Mengembangkan Program Kursus di Rumah Belajar Cirebon

Standar

Aku bersyukur ketika program i-tutor.net yang menjadi program kursus pertama di Rumah Belajar Cirebon dan telah kurintis sejak bulan November 2006 itu kini sudah mulai berjalan. Alhamdulillah

Tapi setelah beberapa bulan berjalan, kuperhatikan penambahan jumlah murid selama ini tidak pernah mencapai lebih dari 30 murid. Yang ada justru frekuensi murid yang keluar lebih banyak. Aku merasa heran dan hampir berputus asa.

Sekilas aku teringat komentar salah seorang rekan yang pernah mempertanyakanku, mengapa membuka kursus di jalan Evakuasi? Menurutnya, kawasan jalan Evakuasi itu terlalu sepi dan tidak cocok untuk membuka usaha kursus di daerah ini. Kalau mau membuka usaha kursus lebih baik di daerah kota. Begitu katanya.

Hmm, mungkin ada benarnya juga ya? Tapi aku tidak memiliki rumah di daerah kota dan tidak berniat menyewa tempat juga di sana. Aku masih ingin mencoba bertahan dan berusaha lebih maksimal. Aku ingin tahu, mengapa murid-muridku tidak bertahan lama?

Beberapa orang tua murid pun kutanya, apakah putra/putrinya selama mengikuti kursus di tempat kami mengalami kendala atau masalah?

Setelah mengumpulkan dan menganalisa semua keluhan murid dan orang tuanya, barulah kutemukan penyebabnya. Ternyata sebagian besar dari mereka berpendapat bahwa bobot materi i-tutor.net terlalu tinggi sehingga anak-anaknya mengalami kesulitan dalam memahaminya.

Oleh karena itu, aku segera menghubungi salah seorang pengurus di kantor Pusat i-tutor.net untuk berkonsultasi. Apakah materi i-tutor.net tepat sasaran bila diberikan untuk anak usia TK sampai SD sebagaimana yang disarankan waktu training guru di sana? Ternyata mereka mengiyakan. Tapi mengapa bagi anak-anak di kota kami kurang cocok ya?

Setelah kupelajari kembali, akhirnya kutemukan penyebab ketidakcocokkan materi ini. Kurikulum i-tutor.net menggunakan kurikulum sekolah dasar di Singapura, yang mana bahasa Inggris disana adalah sebagai salah satu bahasa yang dipakai sehari-hari. Berbeda dengan di Indonesia, khususnya di daerah seperti di kota Cirebon. Bahasa Inggris masih menjadi bahasa asing. Kalau di kota Jakarta sebagian anak-anaknya sudah bersekolah di sekolah internasional, sehingga tidak mengalami kesulitan dalam mempelajarinya.

Sejak itu aku membuka program bahasa Inggris i-tutor.net ini untuk anak-anak yang dimulai dari kelas 4-6 SD. Sedangkan untuk anak-anak TK hingga kelas 3 SD, aku membuka program baru yaitu Little Bee. Sebuah program baru yang kurancang sendiri dengan tujuan mempersiapkan anak-anak sebelum masuk ke program i-tutor.net dengan memperkuat basic bahasa Inggrisnya terlebih dahulu.

Alhamdulillah secara bertahap usaha ini membawa hasil positif. Anak-anak bisa belajar bahasa Inggris sesuai dengan kemampuannya. Dan perlahan murid pun mulai bertambah kembali.

Di sekitar bulan Mei tahun 2007, aku mulai membuka program Jarimatika. Aku mendapatkan informasi tentang program ini dari Pak Iwan yang datang dan memperkenalkan program tersebut kepadaku. Program berhitung menggunakan jari tangan ini ditemukan serta dikembangkan oleh bu Septi Peni Wulandani, seorang ibu rumah tangga profesional dan kreatif dari Salatiga.

Sebetulnya aku sudah mengenal metode Jarimatika ini sebelumnya melalui buku tentang Jarimatika yang dulu pernah kubeli di toko buku Gramedia. Tujuanku membeli buku tersebut waktu itu untuk membantu Salma mengenal dasar-dasar berhitung. Tapi aku belum mempelajarinya sampai tuntas sehingga belum sempat mengajarkannya.

Aku kembali mempromosikan program Jarimatika melalui koran, acara-acara seminar dan demo praktik Jarimatika oleh anak-anak yang sudah menguasai metodenya dengan dibantu oleh Bu Dina, Bu Novi dan Bu Rita sebagai guru-guru Jarimatika pertama.

Orang-orang banyak yang tertarik karena program berhitung dengan metode Jarimatika ini memang mudah dan menyenangkan. Sehingga dalam waktu singkat, banyak orang tua yang mendaftarkan anak-anaknya untuk belajar Jarimatika di tempat kami.

