Category Archives: hotel

Experience Paris at the City of Paris van Java..

Standar

Tak terasa hari ini sudah memasuki hari terakhir kami
di kota Bandung. Selama 8 hari  berada di ibukota Propinsi Jawa Barat ini banyak kesan dan pengalaman yang kami rasakan.

Seperti pada saat awal kehadiran kami di kota Bandung dimana kami menginap di hotel yang sebetulnya salah pesan. Tapi ternyata kami malah enjoy menginap di hotel ini karena selain hotelnya bagus, servicenya memuaskan, makanannya enak, tempatnya bersih dan staf hotelnya ramah..Apalagi akses menuju ke  mall Paris van Java juga sangat dekat sehingga kami tinggal berjalan kaki sebentar bila ingin membeli makanan atau barang kebutuhan lain disana.

Ada satu hal lagi yang membuat kami senang menginap di hotel ini. Yaitu..tema  hotelnya yang unik dan menarik.. Hotel ini mengambil tema Paris, baik dalam bentuk bangunannya, interiornya, menu makanannnya hingga bahasa yang digunakan oleh Customer Service nya saat menerima telepon. Pantaslah moto hotel ini : Experience Paris, at the City of Paris van Java..

Anakku juga cocok dengan menu sarapan paginya yg selalu komplit, bervariasi setiap harinya, lezat dan ala Paris.  Saat sarapan, anakku sengaja mengambil makanannya sedikit-sedikit supaya bisa lebih banyak mencicipi aneka makanan dan minuman yang disajikan di restoran hotel tersebut, . 😀  Aku juga sampai penasaran siapa sih ya chefnya kok masakannya bisa enak-enak semua…?

image

Dengan suasana ruang makannya yang seperti ruang makan di sebuah istana di Paris, ditambah dengan alunan musik klasik yang selalu diputar.. setiap pagi saat sarapan..rasanya kami seperti menjadi seorang Ratu dan Putri Raja yang sedang menikmati hidangan istana.. 😀

Seusai sarapan di hari terakhir kami menginap di hotel itu, kami berkesempatan foto bersama Chef Ranof, chef restoran di hotel tersebut. Dia berasal dari kota Garut…  Kami juga  mendapat sebuah cake coklat lezat spesial buatannya..

Nama kuenya kalau kubaca di menu makanan adalah  Moelleux Au Chocolate, melted sweet chocolate tart served with vanilla ice cream.. Cake ini termasuk salah satu dessert yang direkomendasikan dalam menu makanan hotel. Saat kulirik harganya Rp. 65.000,- Walaupun tidak dilengkapi dengan vanilla ice cream supaya tidak mencair selama di perjalanan (semula akan dibawa oleh anakku ke tempat pembinaan), namun cake coklat ini sudah sangat istimewa bagi kami.  Terima kasih Chef Ranof.. 🙂

image

image

Hal yang paling mengesankan bagi kami adalah ketika kami disambut dengan ramah dan diajak ngobrol dengan akrab oleh owner Park View Hotel Bandung. Namanya pak Deddy dan istrinya bernama bu Betty. Mereka tinggal di belakang hotel.

image

Penampilan mereka sangat sederhana, sehingga ketika pertama kali bertemu kusangka mereka adalah  pengunjung  hotel. Aku sangat salut terhadap mereka, karena walaupun kaya raya tapi mereka tetap sederhana dan tidak sombong.

Mereka  menceritakan bahwa  seluruh bangunan hotel ini  dirancang dan dibangun oleh mereka sendiri. Karena kebetulan mereka juga mempunyai usaha pembuatan furniture.

Adapun yang mendesain interiornya adalah putra mereka yang lulusan dari sekolah perhotelan di Swiss. Wah, rupanya perusahaan keluarga yaa.. Pantas rapi dan halus hasil pengerjaan bangunannya..

Saat hari makin sore dan sudah tiba saatnya kami harus menjemput anakku di tempat pembinaannya,  kami segera berpamitan dan mengucap terima kasih kepada mereka atas keramahan dan sambutan baiknya karena setelah itu kami langsung pulang ke kota Cirebon.Sebelum pulang, kami menyempatkan foto sejenak di kolam renang air hangat yang ada di belakang restoran.

image

#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari

Mahalnya sebuah Kenyamanan

Standar

Hanya sekitar 2 jam kami telah tiba di kota Bandung melalui tol Cipali dengan kendaraan mobil dari kota Cirebon.. Tol yang baru selesai dibangun tahun lalu itu memang sangat memudahkan dan mempersingkat perjalanan antar kota Cirebon dan Bandung. Suasana Sabtu pagi di kota Bandung sudah mulai ramai dengan lalu lalang kendaraan.

Dengan panduan GPS, pertama-tama kami mencari lokasi Sekolah Pribadi Bilingual School yang beralamat di jalan PHH Mustofa. Tak seberapa lama, akhirnya kami tiba di sekolah tersebut. Pembinaan memang dimulai pada hari ini jam 8 pagi. Aku langsung mengantar anakku masuk ke kelasnya sekaligus bertemu dengan pak Al. Setelah berbincang sebentar, aku langsung kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan menuju ke hotel.

Beberapa saat kami sempat kebingungan saat mencari alamat Park View Hotel yang di jalan Sukajadi sehingga hampir nyasar karena GPS nya beberapa kali mengalami gangguan sinyal dan petunjuknya sering hilang tiba-tiba. Dengan bantuan informasi dari beberapa orang yang kami tanya di sepanjang perjalanan, akhirnya kami sampai juga di hotel tersebut.. alhamdulillah….

