Bersahabat dengan Kelinci

Standar

Hai teman-teman, siapa yang tidak gemas melihat hewan bertelinga panjang dan berbulu halus yang jalannya melompat-lompat ini? Hampir setiap orang pasti menyayangi kelinci, terutama anak-anak. Jadi, tak heran jika hewan ini cocok menjadi hewan peliharaan kesayangan keluarga.

Salma juga suka dengan hewan lucu ini. Berawal dari sepasang kelinci yang dibelikan oleh papanya di pasar ketika Salma masih SD. Sungguh gembira hati Salma karena punya teman bermain baru di rumahnya. Kelinci jantan yang bulunya berwarna hitam itu diberinya nama Knight dan kelinci yang betina diberinya nama Snowy karena bulunya yang putih bersih seperti salju.

Knight termasuk jenis kelinci angora. Bulunya terlihat lebih lebat. Sedangkan Snowy termasuk jenis kelinci lokal yang bermata merah.
Setiap hari Salma bermain dengan Knight dan Snowy. Kadang bermain di kebun, sesekali di dalam rumah. Setiap hari Knight dan Snowy diberi makan kangkung dan wortel. Semakin lama perut Snowy bertambah buncit. Ternyata Snowy sedang hamil. Setelah beberapa bulan kemudian di sekitar tahun 2009, lahirlah anak-anak Snowy yang imut-imut dan menggemaskan. Jumlah anaknya ada 4 ekor.

Salma yang baru pertama kali melihat anak kelinci baru lahir itu merasa takjub. Sekilas anak-anak kelinci yang bulunya belum tumbuh itu terlihat seperti anak-anak tikus. Aku sendiri juga masih merasa ‘geli’ ketika akan memegangnya. Sepanjang hari Snowy menyusui anak-anaknya dengan telaten dan penuh kasih sayang sehingga semakin gemuk dan sehat.

Lama kelamaan bulunya juga tumbuh semakin lebat sehingga mulai terlihat warna bulunya dengan jelas. Ada 3 ekor anak kelinci yang bulunya berwarna putih dan yang 1 ekor lagi warna bulunya perpaduan hitam agak kecoklatan dan putih.

Salma semakin senang karena teman bermain di rumahnya bertambah banyak. Apalagi ketika 4 ekor anak kelinci tersebut sudah bisa berlari dan meloncat ke sana kemari. Semuanya lincah dan menggemaskan. Salma suka mengejar-ngejarnya di kebun belakang rumah. Kadang-kadang anak-anak kelinci itu digendong dan dielusnya bergantian.

Tapi dari 4 ekor anak kelinci itu ada 1 ekor yang paling disukainya, yaitu yang warna bulunya perpaduan hitam kecoklatan dan putih. Salma memberinya nama Chesster, (namanya diambil dari kata Chess/Catur) karena saat itu Salma memang masih menjadi atlet catur yang sering mewakili sekolahnya setiap kali ada pertandingan catur. Dan kebetulan warna bulunya juga ada hitam dan putihnya seperti warna papan catur.

Dari semua kelinci itu, hanya Chesster-lah yang paling sering dibawa masuk Salma ke dalam rumah atau diajak keluar. Sehingga Chesster menjadi kelinci yang paling jinak. Makanan kegemarannya tak hanya kangkung dan wortel. Biskuit dan kerupuk pun Chesster sukai. Chesster kelinci yang bersih, sehat dan rapi. Chesster membuang kotoran dan air seninya juga tidak sembarangan. Biasanya Chesster akan menuju ke toilet mini buatan kami (dari bekas wadah pencampur cat) yang kami letakkan di sudut rumah. Kotoran dan air seni Chesster bisa kami manfaatkan sebagai pupuk tanaman.

Dari sepasang kelinci yang terus beranak pinak, lama kelamaan kami jadi mempunyai banyak kelinci. Chesster pun ikut menambah populasi kelinci di rumah kami ketika sudah melahirkan anaknya.

Saking banyaknya kelinci yang kami miliki sampai dibuatkan kandang khusus. Rasanya saat itu kami jadi seperti peternak kelinci. Karena cukup kewalahan mengurusnya, sebagian kelinci itu ada yang kami jual, ada juga yang kami berikan kepada teman dan saudara.

Kelinci-kelinci itu bisa menjadi hiburan tersendiri bagi kami atau pun bagi tamu yang datang ke rumah kami. Ketika ada saudara atau teman datang berkunjung ke rumah kami bersama anaknya, biasanya anak-anaknya akan betah karena senang bermain dengan kelinci-kelinci kami.

Seiring dengan berjalannya waktu, kelinci-kelinci yang usianya sudah semakin tua pun mulai mati satu demi satu. Ada juga yang mati karena sakit. Hanya tinggal Chesster yang tetap sehat dan masih hidup. Waktu tahun 2014 Chesster pernah sakit dan tidak nafsu makan.

Ketika kami bawa ke dokter hewan malah dokternya keheranan setelah tahu usianya Chesster. Menurut dokter tersebut, Chesster termasuk panjang umur karena masih bisa bertahan hidup hingga usia 5 tahun. Karena rata-rata usia kelinci hanya sampai 2 tahun. Wah, bisa jadi Chesster kelinci tertua di kota Cirebon nih

Tapi akhirnya pada tanggal 9 Januari 2015, Chesster meninggalkan kami untuk selama-lamanya.😭 Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun… Terima kasih Chesster, sudah menemani kami, khususnya Salma selama 6 tahun. Keceriaan saat bersamamu selalu melekat di hati kami.

