Investasi Terbaik

Standar

Kehidupan ini bagaikan roda yang terus berputar. Ada kalanya di atas, ada kalanya di bawah. Kadang sukses, di lain waktu gagal.

Maka tak heran bila semakin banyak orang yang mempersiapkan diri dari berbagai kemungkinan yang terburuk dalam hidupnya dengan berbagai macam cara agar terhindar dari kondisi yang tidak diharapkan.

Di antara persiapan yang bisa dilakukan adalah dengan berinvestasi. Bila berhubungan dengan persiapan dan cadangan harta, maka investasi yang biasanya dilakukan adalah dengan menabung, asuransi, membeli tanah, rumah atau emas.

Tapi di luar investasi yang berbentuk harta, sebetulnya ada investasi lain yang tidak kalah penting. Yaitu :

1. Investasi ilmu
2. Investasi kesehatan
3. Investasi kebaikan

Baik, mari kita bahaa satu persatu ya…

1. Investasi Ilmu

Ketika seseorang mengisi masa mudanya dengan rajin dan tekun belajar dalam mempelajari sebuah ilmu pengetahuan atau ketrampilan, maka ia adalah seorang yang beruntung. Sebab sesungguhnya ia tengah menanam investasi ilmu yang kelak akan dituainya di masa depan.

Bisa jadi di saat ia tengah bersusah payah belajar, sebagian temannya malah bermalas-malasan. Sebagian lagi memilih berfoya-foya menghamburkan uang. Atau memilih menghabiskan waktunya untuk bermain game sampai lupa waktu.

Ketika masa demi masa telah berlalu dan si pembelajar yang rajin tadi tengah menuai kesuksesannya, serta menikmati kebahagiaan hidup sebagai buah dari ketekunannya dalam belajar, pada saat itulah teman-temannya yang dulu bermalas-malasan akhirnya merasakan penyesalan yang mendalam.

Dulu mereka terburu ingin segera menuai hasil dan menikmati kesenangan secara instan, sehingga malas belajar dan enggan berusaha secara maksimal. Bahkan ada yang melakukan cara-cara yang curang demi meraih harapannya secara instan tanpa harus bersusah payah. Akibat dari ketidaksabaran dalam menjalani kehidupan itulah, akhirnya mereka harus menanggung penyesalan tersebut.

Coba saja dulu mereka mau berinvestasi ilmu dengan belajar sungguh-sungguh bersama si pembelajar tadi, pasti mereka pada saatnya juga akan menikmati hasil dari kesungguhan dalam belajarnya tersebut.

Beberapa contoh dari investasi ilmu dan hasilnya adalah sebagai berikut:

– Rajin belajar sejak kecil –> sukses masuk di perguruan tinggi dan jurusan yang diharapkannya.
– Aktif dalam mengikuti kegiatan yang menambah wawasan, seperti seminar, workshop –> mendapatkan ilmu, relasi dan terasah kemampuannya –> sukses dalam pekerjaannya
– Gemar membaca buku –> memperluas wawasan –> bekal penting untuk meraih kesuksesan sesuai bidangnya masing-masing.

2. Investasi Kesehatan

Kesehatan adalah salah satu kenikmatan dari Allah Swt. yang sering dilalaikan orang. Banyak orang ketika masih muda melalaikan kesehatannya dengan melakukan berbagai hal yang menurutnya nikmat dan mengasyikkannya.

Seperti merokok, mengonsumsi makanan/minuman yang berkadar gula, garam dan lemak yang tinggi secara berlebihan, malas berolah raga, sering begadang, melakukan pergaulan bebas, dan lain-lain.

Tanpa sadar, apa yang dilakukannya itu secara perlahan tapi pasti tengah menggerogoti kesehatannya sendiri. Kenikmatannya hanya sesaat, namun berakibat pada penderitaan yang berkepanjangan. Itulah sebuah kerugian yang sesungguhnya.