Kesan pertamaku begitu melihat hotel yang bangunan luarnya didominasi cat berwarna abu-abu itu adalah pilarnya yang besar dan megah. Begitu memasuki ruangan lobby hotelnya, kesan klasik dengan nuansa interior ala Paris yang mewah nampak di beberapa sudut di dalam ruangannya.

tampak depan hoteltangga parkview hotel

Sementara aku menunggu suamiku mengurus proses check in hotel, aku memperhatikan lagi sekeliling ruangan hotel itu yang memang sangat memanjakan mata. Kalau istilah anak muda sekarang.. : intagrammable… Sesekali tampak beberapa keluarga yang foto-foto di beberapa sudut di hotel itu. Ada tempat foto khusus yang bentuknya seperti bingkai lukisan yang besar. Sehingga kalau kita duduk di dalamnya kesannya kita berada dalam lukisan.

front office hotel

Lalu kami diberi minuman yang memang sengaja disediakan untuk semua tamu yang datang, yaitu jus buah jambu yang menyegarkan. Wah, pantas hotelnya mahal.. nyaman gini tempatnya.. aku hanya bisa menggumam sendiri. Sebetulnya harga kamar yang kami pesan untuk menginap adalah yang paling murah, yaitu Deluxe Room dengan harga Rp.825.000,-permalamnya. Itupun sudah best deal room rate.

Karena suamiku memesannya melalui Agoda, jadi jatuh harganya menjadi lebih murah lagi menjadi sekitar Rp.500.000 an per malamnya. Yah, bagaimanapun memang relative masih termasuk mahal yaa.. Tapi bila melihat fasilitas yang diberikan oleh hotel tersebut pada setiap kamarnya, diantaranya LED TV dengan lebih dari 20 Channels, telepon, WIFI, Safe Deposit Box, Minibar Coffee& Tea, ditambah lagi dengan desain kamarnya yang mewah dan unik… menurutku ya sesuailah dengan harganya. Kenyamanan memang mahal harganya..

Sambil menunggu saat check in, aku diajak suamiku relaxasasi sejenak ke Zen Family Spa & Reflexology yang letaknya sangat berdekatan dengan hotel tersebut. Begitu memasuki ruangan spa, aroma mint dan beberapa aroma yang harum serasa menenangkan kami. Lumayan bisa menghilangkan keletihan dari perjalanan tadi.

Saat kami kembali ke hotel, kami sudah diijinkan untuk check in dan memasukkan semua tas dan barang-barang kami. Kami mendapat kamar nomer 620, berarti di lantai 6. Lorong-lorong hotelnya beralaskan karpet tebal yang didominasi warna biru toska. kuning dan ungu serta bercorak seperti ukiran.

lor

Dan saat memasuki kamar, kami langsung terkesan dengan desain interiornya yang didominasi warna gold. Ada 2 bed di dalamnya. Sebetulnya ruangannya tidak terlalu besar. Tapi tetap berasa nyaman karena penataannya yang kompak dan menarik. Ruangannya juga terang dan tidak pengap karena ada jendela kaca besar yang menghadap ke arah Taman Sukajadi yang rindang dengan pepohonan besar di sekitarnya.

deluxe room 1

Aku juga mengecek kamar mandinya yang berada di bagian dalam dekat pintu keluar kamar. Bersih, rapi dan tidak berbau. Ada wastafel dan sebuah kaca yang besar. Handuk, keset dan perlengkapan mandi juga sudah tersedia. Shower dengan air hangat juga bisa diatur sesuai keinginan kita.

bath room
Setelah itu kami turun untuk makan siang di restoran hotel. Nama restorannya Le Jardin. Kulihat dari harga-harga makanan dan minuman yang disediakannya berkisar antara 40 ribu sampai 80 ribuan. Wow, lumayan yaa harganya… Kami hanya memesan Bakmi Jawa dan Bandrek yang harganya paling bersahabat. Hmm, kuakui memang enak masakannya..

le jardin
Lagi-lagi aku jatuh cinta dengan desain ruang makannya yang dipenuhi dengan pernak-pernik yang unik. Aku menyempatkan foto-foto sejenak dengan suamiku.

DSC_0529[1]DSC_0526[1]

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore. Saatnya menjemput anakku. Karena waktu pembinaannya dimulai dari jam 08.00-15.00. Dan dengan perjalanan yang masih sedikit nyasar saat menjemput anakku di tempat pembinaannya, akhirnya sampai juga kami di hotel kembali.

Ketika hari sudah semakin sore, suamiku berpamitan untuk kembali ke kota Cirebon, pulang ke rumah karena esok masih banyak tugas-tugasnya yang harus diselesaikan. Sebetulnya aku sempat menahan suamiku agar pulangnya besok pagi saja supaya tidak terlalu letih karena sejak habis Subuh tadi hingga sore ini masih belum beristirahat.

Tapi suamiku tampaknya merasa tidak tenang karena sebagian honor untuk karyawannya masih belum diberikan. Dan juga masih ada keperluan lain yang berhubungan dengan pekerjaannya.

Ya sudah, akhirnya aku mengantar suamiku pulang sampai di depan hotel. Terima kasih suamiku tersayang atas semua fasilitas, biaya dan waktu yang telah kau berikan sehingga kami malam ini hingga satu minggu ke depan dapat beristirahat di hotel yang nyaman. Semoga Allah SWT selalu melindungi dan menjagamu… aamiin….

#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari
#TantanganMingguKedua