tersebut, mereka berjanji akan mengirimkan buku tabungan dan kartu ATM-nya ke alamatku.

Benar juga…, akhirnya buku tabungan itu telah sampai di alamatku. Tapi kartu ATM-nya kok tidak ada? Nanti bagaimana untuk menarik uangnya? Syukurlah Mbak Wina, sebagai salah seorang petugas dari Bank DKI segera merespon kembali dengan baik.

Hingga alhamdulillah malam ini kartu ATM Bank DKI tersebut telah kuterima karena diantar langsung oleh mbak Regie (Kepala Kantor Bank DKI Cabang Fatmawati) yang kebetulan sekalian mudik ke rumah orangtuanya di Cirebon.

Terima kasih Mbak Wina dan Mbak Regie Irapuspita Sari atas respon baiknya dan kunjungannya ke rumah kami. Insya Allah akan menjadi silaturahmi yang diberkahi Allah Swt. Aamiin…

#gwrf
#bankdki
#doorprize

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI… 1 Syawal 1439 H

Standar

Acapkali…
Lisan ini khilaf saat bertutur
Jari pun lalai ketika merangkai kata
Sikap juga salah dalam bertingkah

Semoga dengan berpuasa Ramadan
Melatih pengendalian diri dan emosi
Menaklukkan hawa nafsu
Membiasakan ibadah dan amal shalih
Hingga Allah Swt mengampuni dosa

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI…
1 Syawal 1439 H

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

Kami sekeluarga mohon maaf lahir dan batin…
Taqabbalallaahu minna wa minkum…
Semoga Allah Swt. menerima amal dan ibadah puasa kita
Dan kita masih dapat berjumpa kembali pada Ramadan tahun depan…

Aaamiin yaa rabbal’aalamiin…

Ikut Kelas Menulis Picbook

Standar

Picbook adalah sejenis buku yang disinyalir mampu membuat seseorang jatuh hati padanya sejak pandangan pertama hingga setelah memilikinya. Terutama bagi anak-anak dan siapapun yang berkecimpung dalam dunia anak serta imajinasinya. Karena sebuah picbook tak hanya enak dibaca, tapi poin utamanya ada pada gambarnya yang menarik dan mengajak pembacanya masuk dalam imajinasi setiap kisahnya. Bahkan pesan-pesan moral pun bisa tersampaikan dengan menyenangkan melalui picbook. πŸ’—

Sejak kecil aku juga suka membaca aneka cerita dari picbook. Pesona picbook bahkan membuatku bermimpi ingin menjadi penulis cerita anak. πŸ’•

Saat duduk di bangku SD dan SMP, aku pernah merangkai beberapa cerita sederhana dengan menggunakan sisa kertas pembungkus kado yang gambarnya menjadi sumber ide dan imajinasiku. Gambar-gambar yang menarik pada kertas pembungkus kado tersebut juga kujadikan sebagai pengganti ‘ilustrasi’ dalam ‘picbook’ buatanku karena aku tak terlalu mahir menggambarnya. πŸ˜‚

Setelah menikah dan memiliki seorang putri, aku mulai gemar berburu picbook lagi. Saat putriku masih berusia balita, picbook kujadikan sebagai sarana mendongeng untuk membangkitkan imajinasinya. Ketika putriku telah bersekolah di SD, picbook kujadikan sebagai sarana belajar yang menarik untuk menambah wawasan pengetahuannya. Ketika melihat bakat menggambar putriku, picbook kujadikan sebagai sarana referensi untuk menyalurkan bakatnya tersebut. 🎨

Aku bersyukur sekarang banyak bermunculan kelas-kelas menulis, baik online maupun offline. Beberapa kelas menulis ini telah kuikuti untuk menyalurkan hobi menulisku sehingga naskah-naskahku berhasil diterbitkan menjadi beberapa buku.

