Category Archives: hemat

(Tak) Malu Bertanya (Tak) Sesat di Jalan

Standar

Sejak menginap di Bandung,  aku selalu menggunakan taksi sebagai sarana transportasi utama untuk mengantar dan menjemput anakku dari hotel ke tempat pembinaan matematikanya atau sebaliknya.

Karena selain belum mengenal jalan di kota Bandung, taksi memang menjadi kendaraan yang paling nyaman untuk menjelajah kota Bandung.

Tapi mengingat biaya transportasinya yang semakin membengkak, akhirnya aku mencoba mencari informasi transportasi yang lebih murah..yaitu angkot..

Dari hasil tanya sana sini..akhirnya aku mendapat informasi jalur angkot dari seorang supir taksi. Jadi kalau berangkat dari hotel, aku harus naik angkot jurusan Sukajadi-Ciroyom dari seberang jalan. Lalu turun di dekat RS Hasan Sadikin.

Kemudian naik angkot lagi jurusan Ciroyom-Cicaheum. Turunnya langsung di depan sekolah Pribadi tempat pembinaannya anakku.

Sedangkan bila pulang dari Sekolah Pribadi menuju ke hotel, nanti dari seberang jalan naik angkot jurusan Cicaheum-Ciroyom. Turunnya di RS Hasan Sadikin.

Selanjutnya menyeberang jalan untuk naik angkot yang jurusan Ciroyom-Sukajadi atau yang jurusan Lembang. Nanti turunnya bisa langsung di depan hotel.
image

Begitulah akhirnya setiap hari aku menggunakan angkot ketika pulang mengantar dan berangkat menjemput anakku. Lumayan juga, jadinya bisa menghemat pengeluaran hingga lebih dari Rp.50.000 setiap harinya. Anakku juga sempat kuajak naik angkot saat pulang dari tempat pembinaannya.

Hanya tentu saja menjadi lebih lama karena angkotnya harus berputar lewat jalan lain dulu untuk mencari penumpang. Juga lebih berdebu, berasap dan lebih gerah karena jendela angkotnya terbuka dan tidak pakai AC.Dan bagi kami itu tidak menjadi masalah karena di Cirebonpun  kadang anakku juga naik angkot bersama teman-temannya kalau pulang sekolah. Demikian pula aku juga sudah terbiasa karena memang itu kendaraan yang sering aku tumpangi saat masih belum bisa menyetir mobil..

Tapi ketika merasakan betapa berpolusinya jalanan di kota Bandung ini yang jauh melebihi di kota Cirebon, aku menjadi berpikir-pikir lagi .Padatnya lalu lalang kendaraan di kota Bandung terutama di saat jam-jam sibuk anak sekolah dan kantor membuat polusi udara yang sangat pekat itu  membuat mata kami pedih dan sesekali terbatuk. Berdasarkan informasi yang pernah kuperoleh di beberapa buku dan majalah kesehatan, polusi udara yang berasal dari asap kendaraan bermotor itu tidak hanya bisa mengganggu pernafasan, namun bahkan bisa menurunkan kecerdasan pada anak.

Karena terdorong oleh rasa ingin melindungi dan menjaga anakku,  akhirnya kuputuskan esoknya anakku kembali naik taksi saja saat berangkat dan pulang dari tempat pembinaannya. Biarlah lebih mahal sedikit, tapi kesehatan untuk anakku lebih utama. Jadi cukup aku saja yang naik angkot saat pulang dari mengantar dan saat menjemput anakku.

Setelah masalah transportasi sudah teratasi, kini masalah berikutnya adalah semakin bertumpuknya baju kotor kami. Untuk baju-baju dalam seperti biasanya kami selalu mencucinya setiap hari. Tapi kalau baju-baju luar, rasanya tidak memungkinkan bagi kami untuk mencucinya karena keterbatasan tempat untuk menjemur bajunya.

Padahal sepulang dari pembinaan di Bandung ini anakku akan berangkat lagi ke Bali untuk mengikuti kegiatan study tour yang diadakan oleh OSIS di sekolahnya. Dan sebagian baju yang sekarang dipakainya ini harus dibawa ke Bali.

Maka mau tak mau baju-baju kami harus dibawa ke tempat laundry. Kalau laundry di hotel kulihat harganya cukup mahal. Sepotong baju bisa sekitar Rp. 20.000-Rp. 50.000 harga laundrynya.

Kalau 10 baju bisa sampai setengah juta dong yang yang harus aku keluarkan untuk membayarnya. Jadi aku harus mencari laundry kiloan di luar yang tidak jauh dari hotel supaya tidak repot membawanya. Tapi dimana ya? Sedangkan aku masih belum mengenali tempat tempat di sekitar hotel.

Dengan modal tak malu bertanya, ketika aku turun dari angkot di dekat RS Hasan Sadikin, akhirnya aku mendapatkan informasi tempat laundry kiloan dari tukang parkir dan karyawati Indomaret.

Tempatnya masuk sedikit ke sebuah jalan kecil di seberang jalan Sukajadi. Saat mencarinya aku juga bertanya lagi ke seorang bapak di pinggir jalan dan seorang karyawati sebuah salon. Ternyata tak jauh dari salon tersebut akhirnya kutemukan tempat laundry kiloannya.

Tempatnya agak kecil dan tidak ada papan namanya. Tapi begitu aku masuk ke dalam, kulihat beberapa tumpukan baju yang sudah dilaundry, dilipat dan dipacking dengan rapi tersusun di sebuah rak yang besar.

Aku langsung menanyakan harga laundry perkilonya kepada karyawatinya. Katanya harga perkilonya Rp. 6000 bila sehari selesai dan Rp. 12.000 bila 3 hari selesainya. Wah, murah banget yaa.

Esoknya baju-baju kotor yang sudah terkumpul selama beberapa hari di hotel kubawa kesana. Hingga saat menjelang waktunya kami segera kembali ke Cirebon baju-baju tersebut sudah bisa kuambil kembali dalam keadaan sudah bersih, rapi dan wangi.. 🙂
image

Alhamdulillah, akhirnya selama di Bandung, semua urusan bisa terselesaikan dengan baik dan bisa menekan pengeluaran sehingga semua berjalan lancar dan menjadi lebih hemat.

Modalnya hanya tak malu bertanya maka tak sesat di jalan.. 😀

#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari