Bukan Sembarang Spa

Standar

Sebelumnya, yang kutahu dari sebuah salon kecantikan adalah suatu tempat khusus untuk merias wajah dan menggunting rambut. Dulu ketika aku masih kecil, biasanya Mami mengajakku ke sana saat rambutku sudah mulai panjang dan tak rapi. Di salon itulah rambutku digunting dan dirapikan.

Ketika ada acara pernikahan salah seorang anggota keluarga, kadang-kadang Mami dan tanteku juga merias wajahnya di salon. Penampilan mereka menjadi tampak lebih menarik seusai dirias. Pernah juga aku dan adik perempuanku dirias tipis-tipis saat hadir ke acara pernikahan. Begitu pun ketika aku wisuda sarjana. Selain mengenakan kebaya, wajahku juga dirias di salon agar tampil beda.

Tapi ketika sudah bekerja di Jakarta, aku mulai mengenal istilah creambath, facial dan lulur di salon dari pembicaraan teman-temanku di kantor. Hanya saja aku belum pernah mencobanya sama sekali.

Hingga ketika menjelang hari pernikahan, barulah aku merasakan seperti apa facial dan creambath di salon . Kebetulan saat itu memang perawatan tersebut menjadi bagian dari paket perawatan pra nikah yang kuambil. Hmm, ternyata enak juga ya… Rasanya benar-benar dirawat dan dimanjakan bagai seorang ratu.

Tapi setelah menikah dan melahirkan anak, aku tak pernah facial dan creambath lagi. Kalau ke salon, hanya sekedar untuk potong rambut saja. Atau untuk merias wajah bila ada acara pernikahan di keluarga.

Hingga ketika Salma telah tumbuh menjadi seorang gadis remaja, tiba-tiba terbersit dalam pikiranku, ingin mengajaknya perawatan lulur di salon untuk membantu menghilangkan bekas cacar airnya.

Kebetulan waktu itu di Cirebon ada salon yang baru saja dibuka dan menyediakan paket-paket perawatan wanita yang harganya terjangkau. Aku langsung mengajak Salma ke sana. Alhamdulillah, kami cocok sehingga sebulan sekali datang untuk perawatan di sana.

Ada beberapa terapis yang baik pelayanannya sehingga setiap kali akan perawatan, kami menghubunginya sebelumnya. Kami sempat menjadi pelanggan setia di sana.

Namun sayang ketika salon tersebut semakin ramai, ada beberapa hal yang membuat kami malah merasa semakin tidak nyaman saat perawatan. Seperti tidak adanya ruang khusus muslimah ketika cuci rambut, terapis langganan kami sudah resign dan area parkirnya terlalu sempit.

Terpaksa kami mencari salon/spa lain yang terpisah perawatannya antara pria dan wanita. Sebetulnya ada beberapa spa yang cocok. Tapi tidak bertahan lama karena tempat perawatannya tak terpisah sepenuhnya antara pria dan wanita.

Suatu hari ketika kami lewat jalan Drajat, Cirebon kami menemukan sebuah salon muslimah. Namanya Moza Salon Muslimah. Mobilku langsung kuparkir di area parkir yang berada pada halaman depannya. Area parkirnya cukup luas.

Di pintu masuknya yang bergambar wanita berbusana muslimah, tertera tulisan, “Pria dilarang masuk. ”

Dari kesan pertama tersebut, aku sudah mulai tertarik dengan salon ini. Apalagi ketika staf di front office menyambut kami dengan ramah. Suasana ruangan juga rapi dan bersih. Di beberapa sudut ruangan tampak berhiaskan bunga-bunga kecil bertema vintage. Ketika baru pertama kali mencoba refleksi saja kami sudah merasa cocok. Sebab terapisnya terampil dan pelayanannya memuaskan.

Akhirnya kami menjadi pelanggan setia di sana. Bisa dibilang hampir setiap bulan kami datang ke sana. Kadang untuk refleksi, kadang beauty massage, kadang hair spa, kadang totok wajah. Semua perawatannya baik, cocok dan bisa menghilangkan keletihan. Sesudah perawatan badan jadi terasa lebih segar kembali.

