Category Archives: bahaya rokok

Kejamnya Sebuah Kenikmatan Semu

Standar

Saat perjalanan kami pulang dari Bandung ke Cirebon, ada suatu kejadian yang membuat kami khawatir sekaligus berpikir…

Ketika kami sedang mampir di sebuah rest area  di jalan tol Purbaleunyi untuk makan malam di sebuah restoran Padang, mendadak pak Umar supir kami terkena serangan vertigo.

Suamiku langsung menyuruh pak Umar beristirahat saja dulu di mushala. Pak Umar juga sempat beberapa kali muntah. Suamiku lalu membelikan obat herbal masuk angin.. Barangkali ternyata hanya sakit masuk angin..

Tapi bukannya membaik kondisinya..malah semakin mengkhawatirkan..karena wajahnya makin pucat dan jalannya sempoyongan. Kami sempat mengira jangan-jangan pak Umar keracunan makanan karena katanya mulai terasa sakitnya setelah makan.

Bahkan ada salah seorang pegawai di restoran Padang tersebut yang mengiranya kerasukan jin dan mengaitkannya dengan pembangunan jalan tol yang menelan banyak korban.

Karena kondisi pak Umar yang masih belum juga membaik, manajer restoran tersebut juga sampai turun tangan ikut menolongnya  dengan mengerok punggung pak Umar.

Ketika dirasa agak membaik, suamiku dan manajer restoran itu membantu pak Umar untuk jalan pelan-pelan masuk ke dalam mobil. Tapi kini suamikulah yang jadinya menyetir mobilnya. Sedangkan pak Umar duduk di samping suamiku.

Alhamdulillah, sebelumnya suamiku sudah sempat belajar menyetir mobil yang bertransmisi matic mengingat mobil yang sekarang dikendarai ini adalah mobil matic. Sebelumnya selalu pak Umarlah yang menyetir mobil ini karena suamiku baru bisa menyetir mobil yang bertransmisi manual.

Pada saat awal mulai menstarter mobilnya suamiku masih deg-degan, apalagi ini perjalanan keluar kota. Sedangkan suamiku kemarin baru belajar menyetirnya hanya di dalam kota. Tapi dari yang mulai menjalankan mobilnya dengan pelan-pelan, akhirnya makin lama suamiku mulai berani menyetirnya dengan lebih cepat.

Akhirnya kita-kira jam 11 malam, alhamdulillah kami sampai di kota Cirebon dengan selamat. Dari yang semula diperkirakan jam 7 malam kami sudah sampai di rumah, jadinya lebih lama 4 jam karena kejadian tadi.

Kami mengantar pak Umar terlebih dahulu pulang ke rumahnya. Lalu setelah itu barulah kami pulang ke rumah kami. Sesampainya di rumah, suamiku masih kepikiran akan kondisi pak Umar. Sehingga suamiku mengantar pak Umar untuk diperiksa di ruang IGD di rumah sakit.

Saat sudah pulang ke rumah, suamiku  kutanya bagaimana kondisi pak Umar? Kata suamiku tekanan darahnya tinggi.  Menurut dokter yang memeriksanya, diantara penyebabnya adalah karena pola makan  pak Umar yang kurang serat karena tidak pernah makan sayur dan kebiasaan merokoknya.

Saat malam sudah berganti pagi, suamiku ditelpon oleh istrinya pak Umar yang menceritakan bahwa sakit suaminya bertambah parah. Akhirnya suamiku segera membawa pak Umar ke rumah sakit untuk dirawat inap saja Karena ternyata menurut dokter yang memeriksanya, terjadi sedikit penyumbatan pada pembuluh darah ke otaknya juga. Dan itu adalah merupakan salah satu gejala stroke. Ya Allah….

Berdasarkan cerita dari istrinya, ternyata pak Umar memang sudah lama kecanduan merokok. Setiap hari sebungkus rokok bisa habis demi menuruti ketergantungannya pada benda berbahan dasar utama tembakau itu.

