Menjadi wanita, istri dan ibu yang tangguh

Standar

Wanita..wani nata lan ditata…begitu kata orang Jawa. Artinya berani mengatur dan diatur Kalau kita perhatikan memang ada benarnya.Karena sosok wanita sejak lahir hingga  menjadi seorang ibu memang selalu berkaitan dengan  masalah atur mengatur.

Saat seorang wanita lahir hingga menjelang pernikahannya, dia masih dalam pengawasan dan pengaturan kedua orang tuanya.Dan sejak wanita menikah hingga menjadi seorang ibu, dia tidak hanya menjadi sosok yang langkahnya dalam berkeluarga di bawah pengaturan suaminya sebagai imamnya, namun dia sekaligus menjadi pengatur utama rumah tangga dan anak-anaknya.

Karena kelemah lembutannya, kaum wanita sering dianggap sebagai kaum yang lemah dan tak berdaya. Hingga kehadirannya di dunia  sejak dulu bahkan hingga sekarang cenderung kurang diharapkan. Penyebabnya bermacam-macam,dari karena dianggap tidak bisa melanjutkan keturunan/silsilah keluarga,  tidak bisa menjadi pemimpin, hingga dianggap membawa petaka..

Maka sering terjadi perlakuan yang kejam dan tidak sepantasnya terhadap kaum wanita seperti yang biasa kita dengar dan saksikan di beberapa negara.

Di India, wanita banyak yang diperdagangkan dengan alasan ekonomi. Di  Pakistan, beberapa wanita dilarang bersekolah sehingga banyak yang buta huruf. Pernah  terjadi penyiraman air keras kepada sekitar 150 an wanita oleh beberapa lelaki disana hanya oleh karena alasan-alasan yang tidak masuk akal. Pada tahun 2011 lebih dari 8500 wanita  menjadi korban kekerasan seksual, fisik hingga dibunuh.

Di Somalia angka kasus perkosaan terhadap wanita meningkat terus setiap tahunnya. Di  Kongo pembunuhan massal sering dilakukan terhadap kaum wanita dengan alasan membela kehormatan.

Dan di negara Afghanistan angka kematian wanita saat melahirkan sangat tinggi. Diantara penyebabnya adalah adanya paksaan pernikahan di bawah umur pada kaum wanita disana. (sumber informasi: Andridhia Blog-5 Negara ini kurang menghargai dan melakukan deskriminasi terhadap wanita)

Sungguh mengenaskan nasib kaum wanita di negara-negara yang mayoritas berada di benua Afrika tersebut. Disinyalir juga masih ada beberapa negara lain di benua Asia, Amerika, Australia atau Eropa yang bersikap dhalim terhadap kaum wanita.
Kondisi semacam inilah yang akhirnya memunculkan gerakan feminis di Eropa dan Amerika untuk memperjuangkan hak-hak kaum wanita dan kesetaraan gender. Namun pada akhirnya justru menjadi bumerang dan permasalahan baru bagi kaum wanita.

Karena di saat kaum wanita menuntut kebebasannya dalam berkarir, dalam berkiprah di berbagai bidang, di sisi lain karena kodratnya sebagai wanita, pasti tidak akan terlepas dari masalah baru dengan keluarganya. Sehingga berakibat adanya perceraian, anak-anak yang terlantar dan lain-lain.

Di negara Indonesia, Ibu Kartini juga telah mengangkat harkat kaum wanita Indonesia dengan emansipasi wanitanya Pada zamannya, Kartini dan kaum wanita yang lain masih terbelenggu oleh adat istiadat dimana kaum wanitanya dipingit, artinya tidak boleh keluar rumah sampai waktunya menikah.

Walaupun demikian karena karakternya yang haus akan ilmu, Kartini suka membaca buku ilmu pengetahuan dan banyak bertanya kepada ayahnya bila ada yang tidak dia pahami walaupun dia tidak bisa melanjutkan sekolahnya. Sehingga pengetahuannya semakin bertambah dan wawasannya semakin luas.