Beberapa poin yang membuat salon ini berbeda dari salon kebanyakan dan membuat kami cocok adalah sebagai berikut:

1. Pria dilarang masuk sama sekali sejak dari depan pintu masuk.
2. Semua terapisnya muslimah dan berkerudung/berbusana muslimah.
3. Setiap bulan ada pilihan paket perawatan menarik yang bisa menghemat pengeluaran.
4. Kadang diberikan voucher free perawatan atau senam di sanggar milik owner salonnya.
5. Sebelum dimulai perawatan, para terapis selalu mengajak para customernya untuk membaca Basmallah. Lalu sesudah selesai perawatan membaca Hamdallah.
6. Pada saat perawatan refleksi, beauty massage dan hair spa ada tambahan terapi hot stone.
7. Ada sajian camilan ringan yang lezat dan minuman teh/jahe panas bagi setiap customer seusai perawatan.

Sampai ketika Salma sudah kuliah pun bila sedang libur kuliahnya, ia masih suka mengajakku untuk perawatan di sana. Di Bandung juga sebetulnya ada cabang Moza Salon Muslimah. Tapi yang di Cirebon jauh lebih nyaman, pelayanannya lebih memuaskan dan lebih bersih.

Akhir bulan Agustus yang lalu ada pesan masuk dari admin Moza Salon Muslimah ke Whatsapp-ku.

Assalamualaikum ibu Irma .. Apa kabar ? Semoga sehat2 selalu..
Kami mengundang untuk hadir di acara silaturahmi member moz5 salon cirebon (beauteatime) 2019.
Untuk rules nya bisa di lihat di undangan yg kami sertakan..
Kegiatan beauteatime ini diantaranya sharing antar member, dan mini talkshow..dan juga ada give menarik yg bisa di bawa pulang setelah acara selesai..
Untuk konfirmasi kehadiran bisa kami tunggu sampai tanggal 5 september.
Terimakasih ๐Ÿ˜˜

Rupanya aku diundang ke acara Beautea Time yang diadakan oleh Moza Salon Muslimah Cirebon dalam rangka menyambut ulang tahunnya yang ke 3. Yang diundang adalah para member setianya. Kebetulan aku memang sudah menjadi member di sana selama kira-kira lebih dari 2 tahun.

Saat hari pelaksanaan acara tiba, aku datang 15 menit lebih awal. Semula yang datang hanya 1 hingga 3 orang saja. Lama kelamaan bertambah banyak. Kami jadi bisa saling berkenalan satu sama lain. Suasana di ruang salon jadi berubah seperti suasana pesta. Terlihat hiasan dekorasi pada dinding dan deretan aneka kue.

Acara dimulai dengan sambutan dari perwakilan Moza Salon Muslimah dari Pusat dan pemilik salon ini yang cabang Cirebon. Mereka memaparkan tentang jumlah cabangnya yang kini sudah ada sebanyak 26 outlet dan tersebar di seluruh Indonesia hingga rencana program barunya.

Seperti:

– Setiap hari Jumat minggu ke 3 gunting rambut suka-suka (bayar bebas)

– Agenda collect stamp dengan minimum transaksi Rp150.000 akan mendapat 1 stempel. Bila transaksi mencapai Rp400.000 maka akan mendapat 2 stempel.
10 stempel: free hair spa
12 stempel: free totok wajah

– Selanjutnya akan ada Mozbile, yaitu aplikasi online bisa panggil terapis, bisa juga booking perawatan sebelumnya.

– Nanti juga ada Program Office to Office, di mana terapis akan datang ke kantor-kantor untuk membuka beauty class, hijab class dan lain-lain.

Di akhir acara ada sesi tanya jawab yang berhadiah produk kecantikan Moza Salon Muslimah. Aku juga sempat bertanya sehingga mendapat produk sebotol cologne ukuran kecil.

Saat acara berakhir, semua member diberi oleh-oleh produk perawatan rambut dari Moza. Kemudian dilanjutkan dengan foto bersama. Alhamdulillah, aku bersyukur telah menjadi member dan pelanggan setia Moza Salon Muslimah Cirebon.

Terima kasih Moza Salon Muslimah atas pelayanannya yang memuaskan selama ini. Semoga usahanya semakin sukses dan berkah. Aamiin ya rabbal’aalamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.