Filosofi Sari Lemon πŸ‹

Standar

Bismillahirrahmaanirrahiim… Dalam tulisan pertama di pertengahan bulan Oktober ini, izinkan aku bercerita tentang sebuah pencapaian yang tak pernah kubayangkan sebelumnya.

Sebelumnya, aku hanyalah seorang ibu sederhana yang belum punya banyak pengalaman dalam hal direct selling, selain menjual buku. Apalagi sejak kecil aku memang kurang pede di urusan begini.

Semua ini berawal dari ketika aku membaca status di FB Mas Buyut (Jendral OSB) yang menawarkan peluang menjadi reseller NutriLemon dengan cara menghubungi sebuah nomor WA (Nomor WA Mas Baim/Juragan NutriLemon).

Setelah mendapatkan informasi seputar NutriLemon darinya, aku lalu mencoba memesan 4 botol NutriLemon (NL) saja dulu untuk dijual secara eceran di Rumah Belajar Cirebon. Pesanan pertama tersebut tepatnya di tanggal 29 Agustus 2019. Bila tak laku terjual, toh bisa kukonsumsi sendiri karena kebetulan aku suka minum sari lemon, begitu pikirku saat itu.

Dari 4 botol itu, yang 1 botol kukonsumsi sendiri, dan yang 3 botol lainnya kupajang di Rumah Belajar Cirebon, barangkali saja ada yang berminat membelinya.

Dalam waktu kira-kira 2 minggu, 3 botol NL tersebut laku terjual. Aku menambah pesanan lagi 10 botol NL pada tanggal 15 September 2019. Alhamdulillah perlahan tapi pasti NL-nya kembali laku terjual.

Lalu 4 hari kemudian aku memesan 36 botol lagi untuk menggenapkan pesanan sebelumnya sehingga menjadi total 50 botol sesudah dimotivasi oleh Mas Baim untuk meng-upgrade dari posisi reseller menjadi grosir dengan minimal pembelanjaan (saat itu) 50 botol.

Hingga suatu hari ‘keajaiban’ pun datang. Tepatnya ketika diadakan acara seminar “5 Formula Bisnis” pada hari Sabtu, tanggal 21 September 2019 di Rumah Belajar Cirebon yang diisi oleh Mas Ardi Gunawan (Founder OSB)

Sore hari sebelum acara seminar dimulai, aku ‘dipaksa’ oleh Mas Ardi untuk memesan 100 botol NL ke Pusat. Aku sempat ragu dan pesimis. Apa bisa laku terjual NL sebanyak itu? Sedangkan yang 4 botol saja baru laku terjual setelah 2 minggu.

Tapi akhirnya aku nekat memesannya. Mas Ardi meminta supaya malam itu juga kiriman NL tersebut sudah sampai di Cirebon agar bisa ditawarkan ke peserta seminar. Sehingga digunakanlah bus malam sebagai sarana pengirimannya.

Saat menjelang dini hari kiriman NL pun sampai di Cirebon dan langsung diamankan oleh Mas Ardi yang sudah tiba lebih dahulu di Cirebon. Saat itu Mas Ardi memang sedang menjenguk kedua orang tuanya yang tinggal di Kuningan, Cirebon.

Acara seminar yang direncanakan secara mendadak (2 hari sebelumnya) pun alhamdulillah berlangsung sukses dengan dihadiri sekitar 61 orang. Menjelang berakhirnya acara, tiba-tiba aku ‘ditodong’ oleh Mas Ardi di depan seluruh peserta seminar.

“Bu Irma siap ya menjadi stokis NutriLemon dan OSB untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya?”

Saat itu sebetulnya aku bingung mau jawab apa? Karena yang terbayang di benakku, berapa banyakkah modal yang harus kupersiapkan bila nanti menjadi stokis? Belum lagi kekhawatiran bila stok barang berlebih pun bila kurang. Tapi di sisi lain aku juga merasa senang karena mendapat kepercayaan dari Mas Ardi. Sehingga aku langsung menjawab.

“Ya insya Allah saya siap Mas Ardi”

Lalu Mas Ardi menawarkan peluang berbisnis NL dan OSB kepada para peserta. Sebagian peserta mengacungkan tangannya tanda berminat.

Alhamdulillah, pada hari itu juga 50 botol NL laku terjual dan sebagian peserta bergabung menjadi mitra. Keesokan harinya ada lagi yang memborong 50 botol NL sehingga 100 botol NL pun seketika habis terjual. Pantaslah bila dikatakan NL ini seperti berlian yang banyak diperebutkan orang.

Sejak launching-nya pada tanggal 25 Agustus 2019, NL menjadi produk yang banyak dicari orang. Aku bisa menyaksikan sendiri bagaimana para grosir dari berbagai kota di Indonesia sampai berebut memesannya dalam jumlah banyak. Apalagi persediaan buah lemon dari para petani lemonnya pun semakin terbatas. Sehingga otomatis persedian NL di produsennya pun kian menipis.

