Kenikmatan yang Sering Terlupakan

Standar

“Keluhannya apa?”

“Dada kiri terasa sakit”

“Buat bernafas sakit?”

“Kalau batuk dan bersin terasa sakit”

“Sekarang kan Soso (panggilan untuk kakak ipar perempuan di keluarga Tionghoa) sudah berusia di atas 50 tahun ya. Saya sarankan untuk rontgen dada dan rekam jantung (EKG) saja ke laboratorium klinik untuk pemeriksaan pertama.”

Pembicaraanku pagi itu lewat telpon dengan adiknya suami yang berprofesi sebagai seorang dokter di Jakarta itu membuatku berpikiran macam-macam.

Sebetulnya aku sudah periksa ke dokter di sebuah klinik. Beedasarkan diagnosanya, aku baik-baik saja. Hanya tekanan darahku agak rendah (90/60). Dokter itu hanya memberiku resep obat pereda nyeri dan vitamin yang akhirnya tak kutebus. Tapi aku masih merasa belum yakin sehingga menghubungi adik iparku yang dokter itu.

Keesokan harinya aku benar-benar periksa ke sebuah laboratorium klinik yang terkenal di kota Cirebon. Kebetulan lagi diskon 25% karena menyambut Hari Kesehatan Nasional.

Antrean belum panjang dan pemeriksaan berlangsung cepat sehingga bisa selesai dalam waktu yang singkat.

Hanya sayang hasil pemeriksaan baru bisa diambil pada pukul 19.00 malam. Aku benar-benar penasaran akan hasilnya karena rasa nyeri di dada kiriku itu terasa sudah sejak dua minggu yang lalu.

Aku hanya khawatir kalau sampai terkena penyakit jantung atau kanker payudara. Sebab kedua penyakit tersebut termasuk penyakit berbahaya yang beresiko pada kematian. Na’udzu billahi min dzalik.

Dan akhirnya tibalah saatnya untuk mengambil hasil pemeriksaan laboratorium. Suamiku dan adik lelakiku yang kebetulan sedang datang ke Cirebon yang mengambilnya.

Setelah kuterima hasil rontgen dan EKG-nya, segera kubuka dan kubaca uraian keterangan yang dilampirkan di dalamnya. Hmm…, aku tak begitu paham maksudnya. Hanya saja kulihat ada beberapa kata ‘normal’.

Daripada hanya menebak-nebak, hasil laboratorium tersebut kufoto, lalu kukirim ke adik iparku yang dokter melalui Whatsapp.

“Yusuf, ini hasil rontgen dan EKG-nya. Bagaimana menurut Yusuf? ”

Beberapa saat kemudian Yusuf membalas chat-ku.

“Hasil EKG oke. Semua baik kok, So…”

“Jadi bukan penyakit jantung atau yang lainnya, kan? “

“Bukan. Itu hanya nyeri otot. “

“Alhamdulillah… “

Hatiku rasanya lega dan gembira. Terima kasih ya Allah yang telah memberikan kesehatan ini. Apalagi rasa nyeri di dada kiriku pun berangsur menghilang. Aku langsung sujud syukur.

Sejak itu makin kurasakan betapa luar biasanya kenikmatan dari Allah Swt. yang berupa waktu, kesehatan dan kesempatan hidup. Selama ini kita sering melalaikannya dan kurang mensyukurinya.

Dan hingga hari ini tanggal 21 November 2819, di mana usiaku telah genap memasuki usia 52 tahun, Allah Swt. masih mengaruniakanku kesempatan hidup, dan kesehatan yang baik. Alhamdulillah… 😊😊

Semoga sisa usia ini bisa kugunakan untuk beribadah yang benar dan banyak beramal shalih agar Allah Swt. memberkahi hidupku. Aamiin

Terima kasih kepada semua teman, saudara dan keluarga yang telah memberiku ucapan selamat dan doa-doa yang baik. Semoga Allah mengabulkan dan semua doa baik tersebut dikabulkan juga untuk kalian yang mendoakannya. 🙏🙏😍😍💕Aamiin

Terima kasih dan peluk sayang dari jauh juga untuk Salma Fedora putri tercintaku atas semua doa baik dan kiriman kadonya yang cantik ya. 😍💖😘

Jazakumullah khairan katsira. Wa barakallah fiikum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.