Kelas menulis cerita anak yang pertama kali kuikuti adalah yang diadakan oleh mbak Wulan, founder Wonderland Creative. Hasilnya… lahirlah sebuah buku dongeng antologi yang berjudul “26 Dongeng Negeri Peri – Pembentuk Budi Pekerti “. Untuk pertama kalinya, naskah cerita anakku terbit bersama naskah 25 penulis lain dalam buku tersebut. Alhamdulillah… 😊

Setelah puas menikmati beraneka picbook yang merupakan karya dari berbagai penulis lain, suatu kali timbullah keinginanku untuk dapat membuat picbook karya sendiri. Siapa tahu aku bisa memadukan hobi menulisku dengan hobi menggambar putriku menjadi sebuah karya picbook yang menarik. 😘😘

Sebelumnya aku memang sempat berkolaborasi dengan putriku dalam sebuah picbook yang berjudul “Di Mana Telurku?” Tapi karena merupakan karya perdana, tentu masih harus kusempurnakan lagi. Karenanya aku mulai mencari kelas menulis picbook. Syukurlah mbak Wulan yang sangat produktif dalam berkarya dan idenya seperti tiada habisnya itu telah membuka kelas menulis yang sedang kucari tersebut.

Dengan penuh semangat aku langsung bergabung di dalamnya. Wah, ternyata banyak ilmu baru yang disampaikan secara detail dan lengkap oleh mbak Wulan dalam kelas tersebut. Insya Allah akan menjadi ilmu yang bermanfaat sebagai bekalku nanti dalam membuat picbook berikutnya. Keistimewaan kelas ini, setelah materi selesai diberikan, semua peserta mendapatkan proyek membuat picbook yang akan dibimbing langsung oleh mbak Wulan selama 10 hari dan nanti akan dibantu dalam proses penerbitannya. 😍😍😍

Alhamdulillah, akhirnya impian masa kecilku ingin menjadi penulis cerita anak mulai mendapatkan titik terang dan jalannya. Terima kasih mbak Wulan Mulya Pratiwi yang telah membantuku dan para emak lain dalam membuka jalan demi mewujudkan impian tersebut step by step. Semoga kami bisa ketularan produktivitas dan kesuksesannya dalam menerbitkan maupun memasarkan bukunya.

Tak lupa kuucapkan terima kasih juga kepada mbak Dian Nofitasari selaku PJ dalam kelas menulis picbook ini.

Barakallah untuk semuanya. Aamiin… πŸ™πŸ™πŸ™

Proses Akhir Penyelesaian Naskah “Penjara Suci”

Standar

Selama liburan kuliah ini putriku banyak memanfaatkan waktunya untuk melampiaskan passion menggambarnya setelah sebelumnya tenggelam dalam kesibukan kuliahnya yang berkutat dengan angka, logika dan coding.

Dari sekedar menggambar bebas, bekerjasama dengan penerbit sebagai ilustrator dan bagian desain cover, merancang pembuatan buku kisah/pengalaman suka duka masa awal kuliahnya yang full gambar, hingga membantuku membuatkan ilustrasi dan desain cover untuk buku soloku yang merupakan lanjutan dari buku “Santriwati Baru – Catatan Harian Santriwati Mualaf”.

Setelah berkejaran dengan mamanya dalam menyelesaikan naskah buku tersebut, tadi pagi sesudah sahur putriku sudah lebih dahulu menyelesaikan semua ilustrasi dan desain covernya (Terima kasih Salma Fedora sayangku 😘😍) Sementara aku masih tinggal menyelesaikan 5 bab lagi dari naskahku yang total berjumlah 25 bab. Insya Allah sebelum Lebaran sudah kuselesaikan.

Buku lanjutan dari “Santriwati Baru” ini nanti berjudul “Penjara Suci”. Diperkirakan akan terbit pada sekitar akhir Juni atau awal bulan Juli. Sesuai dengan judulnya, di dalam buku ini nanti akan diceritakan beberapa kisah ‘pemberontakan’ diriku di masa awal menjadi santriwati. Juga ada kisah menarik lainnya yang saya tulis dengan bahasa yang ringan dan sesuai dengan pengalamanku saat itu.

Mohon doanya ya teman-teman semoga lancar dalam proses penerbitan hingga penjualan bukunya agar teman-teman bisa segera menikmati kisahnya. Aamiin… πŸ™πŸ™πŸ™

Calon #BukuBaru
#PenjaraSuci
Lanjutan #SantriwatiBaru
#CatatanHarianSantriwatiMualaf