Bercengkerama dengan Aneka Unggas di Taman Burung Bird and Bromelia Pavillion, Bandung

Standar

Saat pagi menyapa dan mentari semakin tinggi, kami bersiap-siap untuk berangkat ke Lembang sesuai rencana kami tadi malam. Salma berinisiatif mengajakku berwisata ke Taman Burung Bird and Bromelia Pavillion yang berada di Lembang Kami berangkat sekitar jam 8 pagi dengan taksi online.

Sebelumnya kami sarapan di warung makan dekat kos Salma. Ada beberapa pilihan sayur dan lauknya yang khas masakan rumah. Seperti sayur sop, tumis jamur, sambal goreng kentang, ca sawi putih, telur balado, perkedel tahu dan tempe goreng. Harganya cocok untuk anak kos dan rasanya mirasa.

Dijual juga aneka jus buah di sana. Tapi ada satu minuman favorit kami, yaitu susu kunyit. Gurihnya susu segar yang berpadu dengan aroma khas kunyit membuat nikmatnya rasa minuman itu . Rupanya minuman tersebut menjadi minuman kesehatan di keluarga pemilik warung tersebut. Pantaslah setelah meminumnya, badan jadi terasa lebih fit dan segar.

Mungkin karena belum masuk masa weekend dan hari masih pagi, perjalanan menuju ke lokasi berjalan lancar dan tidak macet sama sekali. Alhamdulillah

Kira-kira jam 10-an kami sampai di lokasi. Di bagian depan terlihat ada beberapa restoran. Setelah membayar tiket masuk, kami langsung masuk ke lokasi. Yah syukurlah kami kesini pas waktu weekday. Sehingga harga tiketnya bisa lebih murah daripada harga tiket weekend. Kami juga membeli sebungkus kuaci untuk makanan burung.

Kesan pertama masuk ke area Taman Burung ini adalah tampak rindang karena banyaknya pepohonan di sekitarnya. Burung yang pertama kami lihat adalah burung Beo Jawa dengan bulunya yang berwarna hitam dan paruhnya yang berwarna orange. Burung tersebut pandai meniru ucapan manusia, seperti, “Haii…. Namamu siapa?”

Lalu ada lagi burung hantu yang jinak dengan matanya yang besar berbinar seperti mata kucing. Tingkahnya juga malu-malu kucing. Kata Salma, ia pernah mendapat informasi bahwa burung hantu kalau sudah sangat jinak, tingkah lakunya memang bisa manja seperti manjanya seekor kucing. Wah, pasti bisa membuat kami jadi makin gemas melihatnya, nih kalau ada yang seperti itu. Petugas di Taman Burung pun menawarkan barangkali lengan kami siap dihinggapi burung hantu tersebut.

Meskipun tampak jinak, kami sempat ragu karena takut dipatuk atau digigit, mengingat burung ini sebetulnya termasuk jenis burung buas dan carnivora. Akhirnya Salma yang siap dan menyodorkan lengannya. Tapi petugas meminta Salma mengenakan sarung tangan yang tebal dan panjangnya sampai lengan terlebih dahulu. Hal ini untuk mencegah terjadinya luka pada lengan akibat cengkeraman dari cakar burung hantu yang kukunya tajam-tajam itu.

Burung lain yang kami lihat adalah burung Makau. Keunikan burung ini adalah warna bulunya yang cerah dan berwarna-warni. Kami bergantian memberinya kuaci. Ternyata kuacinya tidak langsung dimakan, tapi dikupas terlebih dahulu dengan paruhnya, lalu baru dimakan isi kuacinya.

Sebagian kuaci yang berjatuhan di tanah langsung diserbu sekawanan burung merpati. Asyik juga bercengkerama dengan burung-burung ini.

Di Taman Burung ini juga ada Taman Kelinci. Wah, ini hewan kesayangan Salma. Tak heran begitu melihatnya, Salma langsung mengelus-ngelus hewan yang lucu dan menggemaskan itu.

Di sana kami juga menonton Bird Show bersama para pengunjung lain. Lucu dan cerdas juga tingkah polah burung-burung itu. Burung-burung itu bisa menegakkan kartu huruf yang telah tersusun berupa ucapan Selamat Datang, membuang sampah ke keranjang, memasukkan bola ke ring, naik sepeda mini, mengibarkan bendera, menghormat bendera, lalu diakhiri dengan menegakkan kartu huruf yang tersusun menjadi kalimat Terima Kasih. Kami dan semua pengunjung bertepuk tangan setelah Bird Show berakhir.