Penambahan jumlah siswa Jarimatika berlangsung cepat dan fantastis. Bahkan pernah mencapai 200 murid. Sehingga unit kami pernah mendapat penghargaan dari Jarimatika Pusat karenanya. Tiket gratis wisata ke Singapura juga kuperoleh sebagai reward-nya. Alhamdulillah

Dengan banyaknya anak-anak yang terbantu dalam belajar berhitung, les Jarimatika ini menjadi semakin banyak peminatnya. Apalagi Salma dan beberapa murid kami yang menggunakan metode Jarimatika dapat membuktikan prestasinya dengan meraih prestasi di beberapa lomba matematika.

Untuk melengkapi program kursus dengan seni menggambar, aku bekerjasama dengan lembaga pendidikan ESC di program Global Art/ kursus menggambar dan mewarnai untuk anak-anak dari Malaysia. Programnya bagus dan sistematis cara belajarnya. Namun sayang, untuk daerah di sekitar kami tampaknya kurang terjangkau dari segi biaya kursusnya. Sehingga murid yang mendaftar juga tidak banyak.

Sementara itu kami ditarget harus mempunyai sekian banyak murid setiap bulannya. Karena merasa belum sanggup, aku menyerah dan tak melanjutkan kerjasama lagi.

Setelah itu ada lagi yang datang dari Bandung menawarkan program bahasa Inggris (E Learning for Kids) dan menggambar (Art Kids Studio). Aku mengambil kedua program tersebut untuk melengkapi program kursus yang sudah ada. Apalagi kedua program tersebut bisa menjadi solusi pengganti dua program sebelumnya. Program E learning for Kids menggantikan program Little Bee dan Art Kids Studio menggantikan Global Art.

Aku juga pernah membuka kursus balet Little Fairy dan kursus masak untuk anak Fun Cooking sebagai kursus alternatif yang tujuannya untuk menyalurkan minat dan bakat anak selain menggambar.

Kedua kursus tersebut awalnya mendapat respon positif dengan banyaknya orang tua yang mendaftarkan anaknya. Tapi setelah beberapa tahun kemudian, ketika guru les baletnya sedang hamil dan di sekolah-sekolah mulai diberlakukan full day school, terpaksa kedua kursus tersebut tak kulanjutkan lagi.

Pada perjalanan berikutnya dalam mengelola berbagai macam program kursus ini, aku kembali mengambil program baru sebagai alternatif dan solusi atas masalah yang sering timbul. Program baru yang kuambil adalah Matematika APIQ dan Abaca/ Calistung Cahaya Bintang.

Program Matematika APIQ sebagai solusi untuk anak-anak yang ingin belajar matematika sekolah secara langsung, khususnya untuk anak-anak yang sudah kelas 4 SD ke atas. Serta sebagai tahap belajar matematika setelah menyelesaikan program Jarimatika.

Sedangkan program Abaca /Calistung Cahaya Bintang sebagai alternatif belajar membaca, menulis dan berhitung dari dasar, step by step, dengan cara yang fun dan berdasarkan multiple intelligence. Sehingga anak senang membaca buku dan mendapatkan dasar berhitung.

Dengan banyaknya program kursus tersebut, kadang orang-orang yang akan mencari alamat kursus kami merasa kesulitan untuk menentukan nama kursusnya karena ada bermacam-macam nama programnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, kami memberi sebuah nama khusus untuk tempat kursus kami sebagai wadah untuk semua program kursus yang ada. Tujuannya selain mempermudah saat mencarinya, juga agar lebih mudah dikenal. Nama yang kami berikan adalah: Rumah Belajar Cirebon.

Kami memilih nama tersebut karena tempat belajar ini memang berawal dari sebuah rumah tempat tinggal kami yang kini digunakan sebagai tempat belajar bernuansa rumah. Penambahan kata “Cirebon” di belakangnya selain untuk memperjelas lokasinya, juga untuk membedakan tempat belajar/les lain yang menggunakan nama serupa.

Logo Rumah Belajar Cirebon yang berupa gambar lebah sedang membawa buku dan pensil itu adalah karya Salma saat masih berusia 6 tahun. Gambarnya kujadikan logo karena kurasa dapat mewakili harapan kami untuk tempat les ini.

Sebagaimana lebah yang makanan, lingkungan serta yang dihasilkannya baik dan bermanfaat. Harapan kami, Rumah Belajar Cirebon juga mampu menjadi tempat belajar yang memberikan ilmu serta lingkungan yang baik dan bermanfaat untuk kami, staf dan guru, serta murid dan orangtuanya. Sehingga menjadi berkah untuk semuanya. Aamiin ya rabbal’aalamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.