Monthly Archives: Januari 2019

Harapanku di Tahun 2019 dan Dua Buku Antologiku yang Telah Terbit di Awal Tahun ini

Standar

Menyambut pergantian tahun dari 2018 ke 2019, banyak orang mulai mencanangkan resolusinya. Tujuan dari resolusi ini tak lain adalah untuk memperkuat motivasinya dalam mencapai target yang diharapkan.

Bagi para penulis, resolusi yang ingin dicapai biasanya seputar target dapat menerbitkan buku solo/ antologi dan mampu menyelesaikan naskah yang sudah terlalu lama mangkrak di laptopnya

Sama halnya dengan diriku. Di tahun 2019 ini aku pun ingin dapat kembali menerbitkan buku-buku antologi/ solo agar dapat berbagi inspirasi dan kebaikan sesuai dengan kemampuanku.

Di tahun 2018 yang lalu, sebuah buku soloku yang berjudul “Penjara Suci – Catatan Harian Santriwati Mualaf seri 2” dan sepuluh buah buku antologiku telah berhasil diterbitkan. Selain itu, Rumah Belajar Cirebon yang kukelola telah berhasil terakreditasi dengan nilai B. Alhamdulillah… 😊

Harapanku, di tahun 2019 ini pencapaianku bisa lebih baik lagi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Baik dalam hal kepenulisan, Rumah Belajar Cirebon, kehidupan rumah tangga maupun sebagai seorang muslimah.
Aamiin ya Allah…

Aku bersyukur pada bulan Januari yang merupakan awal tahun ini, dua buah buku antologiku telah terbit. Buku pertama berupa kisah para kontributornya dalam pencarian jati dirinya sebagai penulis pemula. Judul bukunya “Surat Cinta untuk Penulis Pemula” (bersama teman-teman dari Komunitas One Day One Post).

Buku yang kedua berupa cerita anak bergenre misteri yang berjudul “Misteri Tak Terpecahkan” (bersama teman-teman Komunitas Dandelion Authors).

Semoga kedua buku tersebut menjadi awal pencapaian yang baik dan dapat menjadi pemancing terbitnya buku-bukuku yang lain. Aamiin.

Pada bulan ini pula, aku dapat aktif menulis setiap hari kembali di blog pribadiku ini (irmafang11.wordpress.com) setelah bergabung di Estrilook Community. Tulisan ini merupakan tulisan hari terakhir dari program ODOP (One Day One Post) yang berlangsung selama 31 hari.

Bulan depan mungkin aku tidak full menulis setiap hari lagi seperti di bulan ini karena harus berbagi waktu untuk mencapai targetku yang lain. Di antaranya, menyelesaikan naskah tentang wisata ke Eropa yang sudah setengah jalan, mencoba mengirim artikel ke Takaitu dan UC News (bila memungkinkan), menyelesaikan naskah picbook, menulis naskah lanjutan dari “Penjara Suci” dan beberapa tugas lain di luar kepenulisan.

Semoga Allah Swt. memberiku kemudahan dan kelancaran dalam menyelesaikan semua target tersebut. Aamiin

Oya, buat teman-teman yang ingin memesan dua buku antologi yang saya sebutkan di atas, bisa menghubungiku di Whatsapp dengan nomor 085864306210 ya… Mumpung lagi buka PO juga.

Untuk buku “Surat Cinta untuk Penulis Pemula” sudah bisa dipesan dari tanggal 10 Januari s/d 15 Februari 2019, dengan harga Rp40.000 (belum termasuk ongkir). Setelah masa PO berakhir, harganya menjadi Rp48.000.

Sedangkan untuk buku “Misteri Tak Terpecahkan” sudah bisa dipesan mulai tanggal 21 Januari s/d 5 Februari 2019. Harganya Rp74.000 (belum termasuk ongkir).

Yuk kita sambut tahun 2109 dengan penuh semangat. Esok hari kita sudah memasuki bulan kedua (Februari). Lanjutkan semua tugas yang belum selesai, capai target kita dengan hati yang jernih dan niatkan untuk menggapai ridha-Nya. 😊😊💪💪

The Power of Design

Standar

Sebagai lembaga pendidikan yang menyediakan berbagai program untuk anak-anak dari tingkat playgroup hingga SMP, kami selalu berusaha memberikan fasilitas yang terbaik untuk semua murid dan orangtua /pengantarnya.

Kantin adalah salah satu fasilitas di Rumah Belajar Cirebon. Saat masih awal-awal berdirinya Rumah Belajar Cirebon, kami memang belum menyediakannya karena jumlah murid masih sedikit. Alhamdulillah, seiring dengan berjalannya waktu, jumlah murid pun semakin bertambah.

Di saat anak-anak mengikuti program kami, terkadang ada yang tidak membawa bekal makanan ringan atau minuman. Sehingga ketika mereka ingin jajan, terpaksa harus keluar dari area Rumah Belajar Cirebon. Bahkan sampai menyeberang jalan untuk membeli makanan atau minuman ringan di kios yang menjualnya.

Tentu hal ini membuat kami khawatir karena kendaraan yang berlalu lalang di jalan raya cukup ramai. Belum lagi ketika marak isu penculikan anak, kami harus benar-benar mengawasi/menjaga mereka agar terhindar dari hal tersebut.

Sejak itulah aku mulai membuka usaha kantin kecil-kecilan, yang menjajakan aneka makanan ringan dan minuman untuk anak-anak. Tujuan utamanya untuk memudahkan anak-anak yang ingin jajan agar tak perlu keluar dari area Rumah Belajar Cirebon lagi sehingga lebih aman.

Hingga sekarang, usaha kantin ini masih terus berjalan. Di antara yang kami jual ada biskuit, keripik, air mineral, susu UHT kemasan, teh kemasan, dan lain-lain. Biasanya kisaran harga makanan ringan yang kami jual antara Rp500 hingga Rp2000 saja. Sengaja kami sesuaikan dengan uang jajan anak-anak pada umumnya.

Suatu hari staf adminku menyampaikan bahwa tadi ada sales yang menawarkan snack dengan harga yang jauh lebih mahal dari harga rata-rata makanan ringan di kantin kami. Snack itu berupa keripik singkong dan keripik talas dengan berbagai varian rasa. Awalnya aku juga masih ragu. Yang kupikirkan, apakah nanti anak-anak berminat membelinya setelah tahu harganya? (Harganya Rp7000 dan Rp8000). Tapi akhirnya kuputuskan untuk mencoba menjualnya.

Keesokan harinya saat ke Rumah Belajar Cirebon, kulihat snack itu sudah terpajang rapi di atas rak display yang disediakan oleh salesnya. Kemasan dan rak display-nya memang terlihat menarik dan eye catching. Dalam hati sih masih ketar-ketir. Nanti anak-anak ada yang mau beli snack ini/nggak ya?

Semakin sore anak-anak yang les mulai berdatangan dengan diantar orangtuanya. Sebagian anak yang sudah agak besar datang sendirian. Awalnya hanya ada satu atau dua anak saja yang tertarik dengan pajangan snack yang baru tersebut hingga membelinya. Lama kelamaan anak-anak lain mulai banyak yang datang mengerumuni dan membeli snack itu.

Dari balik kantorku yang berseberangan dengan rak display snack itu, kulihat anak-anak begitu antusiasnya melihat-lihat dan membelinya. Dan hampir setiap hari kulihat seperti itu Sehingga dalam waktu singkat, snack yang semula memenuhi rak display itu sudah hampir ludes terjual.

Benar-benar hal ini di luar perkiraanku. Ternyata tak selalu barang yang harganya lebih mahal di antara barang lainnya tak akan dilirik/dibeli. Terbukti anak-anak itu malah pada berani mengeluarkan uang jajannya demi snack itu.

Apa saja sih ya yang membuat snack itu laku keras? Berdasar analisaku penyebabnya sebagai berikut:

1. Adanya desain yang berupa gambar dan kata–kata pada kemasan dan rak display-nya yang menarik, informatif dan eye catching
2. Isi snacknya berupa makanan ringan yang unik, gurih, lezat dan aman.
3. Dipajang di tempat yang banyak dilewati orang-orang.
4. Pemilik usaha snack tersebut sudah dikenal (selebriti/tokoh).
5. Staf admin yang membantuku berjualan snack itu jujur, ramah dan pandai mempromosikannya.
6. Diiringi doa dan harapan dari kami.

Demikianlah sekilas tentang kantin kami serta snack baru yang mendadak laris dan menjadi favorit anak-anak. Desain yang unik dan eye catching pada kemasan/ cover sebuah produk maupun alat promosi lain terbukti sukses menjadi pemancing awal tertariknya konsumen terhadap produk tersebut, sehingga membantu dalam mendongkrak penjualannya.

That’s the power of design!

Selanjutnya agar konsumen tetap setia, kualitas dan layanan terhadap produk tersebut memang harus selalu ditingkatkan serta dipertahankan.

Nah, bagian inilah yang tersulit dan menjadi tantangan dalam sebuah usaha, baik itu dimulai dari proses produksi, distribusi, promosi hingga sampainya sebuah produk ke konsumen.

Semoga kami mampu untuk terus mengupayakannya sehingga tak hanya kantin yang kami tingkatkan kualitasnya, namun juga fasilitas/program lain di Rumah Belajar Cirebon, demi kenyamanan bersama dan keberhasilan kami dalam membimbing anak-anak. Aamiin

Menulis itu Menyambung Tali Silaturahmi (3)

Standar

Malam itu, tepatnya tanggal 16 November 2018, jam 19.18 tiba-tiba ada yang mengirimkan dua buah foto ke WA-ku. Yang pertama foto seorang bapak dan seorang ibu yang sudah berusia paruh baya. Dan yang kedua foto seorang wanita dan seorang lelaki yang masih agak muda. Nomor pengirimnya belum kukenal.

Aku membalasnya dengan ucapan salam. Belum sempat kutanyakan perihal foto tersebut, pengirim foto tersebut langsung membalas salamku dan memperkenalkan dirinya. Ternyata ia adalah Pak Amin, menantunya Bu Mufid.

Foto yang pertama adalah foto Bu Mufid bersama suaminya. Sedangkan foto yang kedua adalah foto Pak Amin bersama Mbak Nurul (istrinya yang juga putri pertama Bu Mufid).

Semula aku masih belum percaya. Sampai kutanyakan lagi apakah yang ia maksudkan Bu Mufid yang rumahnya di dekat pondok pesantren Ngruki ? (tempat mondokku dulu)

Ketika Pak Amin sudah memastikan bahwa memang betul itu Bu Mufid yang kumaksudkan, barulah aku berani minta tolong kepadanya untuk menyampaikan salamku kepada Bu Mufid.

Pak Amin dulu juga pernah mondok di Ponpes Ngruki. Ia santriwan Takhassus angkatan tahun 1987 dan lulus tahun 1991 dari Kulliyatul Mu’allimin (KMI). Sedangkan aku santriwati Takhassus angkatan tahun 1984 dan lulus dari Kulliyatul Mu’allimat (KMT) pada tahun 1988. Beda tiga tahun.

Pak Amin rupanya mengenalku dari bukuku yang berjudul “Penjara Suci – Catatan Harian Santriwati Mualaf seri 2”. Di buku itu memang kusebutkan nama Bu Mufid yang juga menjadi judul pada Bab 1. Di dalamnya sedikit kuceritakan tentang beliau.

Bagi teman-teman yang sudah memiliki buku tersebut atau yang sudah pernah membacanya, pasti sudah tahu akan ceritanya. Secara garis besarnya, Bu Mufid adalah seorang ibu yang bertugas di bagian logistik (belanja untuk kebutuhan dapur) di Ponpes Ngruki.

Saat masih di pesantren, aku mengenal beliau sebagai seorang ibu yang sangat baik, ramah dan menyayangiku. (cerita selanjutnya silakan baca sendiri di buku “Penjara Suci” ya… 😉).

Maka semua ini membuatku merasa tak percaya sekaligus gembira. Terlebih ketika Pak Amin memberiku nomor WA Bu Mufid, lalu kami bisa berkomunikasi kembali setelah sekian lama tak pernah bertemu sama sekali.

Ketika kuhubungi melalui WA, Bu Mufid sempat bingung. Aku bisa memakluminya karena memang sudah kira-kira 30 tahun lamanya tak berjumpa. Sebagaimana aku pun sempat pangling ketika tadi melihat foto Bu Mufid yang dikirim oleh Pak Amin.

Kegembiraanku semakin bertambah ketika Bu Mufid menyampaikan rencananya untuk datang ke Cirebon bersama keluarganya dan bersilaturahmi ke rumahku.

Akhirnya mereka memutuskan akan datang pada hari Selasa, 18 Desember 2018. Mereka akan berangkat dari Solo pagi hari. Sehingga diperkirakan sampai di Cirebon sore hari.

Saat waktu telah melewati Asar, mereka tiba di rumah kami.

Assalamualaikum…, ” Bu Mufid dan keluarganya, yang terdiri dari suaminya, Pak Amin, Mbak Nurul dengan dua putrinya mengucap salam. Sekantung plastik oleh-oleh khas Solo mereka bawakan untuk kami. 😍

Wa’alaikumussalamAlhamdulillah, jazakumullah khairan katsira… ” jawab kami sambil mempersilakan mereka duduk.

Bu Mufid langsung memeluk dan mencium pipiku. Tiba-tiba rasa haru menggemuruh di hatiku. Rasanya masih tak percaya…, sosok yang pernah memberikan kesan baik saat mondok di Ponpes Ngruki, hingga kutuliskan di bukuku yang berjudul “Penjara Suci” itu kini hadir di rumah kami. 💗

Lalu kami mengobrol, saling melepas rindu dan menceritakan kegiatan kami masing-masing. Ternyata Pak Mufid sudah lama berpulang ke hadirat Allah Swt. Allahumaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu. Semoga husnul khatimah. Aamiin…

Sekarang Bu Mufid sudah menikah lagi dengan Pak Ja’far yang menjadi pengurus kesehatan di Ponpes Ngruki. Ya Allah…, aku baru tahu, jadi yang di dalam foto itu ternyata Bu Mufid bersama Pak Ja’far ya…

Mbak Nurul (putrinya) menjadi ustazah di Ponpes Ngruki. Sedangkan Pak Amin (suami Mbak Nurul) mengelola sebuah lembaga pendidikan di kota Solo.

Sesudah maghrib kami mengajak mereka makan malam di rumah makan Padang. Lalu sesudah itu kami mengantar mereka ke sebuah hotel di pusat kota Cirebon untuk beristirahat.

Keesokan harinya, mereka mampir ke rumah kami lagi untuk berpamitan sebelum pulang.
Fii amaanillah ya Bu Mufid (Bu Ja’far) dan keluarga… Aamiin

Alhamdulillah tali silaturahmi ini kembali terjalin melalui buku “Penjara Suci” yang telah kutulis dan diterbitkan itu. Semoga menjadi silaturahmi yang diberkahi Allah Swt. Aamiin

Dengan demikian kembali terbuktikan bahwa menulis itu menyambung tali silaturahmi. 😊😊

Tokoh

Standar

Bagi yang mengidolakan…
Kehadirannya selalu dielu-elukan
Fotonya dipasang di mana-mana
Bila mendengar namanya, merasa senang
Semua berita tentangnya selalu diikuti
Bahkan ketika bertemu bisa histeris

Tapi bagi haters-nya…
Saat ia hadir malah diusir
Fotonya dihapus atau dicopot
Mendengar namanya jadi tambah benci
Berita tentangnya dibumbui hoax dan fitnah
Bila bertemu dengannya jadi sinis dan nyinyir

Begitulah resiko menjadi seorang tokoh
Harus siap menjadi idola sekaligus sosok yang dibenci
Karena manusia tercipta dalam perbedaan
Maka harus hati-hati dalam berbicara dan bertindak
Kalau baik dan berjasa dipuji setinggi langit
Tapi sekalinya salah, bisa dihujat seluruh jagat

Hingga ada tokoh yang jadi terlena karena mabuk sanjungan.
Ada juga yang terpuruk hingga menyepi karena merasa terbuang

Memang tak ada tokoh yang sempurna
Karena kesempurnaan hanya milik Allah Swt.
Maka terimalah semua kelebihan dan kekurangannya
Bila baik, dukung dan teladani
Tapi bila salah, ingatkan dan doakan

Lokasi: Madame Tussauds, Hong Kong

Cermin

Standar

Sebuah cermin biasanya digunakan seseorang untuk melihat keadaan wajah dan penampilannya saat sedang menyisir rambutnya atau sedang berdandan. Cermin umumnya kita temukan di dalam kamar tidur, kamar mandi atau di salon. Benda ini juga bisa kita lihat pada dinding-dinding ruang senam dan ruang ballet.

Melalui sebuah cermin, seseorang dapat menilai dirinya. Sudah bersihkah wajahnya? Masih adakah kotoran di ujung mata atau upil yang menyembul dari lubang hidungnya? Sudah tersisir rapikah rambutnya?

Apakah riasan di wajahnya terlalu tebal atau malah terlalu pucat? Sudah serasikah pakaian yang dikenakannya? Apakah gerakan senamnya sudah betul?

Dengan bercermin seseorang akan selalu sadar untuk senantiasa memperhatikan dirinya agar tidak tampil dalam kondisi yang kotor, berantakan dan salah.

Dari sebuah cermin, seseorang juga bisa melihat apa yang ada di belakangnya tanpa harus menoleh ke belakang. Maka ia bisa lebih waspada terhadap kondisi di sekitarnya meskipun tidak semua berada di hadapannya.

Saat memandang wajahnya di cermin, reaksi seseorang bisa dua macam. Ada yang bersyukur, tapi ada juga yang mengeluh atau menggerutu.

Sebagai seorang muslim yang baik, tentu kita harus selalu bersyukur kepada Allah Swt. atas karunia-Nya, sehingga kita menjadi makhluk yang paling sempurna di antara semua makhluk ciptaan-Nya. Sebagai wujud dari rasa syukur itu, doa di bawah ini sebaiknya selalu kita panjatkan saat sedang bercermin:

اللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْت خَلْقِي فَحَسِّنْ خُلُقِي

Ya Allah, (sebagaimana) engkau membaguskan rupaku, baguskanlah pula akhlakku (HR. Ahmad dan Ibnu Sunni)

(Sumber: bersamadakwah.net)

Doa tersebut mengingatkan, bahwa selain harus bersyukur kepada Allah Swt. yang telah menganugerahkan fisik yang baik kepada kita, maka memohonlah juga kepada-Nya agar akhlak kita juga diperbaiki-Nya.

Jadi, jangan malah menggerutu saat bercermin ya kawan… Jangan seperti peribahasa ini: “Buruk muka cermin dibelah”. Atau seperti Sang Ratu di dongeng Putri Salju yang marah-marah menyalahkan cermin ajaib ketika si cermin mengatakan yang sejujurnya tentang keadaan Sang Ratu.

So, bila ada sesuatu yang salah atau kurang pada diri kita, lebih baik kita evaluasi diri, lalu step by step berusaha memperbaiki kekurangan yang ada. Jangan malah marah-marah dan mencari-cari kesalahan orang lain. Belajarlah untuk selalu menerima kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri kita.

Selain cermin yang biasa kita lihat, kadang-kadang ada cermin yang hasil pantulannya tidak sama dengan kenyataannya. Maksudnya ketika kita berada di depan cermin tersebut, wajah kita menjadi tampak berbeda dari wajah kita yang sesungguhnya.

Bisa jadi karena bentuk cerminnya yang terlalu cembung atau cekung. Atau jangan-jangan cerminnya retak, kotor atau kusam. Bisa juga karena cerminnya berwarna atau di bawah pancaran sorot lampu tertentu. Sehingga wajah kita jadi tampak aneh atau malah lebih cantik dari aslinya.

Cermin yang seperti itu, mengibaratkan tentang seseorang yang selalu minder dan melihat kekurangan fisiknya (underestimate terhadap dirinya) gara-gara pengaruh-pengaruh dari luar. Padahal bila ia mau menggali kemampuan dirinya, ia bisa jauh lebih baik dari yang disangkakan.
ْ
Atau tentang seseorang yang terlalu bangga akan kelebihan dirinya hingga jatuh pada kesombongan. Padahal kelebihan yang tampak darinya itu hanyalah sesuatu yang semu karena hanya sebuah penampilan yang glamour. Sedangkan kenyataan dirinya tak sebaik yang ditampilkan.

Maka jadilah diri sendiri dan yakinlah akan potensi yang kita miliki. Agar tak mudah terpengaruh oleh apa pun penilaian orang lain

Kesimpulan dari semua ini…:

1. Sebelum kita berhadapan dengan orang lain atau menilainya, periksa dan perbaiki diri kita terlebih dahulu.
2. Waspadalah tidak hanya dengan apa yang di hadapan kita, tapi juga terhadap apa pun yang ada di belakang kita.
3. Selalu bersyukurlah terhadap apa pun kondisi kita, dengan segala kelebihan dan kekurangan yang kita miliki.
4. Asah kemampuan, minat dan bakat kita, agar tak hanya penampilan fisik yang menjadi andalan.
5. Kecantikan batin akan selalu lebih cemerlang dibandingkan kecantikan fisik.
6. Sebelum menyalahkan/menghujat orang lain, lebih baik bertabayun dan evaluasi diri terlebih dahulu
7. Yakinlah bahwa seperti apa dan bagaimana pun kondisi kita, Allah Swt. pasti sudah membekali kita dengan berbagai potensi yang harus kita gali sehingga akan membuat kita lebih percaya diri dan survive.

Sumber gambar: kaskus.co.id

Menulis itu Menyambung Tali Silaturahmi (2)

Standar

Ketika membaca sebuah informasi acara Workshop Menulis Cerita Anak pada tanggal 27 Oktober 2018 di Jakarta pada akun IG Bu Arleen, aku langsung tertarik. Apalagi nanti Bu Arleen yang akan menyampaikan sendiri materinya. Beliau adalah seorang penulis buku anak yang sudah berkiprah sejak 14 tahun yang lalu. Sudah lebih dari 270 buku karyanya yang diterbitkan oleh lebih dari 30 penerbit, baik Indonesia, Malaysia, India, Vietnam maupun Saudi Arabia. Wow, luar biasa kan?

Tapi ternyata pendaftaran baru saja ditutup! Sebelumnya memang sempat kutunda mendaftar karena sedang menunggu kepastian jadwal visitasi dalam rangka proses akreditasi Rumah Belajar Cirebon yang kukelola. Diperkirakan waktunya di antara tanggal acara workshop tersebut (antara tanggal 22 – 31 Oktober 2018). Setelah mendapat kepastian bahwa jadwal visitasinya di hari pertama (tanggal 22 Oktober 2018), aku kembali berniat mendaftar.

Karena penasaran, aku langsung menghubungi Bu Arleen melalui pesan di IG nya dan menanyakan apakah masih bisa menyusul daftar workshop tersebut? Tak lama kemudian ada balasan masuk dari Bu Arleen.

Alhamdulillah, aku masih berkesempatan ikut.. 😃 Saat itu aku langsung teringat Mbak Muyassaroh, seorang penulis wanita yang kukenal melalui media sosial. Ia ibu rumah tangga yang masih berusia muda dan pernah sama-sama bergabung di komunitas menulis. Seperti di Wonderland Creative dan Sekolah Perempuan. Kami juga pernah bersama-sama menulis artikel di UC News di bawah bimbingan Bu Ida Fauziah.

Mbak Muyassaroh seorang penulis yang multitalenta. Energi dan kemampuan menulisnya luar biasa. Dalam sehari ia mampu menulis beberapa artikel. Beberapa naskahnya pun telah diterbitkan di buku-buku antologi dan buku solo. Kini ia bahkan menjadi founder Estrilook, sebuah platform yang memfasilitasi para wanita dalam menulis artikel. Beberapa prestasi juga pernah diraihnya dari event lomba-lomba menulis. Masya Allah… 😍

Mbak Muyassaroh juga jago gambar dan bikin kue/masak. Kue, roti dan masakannya yang dishare di IG/FB-nya sering bikin ngiler, lho… 😃 Saya sampai berpikir, bagaimana ya cara ia membagi waktu antara menulis dan mengurus rumah tangganya? Padahal ia masih memiliki dua orang anak yang masih kecil dan tidak memiliki asisten rumah tangga di rumahnya.

Hal-hal seperti itulah yang membuatku jadi ingin bisa bertemu dan berkenalan langsung dengan Mbak Muyassaroh. Agar energi positifnya bisa tertularkan padaku. Nah, menurutku saat workshop nanti adalah saat yang tepat untuk janjian ketemuan dengan Mbak Muyassaroh yang kebetulan tinggal di Jakarta juga. Lagipula dulu ia pernah menyampaikan ingin ikut acara tersebut.

Aku langsung menghubungi Mbak Muyassaroh melalui WA-nya. Ternyata anaknya sedang sakit. Jadi ia belum tentu bisa datang. Tapi ia mau mengusahakan datang kalau kondisi kesehatan anaknya sudah membaik.

Keesokan harinya ketika acara workshop mulai berlangsung, ada sebuah pesan masuk di WA-ku. Saat kubaca, ternyata pesan tersebut dari Mbak Muyassaroh yang menyampaikan maaf terpaksa tidak bisa datang di acara ini karena anaknya masih belum juga sembuh dan malah sekarang sakit demam.

Yah…, sayang ya… 😔 Padahal beberapa buku karyaku sudah kubawa, karena kami ada rencana akan barter buku hasil karya masing-masing. Tapi aku bisa memaklumi kondisinya. Sehingga aku hanya bisa mendoakan saja semoga anaknya cepat sembuh dan sehat kembali. Aamiin

*****

Kira-kira sebulan setelah acara workshop berlangsung, tepatnya di tanggal 19 November 2018, sebuah kiriman paket tiba di Rumah Belajar Cirebon. Pengirimnya Mbak Muyassaroh. Aku langsung membuka paket tersebut.