Setelah itu kami melanjutkan eksplorasi kembali di Taman Burung ini dengan melihat aneka jenis unggas lain seperti burung gagak, bebek angsa, burung puyuh, burung puter, belibis, burung parkit, ayam kate, burung merak dan lain-lain.

Yang paling menarik ketika melihat burung merak jantan yang sedang merayu betinanya. Ekornya dengan coraknya yang indah itu mengembang lalu digerak-gerakkan seperti sedang menari.

Demikianlah kebesaran Allah Yang Maha Kuasa telah menciptakan beraneka ragam makhluk dengan segala caranya dalam melanjutkan keturunannya masing-masing.

Setelah puas berkeliling Taman Burung, kami melanjutkan perjalanan menuju ke mall Paris Van Java (PVJ) dengan taksi online untuk makan siang di sana.

Kali ini kami mampir ke restoran Jepang, Sushi Tei. Japanese food memang makanan favorit Salma, terutama Salmon Sashimi. Cha Soba, yaitu semacam mie berwarna hijau (dicampur green tea) tapi rasanya dingin juga dipilihnya. Sedangkan aku memilih ramen saja. Aku sempat heran juga, lho kok makanan yang dipilih Salma tadi tidak disajikan hangat-hangat, tapi malah dicampur es batu ya?

Tapi ya begitulah, restoran Jepang rata-rata memang unik dan khas anak muda. Seperti di Sushi Tei ini juga ada sushi dengan wadahnya yang bisa mondar mandir jalan sendiri di atas meja seperti robot. Dan setiap ada pengunjung restoran yang datang para pelayannya selalu menyapa ramah dengan kata-kata “Irasshaimase!” yang artinya, “Selamat Datang!“

Setelah selesai makan, aku menemani Salma ke supermarket, belanja kebutuhan sehari-harinya di kos karena persediaannya sudah mulai menipis. Seperti beras, telur, sabun mandi, sabun cuci baju, sabun cuci tangan, pasta gigi dan makanan ringan.

Lalu kami bersiap-siap pulang ke kos Salma. Sebelumnya kami membeli beberapa potong Hokkaido baked cheese tart buat camilan nanti malam. Salma sudah memesan taksi online. Tapi kali ini kami menunggu datangnya taksi online-nya agak lama. Mungkin karena terhadang macet saat memasuki mall. Selain itu driver-nya rupanya agak kesulitan mencari kami. Mungkin karena di PVJ ini ada beberapa pintu keluar sehingga cukup membingungkan juga.

Alhamdulillah akhirnya taksi online yang kami tunggu-tunggu datang juga. Kami segera masuk ke mobilnya dan langsung meluncur pulang ke kos Salma.

Begitu sampai di kos, kami langsung mandi, beristirahat sebentar, dan membereskan barang-barang yang tadi dibeli. Lalu kami menikmati Hokkaido baked cheese tart bersama. Enak juga rasanya. Kalau menurutku rasanya hampir serupa pie susu. Tadi kami membeli yang rasa keju, coklat, oreo dan tiramishu. Bagian isinya terasa lembut dan lumer di lidah.

Kami menghabiskan sisa waktu ini untuk berdiskusi tentang berbagai hal. Seperti rencana proyek kami yang berhubungan dengan dunia menulis dan ilustrasi. Juga tentang persiapan magangnya Salma yang tak lama lagi akan ditempuhnya.

Sebetulnya aku ingin menemani Salma sampai hari Minggu. Tapi karena besok Sabtu aku harus menghadiri undangan pernikahan anaknya kawan dekatku, mau tak mau aku harus pulang besok pagi. Selain itu besok siang Salma juga ada kegiatan di kampusnya.

Malam itu juga aku memesan tiket melalui aplikasi Sahabat Shuttle untuk pulang besok pagi jam 09.05. Jujur saja sebetulnya aku masih belum puas bertemu Salma. Bahkan rasanya ingin berlama-lama di sini.

Tapi aku menyadari, meskipun harus jauh dari Salma, ini adalah kesempatan terbaik baginya untuk melatih kemandirian dan daya survive-nya dalam menghadapi suka duka masa perkuliahan di luar kota. Semoga Allah Swt. selalu memberikan berkah, ketegaran dan kesuksesan ya Salma. Aamiin

Di Cirebon aku juga sudah ditunggu suamiku, Laura dan tugas-tugas di Rumah Belajar Cirebon, seperti mempersiapkan honor untuk guru dan staf.

Ya Allah mudahkanlah semua urusan kami. Dan jadikan kami hamba-Mu yang selalu mengingat-Mu kapanpun dan di manapun berada. Aamiin ya Allah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.