Monthly Archives: Maret 2019

Keep Calm, Friend…

Standar

Keep calm, friend…
Bila kau dihina karena kekurangan fisikmu
Ingatlah, kemuliaan seseorang tak dilihat dari fisik dan penampilannya
Melainkan dari akhlak dan ketakwaannya kepada Allah Swt.

Keep calm, friend…
Bila kau dilecehkan gara-gara kemampuanmu di bawah mereka
Tetap semangat dan jangan putus asa
Buktikan bahwa suatu saat nanti kau bisa melampaui mereka

Keep calm, friend…
Bila kau dikucilkan hanya karena kau berbeda dengan mereka
Bukankah perbedaan diciptakan-Nya untuk saling mengenal dan melengkapi?
Biarkan kau menjadi dirimu sendiri apa adanya

Keep calm, friend
Bila kau diabaikan, bahkan keberadaanmu dianggap tak ada
Teruslah bekerja dan belajar dalam diam
Bila tiba saatnya, guncang mereka dengan karya dan prestasimu

Keep calm, friend…
Bila kau dikhianati, bahkan oleh orang yang paling kaupercaya.
Buktikan bahwa kau tetap mampu berdiri dengan tegar tanpa bantuannya
Biarkan ia menyesal telah meninggalkanmu

Keep calm, friend…
Bila kau ditertawakan karena keterbatasanmu
Yakinlah di balik keterbatasanmu, ada kekuatan yang membuatmu survive
Hingga seberat apa pun cobaan, kau mampu mengatasinya

Di Antara Lebah-Lebah Kecil

Standar

Seharian berkutat dengan naskah dan pekerjaan di rumah maupun kantor, membuat waktu ini berjalan begitu cepat. Rasanya baru kemarin masuk awal Maret, sekarang sudah hampir akhir bulan.

Sejak putriku kuliah di Bandung, aku sengaja menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan yang positif agar tak ada pikiran yang kosong dan rasa rindu kepada putriku bisa terlipur.

Alhamdulillah, melalui Rumah Belajar Cirebon (lembaga pendidikan yang kukelola), hari demi hari dapat kulalui dengan lebih bersemangat dan bermanfaat, dengan segala suka dukanya. Tak hanya kepuasan batin saja yang kurasakan saat dapat berbagi bersama staf dan guru setiap bulannya.

Namun juga ada rasa bahagia saat melihat anak-anak dapat terbantu dalam menghadapi pelajaran di sekolahnya serta makin terasah bakatnya. Apalagi ketika orang tua puas terhadap peningkatan kemampuan anaknya setelah belajar di Rumah Belajar Cirebon. Pun saat orang tua mendaftarkan lagi anak keduanya setelah anak pertamanya merasa cocok belajar di tempat kami. Kalau pun ada kritik dan saran dari orang tua murid, kami menerimanya dengan terbuka demi kebaikan kami.

Di balik semua kebahagiaan ini, aku sangat berterima kasih kepada suami yang sudah berusaha keras mendesain ruangan dan taman Rumah Belajar Cirebon sehingga membuat anak-anak dan orang tuanya semakin betah di sini. Juga kepada staf dan guru yang sabar dan bertanggungjawab dalam setiap tugasnya.

Hal-hal lain yang membuat hatiku bahagia selama mengelola Rumah Belajar Cirebon adalah tatkala berinteraksi dengan anak-anak dan mengikuti perkembangannya dari waktu ke waktu. Ada murid yang dulu masih imut dan lugu. Sekarang sudah remaja dan tampak dewasa. Ada yang semula sulit diajak berkomunikasi, kini sudah lebih supel. Ada yang kesulitan di pelajaran sekolahnya, sekarang sudah mulai menunjukkan peningkatan kemampuannya.

Satu hal yang selalu berkesan di hatiku adalah sapaan dan senyuman tulus para murid. Kebetulan pintu kantorku berupa pintu kaca sehingga bisa saling melihat antara di dalam maupun di luar kantor. Waktu itu aku sedang sibuk menyusun honor staf dan guru di kantor.

Tiba-tiba ada seorang anak perempuan kecil, berusia sekitar 6 tahun berdiri di depan pintu kaca kantorku. Sorot matanya lugu dan bibirnya menyunggingkan senyum ke arahku. Aku membalas senyumnya sambil kulambaikan tangan ke arahnya. Anak itu membalas lambaian tanganku. Senyumnya semakin membuncah dan matanya berbinar. Nyesss rasa hatiku melihatnya. Lalu ia berlari ke arah lain. Mungkin berbaur dengan teman-temannya.

Nama anak itu Seowyn (kayak nama Korea ya?). Murid les menggambar Art Kids Studio. Sudah beberapa kali Seowyn melakukan hal tersebut. Sehingga pernah kupanggil masuk dan kuhampiri. Lalu ia mencium tanganku. Aku mengelus rambutnya dengan rasa sayang dan kutepuk bahunya untuk memberi semangat dalam belajar.

Di kesempatan lain ada Dhea, murid Jarimatika yang rajin dan konsisten dalam menggunakan metode berhitung tersebut sehingga sukses di pelajaran matematika sekolahnya. Alhamdulillah… Suatu sore tiba-tiba ia menghampiriku dan mencium tanganku. Lalu ia menyapaku dengan wajahnya yang lugu, “Bu Irma sehat kan, Bu?”

Aku senang sekaligus agak terkejut mendengarnya. Karena Dhea kok seperti memahami kondisi fisikku hari itu. Saat itu sebenarnya aku memang sedang tidak enak badan. Mungkin ia melihat wajahku agak lesu ya? Tapi aku tetap menjawab sapaan tulus Dhea sambil tersenyum, “Alhamdulillah, Ibu sehat, Dhea. ” Lalu kuelus rambutnya.

Aku juga bahagia ketika melihat murid-murid tampak bersemangat membaca buku-buku yang kusediakan di Taman Bacaan Rumah Belajar Cirebon. Di tengah anak-anak zaman now yang tak bisa lepas dari gadget, mereka yang bisa begitu antusiasnya dalam membaca buku memang patut kuacungi jempol.

Begitu pun anak-anak yang ramah dan santun tadi, di antara anak-anak lain yang mungkin belum mengenal pelajaran budi pekerti dengan baik, bagaikan berlian yang cemerlang di antara sekumpulan batu-batu kerikil.

Berada di antara ‘lebah-lebah kecil’-nya Rumah Belajar Cirebon ini memberiku sebuah oase yang menyegarkan hati serta pikiran di tengah kisruhnya perseteruan politik dan mengerikannya peristiwa kriminal akhir-akhir ini di berita nasional. Mungkin kita memang harus banyak belajar dari keluguan, kejujuran, kepekaan dan ketulusan hati anak-anak ya, kawan…

Sumber gambar: http://www.tollebild.com

Fenomena Pilpres

Standar

Sore itu Rima sedang membaca sebuah informasi tentang kepenulisan di FB. Tiba-tiba ada notifikasi masuk. Sebuah permintaan pertemanan dari seorang wanita dengan nama Diyah yang membuatnya penasaran untuk membuka informasi profilnya. Sebab ia seperti pernah mengenal wajahnya.

Ooh, ternyata Diyah adalah teman sekolahnya dulu saat masih SMA. Yup, ia masih ingat sosok wanita yang dulu pernah menjadi sahabat karibnya di masa SMA. Rima langsung mengkonfirmasi permintaan pertemanannya. Tak lama kemudian sebuah pesan masuk melalui inbox.

Assalamualaikum. Rima, terima kasih ya sudah dikonfirmasi. Masih ingat aku, kan?”

Wa’alaikumussalam. Sama-sama. Masih dong, Diyah. Masa aku lupa sama sahabat karibku. Alhamdulillah, kita bisa berjumpa lagi di FB, ya.”

Perkembangan teknologi memang luar biasa. Melalui FB ia bisa bertemu sahabatnya lagi. Padahal sudah hilang kontak selama 30 tahun lebih.

“Aku minta nomor WA-mu dong. Entar aku masukin ke grup alumni SMA kita. Biar kita bisa saling berkomunikasi lagi.”

“Oke Diyah. Makasih, ” sambut Rima dengan gembira. Lalu ia mengirim nomor WA-nya.

Dalam sekejap nomornya sudah tergabung dalam WA grup alumni SMA-nya.