Kekagumannya terhadap wanita Eropa yang berpendidikan tinggi menginspirasinya untuk memajukan wanita Indonesia. Kartini berpandangan bahwa wanita tidak hanya harus bisa dalam urusan dapur dan kasur saja…namun lebih dari itu,  wanita harus mempunyai ilmu dan wawasan yang luas.

Lalu Kartini mulai mengumpulkan teman-teman wanitanya untuk diajari baca tulis dan pengetahuan lainnya.
Karena kegigihannya dan berkat dukungan suaminya, Kartini berhasil mendirikan Sekolah Wanita di berbagai kota, seperti di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan sebagainya. Sekolah Wanita itu dikenal dengan Sekolah Kartini.

Kartini adalah contoh sosok wanita yang tangguh. Beliau mempunyai semangat yang luar biasa dalam belajar untuk kemajuan dirinya dan demi memajukan kaum wanita Indonesia. Namun beliau tetap mampu menjalankan perannya sebagai seorang istri yang berbakti kepada suaminya dan tidak melupakan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga.

Emansipasi wanita dalam pandangan Kartini adalah memberi kebebasan kepada wanita dalam mencari ilmu, mengembangkan diri namun tetap tidak boleh melupakan kodratnya sebagai istri dan ibu rumah tangga. Jadi jauh berbeda dengan pandangan kaum feminis di Eropa dan Amerika yang memberikan kebebasan kaum wanita namun tak terbatas.

Agama Islam juga sangat memuliakan wanita. Di beberapa ayat Al Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad SAW banyak disebutkan tentang  kemuliaan wanita, khususnya wanita shalehah.

Diantaranya dalam Al Qur’an, surat Al Hujurat: 13. Ayat ini menunjukkan bahwa hanya orang yang paling bertaqwalah yang dipandang mulia di sisi Allah SWT, siapapun dia dari bangsa atau suku manapun apakah itu laki-laki atau perempuan. Jadi seorang wanita yang bertaqwa  akan lebih mulia di sisi Allah SWT daripada seorang laki-laki yang durhaka.

Abdullah bin Amr r.a. .meriwayatkan sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalehah.” (HR Muslim no. 1467)

Seperti apakah wanita shalehah yang dimaksud dalam hadits tersebut? Di dalam Al Qur’an surat An Nisaa’:34 Allah SWT  menyebutkan bahwa wanita shalihah ialah wanita yang taat kepada Allah SWT dan memelihara kehormatan dirinya ketika suaminya  tidak berada di rumah.

Pengertian taat kepada Allah SWT disini sangat luas. Karena mencakup ketaatan kepada Nya dalam hal ibadah yang berhubungan dengan Rukun Islam (Syahadat, Shalat, Zakat, Puasa dan Haji) maupun dalam hal Mu’amalah yang berhubungan dengan masyarakat.
Masyarakat terdekat yang harus ditaati adalah kedua orang tua dan suaminya, yang tentunya dalam hal yang ma’ruf. Maka dalam ayat tersebut, langsung dihubungkan dengan memelihara kehormatan diri ketika suami sedang tidak berada di rumah atau di saat tidak bersamanya.

Keshalehahan wanita seperti inilah yang bila diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari  akan membentuk ketangguhan seorang wanita..

Anak-anak perempuan dan remaja putri yang taat kepada kedua orang tuanya biasanya akan menjadi lebih survive dalam menghadapi berbagai persoalan dan akan lebih tangguh dalam memegang prinsip sehingga tidak mudah terpengaruh  oleh lingkungan yang buruk di dunia nyata dan dunia maya. Mereka juga lebih fokus dan bersemangat dalam belajar demi mempersiapkan masa depannya.

Karena sudah dibiasakan membantu kedua orang tuanya, maka dia sudah memiliki skill of life. Begitu juga karena terbiasa taat kepada kedua orang tuanya, maka dia sudah bisa menempatkan dirinya, mana yang seharusnya dilakukan dan mana yang jangan dilakukan.