Dua buah buku dengan judul dan covernya yang menarik membuat mataku berbinar. Buku yang pertama berjudul “Rahasia dalam Semangkuk Sup – Kumpulan Cerita untuk Anak Saleh”, penulis: Muyassaroh. Buku yang kedua berjudul “Istiqomah until Husnul Khatimah – Sesungguh-sungguh hijrah di jalan Allah hingga ajal menjemput.”, sebuah buku antologi (ada karya Mbak Muyassaroh di dalamnya). Alhamdulilah, dua buku yang selalu membuatku penasaran itu kini telah hadir di depan mataku.

Aku langsung menyampaikan terima kasih kepada Mbak Muyassaroh atas kiriman buku-buku tersebut. Isi bukunya semua menarik dan bermanfaat. Yang sampulnya berwarna kuning berisi tentang kisah-kisah ringan keseharian anak-anak namun mengandung pesan yang berbobot. Apalagi ada tambahan ayat-ayat Al Qur’an, hadits-hadits Rasulullah Saw. fakta-fakta serta lembar aktivitas anak yang berhubungan dengan tema-tema dalam buku tersebut.

Sedangkan yang sampulnya berwarna paduan hitam, cream dan ungu, berisi tentang makna hijrah dan lika-likunya, termasuk faktor penentunya agar mampu menggapai husnul khatimah. Juga berisi kumpulan kisah-kisah nyata tentang hijrah dan usaha istiqomah para penulisnya.

Sesuai dengan niat awal untuk barter buku, aku pun membalas kiriman buku Mbak Muyassaroh tadi dengan mengirimkan buku-buku karyaku. Buku-buku soloku yang kukirim berjudul: “Santriwati Baru”, “Penjara Suci”, “Utak Atik Etika” dan “Di Mana Telurku?”.

Alhamdulillah, tanpa memakan waktu lama buku-bukuku sudah diterima dan disambut baik oleh Mbak Muyassaroh. Dan…, sesuatu yang menggembirakanku, Mbak Muyassaroh menyampaikan rencananya, bahwa ia nanti akan mengajakku duet nulis buku. Siap Mbak 😍👍

Meskipun belum sempat berjumpa langsung dengan Mbak Muyassaroh, dan baru buku karyanya saja yang hadir ke rumahku, tapi itu sudah membuatku merasa senang. Karena insya Allah ini akan menjadi awal silaturahmi dan kerjasama yang baik. Aamiin…

Pada sebuah tulisan dalam blog ini di bulan Agustus 2016, aku pernah menceritakan bahwa menulis itu terbukti bisa menyambung tali silaturahmi setelah aku bisa terhubung kembali dengan teman-teman lamaku dari pesantren sejak buku solo karya pertamaku dengan judul Santriwati Baru diterbitkan.

Bisa dibaca di sini ya: https://irmafang11.wordpress.com/2016/08/25/menulis-itu-menyambung-tali-silaturahim/

Kini kembali terbuktikan bahwa dengan menulis aku bisa terhubung dengan teman-teman baru dari kalangan penulis yang baik , bisa menularkan energi positif, dan inspiratif.

Memang betul ya… Menulis itu, menyambung tali silaturahmi. 😊😊

Episode Kehidupan

Standar

Setiap peristiwa di dunia ini
Bagai episode sebuah film
Yang rolnya terus berputar
Menampilkan beragam kisah

Tentang pertemuan dan perpisahan,
perdamaian dan permusuhan,
percintaan dan kebencian,
hingga kebahagiaan dan kesedihan

Ada yang berakhir dalam satu episode
Tapi sebagian yang lain berjilid-jilid
Babak demi babak penuh kejutan
Hingga tiada yang tahu akhir episodenya

Saat rol film telah selesai diputar
Barulah terjawab akhir kisahnya
Yang awalnya tragis bisa jadi happy ending
Dan yang gembira bisa jadi sad ending

Sebuah film bergantung pada sang sutradara
Skenarionya bisa diatur sesuai kemauannya
Di dunia nyata…, pilihan hidup, ikhtiar dan doa
menjadi penentu riwayat dan akhir kisah hidup manusia hingga takdir-Nya

Sehat, Segar dan Bugar dengan Senam Yoga

Standar

Teman-teman pasti pernah merasa pegal dan kaku-kaku badannya kan? Biasanya itu karena terlalu banyak duduk, kurang gerak, atau capai habis dari perjalanan ke luar kota.

Ada berbagai cara untuk mengatasi kondisi badan yang tidak nyaman tersebut. Sebagian ada yang pergi ke spa atau memanggil tukang urut untuk pijat refleksi atau mengurut badannya. Ada juga yang minum obat dan jamu pegal linu. Sebagian yang lain memilih untuk beristirahat/tidur saja.

Sebetulnya ada cara lain yang bisa membuat badan kita menjadi kembali segar dan lebih bugar. Yaitu dengan melakukan senam yoga. Yang dimaksud dengan senam yoga adalah sebuah aktivitas fisik yang melibatkan meditasi dengan teknik peregangan, pernapasan, keseimbangan, dan kelenturan tubuh untuk mencapai keselarasan dan harmoni antara emosi, jiwa, mental, spiritualitas, dan tubuh kita, sebagaimana dilansir dari Kompas.com (06/04/2018).

Istilah yoga berasal dari akar kata Sansekerta ‘yuj‘ yang artinya “menyatukan diri dengan Tuhan” (Patanjali dalam Somvir, 2008). Menurut Rsi Patanjali (pencipta yoga) dalam bukunya “Yoga Sutra”, yoga bermakna pengendalian pikiran.

Beberapa waktu yang lalu pernah timbul pro dan kontra di kalangan muslim mengenai boleh/tidaknya melakukan senam yoga. Sebab beberapa gerakannya dianggap menyerupai ibadah agama lain.

Tapi kini Arab Saudi sebagai negara Islam pun telah meghalalkan yoga sebagai salah satu kegiatan olah raga di sana.

(Sumber: https://dunia.tempo.co/read/1035679/arab-saudi-halalkan-yoga/full?view=ok)

Begitu pun di negara kita. Setelah dipelajari oleh team khusus MUI, akhirnya mereka menyimpulkan bahwa di Indonesia ada beberapa praktek yoga yang harus diketahui dengan pasti hukumnya, sebelum bergabung. Yaitu:

1. Yoga yang murni ritual dan spiritual agama lain, hukum melakukannya bagi orang Islam adalah haram.

2. Yoga yang mengandung meditasi dan mantra atau spiritual dan ritual ajaran agama lain hukumnya haram, sebagai langkah preventif (sadd al-dzari’ah).

3. Yoga yang murni olahraga pernafasan untuk kepentingan kesehatan hukumnya mubah (boleh).

Jadi bagi kaum muslim, bila ingin ikut senam yoga pilihlah yang nomor 3.

(Sumber: Hukum Senam Yoga Berdasarkan Keputusan Ijtima’ Ulama Indonesia | AL MUKHTASHAR
https://eshaardhie.blogspot.com/2016/05/hukum-senam-yoga-berdasarkan-keputusan-ijtima-ulama-komisi-fatwa-mui-se-indonesia.html?m=1)

Di Gaza, Palestina, sekelompok wanitanya juga telah mendirikan pusat latihan yoga untuk mengatasi stress /trauma yang timbul akibat peperangan di sana yang tak kunjung usai.

Berdasarkan riset dari Alliant International University, para wanita yang ikut dalam kelas yoga setelah delapan minggu mengalami penurunan depresi. (Sumber: https://lifestyle.kompas.com/read/2018/04/02/160000220/demi-redakan-depresi-warga-pusat-latihan-yoga-didirikan-di-gaza)

Dengan demikian manfaat yoga pun semakin terbuktikan. Beberapa manfaat gerakan yoga adalah sebagai berikut:

1. Tubuh lebih fleksibel dan tidak kaku.
2. Menghilangkan rasa nyeri dan capai pada tubuh.
3. Meningkatkan kepadatan tulang belakang dan mencegah osteoporosis.
4. Merilekskan tubuh, melancarkan sirkulasi darah dalam tubuh dan meningkatkan kadar sel darah merah.
5. Menurunkan tekanan darah (dengan pose savasana/berbaring terlentang di atas matras).
6. Melindungi tulang punggung (dengan pose backbend, forward bend dan twist).
7. Melatih persendian agar fleksibel hingga terhindar dari penyakit rematik dan arthritis.
8. Menurunkan berat badan dan kadar gula dalam darah.

(Sumber: http://sehatitugratis.blogspot.com/2014/08/manfaat-yoga-bagi-tubuh.html?m=1)

(Sumber gambar: http://yogaposes-easy.blogspot.com/2014/06/770-all-new-yoga-positions-names-in.html?m=1)

Senam yoga juga sangat bermanfaat bila dilakukan oleh para penulis yang dalam keseharian waktunya banyak duduk hingga berjam-jam untuk menyelesaikan naskahnya.

Manfaat yoga untuk penulis di antaranya:

1. Melancarkan metabolisme tubuh setelah berjam-jam duduk menulis naskah.
2. Mengatasi sakit leher, bahu dan punggung yang kaku (diatasi dengan pose downward facing dog)
3. Meningkatkan energi (dengan gerakan headstand)
4. Menjernihkan pikiran.
5.Mengatasi kecemasan, stress dan depresi
6. Membantu meningkatkan kreativitas dan mengatasi writer’s block
7. Melatih konsistensi dan kesabaran.

(Sumber referensi dan gambar:
https://www.akhlis.net/tag/manfaat-yoga-bagi-penulis/)

Bagi kita yang masih pemula dalam yoga tak perlu minder dan memaksakan diri harus langsung bisa mengikuti gerakan sama persis yang dicontohkan oleh instruktur atau teman lain yang sudah mahir gerakan yoganya. Karena untuk kelenturan tubuh memang membutuhkan proses step by step.

Maka saat latihan yoga, instrukturnya kadang menyampaikan, “Nothing absolute“. Maksudnya, “Jadilah diri sendiri. Sesuai kemampuan saja. Jangan membandingkan dengan kemampuan orang lain. Karena nanti bisa cedera kalau dipaksakan.”

Intinya, senam yoga ini pada dasarnya hanya untuk mereka yang benar-benar PUNYA TEKAD KUAT untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuhnya. Jadi BUKAN HANYA untuk mereka YANG SUDAH LENTUR TUBUHNYA saja yaa… Jadi, tetap semangat ya teman-teman… Agar tubuh teman-teman semakin sehat, segar dan bugar.

(Sumber gambar: WA Grup Senam Yoga Rumah Belajar Cirebon – Ms. Liana)

Catatan:

Buat teman-teman (khusus wanita dan yang tinggal di Cirebon) bila ingin ikut senam yoga, silakan bergabung di sanggar senam yoga Rumah Belajar Cirebon setiap hari Rabu jam 4 sore sampai selesai. (instruktur senam: Ms. Liana). Terima kasih 😊

Putriku, Asistenku: Menjadi Guru Gambar

Standar

10 Maret 2014

Sore ini aku sempat bingung karena guru gambar les Art Kids Studio mendadak berhalangan hadir, sementara murid sudah berdatangan. Beberapa guru gambar lain sudah kuhubungi, tapi tidak ada satupun yang bisa menggantikan. Masa murid yang sudah bersemangat datang belajar menggambar itu disuruh pulang lagi? Selain malu, aku juga tidak tega.

Alhamdulillah, akhirnya datang bantuan tak terduga dari Salma, putriku. Ia mau menggantikan menjadi guru gambar sore ini. Semula ia sempat ragu karena ini pengalaman pertamanya menjadi guru gambar di depan kelas dan langsung membimbing lima murid TK dan SD.

Tapi Salma berhasil mengatasi keraguannya dengan mulai mengajarkan cara membuat garis dan lengkung di papan tulis secara step by step yang diikuti semua murid di buku gambarnya masing-masing.

Semula aku juga sempat penasaran dengan hasil akhir dari bentuk gambarnya itu. Ooh… ternyata membentuk gambar monster. Wah, bagus juga! 😃👍

Murid-murid pun tampak antusias mengikuti cara menggambar monster itu hingga selesai. Tema gambarnya: “Monster pembasmi kejahatan”. Jadi ceritanya, monster ini sedang menangkap perampok uang.

Alhamdulillah, sore ini masalah absennya guru gambar telah teratasi dengan baik berkat bantuan putriku sekaligus asisten pribadiku. Terima kasih ya Salma sayang. Akhirnya kelas Art Kids Studio sore ini bisa tetap berjalan sebagaimana biasanya.

Sumber: Facebook Irma Anggraini Adi

#10YearsChallenge

Standar

10 tahun yang lalu…

Salma, putriku masih duduk di bangku SD. Di masa itulah, Salma mengawali prestasinya di cabor catur setelah sebelumnya gagal berulangkali. Medali emas seolah menjadi langganannya setiap kali ikut pertandingan catur di Popkota.

Kemampuan matematikanya pun mulai terasah sehingga beberapa kali meraih prestasi. Namun menggambar tetap menjadi aktivitas favoritnya sejak kecil .

10 tahun kemudian…

Karena takdir-Nya, kini Salma kuliah di ITB dengan mengambil jurusan Sistem dan Teknologi Informasi. Sebuah jurusan dengan cabang ilmu yang benar-benar baru dan di luar passionnya. Saat awal-awal kuliah bahkan sampai sekarang pun Salma masih sering terkaget-kaget menghadapi ilmu-ilmu baru tersebut.

Namun kegigihannya yang telah terbentuk sejak 10 tahun yang lalu, ditambah tekad ingin sukses di masa depan membuatnya mampu survive dalam menerjang kerikil tajam yang sesekali menggores langkahnya.

Semoga Allah Swt. memudahkan Salma dalam mewujudkan semua harapan dan cita-cita… Barakallah Salma. Aamiin

10 tahun yang lalu…

Suamiku sedang mulai merintis kemandiriannya dalam mengelola usaha spare part Specia dari kantornya sendiri. Tentu banyak aral melintang dan energi yang harus terkuras di dalamnya. Terutama saat berhadapan dengan sales-sales yang tidak amanah dan kurang disiplin

10 tahun kemudian…

Alhamdulillah, meskipun usaha yang dikelolanya penuh resiko, cobaan dan ujian yang berat, suamiku masih bisa bertahan bahkan mampu mempersiapkan rumah yang nyaman buat keluarga.

Semoga Allah Swt. melancarkan dan memberkahi setiap genggam rezeki yang kau petik ya Koh… Aamin

10 tahun yang lalu…

Rumah Belajar Cirebon, tempat les anak-anak yang kukelola sejak 16 November 2006 mulai dikenal di masyarakat kota Cirebon. Jarimatika menjadi program yang terbanyak muridnya sehingga meraih penghargaan dari Pusat. Program-program yang lain pun mulai kutambahkan demi terwujudnya One Stop Learning Center di Rumah Belajar Cirebon.

10 tahun kemudian…

Program-program, staf dan guru-guru mulai terseleksi dengan sendirinya. Sehingga yang masih bertahan sampai sekarang adalah program yang paling cocok, staf yang paling tepat dan guru yang paling loyal serta memang punya niat dan waktu untuk mengajar di tempat kami.

Alhamdulillah, Rumah Belajar Cirebon kini juga telah Terakreditasi B.

Semoga Rumah Belajar Cirebon berkembang terus menjadi tempat belajar yang nyaman dan aman serta bermanfaat dunia akhirat. Aamiin

10 tahun yang lalu…

Hatiku belum tergerak untuk berlatih menulis atau bergabung di komunitas penulis, meskipun punya impian jadi penulis. Karena saat itu aku masih sibuk dengan urusan rumah tangga dan sedang merintis Rumah Belajar Cirebon.

10 tahun kemudian…

Impianku menjadi seorang penulis mulai terwujud. 21 buku antologi dan 4 buku soloku alhamdulillah telah terbit meskipun masih secara indie. Lebih dari 200 judul artikel juga sudah kutuliskan di blog pribadi maupun yang lainnya.

10 tahun bukan waktu yang singkat. Banyak suka duka di dalamnya. Ada tangis, tawa dan emosi bercampur menjadi satu. Membentuk sebuah pencapaian, meski kadang ada yang tak sesuai harapan.

Namun selama hayat masih dikandung badan, sekeras apa pun hidup, harus tetap dijalani. Butuh keyakinan dan ketegaran dalam setiap ikhtiar dan doa agar cobaan yang datang mampu dihadapi dengan sukses.

10 tahun ke depan tengah menanti kita. Tapi tiada yang tahu, masihkah kita diberi kesempatan melaluinya di dunia ini? Karena ini rahasia Ilahi Rabbi

Kita hanya bisa berdoa… :

Ya Allah, berilah kami umur yang panjang dan Kau berkahi. Berilah kami kesempatan untuk terus memperbaiki diri sepanjang hidup kami. Agar husnul khatimah saat kembali kepada-Mu. Allahumma aamiin…

Sumber gambar: http://www.websta.org

The Three Muskittens and Molly

Standar

Pada tulisan sebelumnya sudah kuceritakan sekilas tentang kisah Chiko, kucing berwarna hitam kecoklatan yang pernah singgah di rumah Magelang dan meninggalkan kenangan.

Hingga kini, adikku masih memiliki tiga ekor kucing yang saling bersaudara (induknya bernama Manis, kisahnya pernah kutulis di sini: https://irmafang11.wordpress.com/2018/05/27/inspiring-cats/ ) dan seekor kucing jenis Persia yang diadopsi dari kucing milik temannya di Solo.

Ketiga ekor kucing yang dijuluki The Three Muskittens dan Mimelo itu masing-masing bernama: Miki, Messi dan Milo. Sedangkan yang kucing betina berjenis Persia diberi nama Molly.

Yuk sekarang kita berkenalan dengan hewan-hewan lucu ini satu persatu…:

1. MIKI

Kucing jantan yang bulu dan bantalan kakinya berwarna hitam legam. Pembawaannya kalem, tenang dan tatapan matanya penuh arti. Kata Ibuku kalau lagi menatap bisa bikin salah tingkah. 😅

Miki juga paling suka memijat di antara kucing lainnya. Setelah selesai memijat kaki atau paha kita, Miki langsung bermanja-manja minta dielus. Biasanya ketika Ibuku sedang duduk di kursi sofa, Miki langsung naik ke pangkuannya, lalu memijat-mijat paha Ibu. Lalu sesudah itu minta dimanja.

Pada dasarnya semua kucing memang suka memijat karena terbawa kebiasaannya sejak lahir (untuk melancarkan air susu induknya). Ketika sudah dewasa, kucing memijat untuk menandai teritorialnya dengan kelenjar bau di bantalan kakinya.

Selain itu untuk mempersiapkan tempat yang nyaman buat tidurnya. Dan bila kucing suka memijat kita, berarti ia menganggap kita istimewa karena ia merasa nyaman dan sangat dicintai saat bersama kita. (sumber: https://m.kumparan.com/@kumparansains/alasan-mengapa-kucing-senang-memijat-mijat-menurut-sains)

2. MESSI

Kucing jantan yang warna bulunya merupakan perpaduan putih dan hitam dengan corak yang menarik. Selain itu wajahnya memang paling cakep dan cute di antara yang lain. Rata-rata yang melihat Messi pasti naksir. Sampai Messi disarankan oleh Pak Mantri Kesehatan di Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan) agar diikutkan kontes kucing saja.

Warna bulu black tabby seperti yang dimiliki Messi itu menurutnya termasuk langka.
Kebanyakan red tabby. Polanya juga simetris sehingga menambah poin. Ada empat poin penilaian dalam kontes kucing. Yaitu pola bulu, simetris wajah, postur tubuh dan kebersihan. Poin tambahannya penurut. Hampir semua poin itu sudah dimiliki Messi.

Tapi kata Pak Mantri Kesehatan, badan Messi juga harus agak digemukkan sedikit. Kalau bulunya rontok, harus diganti makanannya. Selama ini makanan Messi dan kucing lainnya berjenis dry food dan wet food. Untuk yang jenis dry food, biasanya pakai Universal Kitten yang harganya paling ekonomis. Sedangkan untuk jenis wet food pakai yang merek Whiskas. Dry food-nya disarankan ganti yang merek Maxi, karena kadar proteinnya lebih tinggi. Harganya lebih mahal Rp5000 per kilogramnya dari yang sebelumnya.

Tapi Messi ini paling cekatan sekaligus bandel. Begitu melihat ada makanan di meja makan, ia langsung naik ke meja makan. Kalau lengah, makanan pun langsung dicomot Messi. Meskipun kadang bikin kesal, tapi Messi tetap menyenangkan dan menggemaskan. Apalagi kalau sedang bermanja-manja.

3. MILO

Satu-satunya kucing betina di The Three Muskittens. Bulunya perpaduan tiga warna, yaitu warna coklat muda, putih dan hitam. Sorot matanya mirip banget dengan induknya. Badannya paling berisi di antara kedua saudara lainnya.

Milo juga agak susah ditangkap atau digendong. Misal sudah berhasil digendong, nanti tidak lama kemudian ia akan berontak, minta dilepaskan. Tapi sekalinya sudah dielus-elus, kemanjaan Milo benar-benar bisa bikin gemas dan jatuh hati, lho.

4. MOLLY

Kucing betina yang satu ini memang terlihat paling cantik, genit dan berbeda sendiri. Bulunya yang berwarna coklat cream sangat lebat dan halus. Kalau BAB dan BAK pun masih di kandang yang ada pasirnya. Ibaratnya kayak gadis metropolitan yang manja. Berbeda dengan The Three Muskittens yang kalau mau BAK dan BAB langsung keluar ke halaman belakang.

Ketika Molly baru awal-awal datang dan menjadi anggota keluarga baru di rumah, ia masih dijauhi The Three Muskittens. Mungkin karena masih merasa asing. Tapi lama kelamaan keakraban pun mulai terjalin sehingga mereka akhirnya suka bermain bersama. Terutama Molly dan Messi.

*****

Kucing-kucing itu sepanjang hari senang sekali bermain kejar-kejaran dan tubruk-tubrukan. Kadang saling bergulat. Melihat mereka seru bermain begitu memang menjadi hiburan tersendiri di rumah.

Apalagi sesekali mereka bisa datang menemani kita tidur. Karenanya adikku suka memandikan kucing-kucingnya. Agar badan mereka menjadi lebih bersih.

Ketika berkunjung ke Magelang, aku pun sempat tidur ditemani mereka. Saat baru saja merebahkan badan di kasur, tiba-tiba Miki dan Messi datang, lalu langsung melompat ke kasur, menemani tidurku hingga pagi. Messi tidur di dekat kepalaku. Sedangkan Miki tidur di antara kakiku. Pas pagi-pagi malah Miki sempat kasih bonus pijatan di kakiku. Hmmm… Terasa hangat benar tidur bersama mereka.

Memelihara kucing memang bisa melembutkan hati dan menumbuhkan sifat penyayang. Hal itu pun diakui oleh adikku. Bahkan persahabatan pun bisa terjalin antara kucing dan manusia. Ada sebuah film Jepang berjudul Kimi To Boku yang mengharukan. Film itu mengisahkan tentang persahabatan tersebut. Bisa disaksikan di sini: https://youtu.be/OVYNMnZoBD0

Dan bila teman-teman ingin melihat kelucuan polah tingkah The Three Muskittens bersama Molly, bisa follow IG @feline_fams berikut ini ya… : https://instagram.com/feline_fams?utm_source=ig_profile_share&igshid=1sotl043arl3p

Semoga teman-teman juga senang dan bisa terhibur melihat kelucuan-kelucuan mereka ya… 😻😻😻

Chiko

Standar

Siang itu tiga ekor kucing peliharaan Roy, adikku tiba-tiba ribut dan tampak gelisah di halaman belakang rumah.

“Meong… Meong… Meoongng…”

Roy langsung keluar ke halaman belakang rumah. Dilihatnya ketiga kucingnya itu tampak memandang ke arah atap rumah.

Ketika Roy melihat ke arah atap rumah, tampak ada seekor kucing berwarna hitam kecoklatan. Dari penampilannya yang lesu, Roy tahu bahwa kucing itu sedang sakit.

Roy lalu berusaha mengambil dan menyelamatkan kucing itu. Ternyata di bagian kepala dan sebagian badannya penuh luka. Untuk sementara Roy mengobati beberapa bagian yang luka itu dengan Betadine.

Keesokan harinya, Roy membawa kucing sakit itu ke dokter hewan di Puskeswan. Setelah dokter memeriksanya, kucing itu pun diberi suntikan antibiotik.
Pulangnya, Roy menebus sejumlah obat untuk kucing itu.

Dengan telaten Roy merawat kucing yang kemudian diberinya nama Chiko itu. Dari menyuapkan obat ke mulutnya, mengoleskan salep ke bagian tubuhnya yang luka, hingga memberi makan dan memandikannya dengan teratur.

Alhamdulillah, berangsur Chiko pun mulai sembuh dan sehat kembali. Wajahnya tampak lebih segar, badannya lebih berisi dan terawat. Bulunya juga jadi lebih lembut dan rapi.

Meskipun tatapan Chiko tampak galak dan menyeramkan, tapi Chiko kucing yang baik dan penurut.

Suatu hari ada seorang teman Roy yang tertarik ingin memiliki Chiko. Meskipun semula keberatan, akhirnya Roy mengizinkannya. Toh ia masih memiliki tiga ekor kucing dan Chiko juga sudah sembuh.

Tapi baru saja Chiko diambil oleh temannya tiba-tiba sebuah pesan masuk di WA-nya.

“Mas, kucingnya berontak Mas, nubruk barang-barang perabotan di rumah sampai berdarah. Barang juga ada yang pecah.”

“Waduh, dikurung saja dulu Mas. Nanti lama-lama juga jinak.” kata Roy terkejut.

“Susah ditangkapnya Mas… Malah menggeram kalau didekati,” keluh temannya.

“Ya sudah, nanti saya bantuin ke sana,” kata Roy.

Ketika Roy bersiap-siap mau berangkat, ada WA masuk lagi dari temannya.

“Wah, kucingnya malah kabur Mas!”

“Yah…, ” Roy hanya bisa menghela nafas. Dalam hati ia menyesal karena telah membiarkan Chiko dibawa temannya sampai kabur begitu.