Assalamu’alaikum, Rima. ”
“Halo Rima. ”
“Asyik…kita ketemu Rima lagi!”
“Sekarang tinggal di mana Rima?”
“Kamu sekarang kegiatannya apa, Rima?”
“Anakmu sudah berapa Rima?”

Pertanyaan demi pertanyaan dari teman-teman SMA-nya pun ditujukan kepadanya secara bertubi seakan melepas kerinduan setelah lama tak saling berkomunikasi.

Dengan senang hati Rima menjawab semua pertanyaan itu satu persatu. Dan sebaliknya ia pun menanyakan kabar teman-temannya di grup itu.

Begitulah, hampir setiap hari komunikasi antar mereka terus terjalin. Rima merasa bersyukur bisa bergabung di grup tersebut. Karena tak hanya silaturahmi antar mereka bisa tersambung lagi, namun juga banyak informasi dan motivasi yang bermanfaat yang bisa ia dapatkan dari grup tersebut.

Tapi suatu malam, WA grup tersebut dikejutkan oleh sebuah kiriman berita dari Amir yang isinya berupa kecurigaan terhadap salah satu etnis.

Sontak Albert menimpali isi WA itu dengan emosi.

“Berita apaan ini! Jangan curigaan coba!”

“Aku juga dapat berita ini dari temenku, ” kata Amir yang tak mau disalahkan.

Lalu beberapa hari kemudian ada lagi kiriman berita dari Doni yang isinya berupa informasi tentang keburukan-keburukan salah seorang capres.

“Eh, Doni, cek dulu kebenaran beritanya dong sebelum kau kirim kesini! ” tegur Rima.

“Memang bener gitu sih kenyataannya, Rima….,” Diyah mendukung berita yang dikirim Doni tersebut.

“Tuh, kaan… Dikasih tahu, malah protes! Makanya jangan pilih dia nanti pas Pilpres” Fadli menambahkan.

“Eh, kamu belum baca sumber informasinya yang benar sih ya. Itu tuh fitnah… Tauu!!” Albert ikut emosi.

“Huu… Dasar kampret!”

Ape lo, ape lo, cebong…!”

Demikianlah, semakin lama grup yang semula penuh canda tawa dan saling memberi informasi positif itu tiba-tiba berubah menjadi grup yang penuh ujaran kebencian, hoax dan fitnah sejak menjelang Pilpres ini.

Karena tak tahan dengan suasana grup yang semakin memanas, beberapa teman mulai left grup. Rima yang semula berusaha bertahan, lama-lama geram juga sehingga akhirnya ikut left grup.

Sungguh sayang, sebuah persahabatan di masa lalu yang telah dipertemukan kembali melalui FB dan dipererat di WA grup, akhirnya dipisahkan kembali gara-gara Pilpres.

Saya yakin sudah banyak kejadian seperti ini, apalagi menjelang Pilpres. Sebetulnya hal ini bisa dihindarkan bila antara satu anggota dengan yang lainnya mau saling menghormati pilihan masing-masing.

Selain itu harus bisa menghindarkan pembicaraan yang menjurus pada fitnah dan ujaran kebencian dengan tidak sembarangan share berita atau informasi yang masih belum jelas kebenarannya. Hati-hati kawan, pelaku fitnah dan ghibah terancam bangkrut di akhirat, lho… Coba saja simak berikut ini: https://youtu.be/nC-9b9ax_tw, https://youtu.be/K-SbIkHvtmQ dan https://m.youtube.com/watch?v=b8xRwg_sshw. Ngeri kan… 😱😱😱Na’udzu billahi min dzalik…

Bila menghendaki sebuah WA grup bisa tetap nyaman dan awet, ada beberapa hal yang harus diperhatikan di bawah ini:

1. Jangan menyinggung SARA (Suku, Agama, Ras/Etnis dan Antar Golongan).
2. Jangan bicara masalah politik.
3. Jangan saling mengolok/menghina.
4. Jangan share hal-hal yang vulgar.
5. Jangan mendominasi pembicaraan.
6. Jangan menyombongkan diri.
7. Jangan membicarakan aib teman.
8. Jangan mempermalukan teman dengan membahas hal-hal yang bersifat privasi darinya.

Semoga tak ada lagi pertikaian dan perpecahan antar teman/saudara di grup WA gara-gara Pilpres ya kawan. Karena sungguh sangat disayangkan bila keakraban di antara kita harus dikorbankan hanya gara-gara sebuah Pilpres.

Sumber gambar: Whatsapp

Secangkir Teh Hangat

Standar

Secangkir teh hangat
Menemani obrolan sore hari
Mengenang cerita masa lalu
Yang kini menjadi memori tak terlupa

Secangkir teh hangat
Melepas kekecewaan, menghalau duka
Sembari termenung menatap samudra
Merenungi hikmah setiap peristiwa

Secangkir teh hangat
Menyegarkan pikiran yang letih
Memancing kembali ide yang segar
Hingga kata menjadi paragraf dan bab

Secangkir teh hangat
Menyatukan insan yang tersekat jarak dan waktu
Menghangatkan kembali hati yang beku
Hingga tawa dan canda kembali terurai

Yuk kita nikmati secangkir teh hangat sore ini
Dengan camilan pisang goreng dan kue pukis
Persahabatan kita ini begitu berarti, kawan…
Jangan sampai terputus hanya karena sebuah perbedaan

@ Pulo Cinta, Gorontalo, Sulawesi

Tampilkan Indahnya Ajaran Islam dengan Keindahan Akhlakmu

Standar

Ajaran Islam itu secara subtansinya sudah tak terbantahkan lagi…, sangat indah dan sempurna. Karena tak hanya mencakup aturan yang bersifat vertikal (hubungan dengan Allah Swt.), namun juga horisontal (hubungan dengan sesama manusia dan makhluk ciptaan-Nya yang lain).

Tapi keindahan dan kesempurnaan ajarannya itu seringkali tertutupi oleh perilaku umatnya yang ironisnya seringkali malah tak sesuai dengan ajarannya. Sehingga menimbulkan image negatif tentang Islam.

Tiba-tiba aku jadi teringat saat dulu masih bekerja di Jakarta. Beberapa kali aku diajak berdiskusi oleh teman salah seorang rekan yang non muslim di kantorku melalui telepon. Bahkan ia sampai memintaku membawa Alquran ke kantor karena ada beberapa ayat yang ingin ia tanyakan.

Waktu itu (sekitar tahun 1995-1996), di antara mereka mungkin masih merasa heran saat mengenalku sebagai keturunan Tionghoa, tapi kok beragama Islam. Padahal agama Islam lebih dahulu masuk di negara China lho ya sebelum ke Indonesia.

Lanjut lagi ya… Jadi hal-hal yang ingin ditanyakan waktu itu adalah seputar apakah ada hubungannya antara teroris dan Islam? Mengapa ada ayat tentang perang dalam Islam? Benarkah bila menikah dengan orang Islam harus siap dipoligami? Aku berusaha menjawab dan mencoba menjelaskan semampuku.

Pada dasarnya, semua pertanyaan, pendapat dan pandangannya tentang Islam sangat mewakili pandangan mayoritas non Islam terhadap Islam dan muslim. Bahkan sampai sekarang stereotip negatif tersebut masih terekam dalam benak mereka. Bahwa Islam itu agama teroris, agama yang suka ngajak perang, agama poligami, dan lain-lain.

Mungkin sebagian orang ada yang berpendapat, “Ah, bodo amat mereka mau bilang apa… Emang gua pikirin? Yang penting kan gua sudah yakin dengan ajaran Islam.”

“Oke, oke… Bagi teman-teman yang memang tinggal di lingkungan keluarga/teman yang muslim semua sih mungkin nggak masalah ya… Nah, bagi kami yang tinggal bersama lingkungan keluarga/teman yang mayoritas non muslim, apalagi kalau ada yang punya stereotip seperti itu tentang Islam, tentu suasananya jadi serba tidak enak. Terlebih ketika tersiar berita pengeboman oleh teroris yang mengatasnamakan kelompok muslim.

Saat itu kami harus bisa menjelaskan dengan baik dan menunjukkan kepada mereka, bahwa sesungguhnya Islam tidak seburuk yang mereka sangka. Kalau pun ada muslim yang berperilaku demikian, semata-mata itu hanyalah perilaku umatnya secara personal saja yang khilaf dan melanggar ajaran Islam yang sebenarnya.