Mungkin sebagian orang ada yang menganggap aneh terhadap mereka yang berhati – hati dalam menjaga kesehatannya. Padahal justru mereka patut diteladani karena apa yang mereka lakukan itu adalah sebuah upayanya dalam berinvestasi kesehatan. Dan investasi kesehatan memang tak selalu berupa asuransi kesehatan atau BPJS Kesehatan.

Ada investasi yang jauh lebih penting, yaitu dengan membiasakan hidup sehat. Seperti melindungi diri dari asap rokok dan polusi udara, menjaga kebersihan diri dan lingkungannya, serta selalu mencuci tangannya sebelum makan, mampu mengendalikan nafsu makannya. Tidak berlebihan namun juga tidak kurang. Pandai memilih makanan yang bergizi. Pola hidupnya teratur dan seimbang antara waktu bekerja dan beristirahat. Antara waktu ibadah, olah raga dan rekreasi. Antara waktu bersama keluarga dan teman.

Investasi kesehatan di masa muda tersebut akan menghasilkan fisik dan mental yang tetap sehat dan kuat tatkala tiba masa tuanya dibandingkan dengan teman seusianya yang lalai dalam kesehatan. Ketika memasuki masa tua ia akan menjadi lebih bugar dan jarang sakit.

Keuntungannya, selain lebih awet muda dan panjang umur, ia bisa lebih banyak bekerja maupun berkarya dengan maksimal tanpa gangguan kesehatan. Dan ia juga akan mempunyai waktu lebih lama dalam membersamai anak dan cucunya tanpa merepotkan mereka.

3. Investasi Kebaikan

Investasi yang ketiga ini adalah sebuah Investasi yang berhubungan dengan sikap dan perilaku kita, baik dalam beribadah kepada Allah Swt. maupun terhadap orang – orang di sekitar kita, baik itu saudara, keluarga, tetangga atau masyarakat luas.

Apabila ibadah, sikap dan perilaku kita baik, maka Allah Swt. akan mengembalikan semua kebaikan tersebut kepada kita. Begitu pun sebaliknya. Hidup adalah pilihan. Kita mau memilih panen kebaikan kelak di masa depan, baik dunia maupun akhirat, atau sebaliknya?

Nah investasi kebaikan ini bisa dimulai dari hal-hal yang kecil dan sederhana. Seperti mengucap salam ketika saling bertemu. Saling mendoakan keselamatan dan kesuksesan. Saling menasihati dalam kebaikan. Saling bersilaturahmi dan saling mendukung. Ketika melakukan kesalahan tidak gengsi untuk minta maaf.

Hasil dari investasi kebaikan ini kelak juga luar biasa lho… Allah Swt. akan melimpahkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Siapa pun pasti mendambakannya bukan? Nah mulai dari sekarang bersegeralah melakukan investasi kebaikan.

Yuk kita investasikan ilmu, kesehatan dan amal baik kita dengan maksimal. Terutama bagi yang masih berusia muda. Agar tak merugi di masa depan dan tak ada penyesalan di kemudian hari.

Sebagai pengingat, mari kita renungkan ayat-ayat Al Quran di bawah ini:

وَالْعَصْرِ
Demi masa.”

إِنَّ الْإِنْسٰنَ لَفِى خُسْرٍ

“Sungguh, manusia berada dalam kerugian,”

إِلَّا الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”

(QS. Al-‘Asr 103: Ayat 1 – 3)

* Via Al-Qur’an Indonesia http://quran-id.com

Simak juga sabda Rasulullah Saw. (dari Ibnu ‘Abbas ra):

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara

(1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,

(2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,

(3) Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,

(4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,

(5) Hidupmu sebelum datang matimu.

(HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya 4: 341. Al Hakim mengatakan bahwa hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari Muslim namun keduanya tidak mengeluarkannya. Dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Sumber:
https://rumaysho.com/5022-manfaatkanlah-5-perkara-sebelum-menyesal.html

Sumber gambar: http://www.pinterest.com

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.