Mungkin Chiko sudah terlanjur betah di rumah Roy ya… Jadi berontak ketika dibawa ke rumah temannya

Sekarang Chiko kembali menjadi kucing jalanan lagi, deh… Tapi semoga di luar sana baik-baik saja dan sehat selalu, ya Chiko… Aamiin…

Menu Masakan Berbahan Dasar Petai, Tahu dan Udang Ala Mami dan Mama Mertua yang Lezat

Standar

Siapa di antara teman-teman yang suka makan petai? Saya yakin banyak yang suka. Iya kan? Hayoo, ngaku saja. 😃Biji petai yang berwarna hijau terang ini ternyata memang banyak penggemarnya lho, meskipun aromanya kadang sedikit mengganggu. 😅 Jangan salah, petai juga banyak khasiatnya. Bisa dilihat di sini: Nikmat, Menyengat dan Sehat https://buc.kim/d/6NaUfjbshUwY

Bagi penggemarnya, petai ini mau diolah apa pun tetap enak. Mau digoreng saja lalu langsung dimakan dengan nasi hangat dan sambal terasi/sambal kecap cabai rawit saja sudah nikmat. Mau ditambahkan pada masakan juga makin sedap. Di antara bahan dasar masakan yang pas dipadukan dengan petai adalah tahu dan udang.

Mami (ibu saya) dan Mama Mertua saya juga termasuk penggemar petai. Mereka mempunyai menu masakan berbahan dasar petai, tahu dan udang yang disukai keluarga. Kalau Mami menu masakan andalannya adalah Tumis Tahu Kecap Petai Udang. Sedangkan Mama Mertua saya menu andalannya Sayur Santan Tahu Petai Udang. Kedua masakan itu sama-sama lezatnya, sehingga sering saya masukkan dalam daftar menu masakan di keluarga saya.

Barangkali teman-teman ingin mencoba memasaknya, berikut ini saya tuliskan menunya masing-masing ya…

Tumis Tahu Kecap Petai Udang

Bahan-bahan :

Minyak goreng secukupnya
5 buah bawang merah
5 buah bawang putih
3 buah cabai merah
2 ruas jari lengkuas
2 lembar daun salam
2 sendok makan garam, atau tergantung selera
1 sendok teh gula pasir
5 sendok makan kecap manis
1 – 2 keris petai
10 buah tahu bandung warna putih
1/4 kg udang segar

Cara memasak:

– Goreng tahu bandung yang telah diiris-iris tipis, setengah matang saja. Lalu sisihkan.

– Kupas habis udang, cuci sampai bersih. Sisihkan.

– Tumis terlebih dahulu biji petai yang telah dikupas bersama lengkuas dalam 5 sendok makan minyak goreng sampai tercium aromanya dan agak lunak.

– Lalu masukkan irisan bawang merah, bawang putih, cabai merah dan daun salam. Tumis sampai layu.

– Masukkan udang dan goreng sampai matang dan berwarna kemerahan.

– Masukkan tahu yang tadi sudah kita goreng setengah matang, lalu aduk dengan tumisan bumbu dan udang tadi.

– Terakhir, bubuhkan garam, gula pasir dan kecap sambil terus diaduk biar rata.

– Siap dihidangkan. 😊

Sayur Santan Tahu Petai Udang

Bahan-bahan:

Minyak goreng secukupnya
5 buah bawang merah
5 buah bawang putih
3 buah cabai merah
3 buah cabai hijau
2 batang serai
1 buah tomat sayur
3 sendok makan garam
2 sendok teh gula pasir
2 kotak santan kemasan 65 ml
6 gelas air
1 – 2 keris petai
5 buah tahu bandung warna putih
1 ons udang segar
6 butir telur ayam
1 buah labu siam
5 tangkai kacang panjang

Cara memasak:

– Potong tahu seukuran dadu, lalu goreng setengah matang. Sisihkan.

– Kupas labu siam dan potong seukuran batang korek api. Sisihkan.

– Potong kacang panjang seukuran 2 ruas jari. Sisihkan.

– Kupas habis udang, cuci sampai bersih, sisihkan.

– Rebus telur ayam hingga matang, lalu kupas kulitnya.

– Tumis terlebih dahulu biji petai yang telah dikupas tadi bersama serai dalam 5 sendok makan minyak goreng sampai tercium aromanya dan agak lunak.

– Campurkan bawang merah, bawang putih, cabai merah dan cabai hijau ke dalamnya dan tumis hingga layu.

– Masukkan udang, dan tumis sampai berwarna kemerahan.

– Masukkan labu siam dan kacang panjang. Tumis sambil diaduk hingga agak lunak.

– Lalu tuang air ke dalamnya dan biarkan sampai mendidih.

– Masukkan tahu yang telah digoreng setengah matang tadi dan telur rebus

– Bubuhkan garam, gula pasir dan tomat yang telah diiris sambil diaduk.

– Terakhir masukkan santan sambil terus diaduk hingga matang.

– Hidangan siap disajikan. 😊

Nah, mudah bukan? Semoga kedua menu masakan ini bermanfaat dan bisa menambah referensi menu masakan favorit keluarga.

Oya, takaran garam, gula dan bumbu dapur lain yang saya sebutkan di atas bisa disesuaikan dengan selera teman-teman ya…

Selamat mencoba… 😉😉

Catatan Perjalanan: Wisata ke Negara China (5 Tahun yang Lalu)

Standar

Negara China/Tiongkok adalah sebuah negara besar di benua Asia yang semakin maju dan berkembang, baik dalam perekonomian maupun teknologinya. Meskipun berbagai isu menerpanya, negara ini tetap saja menjadi negara yang menarik untuk dikunjungi. Karena tak hanya memiliki pesona kebudayaan yang terkenal sejak masa lampau, tapi juga kemajuan negaranya yang begitu pesat.

Shanghai adalah kota pertama yang kami kunjungi di negara China. Sebuah kota metropolitan yang berkembang pesat di China yang merupakan perpaduan antara gedung-gedung pencakar langit modern dan bangunan – bangunan kuno Eropa. Shanghai Disney Land juga sedang dibangun di kota ini dan diperkirakan selesai pada tahun 2015 (menurut informasi yang kuperoleh di Google, sudah dibuka pada tanggal 16 Juni 2016).

Kunjungan pertama kami adalah ke Oriental Pearl TV Tower Shanghai. Sebuah menara lambang kota Shanghai dengan ketinggian 468 meter dan saat itu merupakan bangunan tertinggi nomor 1 di Asia dan nomor 3 di dunia.

Sejauh mata kami memandang dari atas menara tersebut, tampak hutan beton gedung-gedung pencakar langit.

Menara ini mengingatkanku saat berkunjung ke Tokyo Tower beberapa waktu yang lalu… Ada teras kaca yang bisa bikin lutut gemetaran bila berdiri di atasnya dan memandang di bawahnya. Rasanya seperti melayang tanpa alas dan pengaman di atas ketinggian 400-an meter.

Malam harinya kami dinner di dalam kapal sambil menyusuri muara Huang Pu River di kawasan The Bund. Sebuah kawasan pantai pelabuhan Shanghai yg merupakan daerah urban terbaru. Suasananya sangat berkesan… Dari atas kapal kami dapat menikmati suasana malam kota Shanghai yang dipenuhi dengan gemerlapnya lampu-lampu dari gedung-gedung dan kapal-kapal di sekitarnya sambil menyaksikan hiburan musik dan tari tradisional China.

*****

Keesokan harinya kami singgah ke kota Suzhou. Kota ini terkenal sebagai pabrik penghasil sutra alam yang sudah terkenal selama berabad-abad. Selain itu, sejak zaman Dinasti Ming, kota ini juga dikenal sebagai “Venice of Asia“. Karena kota ini memiliki banyak kanal. Di kota ini kami berkunjung ke Lotus Garden, rumah orang kaya zaman dahulu yang sangat luas dan memiliki taman yg indah.

Lalu kami mampir ke sebuah kebun binatang yang berada di kota Tunxi. Di sini kami bisa melihat panda dan red panda, binatang khas China, serta binatang-binatang lain seperti landak, burung hantu, dan lain-lain. Kata guide kebun binatang ini sudah cukup mewakili bila ingin melihat panda tanpa harus jauh-jauh pergi ke kota Chengdu yang merupakan pusat berkembangbiaknya panda.

Kami juga menyusuri Old Street di sana dan berbaur dengan penduduknya. Kami jadi dapat merasakan suasana pertokoan/ pasar tradisional disana secara langsung. Di Shan Tang Old Street, Suzhou kami mencicipi “tahu busuk”. Sesuai dengan namanya memang aromanya busuk. Tapi rasanya cukup enak dan tekstur tahunya lembut.

Di Tunxi Old Town kami mencicipi sesame yang rasanya mirip enting-enting gepuk Salatiga. Ada-ada saja cara pedagang di sana dalam menjual dagangannya. Di Hefang Old Street Hangzhou, pedagang kue mocinya selain membagikan testernya juga mendemokan cara menghaluskan kacang dan bumbunya dengan menggunakan palu yang berukuran besar sehingga menarik perhatian orang-orang yang berlalu lalang sampai akhirnya membelinya.

*****

Saat kami berkunjung ke China, di sana sedang musim dingin. Suhu udaranya berkisar antara 5 sampai minus 12 derajat Celsius. Walaupun kami sudah mengenakan jaket yang tebal, sarung tangan dan semua perlengkapan musim dingin, tapi tetap saja udara dingin terasa menembus ke sela-sela baju kami. Brrr…, dingin sekali… Sampai jari-jari tangan kami seperti mati rasa. Bahkan di antara rombongan kami ada yang mimisan.

Walaupun selama di China kami belum sempat merasakan hujan salju, tapi kami bisa melihat dan merasakan langsung putih dan dinginnya salju di gunung Huangshan. Kalau dipandang seperti gula halus yang ditabur di kue. Kalau dipegang seperti es serut. Kami mencapai gunung tersebut dengan naik kereta gantung. Dari atas kereta gantung kami bisa menyaksikan keindahan panorama Gunung Huang Shan yang dikenal sebagai gunung yang terindah di China.

Saat menyusuri jalan di atas gunung, kami harus berhati-hati karena beberapa bagian jalan tertutup es tebal yang licin. Memandang dari atas gunung Huang Shan kami seperti berada di atas awan. Membuatku jadi teringat akan lukisan gunung dan awan dari para pelukis China.

*****

Perjalanan berikutnya adalah ke kota Hangzhou yang dikenal sebagai kota cinta. Mungkin karena pengaruh cerita legenda Ular Putih dan Sam Pek Ing Tay yang terkenal dengan love story-nya. Konon kisah ini terjadi di West Lake yang kami kunjungi di kota ini. Di West Lake yang airnya tenang ini ada tiga buah jembatan yang dikaitkan dengan legenda tersebut. Salma putri kami, sempat menonton opera Sam Pek Ing Tay di kota ini. Katanya pertunjukannya bagus dan kolosal.

Selanjutnya kami pergi ke Cheng Huang Pagoda. Di lantai dasarnya kami bisa melihat beberapa diorama, patung dan lukisan tentang sejarah dan kebudayaan China. Sedangkan dari lantai atasnya, kami bisa menikmati pemandangan kota Hangzhou yang indah.

Saat malam hari sebelum dinner dan pulang ke hotel, rombongan kami diajak utk berkunjung ke tempat produksi teh Longjing di kota Hangzhou. Di sana didemokan bagaimana teh Longjing bisa menetralisir racun dari segelas air minum yg ditetesi yodium tinktur. Air yang semula berwarna merah itu menjadi jernih kembali setelah dicampur teh Longjing. Kami juga dipersilakan mencicipi air teh Longjing ini. Rasanya campuran antara pahit dan asam tapi segar. Daun teh Longjing ukurannya kecil-kecil. Kami membeli satu kaleng teh tersebut.

*****

Kota terakhir yang akan kami kunjungi selama wisata di China adalah kota Beijing. Karena jarak yang cukup jauh, maka rombongan kami harus naik bullet train dari kota Hangzhou menuju ke kota Beijing. Kecepatan bullet train ini bisa mencapai 300 km/jam. Hampir serupa dgn Shinkansen di Jepang. Stasiun keretanya sangat megah seperti bandara pesawat terbang. Di dalam kereta juga terasa nyaman. Di bagian belakang setiap gerbong kereta disediakan air minum panas utk para penumpangnya. Beberapa penumpang memanfaatkan air panas tersebut untuk membuat mie instan.

Setelah tiba di kota Beijing, kami langsung berkunjung ke Temple of Heaven, sebuah kuil yang dibangun pada tahun 1420 di jaman Dinasti Ming. Kuil ini merupakan tempat persembahan kurban ke surga, sesuai dengan kepercayaan mereka yang tujuannya untuk memohon hujan dan hasil panen yang baik. Luasnya sekitar 270 hektar, sehingga dikatakan bahwa kuil ini merupakan kuil yang terbesar di dunia.

Malam harinya kami diajak menonton pertunjukan akrobatik China yang spektakuler. Beberapa penampilan mereka seperti yang biasanya dipertontonkan di pertunjukan sirkus. Tapi yang paling mencekam saat menyaksikan penampilan enam motor yang dikendarai dengan kecepatan tinggi, berputar-putar secara bersamaan dalam sebuah bola berukuran besar.

Gerakan motornya membentuk formasi yang keren tapi penuh resiko. Hampir serupa pertunjukan “tong setan” kalau di Indonesia. Sedikit saja lengah atau salah perhitungan bisa terjadi tabrakan yang bisa membahayakan para pengemudinya.

*****

Sebagian besar daerah di China memiliki jalan yang lebar, halaman yang luas dan jarak yang jauh. Selain itu di beberapa tempat yang kami kunjungi berada di dataran yang tinggi. Sehingga harus ditempuh dengan banyak berjalan dan mendaki.

Maka perjalanan wisata ke China ini tak hanya membutuhkan kesiapan materi, namun juga fisik dan mental. Apalagi di saat musim dingin. Sebab bila kondisi tubuh sedang tidak fit akan beresiko jatuh sakit. Seperti ada salah seorang anggota rombongan kami yang terkena demam dan flu berat selama di perjalanan. Ada juga yang putrinya (masih kelas 5 SD) begitu pulang dari perjalanan jatuh sakit, sampai diopname di Rumah Sakit.

Padatnya jadwal wisata (setiap hari harus berangkat jam 8 pagi, kadang kurang. Pulang ke hotel jam 8 malam, kadang lebih) dan beratnya kondisi perjalanan dengan cuaca yang sangat dingin memang bisa menyebabkan keletihan, akhirnya drop dan sakit, terutama untuk anak-anak.

*****

Perjalanan tetap berlanjut hingga sampailah kami di Great Wall! Salah satu dari keajaiban dunia yang dibangun sejak lebih dari 2700 tahun yang lalu. Great Wall/Tembok Besar China ini sebenarnya merupakan benteng untuk melindungi wilayah mereka dari serangan musuh dan suku-suku dari Utara China pada masa itu.

Tembok besar ini sangat panjang, meliuk-liuk melintasi gunung dan panjangnya mencapai sekitar 5000 kilometer. Ketika kami berkunjung ke Great Wall, sebagian besar dari rombongan kami menyerah dan tidak melanjutkan perjalanan mendaki ke tempat yang lebih tinggi lagi karena sudah terlalu letih. Sebagian lagi karena merasa takut ketika menapak anak tangga demi anak tangga yang tidak rata dan sangat curam.

Pantaslah sampai ada quote yang berupa tantangan bagi para pengunjung Great Wall: “If we fail to reach the Great Wall, we are no heroes”. Ada juga semacam sertifikat penghargaan di sebuah buku wisata ke Great Wall yang mungkin ditujukan bagi yang berhasil mendakinya.

Di sana kami juga melihat ada beberapa gembok dengan lambang cinta yang tergantung di salah satu bagian tembok. Mungkin gembok-gembok itu dijadikan sebagai simbol perjuangan komitmen cinta oleh sebagian pasangan kekasih yang telah berhasil mencapai Great Wall.

*****

Akhirnya sampailah kami di Tian An Men Square, sebuah lapangan yang sangat luas dengan panjang sekitar 800 meter, lebar 500 meter dan luas 440.000 meter persegi. Lapangan ini dibangun pada tahun 1417 saat Dinasti Ming berkuasa untuk melengkapi Forbidden City. Seperti yang kita ketahui, banyak peristiwa bersejarah yang pernah terjadi di lapangan tersebut.

Pada Tian An Men ini ada pintu masuk utama menuju ke komplek istana di masa Dinasti Ming dan Qing yang disebut Gate of Heavenly Peace. Di gerbang tengah tampak foto Mao Ze Dong yang sudah terpasang sejak wafatnya pada thn 1976. Di sebelah kanan dan kiri foto tersebut ada aksara China. Yang sebelah kanan bila diartikan dalam bahasa Inggris: Long live the unity of the peoples of the world. Sedangkan yang sebelah kiri artinya: Long live the people’s Republic of China.

Kami berjalan terus menuju ke The Forbidden City yang sekarang telah menjadi The Palace Museum. Sebuah komplek istana untuk dua puluh empat kaisar China selama pemerintahan Dinasti Ming dan Qing yang membentang sepanjang 750 meter dari Timur ke Barat dan 960 meter dari Utara ke Selatan, dengan luas total 720.000 meter persegi. Maka dikatakan bahwa komplek istana ini merupakan komplek istana yang terluas di dunia.

Waduh capai juga kaki ini setelah tadi kami berkeliling di Tian An Men Square, lalu dilanjutkan ke Forbidden City ini. Sehingga kami beristirahat sejenak dan duduk di kursi yang tersedia di sana.

Setelah letih berkurang, kami berjalan lagi memasuki komplek istana tersebut. Sebelumnya para petugas memeriksa baju dan barang-barang yang kami bawa termasuk milik semua wisatawan lain demi keamanan. Pada saat kami sudah berada di dalam komplek istana ini, yang terbayang dalam pikiran kami adalah film “The Last Emperor (Kaisar Pu Yi)” yang mengambil setting di tempat ini.

*****

Setelah puas berkeliling Forbidden City, kami diajak oleh guide kami untuk melihat-lihat beberapa gedung di China yang mempunyai bentuk bangunan dengan arsitek yang unik. Seperti misalnya National Stadium (Bird’s Nest) yang terletak di dalam Beijing Olympic Park bagian Timur Utara Beijing dan pernah digunakan sebagai stadium utama dilaksanakannya Beijing Olympic Games 2008.

Ada juga Aquatic Swimming Pool (National Aquatic Centre) yang terletak di bagian Selatan dari area utama Olympic Green di Beijing yang diresmikan pada tanggal 28 Januari 2008 dengan luas 6,95 hektar, dibangun selama 4 tahun. Bangunan unik lainnya adalah National Grand Theater (Gedung Opera Nasiona).

Di China banyak pedagang kaki lima dan pedagang asongan. Di antaranya ada pedagang layang-layang khas China di sekitar Bird’s Nest. Layang-layang ini saat diterbangkan bisa sampai panjang sekali. Terlihat sangat menarik. Apalagi dihias dengan aneka gambar.

Di sebagian trotoar jalan-jalan Beijing yang ramai kami juga melihat beberapa pengemis dan pengamen.

Bagi yang suka shopping, bisa mampir ke Nanjing Road di Shanghai yg merupakan pusat fashion dan keramaian yang popular atau di kawasan belanja Wang Fu Jing di Beijing dengan beberapa mall-nya. Tapi di sana kami hanya sekedar jalan-jalan, melihat-lihat toko dan mampir minum di cafe saja. Sebab sebagian besar barang yang dijual di sana harganya bisa dua kali lipat lebih mahal dari harga barang yang sejenis di Indonesia.

Di Beijing kami juga sempat berkunjung ke China Academy of Traditional Chinese Medicine Science and Technology Cooperative Centre. Ketika baru saja sampai di sana, beberapa petugas langsung mempersilakan kami merendam kaki dengan air panas yang sudah dicampur ramuan obat tradisional China yang berwarna kecoklatan, lalu setelah itu dipijat oleh terapis. Walaupun pijatannya tidak terlalu terasa tapi lumayanlah untuk melemaskan otot kaki kami yang capai sesudah berkeliling Tian An Men Square dan Forbidden City yang sangat luas tadi.

Lalu ada sinshe yang memeriksa kesehatan kami, didampingi penerjemah. Pada saat kami amati kakek yang menjadi penerjemah pembicaraan sinshe tersebut dari bahasa Mandarin ke bahasa Indonesia, logatnya kok seperti logat Jawa ya? Kami langsung menebak kakek tersebut berasal dari Jawa. Eh, ternyata benar juga… Ia berasal dari kota Yogyakarta. Ada lagi yang dari kota Semarang.

Kakek itu bercerita bahwa ia ke China dan meninggalkan Indonesia sejak tahun 1958. Tapi sesekali ia masih mengunjungi keluarganya di Yogyakarta. Ketika kami menanyakan apakah dia menyesal atau tidak telah meninggalkan Indonesia dan menetap di China? Kakek tersebut hanya menjawab dengan singkat sambil tersenyum, “Nasi telah menjadi bubur”

*****

Batu giok disukai oleh orang-orang China, tak hanya sebagai perhiasan, namun juga diyakini memiliki unsur terapi kesehatan. Di tengah perjalanan, kami juga sempat mampir ke sebuah pusat penjualan batu giok yang dibentuk dalam berbagai aneka perhiasan. Bagus-bagus banget…

****

Perjalanan kami ke China selama 10 hari 8 malam bersama satu grup yang terdiri dari 28 orang peserta dan 1 orang tour leader ini terasa berkesan karena kami selalu pergi dan makan bersama. Walaupun dalam satu grup ini hanya kami bertiga yg muslim, tapi kekompakan tetap dapat terjalin dengan baik.

Apalagi saat makan ternyata tidak hanya kami bertiga saja yang memilih menu “no pork” . Ternyata ada keluarga Tionghoa non muslim lain dalam grup ini yang juga memilih menu masakan yang “no pork“. Sehingga kami bisa menjadi akrab karena selalu makan bersama dalam satu meja.

Demikianlah catatan perjalananku bersama keluarga dan rombongan saat berwisata ke negara China di awal tahun 2014. Pengalaman berwisata ini pernah saya ceritakan di Facebook. Tapi dalam tulisan ini sudah saya rapikan dan perbaiki beberapa kata dan kalimatnya agar lebih enak dibaca.

Akhir kata, tak lupa kami sampaikan banyak terima kasih kepada semua tour leader dengan semua kelebihan dan kekurangannya karena telah mendampingi kami dengan baik sejak awal hingga akhir perjalanan.

Menghargai Perbedaan

Standar

Manusia sejak lahir sudah ditakdirkan hidup dalam suasana perbedaan. Semula ia hidup nyaman di dalam rahim ibunya. Tapi setelah lahir, mau tak mau ia harus siap berhadapan dengan kondisi yang jauh berbeda dari kondisi sebelumnya.

Sebelumnya ia mendapatkan makanan dari saluran placenta ibunya. Setelah lahir, air susu ibunyalah yang menjadi sumber makanannya. Lalu dengan semakin bertambah usia, ia mulai diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI hingga makanan padat.

Suasana perbedaan akan kembali ditemuinya saat berkumpul dengan keluarga. Wajah, bentuk tubuh, jenis kelamin, sifat hingga minat dan bakatnya berbeda dengan kakak, adik atau sepupunya. Apalagi ketika sudah menyatu di masyarakat. Tak hanya warna kulit dan asal daerahnya saja yang bisa berbeda. Suku, agama, ras/etnis dan pemikirannya pun juga akan berbeda dari anggota masyarakat yang lain.

Berbicara tentang perbedaan, apalagi di masa-masa menjelang Pilpres ini, tiba-tiba menjadi suatu hal yang sangat sensitif. Karena tak hanya menyangkut perbedaan pilihan capres. Tapi entah mengapa jadi merembet juga ke isu SARA (Suku Agama Ras dan Antargolongan), meskipun tak segempar saat Pilgub DKI beberapa waktu yang lalu.

Ditengarai isu tersebut bisa semakin berkembang luas akibat gencarnya informasi/berita hoax, fitnah dan ujaran kebencian di WA grup maupun media sosial lain. Sedangkan isu semacam ini berpotensi menimbulkan intoleransi dan perpecahan bangsa.

Beberapa berita di bawah ini bisa mewakili kondisi tersebut:

1. https://m.republika.co.id/berita/nasional/news-analysis/18/08/07/pd32km409-kapitalisasi-isu-sara-oleh-elite-politik-dan-pilpres-2019

2. https://www.jawapos.com/nasional/politik/29/07/2018/isu-sara-menjadi-ancaman-serius-di-pilpres-2019

3. https://m.detik.com/news/berita-jawa-tengah/d-4349465/eks-radikalis-bicara-bahaya-pemilu-penuh-isu-sara

4. https://tirto.id/pilpres-2019-diprediksi-masih-rawan-isu-sara-cDpl

Situasi yang sedemikian itu tentu saja akan membuat suasana yang sangat tidak nyaman, khususnya bagi pihak yang minoritas (yang paling berbeda di tengah mayoritas yang homogen). Baik perbedaan yang berhubungan dengan SARA, pilihan capres, maupun dalam menyampaikan pendapat/pemikiran pribadinya.

Padahal dengan adanya perbedaan tersebut, kalau kita mampu mengelolanya dengan baik malah bisa menjadi sesuatu yang indah, di mana satu sama lain saling menerima, menghargai dan mau bekerjasama.

Ibaratnya sebuah taman dengan aneka warna dan jenis bunga akan tampak lebih indah bukan?

Bukankah Allah Swt. juga telah berfirman:

يٰٓأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَأُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقٰىكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.”

(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 13)

* Via Al-Qur’an Indonesia http://quran-id.com

Jadi perbedaan di antara kita ini jangan malah dijadikan sebagai bahan bakar yang menyulut dan mengobarkan api permusuhan, pertikaian dan perpecahan, ya Kawan…

Yuk, hargai perbedaan yang ada! Lebih baik kita saling memperbaiki diri dan saling melengkapi sesuai dengan potensi kita masing-masing. Agar kita bersama-sama dapat membangun negara kita ini menjadi negara yang kuat, adil, makmur dan sejahtera. Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur. Aamiin…

Gambar karya Salma Fedora, 22 Desember 2013

Tiga Kunci Penentu Kepribadian dan Akhlak Seseorang

Standar

Dalam bermasyarakat, kita akan berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki bermacam-macam sikap, perilaku dan latar belakang keluarga. Sebagai makhluk sosial tentu kita harus pandai menempatkan diri di tengah masyarakat dan bergaul dengan baik.