Di masa itu, jarang ada muslimah yang berkerudung rapat menutup aurat. Sehingga ketika aku dan adik perempuanku mengenakannya masih dianggap aneh dan kurang menarik. Terutama bila sedang berada di lingkungan keluarga yang berbeda akidah. Sehingga selepas dari pesantren dan dalam kegalauan masa remaja menuju dewasa, aku sempat tergoda untuk melepas kerudungku. Tapi alhamdulillah keimanan dan Ke-Islaman-ku tidak ikut tergerus.

Setelah dua puluh tahun lebih berlalu, menjadi muslim Tionghoa sudah bukan hal yang aneh lagi. Karena alhamdulillah sekarang sudah semakin banyak yang mendapat hidayah dan semakin banyak pula yang ‘merangkul’.

Hanya saja ketika mulai masuk tahun politik dengan isu-isu SARA-nya, suasana jadi tidak nyaman lagi. Paling sedih kalau membaca status atau komentar orang yang saling mengolok agama atau etnisnya masing-masing hanya gara-gara beda pilihan capres. Rasanya jadi pengin cepat berlalu dan berakhir Pilpres ini dengan damai, siapapun Presiden yang terpilih nanti.

Dalam situasi yang panas seperti ini, aku harus bisa menjadi penengah antara keluarga dan teman yang mempunyai perbedaan. Bila diistilahkan, kami ini seperti minoritas di tengah minoritas. Di dalam keluarga besar, kami minoritas karena berada di tengah keluarga yang mayoritas Tionghoa non muslim. Kami harus bisa menunjukkan kebaikan ajaran Islam.

Di kalangan muslim, kami minoritas karena berada di antara WNI muslim yang beda etnis. Kami harus bisa menjelaskan bahwa tak semua etnis kami seburuk yang mereka sangka. Tapi tidak masalah, karena dengan begini kami jadi bisa belajar bagaimana menempatkan diri dengan baik dan bisa lebih menghargai perbedaan.

*****

Setelah terjadinya terorisme yang berupa penembakan brutal terhadap jamaah shalat Jumat di masjid Linwood dan Al Noor, Christchurch, Selandia Baru pada hari Jum’at 15 Maret 2019 yang lalu, tak hanya duka dan kemarahan yang terluapkan. Rasa simpati pun terus mengalir tehadap korban dan keluarga korban dari seluruh negara, baik muslim maupun non muslim.

Berikut ini kurangkum beragam reaksi dan peristiwa dari keluarga korban, pemimpin negara, pejabat pemerintah hingga warga berbagai negara, khususnya dari Selandia Baru yang dapat membuat perasaan kita bercampur aduk. Antara perasaan haru, kagum, bangga, geram hingga sedih. Cekidot:

1. Sapaan hangat salah seorang jamaah muslim di masjid yang mewakili keramahan dan persaudaraan dari wajah Islam yang sesungguhnya (Hello Brother) malah dibalas berondongan peluru dari teroris. Netizen banyak yang bereaksi karena merasa terharu sekaligus marah akan kejadian ini.

2. Kepedulian PM Selandia Baru, Jacinda Ardern terhadap korban dan keluarganya sangat luar biasa. Ia merespon dengan cepat dan sangat tanggap. Dengan tegas ia mengecam keras tindakan yang disebutnya sebagai terorisme itu. Ia bahkan sampai tak mau menyebutkan nama terorisnya. Sikapnya ini membuat seluruh dunia, khususnya kaum muslim menjadi kagum dan berterima kasih kepadanya. Terlebih ketika ia mengatakan bahwa Selandia Baru juga merupakan rumah bagi kaum imigran karena mereka adalah sama-sama warganya.

3. Besok Jumat (22 Maret 2019) sepekan setelah peristiwa teror, akan diselenggarakan gerakan Scarves in Solidarity, yaitu gerakan yang mengajak para wanita di Selandia Baru untuk mengenakan kerudung. Gerakan ini merupakan respon atas peristiwa tersebut dan sebagai bentuk solidaritas terhadap para pemeluk agama Islam di Selandia Baru, bahwa mereka tidak sendiri.

4. Salah seorang keluarga korban yang berkursi roda berhasil selamat (Farid Ahmed). Namun istrinya yang baru saja menyelamatkan muslimah dan beberapa anak keluar dari masjid menjadi korban saat kembali untuk menyelamatkannya dari tembakan teroris. Farid Ahmed tidak membenci atau dendam terhadap si teroris. Malahan ia memaafkan dan berusaha memahami masalah yang mungkin sedang terjadi pada teroris tersebut. Masya Allah... Kita seperti menyaksikan kisah love story sekaligus keindahan akhlak muslim sejati secara live.

5. Sikap Senator Australia, Fraser Anning yang cenderung menyalahkan kebijakan pemerintah Selandia Baru yang membuka pintu masuk untuk para imigran dan menganggap bahwa imigran muslim penyebab teror membuat seorang remaja lelaki Australia (Will Connolly) tidak terima. Sampai ia menyeplokkan telur mentah ke kepala senator itu saat sedang diwawancarai. Sontak keberanian “Egg boy” tersebut mengundang banyak dukungan. Hingga ada penggalangan uang lewat akun GoFundMe, dan terkumpul US$42 ribu, yang setara Rp5,9 miliar. Semula uang tersebut akan digunakan untuk membantu menyelesaikan proses pembebasannya setelah ia ditangkap. Tapi karena tak dikenakan biaya, uang tersebut ia sumbangkan untuk membantu korban teroris.

6. Dengan sukarela geng-geng motor di Selandia Baru seperti “Mongrel Mob”,King Cobra” dan “Black Power” siap menjaga keamanan masjid selama digunakan beribadah.

7. PM Selandia Baru, Jacinda Ardern secara resmi mengumumkan bahwa besok Jumat (22 Maret 2019) ia akan mengheningkan cipta selama dua menit untuk mengenang korban teroris di masjid kota Christchurch. Tak hanya itu, suara azan pun akan disiarkan secara langsung di televisi–televisi Nasional Selandia Baru.

8. Untuk pertama kalinya, pada hari Selasa 19 Maret 2019 kemarin PM Selandia Baru Jacinda Ardern memulai pidatonya di gedung parlemen dengan ucapan assalamualaikum. Sebelum dimulai rapat, untuk pertama kalinya juga dibacakan Alquran (surat Al Baqarah) oleh Imam Nizam ul haq Thanvi, lalu setelah itu ia menyampaikannya dalam bahasa Inggris.

*****

Pengalaman pribadi di atas sengaja kupadukan dengan kisah-kisah penuh hikmah di Selandia Baru tersebut karena ada benang merah yang bisa ditarik di dalamnya, sebagai berikut:

Keindahan ajaran Islam yang rahmatan lil’aalamiin akan tampak tatkala umatnya mampu menampilkan keindahan akhlaknya. Sesungguhnya sebaik baik dakwah adalah dengan akhlak yang baik. Dan hakekatnya, persahabatan/persaudaraan sejati itu bersifat universal. Tak ada sekat suku, agama, ras/etnis maupun bangsa

Sumber berita:

1. https://m.detik.com/news/internasional/d-4469926/viral-kata-kata-terakhir-korban-teror-masjid-new-zealand-hello-brother

2. https://www.facebook.com/433396333744127/posts/716468478770243/

3. https://www.facebook.com/433396333744127/posts/716957198721371/

4. https://m.kumparan.com/berita-heboh/gerakan-solidaritas-ajak-wanita-selandia-baru-pakai-hijab-jumat-besok-1553086228908835889?utm_medium=post&utm_source=Facebook&utm_campaign=int

5. https://m.dream.co.id/news/egg-boy-sumbang-uang-untuk-keluarga-korban-christchruch-190321o.html

6. https://suar.grid.id/amp/201672915/anggota-geng-motor-selandia-baru-siap-berjaga-di-masjid-untuk-menjaga-umat-muslim

7. https://internasional.republika.co.id/berita/internasional/asia/pony9h382/selandia-baru-akan-siarkan-azan-di-tv-nasional

8. https://dunia.tempo.co/read/1187694/pertama-kali-al-quran-berkumandang-di-parlemen-selandia-baru

Sumber gambar: Pinterest

10 Fakta dan 6 Pelajaran Berharga dari Kasus Teroris Brenton Tarrant di Selandia Baru

Standar

Di tengah memanasnya suhu politik di negara kita menjelang Pilpres ini, pada hari Jumat 15 Maret 2019 yang lalu, kita dikejutkan berita tentang aksi sadis Brenton Tarrant (BT) yang melakukan penembakan secara membabi buta terhadap jamaah shalat Jumat di masjid Linwood dan masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru.

Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun. Sebanyak 49 jamaah muslim telah gugur dalam peristiwa tersebut. 😭😭😭 Bahkan mungkin bisa bertambah lagi. Semoga mereka husnul khatimah dan menjadi syuhada. Aamiin… Sementara itu jamaah yang luka-luka hampir mencapai 50 orang. Duka mendalam tak hanya mengguncang keluarga yang ditinggalkan, namun juga dirasakan kaum muslim dari berbagai negara. Rasa marah terhadap kejahatan teroris yang tak berperikemanusiaan itu sungguh melukai perasaan umat muslim seluruh dunia.

Kejadian mengerikan ini menimbulkan kepanikan pada warga sekitar sampai sekolah yang berada di area tersebut diliburkan. Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern dan Duta Besar Australia juga mengutuk tindakan brutal teroris yang diduga dilakukan bersama dua lelaki dan satu perempuan itu. Menteri Luar Negeri Inggris Sajid Javid pun mengecam keras dan muak akan tindakan para teroris yang menyerang orang yang sedang beribadah.

Teroris berasal dari Australia yang menjadi pelaku penembakan tersebut sudah ditangkap polisi dan kini tengah menjalani proses pemeriksaan di pengadilan. Dari hasil pemeriksaan sementara, ditemukan beberapa fakta mengejutkan sebagai berikut:

1. BT berasal dari keluarga baik-baik, keturunan Inggris, Skotlandia dan Irlandia. Ayahnya pernah bekerja sebagai buruh kasar dan atlet. Namun sudah meninggal saat menjelang kelulusannya dari SMA, karena sakit kanker. Sedangkan ibunya seorang guru. Track record-nya bersama tiga pelaku teror lain juga bersih, belum pernah terlibat tindakan kriminal sebelumnya.

2. BT kini berusia 28 tahun. Saat bersekolah dulu, ia jarang naik kelas dan tak berminat melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi karena kurang menarik baginya.

3. BT pernah bekerja sebagai pelatih gym. Setelah ayahnya meninggal dunia, ia melakukan perjalanan ke berbagai negara di benua Eropa, Asia Tenggara dan Asia Timur. Sekembalinya dari perjalanannya tersebut, terjadi perubahan pada diri BT hingga cenderung pada ekstremisme.

4. BT sering memainkan game yang mengandung unsur kekerasan yang mempengaruhinya. Seperti permainan game Spyro The Dragon 3 yang mengajarinya etnonasionalisme dan Fortnite yang melatihnya menjadi seorang pembunuh dan menyisir mayat ‘musuh-musuh’-nya.

5. Sebelum melakukan penembakan brutal, BT memposting di Twitter beberapa foto yang menunjukan serangan teror Bastille Day 2016 di Nice, yang diduga kuat menjadi alasannya melakukan penembakan di masjid tersebut.
Ia juga terdorong ingin membalas dendam atas terbunuhnya Ebba Akerlund gadis berusia 11 tahun dalam serangan teror 2017 di Stockholm.
Sosok lain yang dijadikan panutan BT adalah Anders Breivik, seorang ekstremis sayap kanan yang menyerang kantor pemerintah di Oslo, Norwegia, pada 22 Juli 2011 silam. Dalam aksinya ia meledakkan bom mobil di depan kantor pemerintah, dan melakukan penembakan di kamp musim panas sayap muda Partai Buruh di Pulau Utoya hingga menewaskan 77 orang. Alasannya membunuh para korban karena mereka mendukung multikulturalisme.
Orang-orang dan peristiwa itulah yang menginspirasinya untuk melakukan tindakan teror ini.

6. BT telah merencanakan serangan ini sejak dua tahun terakhir dan menetapkan lokasi di Selandia Baru sejak tiga bulan yang lalu. Di dalam mobil minivan putihnya, telah disiapkan dua senjata laras panjang (di kursi depan) dan dua senjata mesin laras panjang dan magasen (di kabin bagasi belakang). Di senapannya tertulis nama-nama teroris. Seperti Alexandre Bissonette dan Luca Traini (nama-nama penembak masjid di Italia dan Kanada).

7. Saat beraksi, BT mengenakan baju tentara siap perang, kaos tangan kulit dan topi. Ia memakai GPS yang memandunya ke arah sasaran. Ia merekam sendiri aksi penembakannya dengan kamera GoPro yang diletakkan di penutup kepalanya. Lalu livestreming di akun media sosialnya. Video berdurasi 16 menit yang ia share tersebut, tampak seperti video game online PUGB yang sering dimainkan remaja dan pemuda di Indonesia.

8. Sebelum kejadian, BT merilis manifestonya yang berjudul “The Great Replacemet” (Pengganti Hebat) setebal 74 halaman yang menunjukkan keinginannya membebaskan tanah milik kaumnya dari ‘para penjajah’ (para imigran). Pada hari yang telah ditentukannya, setelah tiba di lokasi, ia memutar musik di mobilnya dan mengatakan, “Mari kita mulai pesta” sebelum melaksanakan aksinya.

9. BT menganut ideologi supremasi White /kulit putih dan ekstremis sayap kanan /Neo Nazi yang meyakini bahwa dunia ini dikuasai oleh kulit putih sebagai bangsa yang paling unggul serta menganggap kaum imigran yang berbeda dengan ras/kelompoknya adalah penjajah yang harus diusir dan dimusnahkan.

10. BT mendukung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebagai simbol identitas kulit putih yang baru, serta keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit). Sebaliknya ia menyerukan kematian pada beberapa pemimpin dunia seperti Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Setelah memperhatikan 10 fakta dari Brenton Tarrant di atas, dan mencoba menganalisanya, bisa kita simpulkan bahwa:

1. Latar belakang keluarga yang baik bukan jaminan bagusnya karakter seseorang di masa depan bila tak mendapat bimbingan /bekal keimanan yang kuat dan akhlak yang baik secara berkelanjutan

2. Minimnya wawasan dan tingkat pendidikan seseorang cenderung membuat seseorang tidak dapat berpikir panjang dalam melakukan suatu tindakan.

3. Pengaruh lingkungan yang berupa pemikiran, ideologi, perilaku, dan doktrin kadang bisa membuat seseorang menjadi ekstrem dan melakukan tindakan di luar nalar karena seperti dicuci otaknya.

4. Tak bisa dipungkiri bahwa game yang mengandung unsur kekerasan ternyata memang bisa sangat berpengaruh pada jiwa seseorang. Sehingga bisa membuatnya tega melakukan ‘kekerasan yang mengasyikkan’ di dunia nyata sebagaimana yang ia mainkan dalam game. Bahkan setelah jatuh banyak korban pun, tak ada rasa penyesalan sama sekali.

5. Rasialisme, fasisme, dan ekstremisme bagaikan rantai/lingkaran setan yang sangat sulit diputuskan. Dampaknya, akan timbul berbagai permasalahan, seperti munculnya teroris, pertikaian dan perpecahan antar kelompok, bangsa dan negara, hingga penghilangan nyawa dan kehancuran sebuah negara. Akar permasalahan semuanya itu adalah kesombongan, kecemburuan sosial/ ekonomi, kebencian dan dendam.

6. Pada dasarnya pelaku teroris bisa berasal dari bangsa dan negara mana pun. Kalau pun ada pelaku teroris yang mengatasnamakan agama, tentu ia menganut ajaran yang sesat. Karena agama yang benar tak akan mengajarkan kebencian dan permusuhan.

Dari 6 kesimpulan tersebut, kita bisa mengambil pelajaran berharga di dalamnya. Bahwa kita sesama makhluk Allah Swt. ini tidak selayaknya saling membenci hanya karena berbeda warna kulit, suku, agama, etnis, bangsa maupun negara.

Di tahun politik seperti sekarang ini, api kebencian dan permusuhan antar pendukung masing-masing capres sangatlah mudah disulut. Maka kita jangan malah menjadi bagian dari orang-orang yang suka menghasut dan jangan pula menjadi orang yang mudah dihasut. Apalagi sampai menyebar berita dengan bumbu-bumbu fitnah, hoax dan isu SARA. Aduh…, jangan ya kawan…

Perbedaan pilihan capres jangan membuat kita saling menghujat, saling menghakimi, apalagi sampai menafsirkan kadar keimanan seseorang dengan seenak hati. Kita bukan Tuhan, kawan… Lebih baik kita evaluasi diri, menghargai kelebihan masing-masing dan saling mendoakan saja.