Maka Mas Ardi sampai menyarankanku untuk memesan 200 botol NL lagi agar stok di wilayah Cirebon selalu tersedia. Sehingga sehari setelah acara seminar aku langsung memesan NL sejumlah itu.

Dan…, memang benar, para mitra secara bergantian memesan NL kembali (repeat order). Di akhir bulan September, aku kembali memesan NL sebanyak 150 botol sebagai antisipasi barangkali ada peserta yang berminat membelinya saat acara Kajian Magnet Rezeki. Acara ini berlangsung pada tanggal 1 Oktober 2019 dan diisi oleh Mas Ardi Gunawan dan Kang Tendi Murti (Founder KMO).

Di luar prediksi, ternyata sesudah acara kajian tak banyak yang membeli NL seperti saat acara seminar sebelumnya, sehingga stok NL sempat mengalami kelebihan selama beberapa minggu. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagiku agar berikutnya bila mau menambah pesanan NL sebaiknya ketika stok sudah menipis saja.

Meskipun begitu ada berita yang menggembirakan. Aku melihat ada foto dan namaku tercantum di poster pengumuman Top Leader NutriLemon (yang dishare di FB Mbak Siti Khodijah). Mbak Siti Khodijah juga salah seorang grosir yang masuk 10 besar Top Leader NutriLemon.

Masya Allah… Sebuah pencapaian yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Saat dimasukkan ke grup grosir utama, jujur saja, aku sempat merasa minder, sekaligus kagum dan salut kepada para grosir lain yang penjualan NL- nya bisa mencapai 500 hingga 1000 botol.

Berkat kemudahan yang Allah Swt. berikan, serta kerjasama yang baik dengan staf, guru-guru Rumah Belajar Cirebon dan semua yang telah bergabung menjadi mitra, kini aku pun berhasil masuk ke posisi di antara mereka. Jazakumullah khairan katsira untuk semuanya.

Sempat tak percaya dengan pencapaian ini, sampai kuhitung ulang total pemesanan NL sejak awal hingga akhir bulan lalu. Ternyata memang betul sudah mencapai 530 botol (karena ada tambahan 30 botol di akhir bulan). Dan dalam waktu kira-kira 3 minggu, yang sudah berhasil terjual sebanyak 406 botol. Alhamdulillah

Kebahagiaan lain yang kurasakan adalah melalui wasilah NL ini tak hanya aku yang merasakan manfaat finansial dan kesehatannya. Staf, guru-guru Rumah Belajar Cirebon dan para mitra di wilayah kota Cirebon pun ikut merasakannya. Alhamdulillah

Bagaimana pun aku menyadari bahwa roda kehidupan itu terus berputar. Ada kalanya di atas, ada kalanya di bawah. Begitu pun dengan suka duka menjadi seorang stokis. Sehingga aku harus siap dengan naik turunnya omset penjualan NL dan OSB. Yang penting aku tidak boleh menyerah dan berputus asa.

Aku bersyukur, bahwa di balik pencapaian ini, aku mendapatkan banyak sekali hikmah yang membuat pikiranku terbuka, di antaranya:

1. Tak ada kata mustahil bila Allah Swt. sudah berkehendak.

2. Berbakti kepada orang tua akan membawa berkah dalam kehidupan.

3. Doa orang tua, khususnya doa seorang Ibu adalah doa yang makbul.

4. Kita akan mengalami percepatan dalam bisnis dan karir bila kita:
– Bergaul dengan orang-orang yang sukses dan memiliki aura positif
– Bermitra/bekerjasama dengan orang-orang yang sukses.
– Mengikuti pola hidup/ kebiasaan orang-orang yang sukses dengan menjadi karyawannya.

5. Bila kita hanya bekerja sendiri, maka hasil yang diperoleh tak akan semaksimal bila kita bekerjasama dengan orang lain.

6. Luruskan niat saat bekerja. Tak hanya untuk meraih keuntungan pribadi, namun yang utama adalah untuk mencari keridhaan Allah Swt. dan untuk kebermanfaatan bersama.

7. Carilah rezeki dari sumber dan cara yang halal agar rezeki yang telah diperoleh diberkahi Allah Swt dan membawa ketenangan dalam keluarga.

8. Ada kalanya kita harus dipaksa untuk melakukan suatu hal yang di luar kebiasaan kita untuk melakukan suatu perubahan yang lebih baik.

9. Di balik rasa ‘kecut-kecut’ menyegarkannya sari lemon, ada sebuah filosofi yang bisa kita renungkan.

Acapkali kita harus melalui suatu kondisi yang tak diharapkan, yang membuat hati dan senyum menjadikecut’.

Tetapi bila kita sabar, keajaiban akan datang, sehingga hati dan senyum ‘kecut’ pun kan berganti senyum yang segar ‘sumringah‘. Sesegar sari lemon. πŸ‹

14 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.