Baik ketika kita bertemu dengan orang-orang yang terhubung karena pertalian silaturahmi, untuk suatu keperluan tertentu atau dalam rangka kerjasama. Misal, adanya pertemanan dan pernikahan, atau adanya hubungan di dunia pendidikan dan dunia kerja.

Ketika pertama kali terjalinnya sebuah hubungan, biasanya masing-masing masih merasa asing, belum saling mengenal. Namun dengan berjalannya waktu dan interaksi yang terus terjalin, proses perkenalan pun mulai berkembang menjadi semakin akrab.

Awalnya saling mengenal wajah, lalu nama, tempat tinggal, sikap, perilaku hingga kepribadiannya (personality). Hanya saja untuk mengenal karakter seseorang secara pasti (kepribadian yang dikaitkan dengan moral dan akhlaknya), bukanlah hal yang mudah. Karena ada kalanya yang ditampakkan oleh seseorang tak sama dengan yang disembunyikannya.

Memang sudah sewajarnya dalam membina sebuah hubungan, sikap dan perilaku yang baik dan manis harus selalu dikedepankan. Tujuannya agar hubungan yang sudah terjalin menjadi semakin baik dan harmonis.

Namun resikonya, kadang-kadang ada kepalsuan di balik semua kemanisan itu. Dan tentu saja hanya Allah Swt. dan ia sendiri sajalah yang tahu akan karakter aslinya. Maka agar tak mudah tertipu oleh sikap dan perilaku seseorang, kita juga harus belajar bagaimana cara mengenali kepribadian dan karakter asli seseorang.

Dalam Islam ada beberapa cara untuk mengenal sekaligus menguji kepribadian dan akhlak seseorang. Selama ini yang selalu menjadi patokan dalam penilaian tersebut adalah dengan melihat keimanannya. Konon akhlak yang baik adalah cermin dari keimanan yang baik.

Namun ternyata hal itu tak sepenuhnya benar. Karena ada orang yang rajin shalatnya, tapi korupsinya juga jalan terus. Ada juga yang suka bersedekah tapi malas beribadah. Maka yang paling ideal adalah yang imannya baik, akhlaknya juga baik.

Lalu bagaimana dong cara menguji akhlak dan kepribadian asli seseorang? Hmmm, itu pertanyaan yang sangat sulit dijawab. Tapi setidaknya ada 3 kunci penentu akhlak seseorang (dengan catatan dalam kesehariannya, ia tetap berpedoman pada ajaran agama) yaitu:

1. Bagaimana sikapnya terhadap keluarganya?

Bila seseorang mempunyai sikap dan perilaku yang baik serta penuh perhatian terhadap keluarganya, maka karakternya dipastikan akan baik juga.

Beberapa contoh perilaku baik terhadap keluarga seperti memberi nafkah, bertanggungjawab, dan menjadi pemimpin serta pelindung keluarga yang baik (bagi suami), melayani suami dan merawat anak dengan penuh kasih sayang (bagi istri), berbakti kepada orang tua (bagi anak)

Sebagaimana sabda Rasulullah Saw. berikut ini:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى

“Sebaik-baik kalian, adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku.” (HR. Tirmizi)

(sumber: manhajuna.com)

2. Apakah ia amanah saat diberi kepercayaan untuk mengelola uang/harta?

Siapa pun pasti membutuhkan uang untuk biaya hidup dan keluarganya. Maka wajar setiap orang tentu akan berjuang dan bekerja sungguh-sungguh demi mendapatkan uang. Asalkan dengan cara yang halal ya…

Tapi banyak orang yang tidak lulus ujian saat ia diberi kepercayaan untuk membawa, menyimpan atau mengelola uang. Apalagi bila nilai uangnya besar. Biasanya ia akan tergoda untuk menyalahgunakan uang tersebut untuk kepentingan pribadinya.

Bahkan gara-gara uang, akhir-akhir ini banyak kasus yang bikin geleng-geleng kepala. Dari kasus korupsi, prostitusi, perampokan, hingga rebutan jabatan dan warisan sampai timbul permusuhan dan saling membunuh.

Lirik lagu berjudul “Uang” yang dulu pernah dinyanyikan oleh Nicky Astria di bawah ini bisa menggambarkan betapa besar pengaruh uang terhadap manusia:

Tak pandang di mana saja,
di seluruh dunia ini…uh
Tak habis orang bicara,
tak henti orang berdiskusi
uh…uh…

Tiada bukan, tiada lain
mereka mencari cara tepat
untuk mendapatkan uang
oh…uang…
oh…lagi-lagi uang

Memang uang bisa bikin
orang senang bukan kepalang uh…
Namun uang bisa juga
bikin orang mabuk kepayang uh…
Lupa sahabat, lupa kerabat
lupa saudara,
mungkin juga lupa ingatan
oh…uang…
oh…lagi-lagi uang

Uang bisa bikin orang
senang tiada kepalang
Uang bikin mabuk kepayang uh…

(sumber: wowkeren.com)

Uang memang bisa menjadi fitnah/ujian yang luar biasa bagi manusia, terutama di zaman ini. Rasulullah Saw. bersabda:

إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً، وَفِتْنَةَ أُمَّتِي الْمَالُ

“Sesungguhnya pada setiap umat ada fitnah (ujiannya) dan fitnah umatku adalah harta” (HR. Bukhari)

Beliau berkata:

فَعَامِلُكَ بِالدِّرْهَمِ وَالدِّينَارِ ، اللَّذَيْنِ يُسْتَدَلُّ بِهِمَا عَلَى الْوَرَعِ

“Apakah dia pernah bermuamalah denganmu berkaitan dengan dirham dan dinar, yang keduanya merupakan indikasi sikap wara’ seseorang?” (HR. Bukhari)

(Sumber: muslimafiyah.com)

Maka siapa pun yang teguh memegang amanah dan bisa menjaga diri dari fitnah uang/harta, bisa kita sebut sebagai orang yang memang benar berakhlak baik.

3. Bagaimana sikapnya saat melakukan safar / perjalanan yang meletihkan?

Meskipun di zaman sekarang, melakukan perjalanan sudah jauh lebih nyaman daripada sebelumnya, tapi tetap saja faktor keletihan, kejenuhan, tak bisa dihindarkan. Apalagi bila terjebak kemacetan.

Maka yang mampu tetap bersabar, tidak meninggalkan ibadah dan tidak berbuat maksiat selama di perjalanan, ia tak diragukan lagi kebaikannya.

Ibnu Qudamah Al-Maqdisi berkata,

ومن كان في السفر آذى هو مظنة الضجر حِسنَ الخلق، كان في الحضر أحسن خلقاً .وقد قيل : إذا أثنى على الرجل معاملوه بى الحضر ورفقاؤه في السفر فلا تشكوا في صلاحه .

Barangsiapa yang ketika bersafar mengalami kesusahan dan keletihan ia tetap berakhlak yang baik, maka ketika tidak bersafar ia akan beraklak lebh baik lagi. Sehingga dikatakan, jika seseorang dipuji muamalahnya ketika tidak bersafar dan dipuji muamalahnya oleh para teman safarnya,maka janganlah engkau meragukan kebaikannya.”

– Mukhtashar Minhajul Qashidin 1/39, Syamilah –

(Sumber: muslimafiyah.com)

Itulah tiga ujian yang bisa digunakan untuk menilai dan menentukan karakter (kepribadian dan akhlak) asli seseorang. Ketika seseorang mampu lulus dari ketiga ujian tersebut dengan nilai yang memuaskan, maka insya Allah karakternya pun terpuji.

Sumber gambar: fastabiqmedia.com

Berlatih Menulis Bersama ODOP

Standar

Menulis, bagiku awalnya hanya sekedar cara untuk mengeluarkan uneg-uneg dan curahan hati. Dengan berjalannya waktu, mulailah timbul keinginanku untuk lebih serius berlatih menulis agar tulisanku tak hanya sekedar disimpan di diary atau laptop. Tapi bisa tercantum dalam buku yang diterbitkan sebagaimana impianku di masa kecil.

Pertama kali aku mencoba bergabung di Komunitas Fresh Author yang dikoordinir oleh Pak Ahmad Rifai Rifan, penulis muda yang sudah banyak menghasilkan buku-buku motivasi Islam yang best seller.

Alhamdulillah, bersama anak-anak muda di komunitas itu, impianku untuk pertama kalinya pun terwujud. Naskahku yang telah lolos seleksi bersama naskah 25 penulis pemula lainnya akhirnya bisa diterbitkan oleh Penerbit Marsua Media (milik Pak Ahmad Rifai Rifan) dalam sebuah buku antologi yang berjudul “Life is Never Flat” (tahun 2014).

Selanjutnya sampai tahun 2015, naskahku berturut-turut berhasil diterbitkan lagi bersama teman-teman komunitas Fresh Author dalam empat judul buku antologi yang dikoordinir oleh Pak Ahmad Rifai Rifan.

Ketika terjadi kevakuman dalam komunitas, aku kembali mencari komunitas menulis yang lain agar semangat menulisku yang sudah mulai menyala ini bisa tetap tersalurkan.

Suatu hari ketika membuka FB, aku tertarik dengan ajakan bergabung di Komunitas One Day One Post yang diprakarsai oleh Bang Syaiha di sekitar akhir tahun 2015 hingga awal tahun 2016. Mulai saat itu aku langsung bergabung di komunitasnya (WA grup) sampai sekarang.

Kegiatan di Komunitas One Day One Post (ODOP) bermacam-macam. Ada tantangan menulis naskah di blog setiap hari, ada sharing ilmu dan wawasan tentang kepenulisan, ada tantangan membaca buku sampai selesai dalam jangka waktu yang telah ditentukan dan ada juga nulis buku bareng.

Alhamdulillah berkat kuikutsertaanku dalam komunitas ODOP yang mayoritas anggotanya anak-anak muda dengan semangat menulis luar biasa, aku pun jadi makin termotivasi. Efek positif yang kurasakan di antaranya,

1. Menjadi terlatih untuk lebih konsisten dalam menulis di blog pribadi sehingga hampir setiap hari blog-ku terisi tulisan-tulisanku.
2. Dua buah buku antologi yang merupakan kumpulan naskahku bersama beberapa teman komunitas ODOP berhasil diterbitkan. Judul bukunya: “Mutiara Hitam dari Papua” (2018) dan “Surat Cinta untuk Penulis Pemula” (2019).

3. Naskah yang bersumber dari diary-ku saat masa-masa awal mondok di Pesantren Ngruki yang sudah lama mangkrak di laptop akhirnya berhasil kuselesaikan hingga terbit menjadi buku solo pertamaku dengan judul “Santriwati Baru” (2016)

4. Mendapat teman-teman baru yang selalu memantik semangat menulis.

Dari pengalamanku tersebut, sebuah quote yang kutemukan di goo.gl/images/jVJfWZ menjadi terbuktikan kebenarannya. Bunyi quote tersebut sebagai berikut:

The only way to get BETTER is to surround yourself with BETTER people

Aku mengartikannya begini: Suatu cara agar bisa menjadi lebih baik adalah dengan bergaul bersama orang-orang baik di lingkungan yang baik.

Seiring dengan bertambahnya usia hingga setengah abad ini telah kulewati, aku tetap akan terus belajar dan berkarya. Kapan pun dan di mana pun. Karena usia bukanlah halangan untuk menebar kebaikan.

Jangan Menghina Ciptaan-Nya

Standar

Beberapa waktu yang lalu di media sosial sempat ramai dengan komentar pro dan kontra para netizen perihal body shaming yang kini bisa diadukan ke pihak berwajib dan bisa terancam hukuman penjara karena dianggap menghina dan mempermalukannya.

Dasar hukumnya adalah UU ITE Pasal 27 ayat 3 yang berbunyi: “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mengizinkan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang bermuatan penghinaan dan / atau pencemaran nama baik”.

Lalu berlanjut dengan ancaman hukumannya pada Juncto Pasal 45 ayat 1 yang berbunyi: 1) Setiap Orang yang memenuhi syarat diterima dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan hukuman penjara paling lama 6 (enam) tahun dan / atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
(sumber: kotaku.pu.go.id)

Mungkin ada yang belum paham dengan body shaming ya? Body shaming adalah sebuah tindakan berkomentar negatif terhadap ukuran/bentuk/penampilan fisik seseorang, baik secara tertulis maupun lisan, di dunia maya dan di dunia nyata. Meskipun komentar tersebut dilakukan sekadar bercanda, namun bernada menghina fisik seseorang.

Yuk evaluasi diri, jangan-jangan kita pun pernah melakukan body shaming terhadap teman atau seseorang. Ketika melihat teman yang berbadan gemuk/kurus, berkulit hitam/putih, bergigi tidak rapi, lalu kita mengeluarkan kata-kata yang bernada menghina, melecehkan dan menertawakan fisiknya, maka kita telah melakukan body shaming.

Padahal body shaming ini bisa dikatakan sebagai pem-bully-an secara verbal terhadap seseorang yang beresiko menimbulkan efek negatif pada orang yang menjadi korbannya tersebut. Di antara akibat yang bisa timbul pada orang yang menjadi korban body shaming adalah sebagai berikut:

1. Menjadi minder/rendah diri
2. Tidak percaya diri.
3. Timbul rasa kurang bersyukur gara-gara kondisi fisiknya.
4. Ingin mengubah fisiknya secara ekstrim
5. Pemalu dan enggan bersosialisasi.
6. Merasa terhina sehingga menimbulkan rasa dendam.
7. Putus asa dan ingin bunuh diri.

Jangan menganggap para korban body shaming tadi terlalu baper atau terlalu sensitif ya kawan… Karena kita tidak pernah tahu bagaimana perasaan dan kondisi seseorang yang sesungguhnya, meskipun bila sampai melakukan bunuh diri itu juga tentu saja tetap tidak dapat dibenarkan. Lagipula pasti kita juga tak mau kan bila dibegitukan?

Maka berhentilah melecehkan fisik siapa pun. Jangan jadikan ukuran dan bentuk fisiknya sebagai bahan lelucon yang nggak bermutu. Bisa jadi malah orang yang kita olok-olok lebih baik daripada kita di sisi yang lain. Apa kita malah nggak malu sendiri nantinya? Ingat, seperti apa pun kondisi fisik seseorang, manusia adalah makhluk ciptaan Allah Swt. yang terbaik. Jadi jangan menghina ciptaan-Nya.

Lagi pula, sebelum dibuatnya semua hukum dan peraturan di atas, sebetulnya sudah ada larangan menghina dan mengolok-olok orang lain dari Allah Swt. Sang Khalik, Maha Pencipta semua makhluk. Dalam ajaran Islam bahkan sudah tercantum di kitab suci Al Qur’an sebagai berikut:

Allah SWT berfirman:

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰىٓ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّنْ نِّسَآءٍ عَسٰىٓ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقٰبِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمٰنِ ۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَأُولٰٓئِكَ هُمُ الظّٰلِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”
(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 11)

* Via Al-Qur’an Indonesia http://quran-id.com

Selain itu, ketika kita melakukan body shaming, berarti kita tengah menunjukkan kesombongan. Merasa diri paling baik fisiknya, paling cantik /paling ganteng. Padahal penilaian fisik sangat relatif dan bersifat fana. Dan sesungguhnya kecantikan/kegantengan yang sejati hanya akan terpancar dari keimanan yang teguh, keluasan ilmu dan akhlak/budi pekerti yang baik.

Sumber gambar: kutipangambarislami.blogspot.com

Nah, mulai sekarang yuk kita hilangkan kebiasaan memanggil dan menyapa teman dengan nama yang diambil dari kekurangan fisiknya. Hentikan juga cara bercanda yang bernada mengolok fisik seseorang. Jangan menghina ciptaan-Nya lagi ya kawan…

Minggu Pagi di Stadion Bima Cirebon

Standar

Di kota Cirebon ada sebuah stadion olah raga yang setiap hari Minggu pagi berubah menjadi ‘pasar kaget’ serba ada. Namanya Stadion Bima. Dikatakan demikian karena memang setiap hari Minggu dari jam 06.00 pagi sudah banyak pedagang yang membuka lapaknya dengan beraneka macam barang yang dijajakan di sana.

Ada baju, kerudung, perlengkapan dapur, karpet, tikar, mainan anak, hewan peliharaan (kelinci, hamster, kucing, ikan hias), bibit tanaman, jemuran baju, aneka makanan/minuman, dan lain-lain.

Semakin siang suasana di sana semakin ramai. Pengunjung dari berbagai kalangan ‘tumplek bleg’ memenuhi area stadion. Ada yang sekedar berjalan-jalan menikmati hari Minggu pagi bersama keluarga, ada juga yang sengaja datang untuk membeli sesuatu.

Selain itu, stadion ini juga menjadi tempat yang asyik untuk berolah raga. Dari jogging, senam, hingga hanya sekadar jalan kaki ke sekeliling stadion sambil ‘cuci mata’ melihat-lihat aneka barang yang dijual.

Anak-anak pun senang diajak ke stadion Bima karena di sana tersedia beberapa wahana bermain yang disewakan dengan tarif terjangkau. Seperti berkuda, bermain di rumah balon, main mobil-mobilan, komedi putar, mainan kereta api dan lain-lain.

Aku bersama suami pun tak ketinggalan ikut serta menikmati suasana keseruan hari Minggu pagi di sana. Terutama sejak Salma sudah kuliah di Bandung. Karena di rumah hanya tinggal kami berdua saja, jadi kami nikmati saja kebersamaan ini setiap harinya, terutama saat hari libur kerja.

Biasanya kami ke sana untuk menikmati sarapan pagi di warung nasi langganan kami (namanya Kantin Jembar Agung).

Masakannya dijajakan di dalam wadah-wadah makanan yang tertutup sehingga tidak terkena lalat atau debu.

Biasanya kami membeli nasi gudeg Jogja dan nasi liwet Solo. Kadang-kadang beli lontong sayur juga. Meskipun rasanya sedikit berbeda dengan masakan di daerah asalnya (mungkin karena menyesuaikan lidah orang Cirebon), tapi rasanya tetap enak.

Setelah sarapan biasanya kami berjalan-jalan ke sekeliling lapak-lapak. Suamiku suka mampir di lapak tanaman untuk membeli beberapa tanaman hias atau bibit pohon untuk menghias kebun di belakang rumah kami.

Beberapa tanaman yang pernah ia beli di sana dan sudah kami nikmati hasilnya adalah tanaman kucai, kacang Amazon, pisang seribu, pohon buah tin, tanaman cincau hijau, dan daun salam.

Tadi pagi kami juga ke stadion Bima untuk sarapan di warung nasi langganan kami. Karena tutup, kami mencari alternatif warung nasi yang lain. Baru berjalan beberapa langkah, kami melihat beberapa orang yang sedang berkerumun, mengantre di sebuah warung nasi pecel. Karena penasaran kami ikut mengantre dan memesan nasi pecelnya.

Hmmm, ternyata lumayan juga rasanya. Seporsi nasi pecel lengkap dengan tempe goreng, kerupuk gendar dan rempeyek kacangnya sudah cukup mengenyangkan perut kami.

Apalagi ditambah pepes lamtoro dan tahu bacem. Karena cocok dengan rasanya, kami memesan lagi sebungkus untuk ibu mertua. Di sebelahnya kebetulan ada penjual kue tradisional sehingga kami sekaligus membelinya beberapa untuk ibu metua dan camilan di rumah.

Karena setiap hari Minggu pagi banyak orang Cirebon yang mampir ke stadion ini, kami jadi sering berpapasan dengan teman atau orang-orang yang kami kenal. Tadi aku juga bertemu dengan Mbak Marda Yanti, salah seorang temanku yang anaknya pernah satu sekolah dengan anakku saat di SD dan SMP Al Azhar.

Rupanya ia ikut menitipkan beberapa kripik balado untuk dijual di lapak kue tadi. Ia juga menawarkan kepada kami rendang ayam yang akan dimasaknya pagi ini. Kami memesan dua paha dan dua dada saja untuk lauk makan siang kami nanti di rumah.

Setelah puas berkeliling stadion Bima, kami menuju ke rumah ibu mertua untuk mengantarkan nasi pecel serta beberapa kue. Alhamdulillah ibu mertua suka dengan makanan yang kami belikan. Setelah mengobrol ringan beberapa saat, kami langsung berpamitan dan pulang ke rumah. Menikmati hari libur yang tersisa. 😊

Anak Kos, Dulu dan Sekarang

Standar

Menjelang berakhirnya liburan semester ganjil, kami sudah mengantar Salma ke Bandung karena harus perwalian ke kampusnya di tanggal 10. Selama tiga malam kami menemani Salma di kosnya. Suasana kos masih sepi karena belum ada kegiatan perkuliahan.

Hanya ada satu atau dua mahasiswi saja yang berseliweran dan duduk di kursi makan. Mengamati suasana kos ini mengingatkanku ketika masih menjadi mahasiswi dan kos di kota Yogyakarta.

Secara umum suasananya masih sama seperti tempat kos kebanyakan. Ada kamar-kamar kos, dapur dan penjaga kosnya. Kebetulan di kos Salma ada ibu kosnya juga. Sebagian kos tidak ada ibu kosnya. Ada yang kosnya campur putri dan putra. Ada juga yang kosnya khusus putri/putra.

Kalau ingin lebih tenang, sebagai orang tua memang lebih baik memilihkan kos yang khusus putri/putra, juga ada ibu kos dan penjaga kosnya. Sedangkan untuk faktor kenyamanan, kamar kos dengan kamar mandi di dalam bisa dijadikan pilihan.

Kehidupan anak kos agak berbeda dengan kehidupan di pesantren atau asrama meskipun semuanya sama-sama dituntut mandiri dan survive. Di pesantren atau asrama, sekamar bisa dihuni beberapa orang. Sedangkan di kos rata-rata sekamar dihuni satu orang atau maksimal berdua. Sehingga anak kos cenderung lebih individual dibanding anak asrama/pesantren. Tapi memang tetap tergantung pada pribadinya masing-masing.

Suka duka anak kos zaman dulu dan sekarang ada persamaan dan perbedaannya. Coba kita cek satu persatu yuk:

1. Anak kos zaman dulu kalau mau kontak orangtua, saudara atau temannya harus ke wartel. Sekarang tinggal kontak pakai smartphone dengan berbagai aplikasi canggihnya.
2. Makanan favorit dan andalan anak kos dari zaman dulu sampai sekarang ternyata mie instan 😁
3. Hiburan dan sumber informasi anak kos zaman dulu televisi, bioskop, majalah dan koran. Sedangkan anak kos zaman sekarang lebih suka Google, portal online, Youtube, game dan bioskop.
4. Anak kos zaman dulu lebih suka memasak untuk makanan sehari-harinya. Sedangkan anak zaman sekarang lebih cenderung membeli masakan, apalagi sekarang sudah ada Gofood, Grabfood, dan lain-lain.
5. Sarana transportasi anak kos zaman dulu dan sekarang biasanya motor/mobil pribadi (bagi yang memilikinya). Bisa juga angkot, ojek, becak dan bus kota. Bedanya kalau sekarang anak kos lebih mudah ke mana-mana karena sudah ada transportasi ojek dan taksi online.
6. Anak kos zaman dulu kalau mau belanja aneka barang selain kebutuhan pokok, biasanya ke supermarket. Kalau anak kos zaman sekarang lebih suka belanja melalui toko online.
7. Kos zaman dulu dan sekarang masing-masing mempunyai peraturan, baik yang dibuat oleh ibu kos, maupun berdasarkan kesepakatan penghuni kosnya. Biasanya peraturan itu yang berhubungan dengan jam berkunjung tamu, batas jam pulang ke kos, larangan memasukkan tamu lawan jenis ke kamar kos (kecuali keluarga sendiri), batas jumlah cucian dan jenis baju (bila ada fasilitas cuci baju), hingga aturan makanan yang disimpan di kulkas dan pinjam meminjam alat makan/dapur, (termasuk kewajiban menjaga kebersihannya).

Beberapa foto yang saya ambil dari kosnya Salma di bawah ini bisa mewakili peraturan tertulis yang dibuat anak kos. Di bagian foto terakhir, Salma yang menggambar dan menempelkannya, untuk mengingatkan teman-teman kosnya yang kurang menjaga kebersihan dapur kos. Sudah agak kusam karena sudah lama ditempelnya 😃

Begitulah sekilas menurut pengamatanku. Tapi hal yang penting banget diperhatikan oleh anak kos menurutku sebagai berikut:

– Sesibuk apa pun pandai-pandailah mengatur waktu antara kuliah dan mengurus diri sendiri dan kamar kosnya. Jangan sampai jatuh sakit (gara-gara makan dan tidur tak teratur), kamar kos berantakan dan tak terurus dengan banyaknya tugas kuliah tapi tak bisa mengatur waktunya.
– Jangan sampai tergoda teman kos/kuliah untuk melakukan hal yang dilarang agama dan negara. Bila lingkungan kos kurang baik, lebih baik pindah ke kos lain yang lebih terjaga pergaulannya.
– Sering-seringlah menghubungi orang tua dan saudaramu agar pahala bakti dan silaturahmimu tetap mengalir. Selain itu agar mereka lebih tenang setelah dapat memastikan bahwa kondisimu baik-baik saja bila selalu dapat terhubung denganmu di mana pun berada.
– Selalu menjaga ibadah dan akhlak. Ketika menghadapi masalah, mohon pertolongan Allah Swt. lalu berkonsultasilah dengan orang tua, saudara atau teman yang bisa dipercaya. Begitu pun ketika sedang sakit, segera berobat. Hubungi orang tua, minta bantuan ibu kos atau teman kos untuk minta obat P3K atau menemani ke dokter.
– Jadikan kehidupanmu di kos sebagai kesempatan berlatih mandiri, jauh dari orangtua tetap survive serta bisa mengurus diri sendiri dan kamar kos. Anggap saja kamar kos dan teman-teman kosmu sebagai rumah kecil dan tetangga pertamamu yang harus dijaga kerapihan/kebersihannya dan hubungan baiknya sebelum kau nanti berkeluarga, memiliki rumah dan tetangga dalam lingkup yang lebih besar dan luas.