Dan yang terpenting, marilah kita persiapkan anak, cucu dan keturunan kita agar menjadi generasi yang kuat imannya, indah akhlaknya, cemerlang prestasinya, dan bahagia keluarganya.Supaya tak muncul Brenton Tarrant lagi di dunia ini. Sehingga terciptalah suasana negara dan dunia yang aman, damai dan diberkahi Allah Swt. Allahuma aamiin…

Sumber referensi:

1. http://style.tribunnews.com/2019/03/16/alasan-aksi-brenton-tarrant-pelaku-penembakan-di-selandia-baru-rencanakan-teror-2-tahun-lalu?page=3

2. http://style.tribunnews.com/amp/2019/03/16/6-fakta-brenton-tarrant-pelaku-penembakan-selandia-baru-suka-senjata-belajar-kekerasan-dari-game?page=4

3. http://makassar.tribunnews.com/2019/03/15/inipenembak-mati-30-jamaah-3-masjid-di-new-zealand-buat-live-streaming-dan-dengar-musik?page=4

4. http://batam.tribunnews.com/amp/2019/03/16/makna-lambang-tangan-brenton-tarrant-pelaku-penembakan-terhadap-51-jamaah-masjid-di-selandia-baru?page=4

5. https://m.republika.co.id/berita/kolom/wacana/19/03/18/pojqgo282-jumat-kelabu-di-selandia-baru-sisi-kelam-media-sosial

6. http://wartakota.tribunnews.com/amp/2019/03/16/manifesto-setebal-74-halaman-ini-ungkap-alasan-brenton-tarrant-bunuh-49-muslim-saat-salat-jumat?page=2

Sumber foto: batam.tribunnews.com

Bukan Kebebasan yang Tak Terbatas

Standar

Setiap manusia dilahirkan di dunia ini dalam keadaan suci, sesuai fitrah-nya. Maksudnya, bahwa setiap manusia lahir tanpa dosa, tak mewarisi dosa orang tua, nenek moyangnya atau dosa siapa pun.

Allah Swt. berfirman:

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِى فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,”

(QS. Ar-Rum 30: Ayat 30)

* Via Al-Qur’an Indonesia http://quran-id.com

Adapun arti kata fitrah menurut Al Ghazali, adalah potensi dasar yang sudah Allah Swt. karuniakan kepada setiap manusia semenjak lahir dan membedakannya dari makhluk ciptaan-Nya yang lain, yaitu:

1. Beriman kepada Allah Swt.
2. Kemampuan dan kesediaan untuk menerima kebaikan dan keturunan atau dasar kemampuan untuk menerima pendidikan dan pengajaran.
3. Dorongan ingin tahu untuk mencari hakikat kebenaran yang berupa daya untuk berpikir.
4. Dorongan biologis yang berupa syahwat, nafsu, dan tabiat
5. Kekuatan-kekuatan lain dan sifat-sifat manusia yang dapat dikembangkan dan dapat disempurnakan.

(sumber: http://mediamuslimah.com/konsep-fitrah-dalam-islam/)

Hakekatnya, setiap manusia diberi kebebasan untuk menentukan pilihan sekaligus menerima konsekwensi atas pilihannya itu dalam hidupnya. Namun bila kesucian fitrah-nya ingin selalu terjaga, ia harus mampu mengendalikan kebebasannya sesuai batasan yang telah diberikan oleh Sang Penciptanya. Dengan berpedoman pada aturan dan ketentuan-Nya (di dalam Al Qur’an), maupun sunnah Nabi Muhammad Saw sebagai utusan-Nya (di dalam Al Hadits).

Nah, bila seseorang membiarkan kebebasannya bergejolak liar hingga melampaui batas, justru kebebasannya itulah yang nanti akhirnya akan menjadi belenggu dalam hidupnya.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berikut ini:

“المحبوسُ مَنْ حُبِسَ قَلْبُه عن رَبِّهِ تعالى والمأسورُ مَنْ أَسِرَه هواه”

“Orang yang dipenjara adalah orang yang terpenjara (terhalangi) hatinya dari Rabb-nya (Allah) Ta’ala, dan orang yang tertawan (terbelenggu) adalah orang yang ditawan oleh hawa nafsunya”

[Dinukil oleh imam Ibnul Qayyim dalam kitab “al-Waabilush shayyib minal kalimith thayyib” (hal. 67)].

(sumber: https://muslim.or.id/3878-islam-dan-kebebasan.html

Seperti yang sering kita baca, lihat dan dengar di media massa atau di sekeliling kita, betapa merugi dan sengsaranya akhir kisah orang-orang yang memilih hidupnya semau gue dan bebas tanpa batas. Mereka terbelenggu berbagai masalah yang diakibatkan oleh gaya hidupnya yang bebas tak terkendali.

Dengan demikian dapat diartikan bahwa, kebebasan sejati seseorang justru akan sirna tatkala hatinya semakin jauh dari Allah Swt. dan hawa nafsunya sudah memperbudak dirinya.

Maka penting untuk kita ketahui bahwa dalam ajaran Islam ada kebebasan yang terbatas dan ada juga yang tak terbatas, tapi dengan ‘catatan’.

Kebebasan yang terbatas dalam Islam adalah dalam keyakinan (aqidah), ibadah dan akhlak. Sebab prinsip keyakinan dalam ajaran Islam hanya menganut Tauhid, yang bermakna: tiada ilah/tuhan/sesembahan/tujuan lain selain Allah Swt. Dan bahwa nabi Muhammad Saw. adalah nabi terakhir utusan Allah Swt. yang membawa ajaran Islam.

Ibadah dalam ajaran Islam juga mempunyai tata cara tertentu yang tidak boleh ditambah atau dikurangi. Selain itu dalam kehidupannya sehari-hari, seorang muslim dan muslimah pun tidak boleh sembarangan dalam bersikap dan berbicara. Karena sudah ada ajaran tentang akhlak Islamiyah yang mengaturnya.

Adapun kebebasan yang tak terbatas tapi dengan ‘catatan’, adalah kebebasan dalam hal muamalah (hubungan sosial dengan sesama manusia) dan awaid (budaya).

Jadi kita dibebaskan untuk menjalin hubungan baik dengan sesama manusia di seluruh dunia, tanpa membedakan suku, agama maupun etnisnya.

Allah Swt. berfirman:

يٰٓأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَأُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقٰىكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.”

(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 13)

* Via Al-Qur’an Indonesia http://quran-id.com

Begitu pun kita dibebaskan untuk berkreasi dan saling memperkenalkan budaya antar daerah dan bangsa. Dengan catatan, tidak menyalahi batasan akidah, ibadah dan akhlak Islamiyah sebagaimana yang telah dijelaskan di atas tadi. Juga harus didasarkan pada prinsip ke-maslahat-an (kebaikan dan manfaat) bersama.

(Sumber: https://diandwijayanto.wordpress.com/2018/02/23/memahami-kebebasan-dalam-islam/)

Setelah mengetahui makna kebebasan dalam ajaran Islam, maka kita akan semakin memahami bahwa sesungguhnya batasan yang Allah Swt. berikan kepada kita tersebut adalah suatu bentuk kasih sayang-Nya kepada kita sebagai makhluk-Nya. Agar kita dapat menggapai kemerdekaan yang sejati. Bebas dari segala macam masalah, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Semoga kita mampu mengendalikan diri dan mengelola kebebasan di dunia ini dengan hati-hati, sesuai batasan-Nya. Agar kemerdekaan sejati pun dapat kita nikmati di dunia ini dan kelak di akhirat nanti. Allahumma aamiin…

(Sumber gambar: hipwee.com)

Roda Kehidupan

Standar

Kehidupan bagaikan roda…
Bila terus dikayuh dan dijalankan,
Maka akan terus bergerak mencapai tujuan
Meskipun jalan yang dilalui berbatu dan berliku.

Namun bila berhenti berputar,
Terhenti jugalah semua upaya dan asa
Tuk mencapai sebuah tujuan dan cita-cita
Tergeletak begitu saja tanpa guna

Roda yang sedang berputar
Ada kalanya di atas, ada saatnya di bawah
Begitu pun dinamika kehidupan
Senang dan susah datang silih berganti

Saat senang jangan sombong dan lupa diri
Ketika susah, tetap tegar dan pantang menyerah
Sehingga apa pun yang terjadi,
Tak mudah terguncang
Tetap stabil pada jalan dan ketentuan-Nya
Hingga tercapai kebahagiaan dan kesuksesan, di akhir perjalanan.