Padahal istrinya sudah berulangkali mengingatkannya supaya suaminya  tidak merokok lagi. Bahkan kadang sampai terjadi pertengkaran gara-gara masalah rokok itu.

Tapi tetap saja pak Umar masih bandel. Ketika sedang tidak ada istrinya dia suka diam-diam merokok. Seperti kemarin ketika sedang ke Bandung suamiku juga sempat memergokinya sedang merokok. Ketika ketahuan malah pak Umar bilang nggak enak mulutnya kalau nggak merokok.

Yah namanya juga sudah kecanduan rokok… Kalau nggak punya tekad dan usaha yang kuat untuk meninggalkan rokok ya memang sulit… Suamiku dulu ketika masih muda hingga saat awal menikah denganku juga sesekali suka merokok.

Tapi sejak aku hamil dan melahirkan anakku,  karena terdorong ingin menjaga kesehatan keluarga dan karena  kesadarannya ingin hidup yang lebih sehat, akhirnya suamiku memutuskan untuk berhenti merokok.

Suamiku bilang bahwa dia ingin bisa mendampingi aku dan anakku hingga usia tua nanti dalam kondisi tubuh yang tetap sehat dan fit.  Dan hingga kini suamiku memang benar-benar telah berhasil meninggalkan rokok untuk selamanya.

Lain cerita bagi mereka yang suka merokok. Kata mereka, merokok itu nikmat.. Haduuh, aku malah heran. Nikmat apanya ya? Lha wong menghirup asap beracun kok nikmat??

Pasti ini gara gara zat nikotin yang terkandung di dalam rokok itu yang membuat semua perokok jadi kecanduan. Berarti kenikmatan yang dirasakan para merokok itu hanyalah kenikmatan yang semu.. Sedangkan bahayanya jauuuuh lebih banyak dan kerugiannya jauh lebiiih besar.

Seperti adanya resiko sakit paru paru, tekanan darah tinggi, jantung, kanker dan ‘kanker’ (kantong kering). Dan itu memang terbukti. Karena mengakibatkan terjadinya pemborosan yang merugikan kesehatan dan keuangan keluarga.

Seperti pak Umar, yang karena suka merokok akibatnya tidak hanya terganggu kesehatannya tadi,, tapi juga terganggu dalam.keuangan keluarganya sehingga terpaksa sebagian dari uang sekolah anaknya digunakan untuk membantu biaya rawat inapnya di rumah sakit.

Dan saat kami menengok pak Umar di rumah sakit, ternyata pasien di dekatnya yang ada di dalam satu ruangan juga adalah perokok berat yang harus dirawat inap karena sakit paru parunya hingga batuknya berdahak kental.

Dan..bahkan gara-gara rokok juga..para perokok mendadak bisa jadi ‘buta’ baik mata maupun hatinya.  Coba saja perhatikan, walaupun sudah jelas di bungkus rokoknya tertulis keterangan beberapa bahaya akibat merokok.., tapi tetap saja mereka merokok.

Lalu di dalam suatu tempat atau ruangan sudah terpampang tulisan berhuruf besar dan jelas “DILARANG MEROKOK” yang sekarang anak TK saja sudah pandai membacanya, tapi para perokok itu malah lebih bodoh karena mereka sudah melihat tulisan itu tapi masih tetap saja merokok.

Dan bukti bahwa para perokok itu juga buta hatinya adalah bahwa mereka sungguh tidak berperasaan ketika mereka merokok dengan seenaknya di depan anaknya dan istrinya atau keluarganya yang lain..Karena asap dari rokok yang dihembuskannya itu menjadi jauh lebih berbahaya saat terhirup oleh  keluarganya  (menjadi perokok pasif).

Para perokok itu juga sungguh tidak berperasaan karena menciptakan perokok pasif yang semakin banyak ketika mereka dengan cueknya menghembuskan asap rokoknya di tempat umum.

Sudah banyak korban yang berjatuhan akibat kejamnya sebuah kenikmatan semu dari sepuntung rokok. Maka.. WAHAI PARA PEROKOK…, BERHENTILAH MEROKOK SEKARANG JUGA!!!

#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari

image