Demikianlah sekilas tentang anak kos dan kehidupannya. Oleh-oleh dari habis mengantar dan menemani Salma di kosnya. Dalam perjalanan pulang ini tiba-tiba rasa kangen mulai datang menyergap lagi. Mungkin beginilah yang dirasakan semua orang tua yang anaknya kos di luar kota ya… 😥

Sumber gambar: kampusholic.blogspot.com

Wisata Singkat yang Menyenangkan

Standar

Hari ini adalah hari terakhir kami menemani Salma di kos. Besok pagi kami sudah balik ke Cirebon. Maka kami berencana menghabiskan waktu seharian ini untuk berjalan-jalan bersama Salma.

Rencana semula, kami akan berwisata ke Orchid Forest Cikole. Tapi mengingat sekarang hari Jum’at dan suamiku ingin shalat Jum’at sekaligus bersilaturahmi ke Masjid Lautze 2 yang terletak di jalan Tamblong, maka waktunya pun kami undurkan. Jadi, pertama ke Masjid Lautze 2 dulu, lalu sesudah itu baru ke Orchid Forest Cikole.

Sebelumnya kami mampir sarapan sebentar ke Dago Bakery yang berada di Jalan Ir.H. Juanda, sesuai rekomendasi Salma. Katanya makanannya enak-enak. Semula kami mengira ini hanya toko roti saja, ketika melihat beraneka roti yang ditata dengan menarik di lantai satunya. Tapi ternyata memang ada restoran di lantai dua.

Ketika pelayan menyodorkan daftar menu, kami langsung memilih makanan dan minumannya. Salma yang berselera internasional langsung memilih Fettucini Carbonara dan Mushroom Soup. Aku yang berlidah lokal, memilih Kupat Tahu. Sedangkan suamiku memilih roti ikan tuna. Karena menurut Salma rasa minumannya standar saja, kami cuma memesan teh panas dan jus sirsak.

Benar juga kata Salma. Makanannnya memang enak-enak. Tapi jus sirsaknya seperti terlalu banyak es sehingga kurang terasa sirsaknya. Kulihat seorang turis asing yang duduk di sebelahku juga meminta pelayannya untuk mengganti capuccino pesanannya karena mungkin kurang pas rasanya.

Tapi secara keseluruhan tempat makan ini cukup recommended. Apalagi tempatnya nyaman dan desain ruangannya juga cantik. Harga juga masih wajar untuk restoran sekelasnya. Setelah itu kami langsung pesan taksi online menuju ke Masjid Lautze 2.

Mendekati jalan Tamblong, driver-nya bilang bahwa ia terpaksa tak bisa mengantar kami sampai di depan Masjid Lautze 2 karena sebagian ruas jalan yang menuju ke sana sudah ditutup untuk persiapan shalat Jum’at. Tentu bagi kami tidak masalah, karena jaraknya juga sudah dekat. Hanya tinggal jalan kaki beberapa meter saja.

Begitu sampai di Masjid Lautze 2, kami langsung disambut dengan ramah oleh pengurus-pengurus Yayasan Haji Karim Oei Bandung. Ada Ci Erni, Ci Niar dan Koko Rahmat (Ketua YHKO Bandung). Kebetulan hari itu yang menjadi khatib shalat Jum’at-nya Pak Oded M Danial (Walikota Bandung). Ada hadir di sana juga Pak Tatang (Setda Bandung) dan Ibu Camat.

Dari hasil pembicaraan dengan Pak Tatang, ia mengatakan bahwa Masjid Lautze 2 ini masjid yang makmur. Jamaahnya banyak dan kegiatan keagamaannya hidup. Bahkan sudah ada kerjasama yang baik antara Baziz Kota Bandung dengan YHKO Bandung sehingga syiar Islamnya semakin berkembang. Masya Allah

Ketika shalat Jum’at dimulai, para jamaah wanita pindah ke samping, di bawah tenda karena penuhnya jamaah bahkan sampai melimpah ke jalan. Seusai shalat Juma’at aku dan Salma ikut membantu pengurus YHKO Bandung, membawa nampan berisi aneka kue untuk dibagikan kepada semua jamaah shalat Jum’at yang hadir. Terasa sekali suasana -ukhuwah Islamiyah-nya.

Saat itu juga ada seorang wanita yang bersyahadat dengan disaksikan Pak Oded. Ia mendapat hidayah Islam setelah mendengarkan ceramah Zakir Naik di Youtube. Alhamdulillah… Setelah shalat Jum’at kami langsung berpamitan untuk melanjutkan perjalanan ke Orchid Forest Cikole.

Taksi online yang barusan sudah tersambung malah dibatalkan oleh driver-nya. Mungkin ia tidak mau mengantar ke sana karena terlalu jauh ya? Suamiku lalu memesan lagi. Alhamdulillah ada driver yang ready. Tapi ia menawarkan kami pakai sistem sewa mobil saja.

Alasannya, kalau kami hanya di-drop saja di sana, nanti akan beresiko kesulitan saat memesan taksi online kembali karena jauhnya jarak. Kami langsung teringat, dulu kami pernah mengalami kejadian seperti itu. Akhirnya kami setuju dan disepakati harga sewa mobil selama 4 jam sebesar Rp290 ribu.

Kami segera masuk mobil dan driver pun membawa kami menuju ke arah Lembang. Perjalanan memakan waktu 1 jam lebih. Di tengah jalan hujan deras mulai turun. Haduh, aku mulai cemas. Yang kukhawatirkan, bila hujan belum juga reda, bagaimana nanti kami bisa menikmati wisatanya yang berada di alam terbuka ini? Benar juga, ketika kami tiba di Orchid Forest Cikole, hujan masih turun.

Kami sempat menunggu beberapa saat di mobil. Tapi hujan belum berhenti juga. Kalau kami nekat turun dan masuk ke area wisatanya, pasti basah kuyup karena tak membawa payung. Belum lagi jalannya pasti becek dan licin. Kami juga takut tersambar petir saat nanti melewati pohon-pohon yang tinggi, karena sesekali terdengar suara geledek. Yah, terpaksa deh kami harus batalkan wisata ke Orchid Forest ini. Padahal sudah di depan pintu masuknya.

Sebagai gantinya, kami langsung menuju ke Floating Market Lembang, sesuai usulan Pak driver. Kebetulan kami memang belum pernah ke sana. Alhamdulillah perjalanan sangat lancar. Padahal menurut Pak driver, biasanya kalau mau ke tempat ini harus siap dengan kemacetan yang panjang. Mungkin karena cuaca sedang hujan dan sekarang masih hari Jum’at ya. Kalau besok Sabtu barulah terasa macetnya pasti.

Akhirnya sampailah kami di pintu gerbang Floating Market. Ternyata di sini malah tidak turun hujan. Setelah saling memberi informasi nomor kontak antara suami dan Pak driver (agar nanti mudah saling menghubunginya), kami langsung masuk ke area wisata. Harga tiket per orang Rp20 ribu. Kupon tiket tersebut bisa ditukar dengan minuman dengan berbagai pilihan sesuai selera yang berada di dekat pintu masuk.

Aku dan suami menukarnya dengan minuman Hot Milo. Sementara Salma menukarnya dengan minuman Hot Chocolate. Lalu kami langsung mencari tempat duduk di dekat danau. Hmmm, rasanya nikmat dan pas banget minuman yang panas ini di tengah cuaca Lembang yang dingin. Setelah shalat di mushala yang banyak tersedia di sekitar tempat wisata ini, kami mulai berkeliling.

Pertama kami masuk ke Kyotoku, semacam miniatur kampung Jepang. Ada taman, ornamen khas Jepang, perahu berlampion dan kostum Jepang yang bisa disewa. Ada ikan koi yang berjumlah puluhan berkecipak berebut makanan dari pengunjung (pakan ikan dijual di area penjual tahu susu). Kami pun mampir beli tahu susunya yang enak dimakan panas-panas. Rasanya pun lembut dan gurih.

Beberapa kios-kios souvenir khas Jepang tampak di dekatnya. Kami terus berjalan hingga masuk ke area Floating Market yang merupakan area berjualan aneka makanan dan minuman yang dijajakan di atas perahu-perahu. Lalu kami melewati Taman Kelinci, tempat anak-anak bermain dan memberi makan kelinci.

Kami terus berjalan lagi hingga melewati Rainbow Garden dan Kota Mini. Wah, tampaknya unik dan menarik banget nih wahana-wahananya. Tapi kami terpaksa tidak memasukinya, mengingat hujan mulai turun dan waktu semakin sore. Sedangkan sesuai perjanjian dengan Pak driver, kami hanya punya waktu sampai jam 5 sore (terhitung hingga sampai kos Salma lagi).

Mau tak mau kami pun harus mengakhiri wisata ini dan segera menghubungi Pak driver agar menjemput kami di pintu keluar Kota Mini. Meskipun masih banyak wahana yang belum kami masuki, tapi wisata singkat ini cukup menghibur dan menyenangkan hati.

Hujan turun makin deras dan mobil melaju membawa kami pulang ke kos Salma. Pada jam 5 kurang 20 menit kami sudah sampai di kos Salma. Kami bersyukur hari ini dapat mengisi waktu bersama keluarga ke tempat yang memuaskan hati.

Apalagi kami mendapat driver yang baik sehingga perjalanan aman dan lancar sampai di tempat. Insya Allah di lain waktu kami akan datang berkunjung lagi ke sini dan ke beberapa tempat wisata lain di sekitarnya bersama keluarga.

Jangan Dibolak-balik, dong…

Standar

Si A ngomong bla bla bla
Si B ngomong titik titik titik
Pak C berkata seperti ini
Bu D berkata seperti itu
Kabarnya begini
Kabarnya begitu

Aduh jadi bingung…
Jadi yang bener yang mana?
Yang salah juga siapa?
Jangan dibolak balik dong beritanya

Makanya tahan nafsumu
Jangan gampang share info sana sini
Jangan suka ghibah begini begitu
Apalagi main fitnah dan adu domba tanpa tabayun

Teliti dulu beritanya
Cek dulu informasi dan sumbernya
Jangan hanya demi like, viewer dan follower
Atau gara-gara kepentingan tertentu

Ingat kawan…
Semua yang kita share
Yang kita tulis dan ucapkan
Semua ada pertanggungjawabannya

Kalau lolos hukum di dunia
Hukuman akhirat pasti menanti
Jangan sampai panasnya berita yang kau sebar
Menjadi api yang membakarmu di akhirat

Lokasi: Trans Studio Mall, Bandung

Rehat Dulu, Yuk…

Standar

Padatnya kegiatan dan kepenatan dalam beraktivitas sehari-hari acapkali menimbulkan stress berkepanjangan. Belum lagi bila harus menghadapi berbagai hal seperti kemacetan di perjalanan, tugas kantor, kuliah dan rumah tangga yang bertumpuk, dan problematika di seputarnya.

Efek dari stress bisa bermacam-macam. Dari gampang emosi hingga depresi dan gangguan jiwa. Bahkan bila sudah parah ada yang sampai melakukan tindak kriminal dan bunuh diri. Aduh jangan sampai terjadi ya kawan… Na’udzu billahi min dzalik! Bukankah jalan masih panjang dan selalu ada solusi dari setiap masalah?

Sekarang kita rehat saja dulu yuk… Sambil menikmati pisang goreng dan hot chocolate. Kita cari solusinya bersama yuk…

Pertama, kita catat dulu masalah apa saja yang selama ini membuat kita tertekan dan terganggu. Lalu cari tahu sumber masalahnya. Misal ada orang-orang yang terlibat dalam masalah tersebut, kita ajak saja untuk menyelesaikannya bersama. Tapi harus dengan cara yang bijaksana, dan jangan emosi. Agar terhindar dari salah paham, pertikaian dan permusuhan. Memang tak semudah itu. Tapi kapan selesainya kan kalau kita nggak segera berikhtiar untuk mulai mencari solusinya? Jangan lupa selalu iringi dengan doa, minta kepada Allah Swt agar dimudahkan dalam segala urusan.

Solusi lain, jangan habiskan seluruh waktu kita untuk bekerja/beraktivitas demi mencapai target dan ambisi kita. Rajin bekerja boleh. Tapi gila kerja jangan. Karena yang ada malah tubuh kita menjadi terlalu letih. Jiwa juga lelah. Hubungan sosial dan keluarga juga bisa terganggu. Akhirnya stress-lah yang datang.

Rehatlah sejenak di antara padatnya aktivitas dengan berbagai macam cara sebagai berikut:

1. Melakukan kegiatan yang sesuai dengan hobi/passion atau berolahraga
2. Membaca buku-buku yang berkualitas
3. Mengikuti kajian keagamaan, seminar atau workshop yang sesuai dengan kebutuhan dan minat.
4. Berwisata bersama keluarga
5. Bersilaturahmi ke rumah saudara atau teman
6. Merawat dan memanjakan diri, bisa dilakukan di rumah atau di spa yang terpercaya.
7. Memasak dan menikmati makanan favorit bersama keluarga atau teman.
8. Ngobrol santai di rumah bersama keluarga.
9. Memelihara dan merawat hewan kesayangan, seperti kucing, kelinci dan ikan hias.

Insya Allah setelah hal-hal tersebut kita praktikkan, maka fisik dan mental akan disegarkan kembali. Masalah satu demi satu juga akan terselesaikan dengan baik sehingga tak lagi stress.

Satu hal lagi yang bisa membantu kita tetap optimis dalam kondisi apa pun, ialah dengan selalu melihat kehidupan ini dari sudut pandang yang positif. Dengan demikian kita akan selalu bersemangat, tak mudah putus asa.

Cukup Tundukkan Pandangan, Tutup Aurat dan Jangan Dekati Zina

Standar

Sejak dua bulan terakhir ini, secara beruntun kita dikejutkan dengan berbagai berita tak menyenangkan yang berkaitan dengan kebebasan pergaulan wanita dan pria yang semakin vulgar dan tak bermoral.

Dari berita perkosaan dan pembunuhan seorang wanita di Boyolali, pesta seks di Yogyakarta, pembunuhan wanita pada sebuah apartemen di Jakarta Selatan, prostitusi online artis, hingga bunuh diri dan pembunuhan sepasang kekasih dalam sebuah hotel di Sumatera Utara.

Semua kasus itu, tak hanya mempermalukan pelaku, korban dan keluarganya, namun juga merusak nama baik pihak hotel dan masyarakat sekitarnya. Terlepas apakah semua itu berawal dari saling jatuh cinta, atas dasar suka sama suka, dendam dan cemburu, atau ada transaksi jual beli kenikmatan yang semu, kita perhatikan rata-rata berakhir dengan tragis.

Yang lebih menyedihkan, sebagian korbannya ternyata adalah para wanita yang kesehariannya sudah menutup aurat.Tapi mengapa di akhir hidupnya malah ditemukan dalam kondisi mengenaskan dan terbuka auratnya? Memang kita tak bisa langsung mengukur taraf keimanan seseorang dari kerudungnya. Karena hanya Allah Swt. Yang Maha Tahu kadar niat dan keimanan seseorang.

Di samping kita memang harus tetap menghargai siapa pun yang tengah berproses mengamalkan ajaran agamanya.Tapi ingat, semakin besar upaya seseorang untuk mengamalkan ajaran agamanya, maka semakin besar pula godaan setan terhadapnya. Sehingga diperlukan benteng keimanan yang kuat dan akhlak yang selalu dijaga. Yaitu dengan cara:

– selalu menjalankan perintah Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya.
– berteman dengan orang-orang yang selalu mengajak pada kebaikan dan mengingatkan bila melakukan kesalahan.
– menghindari lingkungan yang mengajak pada pergaulan yang salah dan kemaksiatan
– sering ikut kajian keagamaan baik secara online atau offline untuk membuka wawasan dan ilmu agama yang bisa menjadi pedoman hidupnya. Sehingga tahu mana yang benar dan mana yang salah menurut-Nya.
– biasakan hidup sederhana dan latih ketahanan diri dalam mengendalikan godaan dan nafsu duniawi dengan melakukan puasa sunnah dan mengingat kematian.
– perbanyak dzikir dan mengingat Allah Swt. kapan pun dan di mana pun agar pikiran, hati dan jiwa selalu terisi dengan nama-Nya.
khusus untuk kaum wanita, tutup aurat dan jaga martabat dirimu dengan tidak mudah diajak pergi dan disentuh oleh pria yang belum halal untukmu.
bagi kaum pria, tundukkan pandanganmu dan hargai kaum wanita dengan tidak sembarangan mengajaknya pergi atau menyentuhnya sebelum kau menghalalkannya.

(Catatan: perintah ini juga bisa saling berlaku untuk keduanya ya 😊)

Di akhir tulisan ini, mari kita mengambil hikmah dari semua kasus di atas. Intinya, jangan dekati Zina. Jangan sampai terjadi hal tersebut pada diri dan keluarga kita. Na’udzu billahi min dzalik. Bila saat ini masih melakukan perbuatan dosa, segera tinggalkan dan mohon ampun pada Allah Swt. karena Dia Maha Pengampun.

Senantiasa berdoalah agar diri dan keluarga kita selalu dijaga dan dilindungi Allah Swt. Dijauhkan dari segala macam kemaksiatan dan dosa. Sehingga kita hidup selamat dan bahagia bersama keluarga, di dunia dan akhirat. Aamiin ya rabbal’aalamiin.

Sumber gambar: pintaram.com

Di Balik Layar

Standar

Dalam kesehariannya, setiap orang mempunyai kesibukan sesuai dengan profesinya masing-masing, Baik itu sebagai pedagang, seniman, guru, pengusaha, PNS, dan lain-lain. Saat menjalankan semua profesi tersebut, tentunya ada beberapa harapan dan target yang ingin dicapainya.

Berbagai ikhtiar diperjuangkan. Doa yang tiada putus pun dipanjatkan. Demi menggapai semua harapan tersebut. Maka ketika telah sukses tercapai sesuai targetnya, tak hanya rasa syukur yang ia panjatkan kepada Allah Swt. Ucapan terima kasih dan penghargaan pun diberikan kepada semua teman, karyawan dan relasi yang berhubungan langsung dengan profesinya.

Tapi ada sosok yang sering kita lupakan di balik semua kesuksesan itu. Sosok ini memang tidak langsung membantu dalam pekerjaan kita. Mereka hanya bekerja di balik layar. Pakaian yang dikenakan juga tak senecis karyawan yang bekerja di kantor. Mungkin juga tak secerdas para staf yang biasa membantu profesi kita.

Siapa sajakah mereka? Cekidot yuk:

1. Asisten/pembantu rumah tangga (ART)
Meskipun sebagian wanita yang telah berumahtangga mampu menyelesaikan pekerjaan rumah tangganya sendiri tanpa ART, namun harus diakui bahwa mayoritas keluarga tetap membutuhkan sosok ini. Khususnya bagi keluarga yang wanitanya aktif bekerja di luar rumah. Berkat mereka, sebagian besar urusan rumah tangga dapat tertangani dengan baik.Sehingga membuatnya dapat lebih fokus belajar, bekerja dan berkarir.

2. Cleaning Service.
Tugasnya hampir serupa dengan ART. Hanya saja ia lebih banyak bertugas di perkantoran, sekolah, hotel,rumah sakit dan pusat perbelanjaan. Merekalah yang telah bekerja keras membuat lingkungan di sana menjadi lebih bersih, rapi dan nyaman. Sehingga para karyawan dan pengunjung menjadi lebih betah bekerja dan singgah di sana. Hal ini otomatis akan menambah nilai plus tempat tersebut.

3. Tukang Kebun
Berkat mereka, halaman rumah/kantor dan taman menjadi lebih bersih, tertata rapi dan indah. Sehingga membuat suasana rumah lebih segar dan asri

4. Satpam.
Dengan banyaknya peristiwa kriminal, terutama yang terjadi di lingkungan perumahan, perkantoran, hotel, sekolah, rumah sakit dan pusat perbelanjaan maka keberadaan Satpam ini menjadi makin dibutuhkan. Karena dengan pengawasan/penjagaan yang rutin mereka lakukan, keamanan di dalam dan lingkungan sekitarnya relatif jadi lebih terjamin. Sehingga keluarga, staf, karyawan dan para pengunjung menjadi lebih tenang dalam melakukan semua tugas dan kegiatannya.

Nah, setelah kita renungkan semua tugas, tanggung jawab dan jasa mereka, sudah sepantasnyalah kita menghargai keberadaan mereka. Jangan remehkan tugas mereka. Jangan rendahkan profesi mereka. Perlakukan mereka secara pantas dan manusiawi.

Bila perlu, bantu ringankan tugas mereka, atau minimal jangan menambah beban tugas mereka dengan cara berlaku lebih tertib, rapi, disiplin dan menjaga kebersihan.

Karena meskipun hanya pekerja di balik layar, tanpa mereka kita akan kewalahan dalam membagi tugas dan pekerjaan. Berkat mereka, kebersihan, kerapian, kenyamanan dan keamanan akan menjadi lebih terjamin.

Sumber gambar: shofiyanajia.blogspot.com

Sebelum Mentari Terbenam

Standar

Gelak tawa ceriamu sore ini
Hadirkan kenangan terindah
Saat suara tangis kerasmu memecah malam
Hingga akhiri penantian panjangku

Suara ceriamu selalu menghangatkan hati
Bahkan hingga belasan tahun terlewati
Meski kini lebih sering menyuarakan egomu
Namun cintaku padamu tak pernah lekang

Kau bukan lagi bayi mungil yang selalu menangis keras ketika dimandikan

Bukan juga gadis kecil berkepang dua yang sejak awal masuk play group tak mau ditemani mamanya dalam kelas pertamamu

Bukan pula gadis ABG yang sudah penasaran dengan istilah pacaran ketika baru lulus SD

Kini kau telah menjelma menjadi sosok gadis remaja yang makin mendewasa ditempa kerasnya masa perkuliahan di luar kota

Prestasi membanggakan sudah pernah kau raih
Kegagalan yang menyesakkan hati pun sudah pernah kau rasakan

Persahabatan dan pengkhianatan teman bahkan pernah kau alami

Sabarlah…, jadikan semua itu sebagai pengalaman hidup yang makin menguatkan dan mendewasakanmu

Maka jangan terlalu menggantungkan seluruh harapan pada seseorang atau sesuatu apa pun

Karena semua bisa berubah dan tiada yang abadi

Cukup kepada-Nya saja kau luapkan cinta, harapan dan cita-cita-Mu

Agar cinta-Nya selalu tercurah untukmu hingga kabulkan semua pintamu

Sebelum senja tiba, biarkanku memeluk dan membersamaimu seperti dulu lagi
Mengobrol, melepas rindu dan bercanda bersama

Sebelum mentari terbenam, izinkan hamba-Mu ini ya Allah…

Tuk saksikan bahagia dan suksesnya putriku hingga di masa depannya

di tengah ganasnya gelora samudera kehidupan nan luas

Dan kelak pertemukan kami kembali di surga-Mu bersamanya

Aamiin…

Lokasi: Pantai Karimunjawa

Berguru Karakter ke Negerinya Toto Chan

Standar

KESAN KESAN SELAMA BERKUNJUNG KE JEPANG
8-14 JUNI 2013

TEMA SEKOLAH (PENDIDIKAN)

Kunjungan ke sekolah-sekolah memang tujuan utama dari tour kami ke Jepang. Waktu pertama kali aku melihat program ini di wall FB dari pak Munif Chatib, aku langsung tertarik. Karena pada jadwal acara dalam program ini memang kulihat mayoritasnya adalah kunjungan ke sekolah-sekolah.

Kegiatan tour semacam inilah yang menurutku termasuk langka karena tidak semua wisata ke luar negeri, khususnya ke Negara Jepang kita bisa berkesempatan untuk mengunjungi sekolah-sekolah yang ada di sana.

image

Apalagi orang Jepang terkenal cerdas dalam teknologinya dan berkarakter Islami padahal mereka mayoritas beragama Shinto dan Budha.

Hingga menimbulkan suatu pertanyaan dan rasa penasaran. Mengapa mereka bisa mempunyai kelebihan seperti itu? Bagaimana cara mereka mendapat pendidikan di rumah dan di sekolahnya? Apa keistimewaan pendidikan mereka? Baik di rumah maupun di sekolah?

Nah, beberapa pertanyaan dan rasa penasaran itu akhirnya mulai terjawabkan setelah kami merasakan selama 1 minggu bergaul langsung dengan masyarakat Jepang, Terlebih setelah kami mengadakan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah yang ada di Jepang, dari tingkat TK hingga Perguruan Tinggi.

Berikut ini beberapa sekolah yang kami kunjungi di Jepang:

Shitennoji Junior High School, Osaka

Ini adalah sekolah yang pertama kami kunjungi. Ketika baru datang ke sekolah ini, aku sempat bertanya-tanya dalam hati. Ini sekolah atau kuil? Karena yang pertama kali aku lihat begitu turun dari bus adalah kuil yang tampak berdiri dengan megah.

Tapi setelah kami disambut dan diajak masuk oleh para pimpinan sekolahnya, barulah tampak ada sekolah di dalamnya dengan halaman yang tampak luas dan memang berdampingan dengan lingkungan kuil.

Di bagian depan sekolah tampak berderet berbagai piala dan penghargaan yang merupakan prestasi dari para siswinya. Sekolah ini adalah sekolah khusus untuk anak-anak perempuan.

image

Sekolah yang terletak di kota Osaka ini didirikan oleh Shotokutaisi yang juga merupakan salah seorang pemimpin Negara Jepang. Shotokutaisi mendirikan sekolah ini dengan tujuan mendidik anak-anak perempuan agar mempunyai mental yang kuat dan prinsip yang tegar.

Moto Shotokutaisi di sekolah ini adalah Wa wo motte totosi to nasu, artinya: Harmonis itu adalah sesuatu yang baik, jadi kita harus menjalin hubungan yang baik dengan sesama manusia. Semua siswa harus menghormati orang lain.