Menyerap Energi Positif Keluarga Padepokan Margosari, Salatiga

Standar

Saat menghadiri pernikahan Enes, putri pertama Bu Septi Peni Wulandani dan Pak Dodik Mariyanto (Founder Jarimatika, School of Life Lebah Putih dan Institut Ibu Profesional) yang berlangsung pada hari Sabtu 9 Maret 2019 kemarin, tiba-tiba terlintas kenangan ketika berjumpa dengan mereka beberapa tahun yang lalu. Tidak banyak yang berubah dari keluarga mereka. Mereka tetap keluarga yang solid, sederhana, ceria dan ramah. Yang berubah hanyalah fisik dan pembawaan anak-anaknya yang sekarang tampak lebih dewasa dan matang.

Kami mengenal keluarga Bu Septi dan Pak Dodik beserta ketiga anaknya (Enes, Ara dan Elan) ini sejak awal mula mengambil program Jarimatika di sekitar tahun 2007.

Metode berhitung dengan jari yang diciptakan oleh Bu Septi ini sebenarnya sudah menarik perhatianku di akhir tahun 2005. Aku sempat membeli buku tentang Jarimatika di Toko Buku Gramedia. Waktu itu aku hanya berharap bisa mengajarkannya pada Salma agar siap saat memasuki SD.

Tapi metode Jarimatika ini baru benar-benar dikuasai dan digunakan Salma sejak ia ikut belajar bersama anak-anak lain di les Jarimatika yang kubuka di rumah. Alhamdulillah, melalui Jarimatika, Salma dan anak-anak lain menjadi lebih senang belajar matematika.

Jarimatika menjadi jembatan pertama sekaligus pondasi awal bagi anak-anak dengan memperkuat dasar dan nalar berhitungnya (kali, bagi, tambah dan kurang) sebelum belajar matematika sekolah.

Awal mula Bu Septi menemukan metode Jarimatika ini pun ternyata karena ingin membantu anak-anaknya dalam belajar berhitung/matematika dengan cara yang mudah dan menyenangkan. Ide dan kreativitas Bu Septi yang seakan tak pernah habis pun tak cukup sampai di situ. Beliau juga menginisiasi School of Life Lebah Putih, sebuah sekolah yang memanusiakan anak-anak dalam belajar serta Institut Ibu Profesional yang merupakan forum belajar bagi ibu dan calon ibu yang ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai ibu, istri dan perempuan.

Aku bersyukur bisa berkenalan dengan keluarga mereka. Sekitar tahun 2014 aku pernah mengajak Salma untuk menginap sehari semalam di rumah mereka. Selama waktu yang singkat itu banyak ilmu dan pengalaman yang bisa kami petik. Dari saat ditemani oleh Enes berkunjung ke School of Life Lebah Putih, diajak berkuda oleh Ara, ngobrol seru tentang hobi dan cita-cita bersama Elan sampai malam, hingga diskusi tentang pendidikan anak bersama Bu Septi dan Pak Dodik.

Aku terkesan pada kekompakan dan kreativitas keluarga mereka yang patut diteladani dan membawa energi positif. Hikmah yang bisa kuambil dari keluarga mereka adalah bahwa:

Keluarga adalah sebuah home team yang antara satu anggota keluarga dengan yang lainnya saling bersinergi, tolong menolong, mendukung sesuai dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing hingga terjalin keluarga yang kompak dan bahagia.

Spirit keluarga mereka itu mampu menyalakan semangatku baik dalam menjalani kehidupan maupun mengelola les Jarimatika di Rumah Belajar Cirebon dengan segala suka dukanya pada setiap proses. Kegiatan perkemahan Gerakan Ibu Rumah Tangga Profesional yang diadakan oleh Bu Septi dan keluarganya pada tahun 2010 pun kuikuti dengan antusias.

Alhamdulillah, target unit kami dalam mempertahankan kuantitas dan kualitas murid Jarimatika dapat tercapai.

Saat itu jumlah murid Jarimatika di unit kami mencapai 150 – 200-an anak. Beberapa murid Jarimatika kami juga mampu meraih prestasi di lomba matematika.

Pada tanggal 31 Juli 2010 Jarimatika Pusat memberikan penghargaan Silver Prize as The Consistently Growing Unit kepada kami. Masya Allah… 🙏😍

Sebuah reward berupa 1 tiket gratis ke Singapura dari Jarimatika Pusat juga kuperoleh sehingga aku berkesempatan ikut kegiatan Jarimatika Backpacker to Singapore dari tanggal 30 April sampai tanggal 2 Mei 2013. Saat itulah, untuk pertama kalinya aku berwisata ke luar negeri. Suamiku membeli tiket tambahan untuknya dan Salma agar dapat pergi bersamaku ke Singapura.

Semua keberuntungan dan keberhasilan ini adalah karunia Allah Swt. yang sangat kami syukuri. Hingga kini, Jarimatika masih menjadi salah satu program belajar pilihan di Rumah Belajar Cirebon, baik untuk kelas privat, reguler maupun ekskulnya. Semoga melalui Jarimatika kami dapat membantu anak-anak dalam memperkuat dasar berhitung hingga senang belajar matematika sebagai induk dari ilmu pengetahuan.

Berikut ini adalah beberapa tips agar sukses dalam belajar Jarimatika:

  • Sebaiknya dimulai belajar dari kelas 1 – 2 SD.
  • Konsisten dan sabar dalam setiap proses belajarnya.
  • Mendapat dukungan dan motivasi dari orang tua dan guru (terutama guru sekolah).
  • Perkuat penguasaan metode berhitungnya, terutama di level 1 dan 2.
  • Setelah lulus semua level di Jarimatika, lanjutkan dengan program belajar matematika sekolah, seperti Matematika APIQ atau les matematika lain (yang membebaskan anak dalam cara berhitung dengan jarinya), lalu terapkan metode berhitungnya saat mengerjakan soal-soal matematika.

Akhirnya, kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Bu Septi, Pak Dodik, Enes, Ara dan Elan atas inspirasi dan teladannya yang baik. Barakallah fiikum. 💖🙏👍

Oya, barangkali teman-teman masih penasaran dan ingin mengenal lebih lanjut tentang keluarga Padepokan Margosari ini beserta kiprahnya yang luar biasa, monggo bisa dibuka beberapa pranala di bawah ini:

1. https://padepokanmargosari.com/tentang-kita-2?iframe=true&theme_preview=true

2. https://m.qubicle.id/travel/mengenal-school-of-life-lebah-putih-di-salatiga

3. https://www.ibuprofesional.com/

Melepas Kangen

Standar

Bagiku, pulang ke Magelang tak hanya sekedar melepas kangen pada Ibu, adik dan keponakanku. Tapi sekaligus pada kucing-kucing lucu peliharaan adikku dan makanan khas asal kota di kaki bukit Tidar ini. Sebab sudah hampir setengah tahun lamanya aku tak pulang ke kota kelahiranku berhubung kondisi yang tak memungkinkan.

Pada kesempatan ini, aku pulang ke Magelang bersama suami. Biasanya aku pulang sendirian dengan kereta jurusan Yogyakarta, lalu naik mobil Elf Damri menuju ke Magelang. Tapi kali ini kami mengendarai mobil sendiri, melalui jalan Tol Trans Jawa.

Perjalanan melalui jalan tol yang baru saja diresmikan oleh Presiden Jokowi ini cukup memangkas waktu tempuh perjalanan. Biasanya waktu yang harus kami tempuh dengan berkendara mobil, dari Cirebon ke Magelang sekitar 7 jam. Sekarang cukup ditempuh selama 4,5 jam.

Di tengah perjalanan kami sempat berhenti di rest area yang berada di daerah Kendal. Beberapa warung makan dengan menu masakan Indonesia dan usaha UMKM dibuka di sana. Kami mencicipi sayur lodeh jantung pisang yang rasanya seperti sayur nangka dan membeli krupuk rambak kesukaanku.