Setelah itu kami tidak memelihara kelinci lagi karena Salma juga sudah semakin sibuk dengan sekolahnya. Apalagi sekarang sudah kuliah di Bandung. Namun keinginan untuk memelihara kelinci lagi selalu timbul di hati Salma. Setiap kali melihat kelinci di Lembang atau di mana pun, sebetulnya Salma ingin membelinya, tapi bingung bagaimana cara memeliharanya nanti karena tidak mungkin dibawa ke kamar kos. Mungkin nanti setelah selesai kuliah, Salma baru bisa memelihara kelinci lagi.

Nah, itulah sekilas cerita persahabatan kami dengan kelinci. Bila teman-teman suka kelinci dan ingin memeliharanya juga, berikut ini saya sertakan sekilas pengetahuan tentang kelinci, manfaat dan cara-cara memeliharanya, ya… Semoga bermanfaat. 😊

Kelinci termasuk hewan mamalia dari famili leporidae. Di Indonesia secara garis besarnya kelinci lokal terbagi menjadi dua jenis, yaitu kelinci Jawa (Lepus Negricollis) dan kelinci Sumatera (Nesolagus Netseherischlgel).

Kelinci Jawa diperkirakan pertama kali dibawa ke Indonesia pada tahun 1835 oleh seorang punggawa Belanda dan masih berkeliaran di sekitar hutan Jawa Barat. Warna bulunya cokelat bergradasi perunggu kehitaman dan berat badannya bisa mencapai 4 kg.

Sedangkan kelinci Sumatera merupakan kelinci asli Indonesia yang tersebar di sekitar hutan pegunungan Sumatra. Warna bulunya kelabu bergradasi coklat kekuningan dan panjang badannya bisa mencapai 40 cm. (Sumber: hamsterdankelinci.blogspot.com).

Kelinci tidak hanya bermanfaat sebagai teman dan hiburan yang menyenangkan bagi keluarga. Ada beberapa manfaat lain yang akan kita rasakan ketika memelihara kelinci, yaitu:
1. Menumbuhkan rasa sayang dan peduli terhadap hewan sebagai makhluk ciptaan Allah Swt.
2. Melatih kedisiplinan dalam memberi makan pada kelinci setiap harinya.
3. Membiasakan diri untuk menjaga kebersihan saat kita ikut membersihkan kandang kelinci secara teratur.
4. Menimbulkan motivasi untuk mempelajari berbagai ilmu pengetahuan dan wawasan tentang bagaimana cara merawat hewan/kelinci dengan baik.
5. Air seni dan kotoran kelinci dapat dijadikan sebagai pupuk kandang yang dapat menyuburkan tanaman.
6. Kelinci dapat membantu membersihkan kebun saat dilepas di kebun/taman dengan memakan rumput-rumput liarnya.
Jenis makanan yang bisa diberikan untuk kelinci adalah aneka sayuran (kangkung, kol, daun singkong, sawi) dan umbi-umbian (wortel, singkong, talas, ubi). Hay (rumput awetan) adalah makanan terbaik untuk kelinci karena berserat tinggi sehingga menyehatkan pencernaannya. Biji-bijian (biji bunga matahari, kedelai, jagung, kacang juga tanah) cocok diberikan untuk kelinci, terutama yang sedang hamil atau baru saja melahirkan. Yang penting semua makanan tersebut tak mengandung pestisida. Sedangkan pelet bisa diberikan sebagai makanan tambahan, asalkan jangan terlalu banyak.

Adapun jadwal dan jenis pemberian makannya bisa diatur sebagai berikut:
– Jam 10 pagi: biji-bijian yang sudah dihaluskan, umbi-umbian dan pelet.
– jam 1 siang: sayuran atau rumput segar (1/2 kg per kelinci dewasa)
– jam 6 sore: sayuran atau rumput yang berserat kasar (1 kg per kelinci dewasa).

Malam hari porsinya lebih banyak, karena kelinci banyak beraktivitas di malam hari. Bila kelinci sehat, umurnya bisa bertahan antara 5 – 12 tahun. (Sumber: satujam.com)

Kelinci adalah hewan yang bersih sehingga kebersihan kandangnya harus selalu dijaga agar tak mudah terjangkit penyakit. Berbagai penyakit yang biasanya menyerang kelinci, di antaranya adalah:

– Kudis (Scabiosis). Gejalanya kulit kemerahan disertai gatal yang menyiksa. Cara mengatasinya, pisahkan dari kandang, cukur bulunya dan oleskan Scabicid Cream pada bagian kulit yang gatal. Semprot kandang dengan disinfektan, jemur dan biarkan selama 15 hari.
Enteritis Kompleks. Penyakit pencernaan yang biasanya menyerang kelinci yang masih kecil. Gejalanya, kelinci tampak kurus dan lesu. Warna kotorannya hijau gelap, bau, berlendir dan menggantung. Penyebabnya, terlalu banyak makan sayuran basah, makanan tercemar, kandang kotor, makan obat berbahaya/tak sesuai dosis. Cara mengatasinya, bersihkan kandang, ganti sayuran basah dengan hay dan pelet, campurkan antibiotik pada air minumnya.
– Pilek. Gejalanya hidung berlendir dan bersin-bersin. Cara mengatasinya, bersihkan kandang, jemur di bawah sinar matahari, semprot hidungnya dengan larutan antiseptik dan berikan antiobitik (Penicilin) dan Anticold. (Sumber: dictio.id)

Nah, demikianlah manfaat dan cara memelihara kelinci. Yuk kita rawat hewan lucu ini dengan baik agar makin sehat, menggemaskan dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.