Shotokutaisi mengajarkan bahwa sebetulnya tidak ada orang jahat di dunia ini. Maka para guru di sekolah ini harus selalu mengajarkan kebaikan kepada para siswi agar mereka juga tetap menjadi sosok insan yang baik. Karena dengan ilmu dan karakter yang baik akan membentuk akhlak yang baik.
Sekolah ini sudah berdiri sejak lebih dari 90 tahun yang lalu tapi sudah mempunyai semangat sejak 1400 tahun lebih karena dijiwai oleh kepercayaan Taisi dari Shotokutaisi.

Shotokutaisi jugalah yang memerintahkan untuk membangun kuil Shitennoji yang merupakan kuil Budha pertama di Jepang (tahun 593 M) dengan harapan menebarkan kedamaian pada seluruh masyarakat di Negara Jepang.

Kuil Shitennoji dan Horyuji dibuat dari kayu. Ada 4 bagian dalam filosofi Kuil. Yaitu:
Ryobyoin -> Shitennoji Hospital
Seyakuin -> Shitennoji Hospital
Hidein -> Preschool, Panti Jompo, Tempat pemberdayaan kaum perempuan
Kyodenin -> pusat Budhis, ilmu dan pendidikan

Di dunia pendidikan Jepang, anak-anak dididik supaya menjadi manusia sejati yang berjiwa Budhis. Dalam hal ini tokoh yang menjadi panutan untuk para siswi adalah Shurimara seorang tokoh wanita berasal dari India yang Budhis dan berhati mulia.

Sementara itu untuk teknis kegiatan belajar mengajar di Shitennoji, materi untuk tes masuk ke SMP meliputi pelajaran Matematika, IPA dan Bahasa Jepang.

Dan disana sebelum siswi-siswi datang, para guru sudah ,menunggu di depan sekolah. Jam belajar dimulai dari jam 08.30-16.20.
Mayoritas guru-guru disini adalah alumnus dari sekolah ini.

Mereka harus melalui tahap rekrutmen yang ketat. Setelah lolos rekrutmen, mereka harus mengikuti pelatihan-pelatihan, baik di sekolah maupun di lembaga-lembaga pendidikan.

Dalam mendidik siswi-siswinya para guru lebih mementingkan pendidikan karakter daripada akademis. Jika ada murid yang bermasalah, tidak diberi hukuman melainkan lebih banyak diberi bimbingan oleh pihak sekolah.

Orang tua semua siswi juga diundang oleh sekolah minimal 2 kali dalam setahun untuk ikut memantau perkembangan anaknya.

Materi pelajaran yang lebih diutamakan justru dari penjelasan guru daripada dari buku pelajaran. Oleh karena itu seperti yang kami lihat disana para siswi selalu membawa beberapa lembar kertas yang digunakan untuk merangkum penjelasan guru.

Jadi setiap siswi harus benar-benar konsentrasi menyimak penjelasan guru supaya semua materi pelajaran yang disampaikan tidak sampai terlewatkan.

Selain materi sekolah yang bersifat akademis, disana juga ada pelajaran ekskul yang non akademis. Yaitu pelajaran Kendo, semacam olah raga bela diri dari Jepang. Waktu itu kami juga sempat menyaksikan latihannya pada saat kunjungan. Juga ada basket, dance dan musik tradisional Jepang.

Fasilitas sekolah sangat lengkap dan terjamin. Ada laboratorium, perpustakaan, lapangan basket, ruangan yang luas untuk ekskul, aula yang luas lengkap dengan panggungnya untuk kegiatan sekolah dan unjuk kebolehan para siswinya, hingga dapur dan ruang makannya yang bersih dan rapi.

Menurut penuturan salah seorang perwakilan dari Dinas Pendidikan Jepang yang ikut menyambut kehadiran rombongan kami dalam suatu acara Briefing, di kota Osaka ada 140 SMA Negeri, 96 SMA Swasta dan 66 SMP Swasta.

GSEHD

Semua sekolah tersebut bagus dan saling berkompetisi dalam hal peningkatan kualitasnya. Tapi pihak Dinas Pendidikan Jepang selalu bersikap adil dalam mendukung semua sekolah tersebut tanpa membedakan antara sekolah Negeri dan sekolah Swasta.

Sebelum kami pulang, kami diajak untuk berkunjung ke kuil Shitennoji yang ada di lingkungan sekolah. Kami sempat melihat aktivitas ibadah yang sedang dilaksanakan disana. Sungguh suatu harmonisasi antara duniawi dan ukhrowi begitulah kira-kira kalau kita analogikan dengan ajaran Islam.

Karena dalam hal duniawi mereka tetap mengajarkan ilmu duniawi dengan segala macam fasilitas pendukung yang lengkap dan canggih. Tapi mereka tetap tidak melupakan ibadah mereka.

Affiliate Junior & High School, Nagoya University

Sekolah ini merupakan sekolah yang berafiliasi dengan Universitas Nagoya dan terletak di kawasan kampus tersebut.

Ketika kami memasuki sekolah tersebut kami dipersilakan untuk mengganti alas kaki kami dengan alas kaki yang sudah disediakan oleh sekolah.

Dalam sessi sambutan dari kepala sekolah, dijelaskan bahwa sekolah yang mempunyai tingkat SMP dan SMA ini siswanya berjumlah 600 anak dengan tenaga pengajarnya berjumlah 39 orang. Dan mempunyai 3 jurusan khusus, yaitu:
General University
– Science Project
– Science Advance

Namun walaupun jalur untuk melanjutkan sekolah mereka ke Universitas Nagoya terbuka lebar, siswa siswi baik SMP maupun SMA disini dibiasakan untuk gemar mencari ilmu secara luas, memperluas wawasan mereka dan menumbuhkan rasa ingin tahu mereka sehingga mereka tidak hanya berorientasi untuk sekedar melanjutkan sekolah mereka ke universitas saja ketika sudah lulus nanti.

Efek positifnya, dalam menempuh pendidikan, mereka tidak timbul kejenuhan atau keterikatan.

Hal yang berkesan ketika kami berkunjung di sekolah tersebut ialah ketika kami diberi kesempatan untuk berkomunikasi langsung dengan siswa siswinya.

Saat itu para siswa diberi waktu oleh kepala sekolah dan para gurunya, khususnya guru bahasa Inggrisnya untuk belajar berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris secara langsung dengan kami.
Kami secara bergantian berkomunikasi dengan 2 orang siswa/siswi dalam bahasa Inggris. Topik yg kami bicarakan adalah seputar identitas diri, alamat rumah/email, transportasi dari rumah ke sekolah, pelajaran yang disukai, hobi kegiatan sehari-hari, anggota keluarga, teman hingga cita-cita mereka.

Walaupun sesekali masih ada sedikit kendala dalam berkomunikasi karena keterbatasan perbendaharaan kata, namun komunikasi tetap terasa seru dan menyenangkan. Apalagi siswa dan siswinya sangat kooperatif, akrab, ramah tapi tetap sopan.

Pada saat acara usai kami sempat foto-foto bersama mereka. Dengan gaya khas remaja dan tak lupa dengan gaya peace-nya (mengingatkanku pada putriku semata wayang yang sudah beranjak remaja) , jadilah beberapa foto bersama mereka yang bisa menjadi kenangan yang tak terlupakan.

Nagoya University

Seusai kami mengunjungi sekolah Affiliasi Nagoya University tadi, kami langsung menuju ke Nagoya University yang memang merupakan induk sekolah di komplek tersebut.

Disana kami mengikuti mini seminar tentang seluk beluk sekolah di Jepang dan tentang profil Nagoya University yang disampaikan oleh Prof. Miyake Masao dan Prof. Mina Hatori.

Prof. Miyake Masao banyak mengulas tentang seluk beluk sekolah di Jepang., di antaranya:

– Mayoritas para siswa berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki bersama-sama

– Selalu mengucap salam setiap pagi sebelum dimulainya pelajaran dan sebelum pulang di kelas dengan cara stand up (Kiritsu), Bow (Rei) Yoroshiku Onegaishimasu, Take your seat (chakuseki)

– Tujuan utama sekolah adalah untuk membina kekuatan fisik, mental dan memperluas wawasan berpikir sehingga lebih berhati-hati dan siap dalam menghadapi kehidupan.

– Moto sekolah di Jepang (Hoteikita Elementary School, Aichi): kecerdasan, kebijaksanaan, kepedulian, kasih sayang dan kesehatan.

– Setiap hari Senin s/d Jumat digunakan untuk materi pelajaran sekolah yang bersifat akademis yang dimulai dari jam 08.30 dengan 4 materi pelajaran selama 45 menit untuk setiap materinya,setelah sebelumnya selama 30 menit mengikuti Home Class.

Kemudian pada jam 12.20-13.05 adalah jam makan siang di sekolah. Lalu dilanjutkan dengan Recess & Clean sampai jam 14.00.

Lalu dilanjutkan dengan 2 materi pelajaran sekolah lagi sampai jam 15.35. Sebelum pulang pada jam 15.50 nya, selama 15 menit ada materi Home Class Assembly.

– Untuk materi ekskul dari sekolah (Club Activity) diberikan mulai dari jam 16.20 setiap hari Senin sampai Jumat dan pada pagi hari sampai sebelum jam makan siang setiap hari Sabtu dan Minggu..

Untuk siswa yang ingin mengikuti kegiatan les tambahan seperti les musik atau pelajaran sekolah, waktu yang tersedia adalah di malam hari.

– Materi pelajaran sekolah meliputi: Japanese, Mathematics, Social Study, Science, English, Music, Health and Physical Education, Home Economics dan Art.

– Club Activity meliputi: Baseball, Soccer, Tennis, Basketball, Volleyball, Track & Field, Badminton, Table Tennis, Swimming, Handball, Brass Band, Home Economics, Science, Art, dll.

Agar menciptakan suasana berkomunikasi yang baik, siswa diajarkan untuk selalu bersikap ramah dan sopan ketika saling bertemu.

Setiap siswa harus menjaga kerapian dan kebersihan sekolahnya. Merekalah yang selalu membersihkan lingkungan sekolah bahkan toilet sekolah

Para siswa kelas 6 SD mengkoordinir adik-adik kelasnya untuk membentuk kelompok dan bersama-sama saling membantu dalam membersihkan lingkungan sekolah. Semua disusun dengan rapi, termasuk alas kaki mereka.

– Pada saat pelajaran Science sesekali diadakan eksperimen untuk lebih memberikan pemahaman kepada para siswa.

– Dan pada saat pelajaran Home Economic para siswa praktek membuat aneka makanan, dll yang bisa dijual.

– Pada saat jam makan siang semua siswa makan di ruang makan di sekolah dengan menu makanan yang disediakan oleh sekolah.

– Kalender kegiatan sekolah dan hari libur di Jepang:

* April: Masa pendaftaran dan penerimaan siswa baru (Tahun Ajaran Baru)
* Mei: School Trip & Field Work
Hari libur di bulan Mei: tanggal 3 (Constitution Day), 4 (National Day), 5 (Children Day)
* Juni: Big Tournament for Club Activity, Exam (Mid Semester) untuk pelajaran Japanese, Mathematics, Social Study, Science, English
* Juli: Chorus Festival
Hari libur di bulan Juli: setiap hari Senin minggu ketiga (Marine Day) sebagai rasa syukur atas berkah dari lautan
* Agustus: Liburan Musim Panas selama kira-kira 5 minggu dari tanggal 20 Juli sampai 26 Agustus. Pada saat itu para guru berkunjung ke rumah siswanya. Sedangkan para siswa diberi PR yang banyak. Mereka juga mengisi liburan dengan bergabung di Club Activity dan mempersiapkan School Festival.
* September: Cultural Festival, Exam (End Semester) dengan materi pelajaran yang sama dengan Mid Semester.
Hari libur di bulan September: setiap hari Senin minggu ketiga (Respect the Aged Day) dan tanggal 23 September (Autumn Equinox Day)
* Oktober: Second Semester, Sports Day
Hari libur di bulan Oktober: setiap hari Senin minggu kedua (Health Sports Day) memperingati hari Pembukaan Tokyo Olympics pada tahun 1964. Pada hari itu juga masyarakat Jepang merayakannya dengan mengadakan berbagai kegiatan olah raga untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani
* November: Exam (Mid Semester)
Hari libur di bulan November: 3 November (Culture Day) untuk mengungkapkan rasa senang akan kemerdekaan dan perdamaian dan merayakan tradisi kebudayaan Negara, 23 November (Labor merayakan hasil produksi mereka, dan menghargai usaha mereka
* Desember: Educational Counseling, pada bulan itu adalah saat bagi para siswa, orang tua siswa dan guru untuk saling berkonsultasi membicarakan masalah belajar, persahabatan, Club Activity, dll. Untuk anak kelas 9 SMP harus mulai menentukan rencana mereka tahun depan. Apakah akan melanjutkan ke SMA atau akan bekerja?
Hari libur di bulan Desember: Winter Vacation tanggal 22 Desember sampai 7 Januari (2 minggu), Emperors Birthday, 23 Desember, untuk merayakan hari ulang tahun Kaisar Jepang yang sekarang, Kaisar Akihito

Beberapa mahasiswa dan mahasiswi Nagoya University yang berasal dari Indonesia juga menceritakan tentang pengalaman mereka selama menjadi mahasiswa di Nagoya University.

Diantara mereka ada mas Gilang, Yahya Salim Taslim, Izma Effendi dan Muhammad Irfan.

Nagoya University merupakan salah satu dari 7 universitas dari kekaisaran Jepang yang terdahulu. Sekarang merupakan salah satu dari 9 universitas nasional yang mendapat status sebagai universitas dengan riset yang meliputi berbagai hal (berdasarkan lembaga R1, USA).

Kampusnya terdiri dari 9 Undergraduate School (S1) dan 14 Graduate School (S2/S3). Ada 10.000 sarjana S1, 6000 sarjana S2/S3 yang telah terdaftar dan 3300 staf yang bekerja disana.

Khusus untuk Fakultas Education dan Human Development (GSEHD) sistem pengajarannya baik secara teori maupun praktek. Ada 2 bidang utama yang ditawarkan di Fakultas ini, yaitu Pendidikan dan Psikologi.

Pendidikan Olahraga dan Psikologi Olahraga juga diutamakan disini. Tidak seperti sekolah Pendidikan kebanyakan, disini fokus utamanya bukan training guru, tapi lebih ke studi tentang pendidikan dan psikologi.

Sebagai sekolah riset, universitas ini melakukan peningkatan dalam disiplin Ilmunya dan pelatihan untuk mendapatkan beasiswa bagi yang ingin melanjutkan studi tentang pendidikan di Jepang.

GSEHD berafiliasi dengan beberapa organisasi kampus sebagai berikut:

Affiliated Secondary School
– Center for Research in Secondary School Education
– Center for Developmental Clinical Psychology and Psychiatry
– Research Center for Health, Physical Fitness and Sports
– Student Counseling Center
– Center for Studies in Higher Education

Jurusan yang ada disini adalah sebagai berikut:

History of Education
– Educational Administration
– Philosophy of Education
– Lifelong Education
– Educational Technology
– Curriculum Studies
– Educational Methods
– Educational Management
– Educational Anthropology
– Sociology of Education
– Comparative Education
– Sports Education
– Educational Economics
– Global Education
– Higher Education
– Psychometrics
– Cognitive Psychology
– Educational Psychology

Developmental Psychology
– Social Psychology
– Clinical Psychology
– School Psychology
– Psychiatry
– Sports Psychology

Misi GSEHD:

– berkontibusi untuk meningkatkan penelitian di bidang Edcation dan Human Development
– untuk menempatkan sumber daya manusia pada profesi yang berhubungan dengan pendidikan
– mencari mahasiswa yang kreatif dan mempunyai pemikiran yang orisinal dan yang mampu menyatakan pemikirannya tersebut sehingga berpotensi untuk menjadi pemimpin di masyarakat
– sebagai salah satu lembaga yang menawarkan gelar PhD di bidang pendidikan, mempunyai komitmen untuk memastikan kelanjutan dari disiplin ilmu ini

GSEHD juga telah menjalin hubungan kerja sama dengan beberapa universitas di negara lain di dunia, baik dengan adanya pertukaran pelajar (dengan Universitas Diponegoro Indonesia, Korea University, Peking University, Taiwan University, Toronto University dan California University)

Begitu juga dengan mengirim mahasiswanya untuk belajar ke negara lain (ke Royal University of Phnom Penh, University of Roma, Humboldt Univesity Berlin, University of Melbourne, Stamford University, Chicago University, University of Leicester, University of London).

Adapun mahasiswa dari luar negeri yang terbanyak adalah berasal dari China (30%), lalu urutan berikutnya Indonesia (5%),Korea (4%), Taiwan (3%), Mongol (1%), USA (1%), Brazil (1%), Nepal (1%), Peru (1%)

Bagi sarjana lulusan Nagoya University, khususnya yang GSEHD akan ditawarkan beberapa pilihan sebagai berikut:

Mengikuti program mengajar di Secondary School (bersertifikat), menjadi tenaga pustakawan (bersertifikat), menjadi pengelola pendidikan dan pimpinan museum
mendapatkan penawaran sertifikasi di bidang clinical psychology

Untuk yang prasarjana 28% nya masuk ke program sarjana, 11% bekerja di pelayanan masyarakat, 10% di bidang pelayanan industri, 9% di industri pabrik dan 6% menjadi tenaga pengajar yang bersertifikat.

Sebagian ada juga yang ditempatkan di perusahaan, seperti di Japan National Broadcasting, Sony Corp, Toyota Motors, Bank of Tokyo, Japan Railways dan IBM

Sementara itu Mas Gilang lebih banyak menceritakan pengalamannya di Jepang, baik dalam hal pendidikan maupun kehidupan sehari-harinya karena kebetulan Mas Gilang pernah mengenyam pendidikan di Jepang pada saat TK, SD, SMP dan pada saat kuliahnya.

Secara garis besar pengalamannya saat bersekolah di Jepang adalah sebagai berikut:

– Semua anak-anak di Jepang wajib belajar dan letak sekolahnya bagi yang masih di tingkat SD dan SMP harus berdekatan dengan letak rumahnya (satu kecamatan)
– Ada jeda waktu istirahat selama 10 menit setiap selesai 1 jam pelajaran
– Pada saat jam makan siang, para siswa makan bersama para guru (para siswa bergiliran membawa makanan ke sekolah)
– Pada saat jam bersih-bersih, setiap kelas dibagi menjadi 6 kelompok yang bertugas membersihkan lingkungan sekolah secara bergantian.
– Program ekstrakurikuler di sekolah merupakan program yang semi wajib
Study tour diadakan dengan cara berkunjung ke sekolah-sekolah di daerah lain
– Setiap bulan Juni diadakan pesta olah raga (lomba antar kelas)
– Pesta budaya merupakan ajang pentas seni dari para siswa
– Diadakan juga lomba lari Marathon sejauh 3 km di tingkat SMP (antar kelas)
– Setiap bulan Juli awal September para siswa mendapatkan kesempatan berenang di kolam renang sekolah. Pada saat kolam renang sedang tidak terpakai para siswalah yang bertugas membersihkannya

Sedangkan pengalaman Mas Gilang dalam kehidupan sehari-hari selama tinggal di Jepang adalah sebagai berikut:

Biaya untuk sewa apartemen di Jepang berkisar 30.000 Yen/bulan (kira-kira Rp3 juta/bulan). Itu belum termasuk biaya listrik dan air sebesar kira-kira 40.000 Yen (Rp4 juta/bulan)

Untuk memilih makanan di Jepang harus teliti karena beberapa mengandung bahan makanan yang haram dimakan kaum muslim.

Untuk membuang sampah di Jepang ada peraturannya dimana kita harus memilah sesuai jenis sampah dan waktunya.

Misalnya kantong warna merah untuk tempat sampah yang jenisnya bisa dibakar dan dibuang seminggu 2x setiap hari Senin dan Kamis sebelum jam 9 pagi. Setiap hari Rabu untuk jenis sampah plastic. Setiap hari Jumat untuk jenis sampah box makanan.

Sampah harus ditulis dengan nomer rumahnya. Kalau salah pemilahannya nanti diberi tanda silang dan dikembalikan sesuai nomer rumah yang tertera di sampah tersebut.

Untuk sarana transportasi di Jepang kita bisa menggunakan taksi, bus, subway dan kereta.

Bagi kaum muslim di Jepang, ibadah tetap bisa dilaksanakan sebagaimana biasanya dengan menyesuaikan waktu setempat.

Di saat bulan Ramadhan, apabila jatuh pada musim panas, lama waktu berpuasa kita dalam sehari kira-kira 15 jam. Dan bila kita akan melaksanakan shalat dan berwudlu di tempat umum, tempat/lantai yang basah bekas cipratan air wudlu harus dilap/dibersihkan

Mas Gilang juga mengulas tentang persyaratan mendapatkan beasiswa di Jepang berdasarkan Monbuka Gakusho/MEXT (Kementerian Pendidikan Jepang) sbb:

– Lahir pada dan setelah tanggal 2 April 1979 (untuk tahun ini)
– IPK minimal 3.0 dari tingkat perguruan tinggi terakhir
– Nilai TOEFL-PBT minimal 550 atau TOEFL-IBT 79 atau IELTS minimal 6.0 atau nilai Japanese Language. -Proficiency Test minimal level 2
– Memilih bidang studi yang sama dengan disiplin ilmu sebelumnya
– Bersedia belajar bahasa Jepang
– Sehat jasmani dan rohani
– Info selengkapnya dapat dilihat di website Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia

Bila ingin melanjutkan pendidikan hingga ke Pasca Sarjana (untuk pendaftaran keberangkatan tahun 2014/ 1 April-30 April 2013) tahapannya adalah sbb:

– Tahap 1: Ujian Dokumen
– Tahap 2: Ujian Tertulis (Bahasa Jepang atau Bahasa Inggris)
– Tahap 3: Wawancara (diwawancarai oleh 2 orang Jepang dan 3 orang Indonesia tentang apakah manfaat penelitian kita nantinya untuk negara Indonesia dan Jepang)
– Tahap 4: Menerima surat dari Kedutaan Besar Jepang di Jakarta
– Tahap 5: Mencari sendiri 3 calon Universitas yang bisa menerima
– Tahap 6: Menerima surat resmi DITERIMA dari universitas tersebut (Proses kira-kira 1 tahun sejak pendaftaran)
– Tahap 7: Kirim kembali surat yang tadi tersebut di atas ke Kedutaan Besar Jepang di Jakarta
– Tahap 8: Berangkat ke Jepang (sebagai status Research Student selama 2-3 tahun)
– Tahap 9: Ikut ujian masuk program Pasca Sarjana (S2)
– Tahap 10: Setelah lulus, tahun berikutnya menjadi Mahasiswa Pasca Sarjana)

Setelah mengikuti Mini Seminar bersama para profesor dan mahasiswa Nagoya University, kami menyempatkan diri untuk berbelanja di Koperasi Kampus untuk oleh-oleh. Ada kaos, bolpoin, buku, payung, makanan ringan, dll yang dijual di Koperasi tersebut.

Sebagian berlogokan Nagoya University. Setelah cukup lama kami mengenal kampus tersebut, sampai rasanya sudah menjadi mahasiswa di situ, kami segera berpamitan pulang untuk menuju ke tempat kunjungan yang selanjutnya.

Ogawa Elementary School, Chita

Kunjungan kami berikutnya adalah ke Ogawa Elementary School, sebuah SD Negeri di daerah Chita. SD itu terletak di daerah yang bisa dikatakan menyerupai suatu daerah perumahan di kota kecil.

Di daerah tersebut banyak rumah yang halamannya ditanami beraneka tanaman baik bunga, sayur maupun buah. Sehingga ketika kami memasuki kawasan tersebut terasa asri.

Ketika memasuki gerbang sekolah dan disambut oleh pimpinan sekolahnya kami melihat betapa luasnya halaman sekolah tersebut. Di bagian depan halaman kami melihat ada beberapa tanaman sayur berjajar yang rupanya merupakan hasil dari praktek anak-anak berkebun.

Lalu kami melihat ada seorang anak perempuan siswi SD tersebut yang sedang memberikan makan beberapa helai daun ke seekor kambing yang ada di kandang sambil ditunggu oleh ibunya.

Tidak jauh dari situ kami melihat ada beberapa sepeda milik siswa siswi SD yang sedang diparkir di halaman. Di ujung halaman terbentang luas lapangan sepak bola yang bersebelahan dengan play ground yang merupakan fasilitas sekolah tersebut.

Ketika kami mulai memasuki area gedung sekolah, alas kaki kami diminta oleh pihak sekolah untuk diganti dengan alas kaki yang memang selalu tersedia di rak sepatu sekolah untuk para tamu. Ini sekolah kedua yang kami kunjungi dengan tata cara kunjungan yang demikian.

Di sepanjang lorong sekolah yang kami lewati kami melihat begitu banyak foto kegiatan dan hasil karya siswa siswi sekolah ini yang dipajang baik di sisi kanan maupun kiri kami. Ada yang ditempel di dinding, di mading, di atas meja ataupun di dalam lemari kaca.

Semuanya terlihat begitu orisinil.
Saat itu kami juga sempat berpapasan dengan barisan siswa siswi yang akan mengadakan kegiatan di luar sekolah. Mereka dengan ramah dan polosnya melambaikan tangan mereka kepada kami.

Kami dipersilakan untuk duduk di ruang semacam aula dan mendapatkan penjelasan tentang Ogawa Elementary School, baik secara langsung oleh pihak pimpinan sekolahnya, maupun melalui video rekaman tentang profil sekolah maupun kegiatan siswa siswinya.

Ogawa Elementary School berdiri pada tahun 1978 sebagai sekolah terbuka. Sekolah ini mempunyai 16 kelas dengan ruangan/lingkungan yang terbuka.

Jadi siswa siswi di sekolah ini sejak datang di sekolah hingga pulangnya tidak hanya belajar di dalam kelas saja, melainkan juga belajar di luar kelas.

Selama 37 tahun sekolah ini dalam mendidik siswa siswinya sangat mementingkan dalam mendidik karakter anak, di antaranya dengan cara mendidik anak agar dapat belajar secara mandiri serta membentuk lingkungan belajar yang kondusif.