Menjelang Zuhur kami sudah tiba di rumah Ibuku di Magelang. Sebelum ada jalan tol biasanya baru tiba saat Asar. Sekarang alhamdulillah bisa lebih cepat. Rasa kangen yang sudah tertahan selama tiga bulan pun akhirnya tertumpahkan hari ini. Roy, adik lelakiku sedang bekerja di daerah Papua dan belum pulang. Kevin tampak lebih tinggi postur tubuhnya. Suaranya sudah mulai pecah, tanda memasuki masa puber. Laura juga sudah tampak seperti gadis remaja. Tapi Ibuku tampak agak kurus. Semoga semua sehat dan baik-baik saja. Aamiin

Di dalam rumah, hanya ada Molly dan Milo, kucing-kucing lucu milik adikku. Milo sedang menyusui tiga ekor anaknya yang baru seminggu yang lalu dilahirkannya. Milo tampak sangat menyayangi anak-anaknya. Miki dan Messi entah sedang kemana. Kami sempat mencari ke sekeliling rumah, tapi tidak ketemu. Akhirnya kami pergi keluar sebentar untuk makan siang bersama di luar.

Pilihan kuliner hari pertama kami di Magelang adalah Rumah Makan Es Murni yang beralamat di jalan Sriwijaya. Rumah makan ini termasuk rumah makan legendaris karena sudah dibuka sejak tahun 1962. Menu yang tersedia di sini juga tidak hanya aneka es seperti Es Teler, Es Burjo, Es Roti, tapi juga ada minuman hangat seperti Wedang Bajigur. Masakannya pun bervariasi. Ada Nasi Opor, Nasi Bakmoy, Gado-gado, Nasi Sop Gulung, dan lain-lain.

Suamiku dan Laura memesan Nasi Opor dan Wedang Bajigur. Kevin hanya memesan Es Teler. Ibu memesan Es Teler dan Gado-gado.
Sedangkan aku memesan Nasi Sop Gulung dan Es Burjo Roti. Semua rasanya miroso dan ajeg. Dari dulu rasanya tetap enak, nggak berubah, dan selalu ‘ngangeni‘. Sehingga setiap kali pulang ke Magelang, aku sering makan di sini. Usaha rumah makan ini awalnya dirintis oleh Mamanya. Sekarang dilanjutkan oleh anaknya dan sudah membuka cabang di beberapa mall di Magelang dan Yogyakarta.

Ketika kami kembali ke rumah Ibu, Miki dan Messi sudah tampak. Messi yang paling suka naik meja makan tampak takut-takut melihatku.

Mungkin pangling ya, karena sudah enam bulan tak melihatku. Sedangkan Miki sangat hangat bahkan betah berlama-lama saat kuelus-elus. Miki memang kucing yang paling akrab dibandingkan ketiga kucing lainnya. Kata Ibu, Miki juga paling suka memijat. Benar juga, beberapa kali aku memergoki Miki sedang memijat Ibu. Molly juga sesekali memijat Ibu. Iih, semuanya menggemaskan ya…

Besoknya lagi kami makan malam di Sate Pak No yang menu makanannya sate goreng/bakar dan tongseng baik daging kambing maupun daging sapi. Ada juga nasi goreng kambing. Sate Pak No ini juga termasuk warung makan legendaris karena pemiliknya sudah mulai berjualan sejak tahun 1960-an dengan gerobak keliling kota. Usaha ini pertama kali dirintis oleh ayahnya. Sekarang dilanjutkan oleh anaknya.

Kata suamiku rasa masakannya juga mantap. Menurutnya, masakan dari kota kecil Magelang ini banyak yang miroso. Tapi memang benar juga sih… Barangkali teman-teman ingin mencobanya juga, monggo mampir kota Magelang saja ya… 😊

Keep Your Spirit Up!

Standar

Pernahkah kalian merasa kecewa, putus asa, dan diabaikan? Saat target tak tercapai, gagal dalam suatu kompetisi dan terkucil di sebuah komunitas/kelompok?

Atau pernahkah kalian merasa hidup ini begitu hampa, merasa diri ini tak berguna dan kurang beruntung? Saat kehilangan orang/barang yang paling berharga dalam hidupmu, saat tak bisa banyak membantu dan ketika tertimpa masalah secara bertubi?

Sabar ya teman-teman… Kondisi seperti itu dulu juga pernah kualami… Sehingga bila kalian sekarang sedang mengalami hal semacam itu, aku bisa memahami perasaan kalian.

*****

Sangatlah wajar bila setiap orang mempunyai harapan dan target tertentu yang ingin dicapai dalam hidupnya. Bahkan memang demikianlah seharusnya agar selalu termotivasi.

Tapi sebaiknya mental, hati dan pikiran pun harus kita persiapkan supaya lebih tegar, barangkali ternyata yang terjadi tidak sesuai dengan harapan dan target kita. Sehingga kita menjadi lebih legowo dengan apa pun yang terjadi.

Dan yang terpenting jangan menyerah untuk selalu bangkit dan berjuang lagi ketika mengalami kegagalan. Karena keberhasilan hanya datang pada mereka yang pantang menyerah.

Selain itu…, normal juga kok bila setiap orang memiliki keinginan bisa diterima oleh siapa pun, di komunitas/kelompok apa pun, dan di mana saja.

Tapi harus kita sadari, bahwa tak semua orang sepemikiran dan sependapat dengan kita. Karena manusia diciptakan Allah Swt. dengan kepribadian dan sifat yang berbeda satu sama lain. Sehingga belum tentu kepribadian/sifat kita cocok dengan kepribadian/sifat orang lain.

Mungkin ada suatu komunitas/kelompok yang para anggotanya mempunyai kecocokan satu sama lain dalam beberapa halnya. Nah, ketika kita berada di dalamnya, bisa jadi kita seperti dikucilkan karena dianggap paling berbeda. Tapi keep calm saja. 😊

Toh kita tak harus tergantung kepada mereka, bukan? Kita malah lebih bisa leluasa mengembangkan diri di luar komunitas/kelompok tersebut dengan menjadi diri kita apa adanya. Atau kita bisa bergabung dengan komunitas/kelompok lain yang lebih cocok untuk kita. Masih banyak orang yang bisa menerima, dan lebih menghargai diri kita apa adanya.

*****

Ketika kita merasa bahwa hidup ini tiada artinya karena kita tak lagi memiliki orang/barang yang paling berharga bagi kita, bersyukurlah bahwa Allah Swt. selalu membersamai kita dan masih banyak karunia-Nya yang tak kalah berharganya dengan yang telah hilang tadi. Semua berasal dari-Nya dan nanti akan kembali kepada-Nya juga, termasuk diri kita.

Dan ingat…, masih banyak juga waktu yang bisa kita gunakan untuk membentuk diri kita menjadi sosok insan yang bermanfaat bagi sesama. Jadi segeralah bangkit dari rasa pesimis. Yuk lebih bersemangat dalam belajar, mencari ilmu dan pengalaman yang positif, lalu amalkan ilmumu. Niscaya akan banyak orang yang membutuhkan ilmu dan bantuan kita.

Ketika masalah datang beruntun, tarik nafas dalam-dalam, lalu lepaskan… Tenangkan hati, dan berdoalah. Mohon ampun atas semua kesalahan dan dosa yang pernah kita lakukan, lalu mohon pertolongan-Nya dengan sungguh-sungguh.

Jangan lupa meminta maaf kepada orang tua dan tingkatkan baktimu kepada mereka. Perbaiki ibadah dan akhlak kita. Insya Allah satu demi satu masalah akan diangkat oleh Allah Swt. lalu digantikan dengan dengan kemudahan dan kesuksesan dalam menjalani hidup ini.

Jadi… , jalani saja hidup ini dengan otimis. Bismillah… Setiap hari adalah kesempatan baik untukmu. Jangan terlalu banyak mengeluh. Lebih baik selalu bersabar dan bersyukur. Masa lalu biarlah berlalu. Karena masa depan yang cerah tengah menanti kita. Keep your spirit up! 😊💪💪

Harmoni Alam dan Kehidupan

Standar

Suatu siang…
Sang surya begitu garang
Memancarkan sinarnya
Panas terik membakar kulit
Pantulannya menyilaukan mata

Saat gumpalan awan di langit biru
Menjelma payung pelindung,
Kegarangannya sirna, berganti kehangatan
Embusan sejuk sang bayu pun
Membelai wajah, menyegarkan raga

Ombak di laut tak lagi bergumul dengan badai seperti semalam
Siang ini laut tenang mengalun bagai irama nan lembut
Perlahan kuberjalan menyusuri pantai
Meninggalkan jejak di pasir putihnya
Menyisakan memori penuh makna

Harmoninya alam ini,
Saling berganti dan melengkapi
Ada siang dan malam,
Ada panas dan sejuk,
Ada kekuatan dan kelembutan,

Begitu pun harmoni kehidupan…
Ada kalanya sedih, dan gembira
Ada saatnya tegas, dan lembut
Meski bertolak belakang, tapi saling menempa dan menyeimbangkan
Itulah hikmah cobaan dan perbedaan

Lokasi: Pulo Cinta, Gorontalo, Sulawesi

Ada Berkah-Nya Dalam Setiap Baktimu

Standar

Siapa di antara teman-teman yang masih memiliki orang tua lengkap? Maksud saya ayah dan ibu masih hidup bersama kita. Kalau orang tua kalian masih lengkap, bersyukurlah… Karena banyak keistimewaan yang akan kalian peroleh melalui mereka.

