[Review Buku] Ternyata Wanita Lebih Mudah Masuk Surga

Standar

Buku ini kuperoleh saat menghadiri bazar buku di perpustakaan kota Bandung. Saat itu kebetulan aku memang sedang menjenguk putriku yang sedang kuliah di sana.

Dari judulnya saja, buku ini sudah membuat penasaran. Sebab seakan menepis sebuah ‘vonis’ terhadap kaum wanita, bahwa mereka adalah penghuni neraka yang terbanyak, yang didasarkan pada hadits berikut ini:

Hadits dari Abdullah bin Umar r.a. bahwasanya Rasulullah Saw. bersabda, “Wahai kaum wanita, bersedekahlah kalian, perbanyaklah memohon ampunan, sesungguhnya aku melihat sebagian besar kalian adalah penghuni neraka. “
Seorang wanita di antara mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa sebagian besar kami penghuni neraka? Beliau menjawab, “Sebab kalian banyak melaknat dan kufur terhadap suami. Aku melihat orang yang lemah akal dan agamanya di antara kalian lebih banyak daripada yang memiliki hati nurani.” (HR. Muslim)

Sebetulnya secara implisit hadits tersebut sudah cukup menjelaskan, mengapa banyak kaum wanita yang masuk neraka, di samping menawarkan petunjuk bagaimana cara untuk menghindari hal tersebut.

Sementara di hadits yang lain, ada pernyataan Rasulullah Saw. yang menunjukkan bahwa sebetulnya wanita lebih mudah masuk surga, sebagaimana sabda Rasulullah Saw. berikut ini:

Apabila seorang wanita melakukan shalat lima waktu, berpuasa Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan taat kepada suaminya, maka dia akan masuk surga dari pintu mana yang dia kehendaki. ” (HR. Ibnu Hibban)

Berpedoman pada kedua hadits yang mempunyai dua sudut pandang berbeda tersebut, maka dijabarkanlah secara lebih terperinci, seperti apakah figur dan sosok wanita penghuni surga maupun neraka, berikut ciri-ciri dan contohnya. Dalam buku ini digambarkan pula bagaimana dahsyatnya kenikmatan surga dan pedihnya siksa neraka berdasarkan ayat-ayat Al Qur’an dan Al Hadits.

Lalu diuraikan juga beberapa poin penting dan amalan sederhana yang bisa dilakukan oleh para muslimah agar lebih mudah menggapai kebahagiaan di dunia dan akhirat (surga dunia dan akhirat), meskipun sedang dalam kondisi haid sekalipun. Semua ini semakin membuktikan betapa banyaknya kemudahan yang diberikan oleh Allah Swt. bila ingin menggapai surga-Nya. Masya Allah…

Salah satu keistimewaan lain dari buku ini adalah adanya bonus kartu lembaran dzikir harian yang dibuat terpisah dan bersumber dari Fatimah Az-Zahra, putri Rasulullah Saw. Kartu-kartu dzikir tersebut jadi semakin melengkapi perbendaharaan doa muslimah yang juga sudah tersedia di buku ini.

Sehingga bagi para pembaca buku, khususnya para muslimah tak hanya bisa mendapatkan ilmu cara menggapai surga-Nya dengan mudah, namun juga mendapatkan kartu lembar dzikir yang mudah dibawa dan dipraktekkan, meskipun sedang di perjalanan.

Pada bagian akhir buku ini, ditambahkan halaman khusus Surat Pembaca, yang merupakan forum tanya jawab yang diambil dari beberapa pertanyaan para pembaca yang dikirim ke penulisnya melalui SMS.

Maka tak heran bila buku panduan muslimah yang aplikatif ini menjadi buku yang best seller hingga sudah terjual lebih dari 35.000 eksemplar.

Setelah membaca buku ini, insya Allah para muslimah akan menjadi lebih optimis dalam menjalani kehidupannya, karena harapan untuk meraih surga-Nya sangat terbuka lebar sepanjang mereka memiliki keimanan yang teguh dan senantiasa bertakwa kepada Allah Swt.

Ada sebuah cuplikan kalimat dari bab terakhir buku ini yang menurutku paling penting:

“Masuk surga atau tidaknya wanita, memang menjadi hak prerogatif Allah Swt. Bukan amal shaleh atau ibadah yang menyebabkan wanita masuk surga. Namun rahmat dan keridhaan Allah-lah yang menjadikan wanita sebagai penghuni surga. “

Adapun spesifikasi buku ini sebagai berikut:

Judul Buku: Ternyata Wanita Lebih Mudah Masuk Surga
– Nama Penulis: Iis Nur’aeni Afgandi
– Nama Penerbit: Kawan Pustaka
– Jenis Genre: Non Fiksi – Agama
– Cetakan ke: 3, 2018
– Jumlah halaman: 288

About IrmaFang

- Sederhana, menyukai kejujuran, ketenangan dan kedamaian... - Punya impian bisa travelling keliling dunia bersama keluarga... :D

Komentar ditutup.