Pendidikan integrasi yang bertujuan untuk membentuk kemampuan hidup siswa siswi dalam mencari tema dan jawaban sendiri juga ditekankan disini.

Sebagai SD Negeri, sekolah ini bermuatan 90% kurikulum nasional dan 10% kurikulum dari sekolah itu sendiri. Selain mata pelajaran, sekolah ini juga mementingkan adanya dasar lingkungan dan dasar pendidikan.

Sedangkan metode belajarnya diterapkan dengan cara individual dan kelompok agar tercipta harmonisasi di antara mereka.

Sejak tahun 2010 sekolah ini telah melaksanakan Education for Sustainable Development (ESD). Dan pada tanggal 23 November 2011 sekolah ini terpilih sebagai salah satu sekolah yang dipercaya oleh UNESCO.

Setelah itu kami diajak oleh pihak sekolah untuk berkeliling melihat-lihat ruangan kelas dan fasilitas sekolah. Kami juga diperkenankan untuk melihat kegiatan siswa siswinya secara langsung.

Dari hasil pengamatan kami, setiap ruang kelas di sekolah yang benar-benar merupakan ruangan kelas yang terbuka karena ruangannya tidak tertutup rapat oleh dinding sebagaimana ruang kelas yang biasa kita lihat.

Siswa siswi yang bersekolah disitu juga tidak mengenakan pakaian seragam. Di setiap kelas disiapkan meja khusus untuk meletakkan botol minum mereka. Ada juga rak khusus untuk meletakkan tas dan worksheet para siswa.

Kami juga melihat ada aula yang besar khusus untuk acara sekolah dan pertunjukan kemampuan para siswanya baik di bidang seni, maupun olah raga.

Ketika kami melongok ke arah luar, ada beberapa siswa sedang praktek bercocok tanam. Ternyata mereka tidak hanya praktek di lingkup laboratorium saja, tapi juga langsung praktek di kebun.

Kami juga melihat-lihat ruang makan siswa. Disana sudah tersedia celemek untuk makan, juga jadwal piket kebersihan yang dibagi dalam beberapa kelompok siswa.

Ada piano juga disitu, mungkin ketika para siswa sedang makan ada selingan musik yang dibawakan oleh guru atau siswa yang bisa memainkannya,

Kemudian kami diajak ke ruang musik. Disana sedang diadakan latihan meniup recorder dan latihan vocal.

Suasana menjadi akrab dan seru ketika rombongan kami ikut berbaur menyanyi dengan diiringi sedikit gerakan mengikuti irama musiknya bersama para siswa dan guru musiknya.

Lalu kami diajak juga masuk ke ruang kelas ketika ada pelajaran bahasa Inggris dengan native speakernya, pelajaran menggambar, dan pelajaran ilmu sosial.

Pada saat itu kami melihat para siswa yang sedang dilatih untuk berani mengemukakan pendapatnya di depan kelas, sementara itu yang lainnya diberi kesempatan untuk menyanggah atau berpendapat yang lain.

Yang paling mengesankan adalah ketika kami masuk ke ruang kreatifitas dimana disitu kami melihat para siswa sedang asyik membuat kreatifitas dengan media kayu dengan menggunakan berbagai macam alat pertukangan seperti gergaji, palu, dan lain-lain

Yang membuat kami terkesan adalah karena untuk seusia mereka, ternyata mereka sudah begitu kreatif dan trampil menggunakan alat-alat pertukangan yang mana menurut kami itu adalah alat-alat yang bisa membahayakan sehingga hanya orang dewasalah yang seharusnya menggunakannya.

Kesan kami terhadap sekolah ini beserta para siswa dan gurunya adalah bahwa disini pelajaran sekolah tidak hanya disampaikan secara teori saja, tapi benar-benar diaplikasikan dengan cara mempraktekannya langsung sehingga pada akhirnya para guru di sekolah ini tidak hanya berhasil membuat anak pintar, tapi juga trampil, kreatif dan mandiri.

Setelah kami puas berfoto bersama para siswa dengan segala keceriaan mereka, akhirnya kami berpamitan untuk segera melanjutkan ke kunjungan berikutnya.

Ketika kami bersiap-siap untuk masuk ke dalam bus, kami menjadi semakin terkesan ketika kami melihat di jalan di sekitar sekolah ada beberapa siswa yang sedang diberi bimbingan oleh gurunya tentang bagaimana cara bersepeda dengan baik dan benar di jalan raya.

Sesuatu hal yang bagi kita mungkin tampak sepele namun ternyata penting juga karena pelajaran bersepedapun diajarkan di sekolah ini.

Pantaslah kalau selama di Jepang saya melihat pengguna jalan raya dari mobil hingga sepeda selalu tampak tertib dan disiplin karena aturan berkendara rupanya sudah diberikan sejak di tingkat SD, bahkan diajarkan di sekolah.

Musashino Joshi Gakuen: Junior & High School for Girls and Kindergarten, Tokyo

Di sekolah ini, kami tidak terlalu lama mendengarkan penjelasan pimpinan sekolahnya dalam suatu presentasi sebagaimana biasanya.

Karena kami langsung dibentuk menjadi beberapa grup dan dipimpin oleh beberapa guru disana untuk secara langsung melihat-lihat ruangan kelas, fasilitas sekolah dan kegiatan belajar para siswi sambil diberikan penjelasan.

Untuk Junior dan High School-nya, sekolah ini merupakan sekolah khusus untuk anak perempuan. Pertama kami memasuki ruang kelas yang para siswinya sedang mengikuti pelajaran bahasa Inggris.

Saat itu guru bahasa Inggrisnya meminta kepada para siswinya untuk menanyakan beberapa hal kepada kami dalam bahasa Inggris.

Awalnya ada yang masih tampak malu dan ragu-ragu, tapi akhirnya beberapa siswi mulai berani bertanya dalam bahasa Inggris. Pertanyaan mereka seputar makanan kegemaran, negara asal kami, dll. Ketika sudah mulai terjadi komunikasi dengan kami, suasana menjadi lebih akrab.

Kami juga sempat memperhatikan beberapa hal yang ada di dalam ruangan kelas itu. Seperti adanya tempat sampah yang dipilah-pilah. Juga ada bekas tutup minuman kaleng dari para siswi yang dikumpulkan dan dibungkus terpisah. Mungkin untuk didaur ulang lagi.

Begitu rapi dan telitinya masyarakat Jepang dalam mengelola sampah karena hal itu sudah dibiasakan sejak di sekolah.

Lalu kami diajak ke ruang ketrampilan. Di bagian depan ruangan itu ada etalase kaca yang besar tempat memajang hasil ketrampilan siswi. Ada kimono, ada bantal berbentuk boneka, dll.

Ketika kami masuk ke ruangan tersebut kami melihat para siswi sedang sibuk membuat bantal berbentuk wajah panda. Ada yang sedang menggambar pola, ada yang sedang menggunting kain, ada yang sedang menjahit.

Di ujung ruangan itu kami juga melihat ada beberapa setrika untuk menyetrika baju hasil buatan mereka ketika sudah jadi.

Inilah yang seharusnya mulai digiatkan kembali di sekolah-sekolah di Indonesia. Sekarang ini sudah mulai banyak para remaja putri Indonesia yang kurang trampil memasak, menjahit dan mengurus rumahnya karena waktu mereka terlalu banyak tersita bahkan sampai sore hari di sekolah.

Namun mereka hanya mendapatkan materi pelajaran yang bersifat akademis. Sehingga mereka tidak mempunyai kesempatan lagi untuk belajar ketrampilan kewanitaan dan kerumahtanggaan.

Padahal ketrampilan semacam itu penting sekali dimiliki para wanita khususnya ketika sudah menikah nanti untuk lebih menambah keharmonisan rumah tangganya nanti.

Selanjutnya kami diajak melihat para siswi yang sedang belajar menulis huruf kanji dengan menggunakan kuas dan tinta khusus di dalam suatu ruangan.

Yang bisa kami ambil pelajaran dari apa yang kami saksikan saat itu adalah bahwa, sekolah-sekolah di Jepang disamping selalu berupaya untuk bisa memajukan cara berpikir siswa siswinya, dengan dibekali wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi yang canggih, namun mereka tetap diajarkan untuk tidak melupakan akar budaya dan tradisi mereka sebagai kekayaan nasional mereka.

Berikutnya kami masuk ke ruang musik. Seperti yang pernah kami lihat di Ogawa Elementary School, disini para siswi sedang diajarkan cara memainkan lagu dengan menggunakan recorder.

Yang membuat kami terkesan saat itu adalah keramahan guru musiknya yang bisa sedikit mengerti bahasa Indonesia. Katanya dia suka negara Indonesia, khususnya pulau Bali.

Lalu kami diperlihatkan ada suatu alat yang ditempel di bagian depan ruangan sekolah. Ternyata itu adalah alat untuk mendeteksi kartu identitas siswi yang khusus yang harus dibawa oleh orang tua siswi apabila mereka akan menjemput putrinya.

Ini ada merupakan upaya dari pihak sekolah untuk menghindarkan siswi-siswinya dari segala bentuk penculikan.
Di bagian luar gedung, sekolah juga menyediakan mesin penjual minuman botol maupun minuman kaleng sebagai fasilitas kantin sekolah.

Tapi tidak setiap saat para siswi bisa menggunakannya karena mesin tersebut sudah diatur waktunya sedemikian rupa sehingga hanya bisa berfungsi pada saat jam istirahat atau jam pulang sekolah saja. Hal ini dimaksudkan untuk melatih kedisiplinan siswi-siswinya dalam menggunakan waktunya.

Setelah itu kami diajak untuk mengunjungi Kindergarten yang masih di bawah naungan Musashino Joshi Gakuen juga. Walaupun masih dalam satu komplek sekolah, kami harus berjalan beberapa meter untuk menuju ke Kindergarten-nya.

Di sepanjang jalan kami melewati gedung tempat para siswi berolahraga. Juga ada halaman yang luas dan hijau yang penuh dengan pohon sakura disekelilingnya. Sayang saat sekarang bukan musim sakura berbunga. Seandainya sedang musimnya pasti akan terlihat begitu indahnya.

Ketika kami sudah memasuki komplek Kindergarten, tampak beberapa alat permainan di area playground-nya. Seperti biasa kami diminta untuk mengganti alas kaki kami denga alas kaki yang sudah disediakan sekolah.

Kindergarten ini terbuka baik untuk siswi naupun siswa. Walaupun secara fisik bangunan sekolahnya tampak mungil dan sederhana, Kindergarten tersebut meyediakan berbagai fasilitas yang sangat mendukung perkembangan siswa siswinya sesuai dengan usianya.

Ada tempat cuci tangan dan kamar kecil yang mungil, ada mini perpustakaan, ada kebun dengan tanaman dan hewan peliharaan seperti kelinci dan ikan yang menjadi media pengamatan siswa siswinya langsung terhadap alam sekitarnya.

Di ruang kelas juga disediakan piano yang saat itu sedang dimainkan oleh gurunya untuk mengiringi siswa siswinya menyanyi dan menari.

Ada juga ruang olah raga dengan berbagai peralatan pendukungnya. Tas sekolah dan botol minuman bekal para siswa juga diletakkan dengan rapi di tempat khusus.

Hal yang menarik disitu selain kamar mandi mungilnya yang bersih adalah adanya jalan kecil menuju ke ruang kelas lain yang melewati area kebun yang sengaja dibuat dengan cap alas sepatu-alas sepatu yang kecil dalam dua arah yang berlawanan.

Tujuannya untuk mengajari siswa siswinya agar bila berjalan berpapasan dari arah yang berlawanan harus rapi dan teratur agar tidak saling menyalip dan bertubrukan.

Inilah prinsip keteraturan dan ketertiban yang sudah diajarkan di sekolah Jepang sejak masih usia TK yang akhirnya ketika kebiasaan itu sudah terbentuk hingga dewasa akan mebuat segala sesuatu berjalan dengan tertib, lancar dan teratur.

Sehingga walaupun Tokyo merupakan kota yang terpadat penduduknya di dunia, namun tidak pernah terdengar adanya masalah kemacetan sebagaimana di Indonesia.

Berhubung terbatasnya waktu, kami segera berpamitan untuk melanjutkan perjalanan kami ke sekolah yang lain.

Sebelum kami pulang , kami sempat bernyanyi dan berfoto bersama siswa siswinya yang lincah dan menggemaskan. Benar-benar kami jadi merasa teringat kembali akan masa kecil anak-anak kami kami.

Waseda University, Tokyo

Pada saat kami memasuki area Waseda Univesity, yang pertama kali membuat kami takjub adalah bentuk bangunan kampusnya yang megah dan artistik menyerupai puri di film Harry Potter.

Ternyata Waseda University ini memang merupakan universitas yang tertua di Jepang.
Waseda University didirikan pada tahun 1882 oleh Shigenobu Okuma, Perdana Menteri Jepang yang lalu dengan tujuan mengembangkan para pimpinan Jepang pada jamannya.

Sejak awal dikembangkan hingga sekarang menjadi universitas yang maju dan memadai, Waseda University telah memiliki 50.000 mahasiswa dan terdiri atas 13 Fakutas di Undergraduate School (S1), 21 Fakultas di Graduate School (S2/S3) sesuai data bulan November 2012, serta memiliki beberapa lembaga penelitian, sekolah-sekolah afiliasi, perpustakaan dan museum.

13 Fakutas di Undergraduate School (S1) :
1. Political Science
2. Economics
3. Law
4. Cultural, Media and Society
5. Humanities and Social Science
6. Education
7. Commerce
8. Fundamental Science
9. Engineering

10. Social Sciences
11 .Human Sciences
12 .Sport Sciences
13.International Liberal Studies

21 Fakultas di Graduate School (S2/S3):

1 .Political Science
2 .Economics
3 .Law
4 .Law School
5 .Letters, Arts and Sciences
Education
6 .Teacher Education
7 .Commerce
8 .Finance, Accounting and Law
9 .Accountancy
10.Fundamental Science and Engineering
11.Creative Science and Engineering
12.Advanced Science nd Engineering
13 .Global Information and Telecommunication Studies
14.Environment and Energy 15.Engineering
16.Information, Production and Systems
17.Social Sciences
18 .Human Sciences
19. Sport Sciences
20.Asia Pacific Studies
21.Japanese Applied Linguistics

Sampai saat ini fakultas yang belum ada di Waseda University adalah Fakultas Kedokteran, Fakultas Farmasi dan Fakultas Kesenian.

Adapun dosen yang mengajar di Waseda University secara keseluruhan berjumlah 6424 orang dimana dari jumlah tersebut ada 610 orng dosen dari negara lain.

Sedangkan staf secara keseluruhan berjumlah 1214 orang, 17 orangnya berasal dari negara lain.

Sebagaimana Nagoya University, universitas ini juga mempunyai banyak mahasiswa yang berasal dari negara lain. Disini juga diadakan program pertukaran pelajar dan bekerjasama dengan banyak negara.

Yang menjadi Fakultas favorit bagi kebanyakan mahasiswa yang berasal dari luar negeri adalah Fakultas Business School dan Fakultas Asia Pacific Studies.

Di kedua fakultas tersebut, bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Inggris.

Beberapa alumni dari Waseda University telah menjadi tokoh-tokoh yang sukses, di antaranya:

* Kun Hee Lee (dari School of Commerce angkatan 1965) kini menjadi Chairman of Samsung Electronics
* Tadashi Yanai (dari School of Political Science and Economics angkatan 1971) kini menjadi Chairman, President & CEO Fast Retailing Co, Ltd
* Haruki Murakami (dari School of Letters, Arts and Sciences angkatan 1975) kini menjadi penulis yang terkenal
* Shigenobu Okuma yang juga merupakan pendiri Waseda University (Perdana Menteri Jepang ke 17)
* Tanzan Ishibashi (Perdana Menteri Jepang ke 55)
* Noboru Takeshita (Perdana Menteri Jepang ke 74)
* Toshiki Kaifu (Perdana Menteri Jepang ke 76 & 77)
* Keizo Obuchi (Perdana Menteri Jepang ke 84)
* Yoshiro Mori (Perdana Menteri Jepang ke 85 & 86)
* Yasuo Fukuda (Perdana Menteri Jepang ke 91)

* Yoshihiko Noda (Perdana Menteri Jepang ke 95)

Beberapa lulusan juga telah menjadi entrepreuner yang hebat yang telah mendirikan perusahaan yang bergengsi, seperti SONY, CASIO, dan LOTTE.

Dengan berjalannya waktu Waseda University telah menyusun rencana pengembangan jangka panjang yang dinamakan Vision 150 sebagai symbol yang mengacu pada peringatan ke 150 sejak didirikannya untuk menghadapi tahun 2032.

Sebagai gambaran dari pernyataan dasar atas prinsip-prinsip yang sama akan misi universitas, Vision 150 memperkenalkan inti strategi, implementasi proyek yang spesifik, dan merancang dasar-dasar kebijakan yang akan mengendalikan reformasi demi kemajuan universitas sehingga bisa menjadi jawaban yang terbaik bagi masyarakat hari ini.

Kependidikan dan semangat telah menjadi tradisi dan kebanggaan dari Waseda University yang dengan sikap yang fleksibel dan inovatifnya telah memastikan universitas ini berdiri teguh menjadi yang terdepan dalam pendidikan Jepang.

Demikianlah gambaran tentang pendidikan dan sekolah-sekolah di Jepang ini berdasarkan pengamatanku.
Secara keseluruhan berdasarkan pengamatan pribadi, sekolah-sekolah di Jepang inilah yang dapat dikatakan sebagai Sekolahnya Manusia yang mempunyai Gurunya Manusia sebagaimana yang telah dituturkan oleh bapak Munif Chatib di bukunya tersebut.

Jadi pantaslah bila generasi yang terbentuk dari Sekolahnya Manusia ini akan menjadi generasi penerus yang tidak hanya pintar secara intelektual, namun juga berkarakter yang baik dan mempunyai skill of Life.

Dan bangsa Indonesia yang berpenduduk mayoritas muslim pasti akan mampu lebih hebat atau setidaknya menyamai kehebatan bangsa Jepang dalam hal mencetak kualitas generasi mudanya bila sekolah-sekolah di Indonesia selalu mengacu pada hal yang demikian. Aamiin

TEMA SARANA PUBLIK dan TEKNOLOGI

Berbicara tentang kemajuan sarana publik di Jepang, selama satu pekan kami berada disana, kami benar-benar merasa telah dimanjakan oleh kecanggihan teknologinya.

Dari sarana yang berhubungan dengan hal yang bersifat privasi sampai yang bersifat umum semua terasa nyaman dan mudah, walaupun ketika awalnya kami masih gaptek dan bingung.

Toilet yang ber-remote

Ketika pertama kali kami menginap di hotel Chisun di kota Osaka, hal pertama yang membuat aku sedikit kebingungan adalah ketika berada di kamar mandi.

Pada saat sesudah (maaf) BAK atau BAB, aku bingung mencari shower untuk cebok yang biasanya tersedia di toilet atau di kamar mandi yang berada di hotel. Tapi aku tidak menemukan.

Lalu aku mencoba mencari gayung supaya bisa kugunakan untuk menampung air dari kran. Tapi tidak ada juga.

Pandanganku akhirnya tertuju pada suatu alat yang menyerupai remote AC yang tertempel di dinding kamar mandi. Disitu ada kode-kode yang menunjukkan cara-cara penggunaannya.

Aku lalu mencoba menekan tombolnya satu demi satu. Dan..HUALAMAKK..! Reaksi pertamaku aku langsung terkejut karena dari bagian dalam toiletnya ada air menyemprot.ke sasaran yang akan dibersihkan.
Tapi dalam hati aku tertawa geli juga karena dari situ aku baru tahu cara penggunaan remote itu.

Ternyata di hampir setiap toilet di Jepang menggunakan remote semacam itu untuk cebok, bahkan di toilet umum sekalipun.

Tapi setelah itu aku sudah tidak merasa bingung lagi, malahan rasanya lebih nyaman, higienis dan rapi karena air tidak sampai menciprat dan meluber kemana-mana. Sehingga kamar mandi tidak becek dan selalu tampak kering dan bersih.

Selain itu juga tidak repot karena tinggal pencet, langsung cebok, pencet lagi air menyiram toilet yang habis dipakai sampai bersih..

Dan hebatnya lagi bahkan pada saat kita baru hanya duduk saja di toilet untuk (maaf) BAK atau BAB, secara otomatis toiletnya bisa menyiram sendiri untuk lebih membersihkan baik itu ada atau tidak ada sisa kotoran yang sebelumnya.

Tapi selama ini aku tidak pernah melihat ada kotoran sedikitpun di toilet-toilet Jepang.
Hanya satu kali saja aku pernah melihat toilet yang kotor pada saat bus kami berhenti sejenak di toilet umum.

Pada saat itu, selain kami memang ada beberapa bus wisata yang membawa rombongan turis dari negara lain yang juga berhenti untuk mampir ke toilet tersebut. Jadi perkiraanku, kotoran yang tadi sempat aku lihat di toilet itu kemungkinan besar berasal dari turis-turis tersebut.

Fasilitas hotel yang berkualitas
Ketika aku akan berangkat ke Jepang, aku sudah memperkirakan berapa jumlah baju yang harus dibawa dalam waktu satu minggu itu.

Termasuk handuk dan baju tidur aku membawanya lebih dari satu.dengan pertimbangan pasti tidak ada waktu untuk mencucinya.

Sedangkan perlengkapan mandi aku bawa yang ukuran kecil supaya tidak menambah beban bagasi.

Tapi sejak kami singgah dari hotel yang pertama hingga yang terakhir, ternyata handuk dan baju tidurku bahkan tidak aku sentuh sama sekali karena ternyata semua itu sudah disediakan oleh hotel.

Dan aku juga tidak ragu untuk menggunakannya karena selain bersih, tidak berbau pemutih juga bisa setiap hari diganti.
Sedangkan perlengkapan mandi yang sudah aku bawa dari rumah tapi sama sekali tidak terpakai adalah sabun mandi dan shampoo.

Karena di kamar mandi hotel selain sikat gigi, pasta gigi dan alat pencukur jenggot, juga sudah tersedia sabun cair, shampoo, bahkan conditioner yang harum dan berkualitas di dalam botol yang besar. Ada yang bermerek Shisheido.

Face soap yang berbentuk foam-pun sebetulnya juga sudah tersedia. Tapi aku hanya sesekali memakainya untuk mencuci muka karena masih agak ragu ketika aku juga melihat face soap tersebut di setiap washtafel hotel.

Aku ragu-ragu karena barangkali sabun itu hanya untuk mencuci tangan saja ataukah bisa juga untuk mencuci muka karena di botolnya tertulisnya face soap. Apakah memang kebiasaan orang Jepang memang suka mencuci muka ya sehingga selalu disediakan bakan di tempat umum?

Subway, kereta super cepat Shinkansen, jalan raya yang tertib dan kepedulian terhadap warga tunanetra

Karena di Indonesia sarana transportasi publik kurang terjamin dalam hal keamanannya, sering macet dan sering terlambat keberangkatannnya, maka pantaslah bila mayoritas masyarakat Indonesia menjadi lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi.

Akibatnya malah menjadi semacam lingkaran setan, karena semakin memperparah kemacetan di jalan raya.

Lain halnya dengan di Jepang. Masyarakatnya lebih suka menggunakan sarana transportasi umum yang sudah tersedia, yaitu subway dan kereta.

Terlebih sejak adanya kereta Shinkansen yang kecepatannya mencapai 300 km perjam. Semua fasilitas transportasi umum tadi selain cepat, tepat waktu juga aman dan nyaman.

Kalaupun ada yang ingin berkendara secara pribadi, kebanyakan masyarakat Jepang lebih suka berkendara sepeda. Bahkan untuk berangkat ke kantor sekalipun.

Karena selain hemat, praktis, juga bebas polusi. Apalagi telah disediakan juga jalan khusus untuk pengendara sepeda sehingga lebih terjamin keselamatannya.

Selama di Jepang, kami sering sekali menyaksikan beberapa warga Jepang yang berpakaian kantor yang rapi semacam jas sambil membawa tas kantornya dengan berkendara sepeda menuju ke kantornya.

Ada juga beberapa yang berkendara mobil pribadi. Namun pengendara motor justru jarang sekali kami lihat disana.

Maka tak heran bila kami juga tidak pernah melihat kemacetan di jalan raya di kota-kota yang kami singgahi selama di Jepang, termasuk di kota Tokyo yang merupakan salah satu kota dengan penduduk yang terpadat di dunia.

Satu hal yang lagi yang membuat kami kagum adalah bahwa hampir di setiap jalan di Jepang baik itu di dalam lokasi gedung, di area halaman perkantoran, di trotoar hingga di tempat penyeberangan jalan selalu dibuat jalan khusus yang bercat kuning dan bergelombang khusus untuk para tunanetra.

Dengan melihat kondisi semacam itu kita dapat mengambil kesimpulan bahwa pemerintah Jepang sangat memperhatikan kenyamanan masyarakatnya dalam menggunakan sarana publik dan transportasi umum tanpa membeda-bedakan keadaan mereka, sehingga para tunagrahitapun merasa nyaman untuk menggunakannya.

Pabrik mobil Toyota yang mampu mempertahankan kualitas produksinya

Pabrik mobil Toyota telah beroperasi di Tahara City sejak bulan Januari 1979 dengan menempati area seluas 3.700.000 m2 dengan bangunan gedungnya seluas 1.010.000 m2.

Sesuai dengan simbolnya yang berupa dua bidang elips yang menandakan hati para pelanggannya dan hati produknya, yang bila dikombinasikan membentuk huruf T (Toyota). Sedangkan backgroundnya menggambarkan angkasa yang mewakili teknologi global yang maju dan tak terbatas.

Dalam memproduksi mobilnya, Toyota sangat mengutamakan kepuasan para pelanggannya melalui kualitas produksinya yang selalu dipertahankan.
Ketika kami berkunjung ke pabrik mobil Toyota, di bagian depan ruangan produksi ada semacam gapura yang bertuliskan sumpah yang selalu dibaca para karyawan pabriknya sebelum bekerja, yang kalau diartikan kira-kira sbb: Kerja yang mahir, aman, tidak salah dalam memproduksi. Mari kita membuat produk yang bagus dengan pikiran/ide yang bagus.