Ayah dan Ibu adalah dua sosok manusia yang menjadi perantara lahirnya kita di dunia ini. Melalui mereka, Allah Swt. menitipkan kita untuk dilahirkan, dirawat, diasuh dan dibimbing hingga dewasa. Sejak dalam kandungan hingga dewasa, Ayah dan Ibu selalu memberikan kasih sayang dan perhatiannya yang tulus kepada kita.

Selama kehamilannya, Ibu rutin mengonsumsi makanan bergizi, vitamin dan minum susu agar bayi yang dikandungnya sehat. Tak lupa ia selalu mengontrol kesehatan janinnya ke dokter spesialis kandungan atau ke bidan. Ketika buah hatinya sudah lahir, ia memberikan ASI sebagai asupan pertama yang terbaik. Dengan sabar dan penuh kasih sayang, ia merawat, mengasuh, dan membimbingnya. Hingga memilihkan sekolah dan pendidikan yang terbaik untuk buah hati tercintanya.

Sedangkan Ayah, meskipun ia tak langsung terlibat dalam perawatan dan pengasuhan buah hatinya, tapi berkat kerja kerasnya dalam mencari nafkah, semua kebutuhan dalam keluarganya menjadi terpenuhi. Dari kebutuhan sandang, pangan hingga papan dan pendidikan untuk buah hatinya.

Bila kita renungkan semua jasa, perhatian dan kasih sayang Ayah dan Ibu, kita takkan mampu membalasnya karena sedemikian besar dan banyaknya. Maka sudah seharusnyalah kita berbakti kepada mereka. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk berbakti kepada mereka. Di antaranya:

1. Membantu pekerjaan untuk meringankan beban mereka semampu kita.
2. Hormat, santun dan tidak kasar ketika berbicara maupun bersikap terhadap mereka.
3. Menemani ke dokter dan merawat mereka saat sakit.
4. Memberi makanan atau barang kesukaan mereka.
5. Sabar dalam mendengarkan semua uneg-uneg dan keluh kesah mereka serta membantu dalam mengatasi masalah semampu kita.
6. Mendoakan kesehatan dan kebaikan hidup mereka di dunia dan akhirat.
7. Sering menelepon dan menjenguk mereka, terutama saat kita sedang menempuh pendidikan di luar kota atau sudah berumahtangga.
Dan masih banyak lagi.

Satu hal yang perlu kita ketahui, bahwa hakekat dari berbakti kepada Ayah dan Ibu bukanlah semata merupakan sebuah kewajiban yang seolah memaksa kita untuk melakukannya. Tentang wajibnya kita berbakti kepada orang tua, tentu sudah banyak yang tahu akan perintah Allah Swt. berikut ini:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسٰنَ بِوٰلِدَيْهِ حُسْنًا ۖ وَإِنْ جٰهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِى مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَآ ۚ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan Kami wajibkan kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk menyekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu, dan akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
(QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 8)

* Via Al-Qur’an Indonesia http://quran-id.com

Namun bila kita renungkan lebih mendalam, sebetulnya berbakti kepada orang tua itu kebutuhan setiap orang. Sebab dengan berbakti kepada orang tua, maka akan banyak keutamaan dan keberkahan dari Allah Swt. yang selalu terlimpah padanya. Di antaranya:

1. Mendapatkan keridhaan Allah Swt.

Seperti sabda Rasulullah Saw. dalam hadits ini:

رِضَا الرَبِّ فِى رِضَا الوَالِدِ و سُخْطُ الرَبِّ فِى سُخْطِ الوَالِدِ

“Ridla Allah tergantung kepada keridlaan orang tua dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua” ([Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad (2), Ibnu Hibban (2026-Mawarid-), Tirmidzi (1900), Hakim (4/151-152)]

Sumber: https://almanhaj.or.id/404-keutamaan-berbakti-kepada-kedua-orang-tua-dan-pahalanya.html

2. Akan dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezekinya

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُمَدَّ لَهُ فِى عُمْرِهِ وَيُزَادَ لَهُ فِى رِزْقِهِ فَلْيَبَرَّ وَالِدَيْهِ وَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan ditambah rezekinya, maka hendaklah ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan menyambung silaturahim” (HR. Ahmad)

Sumber: https://bersamadakwah.net/10-keutamaan-berbakti-kepada-orang-tua/

3. Termasuk amal yang paling utama dan dicintai Allah Swt.

سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ؟ قَالَ : اَلصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا قَالَ : قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ : بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قَالَ : قُلْتُ : ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ : اَلْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Aku bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amal-amal yang paling utama dan dicintai Allah ? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, Pertama shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya), kedua berbakti kepada kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah” [Hadits Riwayat Bukhari I/134, Muslim No.85, Fathul Baari 2/9]

Sumber: https://almanhaj.or.id/404-keutamaan-berbakti-kepada-kedua-orang-tua-dan-pahalanya.html

4. Kelak di akhirat menjadi pintu surga bagian tengah.

Rasulullah Saw. bersabda,

“Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah. Jika engkau ingin maka sia-siakanlah pintu itu atau jagalah ia.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Sumber: muslimah.or.id

5. Dapat menghapus dosa-dosa besar.

قال الإمام أحمد بن حنبل -رحمه الله :
˝ بِرّ الوالدين كفارة الكبائر ˝
انظر: [ الآداب الشرعية لابن مفلح رحمه الله (٣٨٩/١)]

Imam Ahmad Bin Hanbal rahimahullah berkata:

“Birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua) bisa menghapus dosa-dosa besar”.

Al Adabusy Syar’iyyah karya Ibnu Muflih رحمه اللّٰه 1/389.

Sumber: http://www.ilmusyari.com/2016/08/berbakti-kepada-kedua-orangtua-bisa.html?m=1

Nah, dengan melihat betapa luar biasanya keutamaan dan keberkahan dari Allah Swt. yang akan diperoleh bila berbakti kepada orang tua, tentu kini kita menjadi sangat membutuhkan dan mengharapkan kesempatan emas berbakti terhadap mereka, bukan?

Maka selagi orang tua kita masih hidup, manfaatkanlah baik-baik kesempatan emas ini. Banyak-banyaklah berbakti kepada orang tua dan sering-seringlah minta doanya. Karena doa orang tua itu sangat mustajab (manjur).

Dari Anas bin Malik r. a. Nabi Muhammad Saw. bersabda:

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ لاَ تُرَدُّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ

“Tidak doa yang tidak tertolak yaitu doa orang tua, doa orang yang berpuasa dan doa seorang musafir.” (HR. Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 1797).

Sumber: https://rumaysho.com/1711-doa-orang-tua-pada-anaknya-doa-mustajab.html

Jangan sampai kita menjadi anak durhaka yang menyia-nyiakan orang tua. Na’udzu billahi min dzalik…

Sebab sungguh rugi siapa pun yang durhaka dan melewatkan kesempatan emas dengan tidak berbakti kepada orang tuanya sampai mereka lanjut usia dan berpulang ke hadirat Allah Swt.

Rasulullah Saw. bersabda,

“Celaka, celaka, celaka!” Ada yang bertanya,”Siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang mendapati salah satu atau kedua orang tuanya telah berusia lanjut, tetapi tidak membuatnya masuk ke dalam surga.” (HR. Muslim)

Sumber: https://muslimah.or.id/5753-berbakti-kepada-kedua-orang-tua.html

Yuk kita bersegera memenuhi kebutuhan utama kita dengan berbakti kepada orang tua. Jangan sampai terlambat ya… Karena waktu sangat cepat berlalu. Agar semua keutamaan dan keberkahan dari Allah Swt. melalui mereka mengalir deras dalam kehidupan kita di dunia dan akhirat. Aamiin ya rabbal’aalamiin

Sumber gambar: doa.kamikamu.net