Sehingga anak-anak dan remaja tersebut akan senantiasa terbentengi dari segala pengaruh buruk. Disaat ada bujukan atau rayuan yang bisa mengancam dirinya dan masa depannya, mereka akan menjadi lebih tangguh dalam menolaknya dan lebih selektif dalam pergaulan. Mereka juga biasanya berprinsip tidak akan pacaran sebelum menikah karena ketaatannya kepada Allah SWT.

Pada saat dia menjadi seorang istri, dia akan taat beribadah sehingga seluruh doa dan ibadahnyalah yang akan membentengi dirinya dan keluarganya dalam kehidupan rumah tangganya. Sehingga baik sedang bersama suaminya atau di saat sendirian, dia selalu menjaga dirinya dan harta suaminya.

Maka dia tidak akan mudah terbujuk untuk melakukan hal-hal ceroboh yang bisa menjatuhkan harga diri/ keluarganya atau menghambur-hamburkan harta suaminya untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Walaupun banyak iming-iming yang menggiurkannya, namun seorang istri yang shalehah akan tetap berpegang teguh pada prinsip ketaatannya kepada Allah SWT dan suaminya.

Istri yang shalehah juga akan senantiasa memberi dukungan kepada suaminya, terlebih di kala sang suami sedang dirundung masalah. Ketika suaminya sedang sedih, dia akan menghiburnya dan membesarkan hatinya. Ketika suaminya sedang marah, dia akan menenangkan hatinya.

Dan ketika suaminya sedang mengalami kesulitan ekonomi, dengan berbekal skill of life yang sudah dia peroleh saat dulu dia sering membantu kedua orang tuanya, dan berbekal ilmu pengetahuan yang sudah dia peroleh karena ketekunannya dalam belajar, maka dia bisa merintis suatu usaha yang hasilnya bisa membantu dalam memulihkan ekonomi keluarganya.

Dengan prinsip ketaatan yang selalu dipegang teguh olehnya,tidak ada yang perlu dikhawatirkan dalam ketangguhannya membantu usaha suaminya.

Lalu di saat dia telah menjadi seorang ibu, dia akan berusaha dengan sepenuh hidupnya untuk merawat, membimbing dan menjaga anak-anaknya. Pendidikan agama (yang berhubungan dengan aqidah dan akhlak) adalah pendidikan dasar yang akan selalu ditanamkan kepada anak-anaknya agar keshalehan dan keshalehahan anak-anaknya sudah terbentuk semenjak dini.

Barulah selanjutnya ilmu pengetahuan yang lain yang akan disupport olehnya dengan memasukkan anaknya ke sekolah yang berkualitas serta mengasah minat/bakat anaknya.

Sebagai sekolah pertama bagi anak-anaknya, maka seorang ibu yang shalehah akan membekali dirinya tidak hanya dengan kajian Al Qur’an dan Al Hadits,namun juga dengan berbagai ilmu lain seperti ilmu parenting, ilmu gizi/kesehatan keluarga, ilmu psikologi anak dan lain-lain.

Seorang ibu shalehah juga akan belajar untuk bisa membawa kendaraan sendiri untuk keperluan yang bersifat darurat, disamping bisa meringankan tugas suami.

Sehingga saat anaknya sakit,  pertolongan pertama bisa diberikannya sebelum dibawa ke dokter agar bisa mengurangi rasa sakit anaknya.

Dan pada saat suaminya sedang tidak berada di rumah, dia akan selalu siap mengantar anaknya ke dokter bila sakit, mengantar/menjemput anaknya ke sekolah dan lain-lain.

Maka seorang wanita, istri dan ibu yang tangguh adalah sosok wanita shalehah yang bisa meneladani kesabarannya Asiyah, kesetiaannya Khadijah, kesuciannya Maryam, keikhlasannya A’ishah, ketabahannya Fatimah..sekaligus memiliki semangat Kartini dalam mencari dan menyebarkan ilmu.. 😉

IMG_18706960000259

 

 

 

 

 

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.