Pada saat kami melihat langsung bagaimana mobil-mobil itu diproduksi, kami serasa sedang menyaksikan kombinasi yang pas dan hebat antara kegesitan dan ketrampilan bekerja para karyawannya dengan kecanggihan teknologi mesin produksinya.

Disana setiap hari ada sekitar 475 mobil yang diproduksi dengan melalui 11 proses, yaitu:

1 .Stamping Process and Body Welding Process
2 .Painting Process
3 .Molding Process
4 .Casting Process
5 .Machining Process and Attachment Process
6 .Assembly Process and Inspection Process
7 .Shipping of Automobiles
8 .Heliport
9 .Test Course
10.PDI Center
11.Rest and recreation Area

Toyota juga mencanangkan 5R Program dalam setiap proses produksinya, yaitu :

1. Refine (membersihkan/menghaluskan)
2. Reduce (mengurangi polusi)
3. Recycle (mendaur ulang)
4. Reuse (menggunakan lagi)
5. Retrieve Energy (mendapatkan energi kembali)

Pada bulan Desember 1997 Toyota telah memperoleh sertifikat ISO 14001.

Miraikan Science Center dan Risupia Panasonic Digital Network Museum di Panasonic Center

Sebagai negara yang selalu berinovasi dalam mengembangkan teknologinya, Jepang telah memiliki Science Center yang lengkap dan modern.

Di antaranya yang sempat kami kunjungi adalah Miraikan Science Center dan Risupia Panasonic Digital Network Museum yang berada di lantai 2 dan lantai 3 di gedung Panasonic Center.

Di Miraikan Science Center kami lebih banyak melihat tentang tinjauan scientist terhadap alat-alat tubuh manusia dan fungsinya, replika pesawat ulang alik luar angkasa beserta kehidupan para awak pesawatnya selama di perjalanan luar angkasanya, dan sejarah kehidupan manusia di bumi dengan disertai tinjauan secara astronomis dan geografisnya (melalui replika bola dunia berukuran besar yang bisa berubah-ubah tampilannya menyesuaikan penjelasan dan temanya).

Disana kami juga sempat menyaksikan demo pertunjukkan robot Ashimo yang bisa berbicara, menari dan menendang bola.

Sedangkan di Risupia Panasonic Digital Network Museum kami lebih banyak menyaksikan kecanggihan teknologi Panasonic dalam mengaplikasikan materi-materi Science dan matematika melalui berbagai macam wahana dan game yang seru.

Sebagaimana yang dituturkan oleh salah seorang pemandu disana, bahwa Panasonic Center senantiasa selalu berinovasi dalam menyediakan wahana science yang menarik dan menantang karena mereka tidak ingin bila para generasi muda sampai kehilangan minatnya dalam mempelajari Science, karena dari situlah salah satu kemajuan suatu negara ikut ditentukan.

Tokyo Tower, symbol of Tokyo

Bila kota Paris terkenal dengan Menara Eiffelnya, maka kini sudah ada symbol baru untuk kota Tokyo yang kini mulai dikenal di dunia, yaitu Tokyo Tower.

Sebuah bangunan menara spektakuler dengan ketinggian 333 meter dan berat 4000 ton. Pertama kali dibuka pada tahun 1958.

Tokyo Tower terbagi menjadi 3 bagian bangunan., yaitu :

1. Bangunan yang paling dasar (Foot Town), didalamnya terdapat:Amusement Park Roof Garden, Glass Plaza, Noppons Magical Dungeon, Game Corner, Tokyo Tower Wax Museum, Space Wax, Tower Gallery333, Tokyo Souvenir Shop Town, Food Courts, Restaurants, Shops, Elevator Hall, Aquarium Gallery, FamilyMart.

2. Bangunan yang berada di tengah menara (Main Observatory), di dalamnya terdapat: Special Observatory Ticket sales Area, Rental Scop Reception Desk, Specially Set up Stage, Café La Tour, Lookdown Window.

3. Bagian yang paling atas dari menara (Special Observatory), tempat dimana pada saat siang hari kita bisa menyaksikan gunung Fuji dan gunung Tsukuba, Sedangkan pada malam hari kita bisa menikmati suasana kota Tokyo di malam hari. Dari situlah kita juga bisa menyaksikan secara 360 derajat pemandangan kota Tokyo.

Hal berkesan pada saat kami berada disana selain kami bisa menyaksikan secara langsung kepadatan bangunan gedung-gedung pencakar langit di kota Tokyo, juga pada waktu mencoba berjalan dan berbaring di atas lantai kaca (Lookdown Window), rasanya sedikit berkunang-kunang dan agak ngeri juga karena serasa kita berjalan diatas ketinggian beberapa ratus meter.

TEMA BUDAYA

Jepang yang aku kenal selama ini dari segi budayanya diantaranya adalah pakaian kimononya, tradisi minum tehnya, tradisi merangkai bunganya (Ikebana).

Dulu ketika aku masih kecil juga paling suka kalau ada film Oshin di acara TV. Pasti aku segera menontonnya. Namun seperti apa watak, pola hidup, kebiasaan, hubungan intrepersonal dan adat istiadat mereka yang sesungguhnya aku baru bisa memahaminya ketika aku beserta rombongan Lazuardi dan Next Edu berkunjung ke Jepang dan berkomunikasi dengan mereka.

Ada beberapa watak, pola hidup dan kebiasaan mereka yang khas yang secara garis besarnya akan aku uraikan sebagai berikut:

Ramah

Kesan yang aku rasakan sejak pertama kali kami menginjakkan kaki ke negeri matahari terbit ini adalah sikap mereka yang senantiasa ramah. Baik ketika kami berkunjung di sekolah-sekolah atau ke Science Center, atau ke tempat wisata juga ke pertokoan, semua yang berkomunikasi menunjukkan sikap keramahan mereka.

Bahkan ketika kami sudah lama melihat-lihat barang yang dijual di pertokoan mereka, tapi akhirnya kami tidak jadi membelinya, mereka tetap ramah dan tidak terlihat kesal.

Mereka juga suka menyapa kami dengan ucapan Ohayou Gozaimasu (Selamat pagi), Konichiwa (Selamat Siang) dan senantiasa mengucapkan Arigatou Gozaimasu (Terima kasih) sambil membungkukkan badannya sebagai tanda hormat ketika kami sudah mengunjungi mereka.

Jujur

Perihal kejujuran masyarakat Jepang selama kami disana sudah terbuktikan beberapa kali.

Yang pertama kali adalah ketika kami menginap di hotel Chisun Nagoya. Salah seorang teman kami ada yang ketinggalan kameranya di dalam kamar hotel. Dia sempat merasa khawatir bila nanti pulang kameranya kemungkinan bisa hilang karena kami meninggalkan hotel sejak pagi hingga malam hari.

Ternyata ketika kami kembali ke kamar, kameranya masih berada di meja dalam posisi yang tidak berubah, walaupun kamar kami tadi pagi dibersihkan oleh petugas hotelnya.

Lalu yang kedua kalinya adalah ketika kami berbelanja di pertokoan yang menjual souvenir dan barang-barang untuk oleh-oleh, ada salah satu teman kami yang ketinggalan handphonenya di salah satu pertokoan tersebut.

Ternyata tidak berapa lama ada pemilik toko yang rupanya ingat dengan wajah teman kami yang kehilangan handphonenya. Dia mencari teman kami dan langsung mengembalikan handphone tersebut.

Lalu yang ketiga kalinya pada saat kami singgah ke Masjid Tokyo untuk melaksanakan shalat Maghrib sebelum kami menuju ke bandara untuk pulang. Pada saat kira-kira sudah 30 menit rombongan kami bertolak dengan bus meninggalkan masjid, ada teman kami yang ketinggalan tasnya di masjid tersebut.

Padahal di dalam tasnya selain tersimpan sejumlah uang juga terdapat paspor di dalamnya. Wah, tidak hanya teman saya yang saat itu panik. Hampir seisi bus ikut merasa panik juga karena ada paspor di dalamnya. Bagaimana nanti di Bandara bila tanpa paspor?

Bus segera balik lagi menuju ke Masjid Tokyo. Teman saya segera turun menuju ke masjid dan mencari tasnya. Dengan perasaan harap-harap cemas kami menunggu kabar darinya. Tak berapa lama muncullah teman kami dengan membawa tasnya dengan wajah lega. Plong…rasanya lega juga hati kami. Terlebih ketika isi tas dicek dan ternyata semua masih utuh dan tidak ada satupun barang yang hilang.

Alhamdulillah, rupanya tas tadi ditemukan oleh salah seorang pengunjung masjid lalu diserahkan kepada pengurus masjidnya untuk disimpankan. Dengan harapan pemilik tas tersebut kembali dan bisa mengambil kembali tasnya yang ketinggalan.

Lalu yang terakhir kali di Bandara Haneda, karena kepanikan salah seorang panitia kami yang ikut membantu menguruskan salah seorang teman kami yang kelebihan muatan bagasinya, dompetnya yang berisi sejumlah uang yang cukup besar, tertinggal di salah satu meja pada saat Boarding Pass.

Pada saat itu dia sama sekali tidak menyadari bahwa dompetnya tertinggal disana. Tiba-tiba ada petugas yang mendatangi rombongan kami sambil membawa dompet tersebut. Teman kami yang juga panitia rombongan kami tampak terkejut namun senang karena dia baru menyadari kalau dompetnya rupanya tertinggal dan sudah ditemukan kembali dalam keadaan utuh.

Coba bagaimana bila semua kejadian itu terjadi di Indonesia? Jangan harap bisa kembali semula ._.

Rapi dan bersih

Mengenai kerapian dan kebersihan masyarakat Jepang itu sudah tak diragukan lagi. Karena selain sudah dibiasakan sejak kecil, mereka juga memiliki suatu keyakinan bahwa setiap benda itu mempunyai dewa.

Jadi mereka tidak berani memperlakukan benda apapun secara sembarangan, termasuk mereka tidak berani membuang sampah secara sembarangan karena mereka tidak ingin membuat para dewa tadi menjadi murka.

Kalau di dalam ajaran Islam mungkin bisa dikatakan sebenarnya mereka memiliki Ihsan. Jadi mereka tidak berani melakukan suatu kesalahan walaupun tidak ada orang sekalipun karena adanya keyakinan bahwa Allah selalu mengawasi.

Memang sedikit berbeda dengan masyarakat Singapore yang juga terkenal dengan kebersihan kotanya. Karena kalau masyarakat Singapore lebih merasa takut membuang sampahnya karena takut kena denda., dikarenakan Singapore adalah negara yang penuh denda.

Dengan keyakinan yang semacam itu tidak heran bila kota-kota di Jepang senantiasa terjaga kebersihannya.

Bahkan kami pernah melihat sendiri ketika singgah di kota Kyoto, ada seorang pemuda yang mengajak anjing peliharaannya berjalan-jalan. Tiba-tiba anjing peliharaanya spontan berhenti di tengah jalan dan BAB.

Majikannya dengan sabar menunggu anjingnya BAB sampai selesai.
Setelah selesai dengan rasa tanggung jawab dan tanpa merasa jijik dia memungut kotoran anjingnya dengan plastik sampai bersih lalu dimasukkan ke dalam tas plastik yang memang sudah dia siapkan dari rumah.

Karena di sekitarnya tidak ada tempat sampah, tempat plastik yang berisi kotoran anjingnya tadi untuk sementara ditaruh di dalam tas yang khusus disediakan olehnya sampai nanti dia menemukan tempat sampah barulah dibuangnya ke tempat sampah tersebut..

Benar-benar patut dicontoh sikap pemuda yang bertanggung jawab tadi.

Rajin dan cekatan

Bila kami mengamati perilaku masyarakat Jepang dalam kesehariannya, tampak nyata bahwa mereka suka bangun pagi-pagi dan suka bekerja.

Kebanyakan mereka tidak mempunyai pembantu rumah tangga karena semua tugas rumah tangga lebih suka mereka kerjakan sendiri.

Bahkan seperti yang telah kami bahas sebelumnya di tema pendidikan, bahwa di sekolah pun tidak ada cleaning service karena kebersihan lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab para siswa dan guru.

Karena perilaku mereka yang rajin itu pulalah yang membuat mereka ringan tangan dan badannya untuk melakukan aktifitas apapun. Dan itu menjadikan mereka cekatan dalam bekerja dan cepat cara berjalannya.

Disiplin dan tertib

Kedisiplinan juga menjadi hal penting yang membuat suasana masyarakat dan lingkungan menjadi teratur dan tertib. Dalam bekerja, belajar ataupun membuat appointment dengan siapapun mereka selalu tepat waktu.

Begitu juga dalam melaksanakan peraturan yang berlaku di masyarakat. Sebagai contoh, mereka mempunyai budaya antri. Sehingga tidak saling serobot yang hanya menimbulkan emosi.

Mereka juga sangat mematuhi peraturan lalu lintas. Walaupun suasana jalan sedang sepi sekalipun, bila lampu lalu lintas masih merah, mereka tetap tidak berani melanggarnya.

Alhasil angka kecelakaan lalu lintas di Jepang tergolong sangat kecil dibanding dengan negara lain.

Bila sedang berada di eskalator, mereka selalu berdiri di sisi sebelah kiri untuk memberi kesempatan kepada orang lain yang hendak mendahului karena terburu-buru.

Demikianlah kesan-kesan kami selama mengikuti study Tour di Jepang. Walaupun sudah dibagi menjadi 3 tema secara garis besarnya dalam menyusun artikel ini, namun rasanya memang tidak ada habis-habisnya untuk menceritakan semua kesan kami.

Sesungguhnya yang terpenting dari kunjungan kami ke Jepang kemarin di samping terjalinnya tali silaturahmi diantara kami sesama peserta, juga hikmah dan pelajaran yang bisa kami ambil dari setiap kunjungan kami di negara yang terkenal sebagai negara matahari terbit itu.

Semoga kita bisa mulai menerapkan sisi positifnya dimulai dari diri kita sendiri, lalu keluarga kita, hingga teman dan masyarakat di sekitar kita.

Walaupun memang tidak semudah membalik telapak tangan untuk merubah sesuatu hal yang negatif ke arah positif, namun semua itu tetap harus kita coba dengan berproses demi kebaikan kita bersama.

Yang sampai sekarang masih menjadi bahan renungan adalah tentang karakter dan perilaku mereka yang Islami padahal mereka mayoritasnya non Islam. Nah, mengapa justru kita yang sudah muslim ini kadang malah tidak berkarakter Islami? PR besar buat kita ya teman-teman…

Pilih Perahu Terbaikmu…

Standar

Pagi baru saja berlalu
Sang mentari tengah merangkak,
kian tinggi ke atas langit nan biru
Panas terik sinarnya meronakan wajah

Puluhan perahu telah tertambat di tepi pantai
Coraknya pun beraneka ragam
Berjajar rapi dan tengah menantimu
Siap mengantar ke mana pun kau pergi

Ada yang catnya berwarna warni
Ada yang berhiaskan pita nan meriah
Ada yang bentuknya unik menawan hati
Ada pula yang bertuliskan kata-kata menarik

Kau bebas memilih, Nak…
Karena engkau pasti punya selera
Mana yang sesuai di hati
Mana pula yang cocok di pandanganmu

Tapi hati-hati, jangan salah pilih…
Bila hanya sedap dipandang
Belum tentu mampu melindungimu
Dan bila cuma menarik kata-katanya
Tak selalu terjamin keteguhannya

Yang paling penting…
Pilihlah perahu yang terkuat dan teraman
Dengan pengemudi yang baik dan amanah
Di antara semua perahu terbaikmu

Yang mampu menjagamu dalam perjalanan
Juga tangguh saat dihantam ombak dan badai
Serta bisa memastikanmu selamat
Hingga sampai di tujuan

Ketika kau telah tiba di pulau impianmu,
Jangan lupa kabari ayah dan bunda
Agar hati bahagia dan tenang
Tiada resah gelisah memikirkanmu

– Venice, Italy (Mei 2015) –

Jangan Ambil Jatah Rezeki Masa Depanmu!

Standar

Bekerja sebagai seorang wiraswastawan atau pengusaha bagi sebagian orang dianggap sebagai pekerjaan yang paling enak dan fleksibel karena tak terikat oleh waktu. Apalagi bila membayangkan besarnya keuntungan yang nanti diraih bila perusahaannya dapat berjalan dengan baik.

Tapi tak semudah itu, Ferguso! Sebab ada beberapa faktor resiko lain yang harus dipertimbangkan karena kenyataannya tak selalu semanis yang dibayangkan. Beberapa resiko yang pahit-pahit sedap yang mau tak mau harus siap dihadapi oleh seorang pengusaha di antaranya:

1. Ketatnya persaingan bisnis
2. Pasang surutnya penghasilan dan laba
3. Besarnya biaya operasional
4. Kuatnya tantangan untuk berinovasi dan berkreasi dalam menjalankan bisnis
5. Minimnya SDM yang amanah, berkualitas dan tangguh

Resiko nomor 1 sampai 4 pada dasarnya masih bisa ditangani sepanjang sang pengusaha mampu survive dan cerdas dalam mengelola usahanya.

Tapi resiko nomor 5 adalah resiko yang paling berat dan tak mudah diatasi. Karena berhubungan dengan faktor manusia yang bisa salah dan khilaf. Baik dalam hal kemampuan, profesionalitas dan sifat amanah dalam melakukan tugasnya.

Dalam hal ini suamiku pernah beberapa kali menghadapi persoalan semacam itu dari karyawannya yang bertugas ke luar kota (sales). Di antara mereka ada yang memiliki sifat tidak amanah. Sejak awal merintis usaha hingga pertengahan tahun lalu ternyata masih ada saja sales yang tidak amanah dalam menjaga uang tagihan toko.

Ada yang menyalahgunakan untuk usaha pribadinya. Ada yang diam-diam memakai untuk kepentingan keluarganya. Ada yang membawanya kabur entah ke mana. Padahal uang yang jumlah nominalnya tidak sedikit tersebut harus seutuhnya suamiku setorkan ke kakaknya selaku penyuplai barang. Rupanya para sales itu tak mampu menahan godaan hingga memakai uang yang bukan hak mereka.

Tentu saja hal tersebut membuat suamiku pusing tujuh keliling. Bayangkan, dari mana lagi uang yang harus suamiku setorkan ke kakaknya sebagai pengganti uang yang telah raib digondol para sales nakal tadi? Padahal nilainya cukup besar. Alhamdulillah selalu ada saja pertolongan yang tak terduga dari Allah Swt. sehingga suamiku mampu mengatasi persoalan tersebut, meskipun tentu harus melalui perjuangan yang luar biasa berat.

Kadang timbul rasa geram di hati kami terhadap para sales yang sangat tidak bertanggungjawab tersebut. Tapi pada akhirnya kami hanya bisa pasrahkan saja semuanya pada Allah Yang Maha Kuasa. Sehingga usaha suamiku masih bisa terus berjalan hingga saat ini.

Tahun demi tahun pun berlalu. Hingga suatu kali kami mendengar berita perihal para sales yang pernah merugikan kami itu. Ternyata tak ada satu pun dari mereka yang sukses dalam usahanya. Sebesar apa pun uang kami yang telah mereka ambil itu tak mampu membuat mereka kaya. Yang ada malah mereka jadi bangkrut dan jatuh miskin. Berbeda dengan para sales yang memiliki sifat amanah. Mereka bisa semakin sukses.

Saat itu aku langsung teringat perkataan suamiku, “Setiap orang sudah dijamin rezekinya oleh Allah Swt. hingga di masa depannya. Jadi bersabar dan bersyukurlah dengan apa pun yang telah dimiliki. Tetap ulet, jujur dan amanah dalam bekerja. Jangan ambil jatah rezeki masa depanmu dengan cara mengambil harta yang bukan milikmu. Agar kelak tak hidup berkekurangan di masa depan.”

Sumber gambar: ayo-ngaji.com

Filosofi Batu

Standar

Bentuknya tak beraturan
Ada yang kecil
Ada yang besar
Ada yang halus
Ada pula yang kasar

Abu-abu dan hitam warna dominannya
Sebagian pecahan dari gunung
Sisa lava yang membeku
Terbawa arus sungai
Hingga terserak di sekitarnya

Segenggam batu kerikil
Sebongkah batu besar
Mungkin tiada harganya
Tiada dipandang
Tak menarik

Tapi bila jatuh di tangan seniman
Diasah, diukir dan dibentuk
Menjadi barang bernilai
Banyak dicari orang
Bahkan dari manca negara

Bila jatuh di tangan tukang bangunan
Dirancang, disusun, dan diolah
Menjadi material yang berguna
Mengokohkan pondasi bangunan
Memperindah fasad rumah

Batu juga menjadi pelengkap dalam ibadah
Saat turun perintah dari Sang Pencipta
Hajar Aswad di Ka’bah
Hingga lempar jumrah di Mina
Bagian dari syarat sempurnanya ibadah haji

Kadang kita tertipu penampilan
Hingga lecehkan yang tampak sederhana
Padahal nyatanya ia lebih bernilai
Daripada yang tampil ‘wah’
Tapi malah tiada ‘berisi’

Siapa pun tiada bisa mengira
Yang semula dipandang sebelah mata
Seketika mampu alihkan semua pandangan
Bila jatuh di tangan sang ahli
Hingga menjelma jadi pusat perhatian

Lokasi: Gua Sunyaragi, Cirebon, Jawa Barat.

Menyambut Tahun 2019

Standar

Semalam di kota Cirebon hujan turun cukup deras. Suara terompet dan petasan sempat tak terdengar. Tapi menjelang tengah malam ketika hujan sudah berhenti, samar-samar terdengar bunyi petasan meskipun tak seramai saat menjelang Lebaran. Aku tak tahu sampai jam berapa suara petasan itu memecah keheningan malam. Karena di saat mata dan otak sudah tak bisa diajak berkompromi lagi untuk menyelesaikan naskah, aku sudah tertidur pulas.

Keesokan harinya, kulihat kalender harian tahun 2018 yang biasanya terpasang di pintu dapur, telah diganti dengan kalender tahun 2019 yang bergambar pemandangan.

Hari ini sesuai dengan kalender Masehi yang digunakan oleh hampir semua negara termasuk Indonesia, adalah hari dan tanggal pertama dari tahun 2019. Bagi kaum muslim sebelumnya sudah memasuki Tahun Baru Hijriah bila mengikuti kalender Hijriah.

Tapi apa pun kalender yang digunakan, hari ini memang menjadi batas permulaan tahun 2019. Sehingga banyak orang yang membuat daftar resolusi sejak akhir tahun 2018 yang lalu hingga di awal tahun 2019 ini sebagai penyemangat dalam belajar, bekerja dan berjuang tuk menyongsong kehidupannya di tahun yang baru.

Tahun 2018 meninggalkan sejumlah catatan peristiwa. Dari peristiwa yang membanggakan dan membahagiakan, seperti kesuksesan para atlet dan penyelenggaranya dalam menorehkan prestasi dan prestise di Asian Games 2018. Hingga yang menyesakkan hati dan menyedihkan, seperti jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 dan teriadinya bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, likuifaksi di Lombok dan Palu.

Selain itu yang memprihatinkan, menjelang Pemilihan Capres Cawapres RI 2019 suhu politik menjadi kian memanas hingga ke akar rumput. Isu SARA bahkan ikut mengganggu kebhinekaan bangsa kita. Fitnah, provokasi, ujaran kebencian dan berbagai berita/informasi hoax tersebar di mana-mana.

Perdebatan sengit di dunia maya hingga pertikaian penuh kebencian di dunia nyata pun tak terelakkan. Hanya gara-gara perbedaan pilihan sampai bisa meretakkan hubungan antar keluarga, teman dan tetangga.

Maka menyambut tahun 2019 ini, mari kita renungkan bersama semua masalah yang telah terjadi di tahun 2018 tersebut. Betapa ruginya bila sampai terjadi perpecahan bangsa hanya karena hal-hal yang seharusnya bisa dibicarakan dan diselesaikan dengan baik-baik.

Hal yang terpenting, pelajari baik-baik dan ber-tabayun-lah terlebih dahulu sebelum kita share sebuah informasi dan berita. Jangan sampai kita menjadi salah satu penyebab terjadinya situasi yang memanas ini.

Bila merasa tak puas terhadap program dan kebijakan pemerintah, sampaikan saja dengan cara yang baik melalui wakil-wakil rakyatnya, lalu kita doakan bersama agar mampu mengelola negara ini dengan baik.

Hal lain yang sesungguhnya menjadi PR besar bagi kita bersama, adalah bagaimana memperbaiki pribadi dan keluarga kita sendiri terlebih dahulu. Karena dari pribadi dan keluarga yang harmonis, beriman dan berakhlak baiklah, maka akan terbentuk masyarakat, bangsa dan generasi yang berkarakter mulia dan membawa pada perubahan positif untuk negara kita.

*****

Pagi ini cuaca sangat cerah. Matahari memancarkan kehangatan sinarnya. Bunga-bunga pun sudah mulai bermekaran. Seakan ikut menyambut tahun baru dengan optimis.

Mari kita memohon ampun kepada Allah Swt. atas semua dosa dan kesalahan yang telah kita lakukan di tahun lalu. Semoga tak ada masalah, bencana dan musibah yang menimpa negara kita lagi. Aamiin…

Mulai tahun 2019 ini, yuk kita kuatkan tekad agar lebih baik dalam bersikap, berucap, dan berpola pikir. Perbaiki hubungan kita dengan Allah Swt dan makhluk ciptaan-Nya. Maka kita akan mendapatkan kebaikan darinya.

Rasulullah Saw. bersabda:

الرَّاحِمُوْنَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَانُ، اِرْحَمُوا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

Orang-orang yang mengasihi dirahmati oleh Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih), kasihilah yang ada di bumi nicaya Yang di langit akan mengasihi kalian” (HR Abu Dawud)

Sumber: https://firanda.com/1401-tebarlah-kasih-sayang-niscaya-engkau-disayang-allah.html